KERAJAAN MALAYSIA MEMANG ZALIM KEPADA RAKYAT SATU MALAYSIA TIDAK MEMBERI PELUANG KEPADA RAKYAT MALAYSIA MENGGUNAKAN PARABOLA TVRO DI UTAMAKAN KEPADA MAHARAJA FIRAUN,MENTERI,HOTEL DAN KEDUTAAN ASING.MALAYSIA ADALAH SEBUAH NEGARA CELAKA DAN HARAM JADAH.ALLAH SWT PATUT TURUNKAN BALA DAN LAKNAT DI NEGARA MALAYSIA HARAM JADAH.MALAYSIA ADALAH SEBUAH NEGARA SYAITAN DAN IBLIS PENGHISAP DARAH RAKYAT MALAYSIA.BENDERA MALAYSIA PATUT DI BAKAR DAN DI PIJAK.
Sabtu, 25 Disember 2010
PANDUAN LENGKAP SEMBAHYANG
Berwudhu
Yang praktis dan mencukupi
Yang sebaik-baiknya
Hikmah-hikmahnya
Cara atau jalan untuk membina mental dan rohani sungguh banyak sekali. Jalan yang pasti ialah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mengekalkannya yang disebut sebagai ibadah. Salah satu mata rantai ibadah itu adalah Wudhu'.
Kegunaan Air Wudhu
Untuk segala macam solat hukumnya wajib.
Untuk Thawaf di Ka'bah, thawaf apa saja, hukumnya wajib.
Sewaktu hendak membaca Al-Qur'an hukumnya sunnat
Sewaktu hendak tidur atau lain-lain perbuatan yang baik, hukumnya sunnat
Alat Yang Dipakai
Alat yang dipakai ialah air. Meskipun demikian, air yang digunakan untuk berwudhu' adalah air yang suci lagi menyucikan (pengertiannya?), iaitu: Air hujan, Air Sumur, Air Sungai, Air Laut, Air dari mata Air, Air Telaga, Air Danau, Air Ais, Air Ledeng.
Cara-caranya
Berniat dalam hati bahawa berwudhu' untuk..., lalu:
Membasuh muka dengan air (cukup sekali asalkan merata ke seluruh muka)
Basuhlan tangan hingga sampai dengan kedua siku (cukup sekali asal merata).
Sapulah sebahagian kepala, cukup sekali saja
Basuhlan kaki hingga sampai dengan kedua mata kaki (cukup sekali asal merata).
Bila dikerjakan seperti di atas, maka wudhu' sudah sah.
Berwudhu' yang lebih sempurna
Bila ingin berwudhu' lebih sempurna, yakni sempurna lahiriah dan sempurna pula dalam ganjaran, maka kerjakanlah tabahan-tambahannya dengan cara sebagai berikut:
1. Mulailah dengan mengucapkan Bismillaahir rahmaanir rahiim...
2. Menghadaplah kearah kiblat
3. Usahakanlah berwudhu' dengan tidak meminta bantuan orang lain, seperti menimba, dan sebagainya.
4. Basuhlah jari-jari tangan dengan menyelat-nyelatinya. Dan bagi jari yang bercincin, jam atau perhiasan yang dipakai di jari-jari lainnya, bukalah perhiasan tersebut agar air dapat merata membasahi seluruh jari-jari.
5. Berkumur-kumur.
6. Masukkanlah air ke dalam hidung, lalu keluarkanlah kembali (istinsyaq).
7. Gosoklah gigi untuk menghilangkan sisa makanan dan bau mulut yang kurang sedap.
8. Mulailah dengan anggota wudhu'yang sebelah kanan.
9. Ulangilah masing-masing sampai tiga kali (3X).
10. Ratakanlah air hingga membasahi seluruh anggota wudhu'
11. Ketika menyapu kepala, ratakan seluruhnya (letakkan ibu jari samping kiri dan kanan kepala, lalu putarlah telapak tangan dari depan ke belakang, kemudian kembali ke depan (cukup sekali).
12. Basuhlah telinga dengan memasukkan telunjuk ke lubang telinga, ibu jari dibelakang telinga.
13. Bila selesai berwudhu', hadapkan muka ke arah kiblat dan berdoalah dengan membaca:
Asyhadu an laa ilaaha illalaahu wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa Rasuuluh, Allahummaj'alnii minat tawwaa biinaa waj'alnii minal mutathahhiriin.
Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba-Nya dan rasul-Nya. Ya allah , masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang bertaubat, dan jadikanlah aku masuk ke dalam golongan orang-orang yang suci.
14. Lakukanlah solat sunnat wudhu' dua raka'at.
Hal-hal yang Membatalkan Wudhu'
1. Keluar sesuatu dari "dua pintu" belakang seperti buang angin (kentut), buang air besar atau kecil, haid atau nifas, dan sebaganya.
2. Hilang akal (kerana sakit, mabuk, gila dan sebagainya) .
3. Bersetubuh.
Tayammum
"Manakala seorang muslim atau mukmin itu berwudhu, lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya itu semua dosa yang dilihat oleh matanya bersama air atau bersama titisan yang terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah (terusir) semua dosa yang tersentuh oleh kedua tangannya bersama air atau bersama-sama dengan titisan terakhir dari air. Manakala ia membasuh kedua kakinya, maka sirnalah semua dosa yang pernah dijalani oleh kakinya bersama air atau bersama titisan air yang terakhir, sehingga keluar (selesailah) dalam keadaan bersih dari dosa-dosa." (Hr Imam Muslim dari Abu Hurairah).
Air Wudhu
Wudhu merupakan salah satu ibadah yang khas yang dapat dipakai untuk solat, thawaf, hendak tidur, jalan keluar rumah, serta memelihara jiwa dan raga dari berbagai cacat.
Wudhu dengan air bersih dan murni bererti meniti kosmetik tradisional dan anti biotik alamiah, kerana itu, Islam tidak membenarkan berwudhu dengan air musta'mal (air bekas dipakai), air buah-buahan, akar-akaran atau air yang sudah berubah sifat-sifatnya (warna, rasa dan baunya). Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahawa wudhu ialah membasuh muka, membasuh kedua tangan hingga dua siku, menyapu kepala, dan membasuh kaki hingga dua mata kaki yang diawali dengan niat dalam hati.
Almarhum Buya Hamka, melalui bukunya "Lembaga Hidup" menulis tentang wudhu sbb:
"Lima kali sekurang-kurangnya sehari semalam disuruh berwudhu dan solat. Dan meskipun wudhu belum lepas, sunnat pula memperbaharuinya. Oleh ahli tasawuf diterangkan pula hikmah wudhu itu. Mencuci muka, ertinya mencuci mata, hidung, mulut dan lidah, kalau-kalau tadinya berbuat dosa ketika melihat, berkata dan makan. Mencuci tangan dengan air, dalam hati dirasa seakan-akan membasuh tangan yang terlanjur berbuat salah. Membasuh kaki, dan lain-lain demikian pula. Mereka perbuat hikmat-hikmat itu, meskipun di dalam hadis dan dalil tidak bertemu, adalah supaya manusia jangan membersihkan lahirnya saja, padahal bathinnya masih tetap kotor. Hatinya masih khizit, loba, tamak, rakus, sehingga wudhunya lima kali sehari itu tidak berbekas diterima Allah, dan sembahyangnya tidak menjauhkan dari pada fahsya (keji) dan mungkar (dibenci)".
Penulis "Lembaga Hidup" sengaja merangkaikan keutamaan wudhu dengan masalah kesehatan badan dan kebersihannya, lalu dihubungkan dengan sabda Nabi Muhammad s.a.w Tulisnya:
"Bukan kita hidup mencari puji, bukan pula supaya kita paling atas di dalam segala hal. Meskipun itu tidak kita cari, kalau kita menjaga kebersihan, kita akan dihormati orang juga". Sebagaimana sabda Rasulullah s.a.w: "Perbaguslah pakaianmu, perbaiki tunggangan (kenderaan) mu, sehingga kamu laksana sebutir tahi lalat di tengah-tengah pipi, di dalam pergaulan dengan orang banyak".
Allah s.w.t. menurunkan wahyu, memberi hidayah penuntun rohani dan jasmani agar keduanya tetap berfungsi dan terpelihara.
Rasulullah s.a.w bersabda:
"Sesungguhnya Rasulullah s.a.w. pernah pergi ke kuburan, lalu memberi salam : "Assalamu'alaikum Dara Qaumin (perkampungan orang mukmin) dan Insya Allah kami akan menyusul kemudian, saya ingin benar melihat-lihat saudaraku." Berkata sahabat: "Bukankah kami ini adalah saudaramu ya Rasulullah? "Ya, kamu adalah sahabatku, dan saudara-saudaraku yang belum datang kini." Sahabat kembali bertanya: "Bagaimanakah engkau dapat mengenal mereka yang belum datang kini dari ummatmu ya Rasulullah?" Rasulullah s.a.w. bersabda: "Bagaimana pendapatmu jika seorang mempunyai kuda belang putih muka dan kakinya, ditengah-tengah kuda yang semuanya hitam, tidakkah mudah mengenal kudanya?" Para sahabat menjawab : "Benar Ya Rasulullah." "Maka itu ummatku nanti kelak pada hari kiamat bercahaya muka dan kakinya sebagai bekas wudhu, dan saya akan membimbing mereka itu ke Haudh (Telaga Syafa'at)"
Cahaya, Kebersihan dan Kehidupan
Dalam air wudhu yang sakral terdapat cahaya, kebersihan dan kehidupan. Air bekas (mus'tamal) atau tersadur najis, akan menjadi sumber penyakit, buruk bagi fisik, kimia, maupun biologis. Islam pun melarang berwudhu dengan air yang demikian. Air sebagai keperluan vital kehidupan. Al-Qur'an memberi penjelasan bahawa kehidupan dimulai dari air, seperti disebutkan dalam firmannya:
"Dan kami telah menciptakan segala sesuatu yang hidup itu dari air, apakah mereka belum mau juga beriman?" (Al-Anbiya:30).
Hal-hal Yang Tidak Membatalkan Wudhu
Banyak sekali perbuatan yang dikira orang membatalkan wudhu, padahal tidak. Misalnya, seorang pekerja yang berpalitan dengan oli dan minyak, mengira air wudhunya sudah rosak dan wudhunya batal, padahal tidak; sementara yang dianggap remeh ternyata justru membatalkan wudhunya. Beberapa hal yang tidak membatalkan wudhu antara lain:
1. Bersentuhan antara pria dan wanita, sudah dewasa, tanpa lapis, selama tidak mengandung niat yang nafsu dan tak senonoh. Dalam suatu hadis disebutkan:
"Aisyah r.a. berkata: Suatu malam aku kehilangan Rasulullah s.a.w. dari tempat tidurku, maka terabalah oleh telapak tanganku pada kedua telapak kakinya yang keduanya dalam keadaan berdiri; dan Rasulullah s.a.w. sedang sujud sambil membaca: Allaahumma innii a'udzu biridhaaka, min sakhatika, wa a'uudzu bimu' aafaatika min uquubatika, wa a'uudzu bika minka laa uhshiitsanaa'an 'alaika anta kamaa atsnayta 'alaa nafsika." (HR Muslim dan At Turmuzy).
Yang erti doanya: "Ya Allah, aku berlindung dengan ridhaMu dari murkaMu, berlindung dibawah naunganMu; ringkasnya aku berlindung kepadaMu daripadaMu. Tiada terhitung puja-pujiku untukMu. Engkau sebagaimana pujianMu atas diriMu sendiri."
"Aku tidur dihadapan Rasulullah s.a.w., sedang kakiku berada di arah kiblat. Maka apabila Ia sujud, dirabanya aku dan dipegangnya kakiku". Sementara dalam lafazh yang lain disebutkan :"Maka jika ia akan sujud, kakiku, dirabanya". (HR Bukhary dan Muslim, sumber Aisyah)
2. Keluar darah dari tempat yang lazim, seperti luka, bukan dari qubul atau dubur.
3. Kerana muntah
4. Kerana makan minum. Seperti disebutkan dalam hadits nabi:
"Manimunah r.a. berkata: "Rasulullah s.a.w. telah makan di rumahnya dengan panggangan kambing, kemudian Rasulullah s.a.w. langsung solat tanpa memperbaharui wudhu." (HR Bukhary dan Muslim).
5. Terkena segala jenis najis atau kotoran lainnya. Najis tidak menghilangkan wudhu', hanya dia cukup dibersihkan saja.
6. Tersentuh kemaluan tanpa maksud yang lain. Seperti disebutkan dalam hadis:
"Bahawa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah s.a.w. tentang orang yang menyentuh kemaluannya, apakah ia wajib berwudhu? Rasulullah s.a.w. bersabda: "Tidak, dia adalah sebagian dari tubuhmu sendiri". (HR Lima Ahli Hadits)
Perosak Tayammum
Tayammum merupakan pengganti wudhu atau mandi. Kerana itu, ia boleh rosak atau batal apabila :
1. Langsung melihat air dan dapat menggunakannya (khusus bagi mereka yang bertayammum kerana tidak ada air).
2. Segala sesuatu yang membatalkan wudhu'.
Hal-hal lain yang perlu diketahui ialah:
1. Satu kali tayammum dapat digunakan untuk beberapa solat atau thawaf, baik yang wajib maupun yang sunat.
2. Apabila mendapatkan air, padahal solat sudah dikerjakan dengan tayammum, maka solatnya tidak perlu diulangi lagi.
Tatacara Shalat
Solat Wajib dan Praktiknya
Syarat-syarat Sah Solat
Praktik Solat
Berdiri Tegak Lurus
Takbiratul Ihram
Do'a Iftitah
Ta'awwudz
Al Fatihah
Ruku
I'tidal
Sujud Pertama
Duduk di Antara dua sujud
Sujud Kedua
Berdiri Pada Rakaat Kedua
Ruku di Rakaat Kedua
Bangun dari Ruku
Sujud Petama pada rakaat kedua
Duduk diantara dua sujud di rakaat kedua
Sujud Kedua pada rakaat kedua
Duduk tahiyyat
Memberi Salam
Syarat-syarat Sah Solat
Apabila kita sudah mempunyai air wudhu bererti kita sudah siap untuk mengerjakan solat. Kita boleh solat dimana saja asalkan di tempat suci. Suci disini maksudnya adalah tidak bernajis. Boleh menggunakan alas seperti sajadah atau apa saja yang bersih, sekalipun tidak memakai alas sama sekali, seperti di atas bumi. Meskipun demikian, yang penting dipersiapkan sebagai persyaratan shalat ialah:
Menutup aurat bagi lelaki iaitu antara pusat dengan lutut. Aurat wanita, seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan. Menutup aurat boleh dengan apa saja asal suci, tidak tembus pandang seperti plastik bening atau benda semacam lainnya.
Menghadap ke arah kiblat, yaitu Ka'bah di Makkah. Bila tidak memungkinkan, misalnya di atas kereta api, kapalterbang atau tak diketahui sama sekali, maka hadapkanlah wajah kita ke mana saja yang kita merasa condong bahawa itu adalah kiblat.
Harus mengetahui dengan yakin sudah berada dalam waktu solat yang hendak dikerjakan.
Yakin bahawa badan, pakaian, dan tempat solat suci dari najis.
Suci dari hadas besar dan hadas kecil.
Praktik Solat
Sesudah mempunyai air wudhu' dan siap untuk solat, maka kita segera dapat memulainya dengan urutan sebagai berikut.
Berdiri Tegak Lurus
Berdiri tegak lurus dengan menghadap ke arah kiblat, disertai dengan niat: "Aku solat...(zuhur, misalnya), wajib kerana Allah". "Usalli fardhu...(Zhuhrii), lillahii ta'ala"
Takbiratul Ihram
Takbiratul Ihram dilakukan dengan mengangkat kedua tangan sampai menyentuh telinga diiringi dengan membaca:
Allahhu Akbar (Allah Maha Besar) (1x)
Ucapan "Allahhu Akbar" disebut Takbiratul Ihram (hukumnya wajib) kemudian pada saat peralihan gerak atau sikap, sangat dianjurkan mengucapkan takbir "Allahhu Akbar". Yang perlu diperhatikan, apabila takbir dilakukan dalam keadaan berdiri, maka sebaiknya pengucapan takbir ini disertai dengan mengangkat kedua tangan seperti pada sikap takbiratul ihram. Dan apabila perpindahan gerak atau sikap terjadi dalam keadaan duduk, maka ucapan takbir tidak perlu disertai dengan mengangkat kedua tangan. Semua ucapan takbir dalam shalat hukumnya sunnat, kecuali takbir yang pertama yaitu takbiratul ihram.
Doa Iftitah
Selesai membaca takbiratul ihram, tangan langsung disedekapkan ke dada. Yang kanan menghimpit tangan kiri, pergelangan sejajar dengan pergelangan. Kemudian membaca doa iftitah (doa permulaan dan atau doa pembuka) yaitu:
Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil 'aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.
Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, demikian akau diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri.
Membaca do'a iftitah hukumnya sunnat. (Selain doa tersebut di atas, masih ada doa'a-do'a iftitah yang lain yang biasa juga dibaca oleh Rasulullah s.a.w.).
Ta'awwudz
Selesai membaca do'a iftitah, lalu membaca "ta'awwudz". Bacaan t'awwudz hukumnya sunnat. Lafazhnya yaitu:
A'uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim
Aku berlinding kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk.
Al Fatihah
Seudah ta'awwudz, lalu membaca surah Al Fatihah. membaca surah Al Fatihah pada setiap rakaat solat (wajib/sunnah) hukumnya wajib.
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil'aalamin Arahmaanirrahiim Maaliki yawmiddiin Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iin Ihdinash shiraathal mustaqiim Shirathal ladziina an'amta alaihim gahiril maghdhuubi'alaihin waladh dhaalliin Aaamiin
Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yang merajai hari pembalasan Hanya kepada-Mu kami meyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau beri ni'mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami,ya Allah!
Sesudah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua pada solat wajib, kita disunnatkan membaca surah-surah atau ayat yang lain. Pada rakaat selanjutnya yaitu ketiga dan/atau keempat, kita hanya diwajibkan membaca Al Fatihah saja, sedangkan pembacaan surah atau ayat lainnya tidak diwajibkan. Surah-surah atau ayat-ayat Al Quran yang diinginkan dapat saja kita pilih diantara sekian banyak surah dari Al Quran. Sebaiknya usahakanlah tetap membaca surah atau beberapa ayat Al Quran sesudah al Fatihah pada rakaat pertama dan kedua (pada solat wajib) misalnya:
Wal ashri innal insaana lafii khusrin illaladziina 'aamanu wa'amilus shaalihaati watawaashaw bil haqqi watawaashaw bis shabri (QS)
"Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta mereka yang berwasiat pada jalan kebenaran dan mereka yang berwasiat pada ketabahan."
Ruku
Di dalam ruku membaca :
1. Subhaana rabbiyal azhim (3x) ("Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung")
atau
2. Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii ("Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan Kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku")
*Boleh dipilih salah satu di antara kedua do'a tersebut.
I'tidal
I'tidal atau bangun dari ruku seraya mengangkat kedua tangan membaca:
Sami'allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu. (Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji.")
Bagi orang yang telah lancar bacaannya, maka pujian bangun dari ruku dapat diperpanjang dengan:
"Mil-ussamaawaati wa mil ul ardhi wa mil-umaa syi'ta min sya-in ba'du" (Untuk-Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki.)
Sujud Pertama
Bacaan dalam sujud:
Subhaana rabbiyal a'la (3x) (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi_
Atau boleh juga membaca pujian seperti pujian No. 2 dalam ruku yaitu:
Subhaanakallaahumma rabbanaa wa bihamdika Allaahummaghfirlii (Mahasuci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku)
Duduk Diantara Dua Sujud
Ketika duduk diantara dua sujud membaca:
Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii (Ya Allah, ampunilah hamba, kasihanilah hamba, cukupilah hamba, tunjukilah hamba, dan berilah hamba rizki.)
Atau boleh juga membaca:
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa'nii, warzuqnii, wahdinii, wa'afinii, wa'fu'annii. (Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, ber rizqilah aku, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku.)
[ kembali ke atas ]
Sujud Kedua
Bacaan dalam sujud kedua, sama dengan bacaan dalam sujud pertama yaitu:
Subhaana rabbiyal a'la (3x)(Mahasuci Tuhanku yang Maha Tinggi)
Bacaan-bacaan dalam ruku, i'tidal, sujud, dan ketika duduk diantara dua sujud dalam solat, semuanya sunat (tidak wajib) yang amat dianjurkan.
Berdiri Pada Rakaat Kedua
Sikap berdiri pada rakaat kedua sama dengan sikap berdiri pada rakaat pertama, yaitu dengan bersedekap tangan ke dada, yang kanan di atas yang kiri.
Mulai dengan membaca ta'awwudz:
A'uudzu billaahi minasy syaithaanirrajiim (Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan syaithan yang terkutuk.)
Kemudian diteruskan dengan membaca surah Al-Fatihah.
Sesudah membaca Al-Fatihah, kembali pada rakaat kedua ini dianjurkan untuk membaca pula satu surah atau beberapa surah atau ayat-ayat suci Al Quran. Kemudian kembali melakukan ruku.
Ruku di Rakaat Kedua
Sikap dan bacaan ruku di rakaat kedua ini sama dengan sikap dan bacaan pada ruku di rakaat pertama.
Bangun dari Ruku
Sama dengan I'tidal pada rakaat pertama, bangkit serta mengangkat kedua tangan seraya membaca do'a i'tidal.
Sujud Pertama pada Rakaat Kedua
Bacaan di dalam sujud ini sama dengan bacaan pada sujud di rakaat pertama.
Duduk Diantara Dua Sujud
Bacaan doa ketika duduk diantara dua sujud pada rakaat kedua sama dengan bacaan pada rakaat pertama.
Sujud Kedua Pada Rakaat Kedua
Sikap dan bacaan pada sujud kedua pada rakaat kedua sama juga dengan sikap dan bacaan pada sujud-sujud sebelumnya.
Duduk Tahiyyat
Sikap duduk pada tahiyyat pertama (Tawarruk, keadaannya sama ketika duduk antara dua sujud menduduki kaki kiri, sedang kaki kanan tegak dengan jarijari kaki menghadap kiblat). Lain dengan sikap duduk pada tahiyyat kedua atau tahiyyat akhir (ifti-rasy, kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki menghadap ke arah kiblat).
Bacaan ketika tahiyyat ialah:
At tahiyyaatu lillaah, wash shalawaatu waththayibaatu
Semoga kehormatan untuk Allah, begitu pula segala do'a dan semua yang baik-baik.
Assalaamu'alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah-Nya.
Assalaamu'alainaa wa'ala ibaadillahis shaalihiin
Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh
Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuuluh
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya
Contoh di atas adalah praktek solat subuh 2 rakaat. Bila Anda solat Maghrib 3 rakaat, maka bacaan tahiyyat pertama rakaat kedua cukup samapai pada "Allaahumma shalli 'alaa Muhammad" dan akhir rakaat ketiga bacaan tahiyyat dibaca dengan sempurna samapi "hamiidun majiid". Setelah itu memberi salam.
Bila anda solat 4 rakaat, yaitu Zohur, Ashar, atau Isya, maka akhir rakaat kedua persis sama dengan akhir rakaat kedua solat Maghrib. Pada akhir rakaat ketiga, tak ada tahiyyat, dan pada akhir rakaat keempat barulah anda sempurnakan bacaan tahiyyat hingga "hamiidun majiid", lalu memberi salam sebagai akhir dari shalat.
Allaahumma shalli 'alaa Muhammadin wa'alaa aali Muhammadin, kamaa shallaita 'alaa Ibraahim wa'alaa aali Ibrahim, wa baarik 'alaa Muhammadin, kama baarakta 'alaa Ibrahiima wa'alaa aali Ibraahima, fil 'aalamiina innaka hamiidun majiid.
Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.
Memberi Salam
Menoleh ke kanan dan ke kiri. Setelah selesai tahiyyat, anda memberi salam dengan membaca:
Assalaamu 'alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Salam sejahtera untukmu, rahmat Allah dan berkat-Nya.)
Sambil menoleh ke kanan dan ke kiri.
Perhatian:
Ketika membaca tasyahhud (asyhadu..) dalam tahiyyat, telunjuk kanan digerakkan ke atas bagai meyakinkan bahawa Allah itu hanya Esa.
Solat Jama & Qasar
Solat JamaYang dimaksud dengan solat Jama adalah penggabungan dua waktu solat dan dikerjakan dalam satu waktu, misalnya solat Zhuhur dengan Ashar dan Maghrib dengan Isya.Bila solat Zuhur dikerjakan bersama-sama dengan Ashar di waktu Ashar, maka dinamakan Jama Ta'khir. Sebaliknya bila solat Ashar dikerjakan bersama-sama dengan Zuhur di waktu Zuhur disebut Jama Taqdin. Demikian juga bila solat Maghrib dan Isya dikerjakan bersama-sama pada waktu Maghrib, ia disebut Jama Taqdim, sebaliknya solat Maghrib dengan Isya dikerjakan bersama-sama pada waktu Isya, ia dinamakan Jama Ta'khir. Zuhur, Ashar, Isya dan Maghrib, rakaatnya tetap, 4,4,4, dan 3. Dalam solat Jama' baik yang taqdim maupun takhir, maka solat yang didahulukan mengerjakannya adalah solat yang lebih dulu waktunya. Jadi, bila selesai dengan shalat Zuhur, harus dilanjutkan dengan solat Ashar; begitu pula dengan solat Maghrib dan Isya.Solat Jama boleh dikerjakan oleh orang-orang yang:
Kerana dalam perjalanan atau musafir, iaitu sejak ia berangkat hingga kembali ke kampung
Kerana sedang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat yang betul-betul sulit ditinggalkan.
Ataupun sebab-sebab lain yang seseorang tidak mampu menunaikan solat tersebut tepat pada waktunya.
Harus ada niat dalam hati bahawa ia mengerjakan solat Jama'.Shalat QasarYang dimaksud dengan solat Qashar ialah mengerjakan solat yang empat rakaat menjadi 2 rakaat sahaja, yakni solat Zhuhur, Ashar, dan Isya. Dalam Al Quran disebutkan:
"Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu mengqashar shalatmu jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu". (An Nisa 101).
Diriwayatkan oleh Ahmad, Muslim, dan Abu Dawud dari Yahya bin Mazid r.a. katanya:
"Saya telah bertanya kepada Anas tentang mengqashar shalat. Jawabnya: Rasulullah s.a.w. "Apabila ia berjalan jauh 3 mil atau 33 farskah (25,92 km), maka beliau solat dua rakaat"Dalam keterangan lain disebutkan bahwa Umar r.a. bertanya kepada Rasulullah s.a.w. :"Apakah halnya kita, sedangkan kita telah aman". Rasulullah s.a.w. menjawab: "Itu adalah sadakah yang diberikan Allah s.w.t. kepada kamu, maka terimalah sedekahnya itu" (HR Ja'la bin Umayyah)Solat Qashar boleh dikerjakan oleh seseorang yang tengah berpergian (musafir) baik dalam keadaan aman, maupun dalam keadaan ketakutan; baik perjalanan wajib atau biasa, asalkan perjalanan yang bukan maksiat. Dalam perjalanan Haji, menuntut ilmu, berdagang, mengunjungi sahabat dan lain-lain, halal untuk mengqasharkan solat.Adapun solat qashar saja, maupun qasahar dan jama' yang dilakukan seseorang selama masa perjalanan, maka setelah ia tiba dirumah kembali, solatnya tidak perlu diulangi.Seorang musafir, boleh mengerjakan jama' dan qashar sekaligus. Bila ingin mengerjakan jama, dan qashar, jika ingin azan, maka azannya cukup satu kali saja dan iqamahnya dua kali. Caranya, mula-mula azan, lalu iqamah dan solat. Bila telah selesai ia iqamah sekali lagi untuk solat berikutnya. Solat qashar adalah bagian dari ketetapan agama Islam.Boleh jama' di dalam negeri"Telah berkata Ibnu Abbas: Rasulullah s.a.w. pernah sembahyang jama' antara Zuhur dan Ashar, dan antara Maghrib dan Isya, bukan diwaktu ketakutan dan bukan di dalam pelayaran (safa). Lantas ada orang bertanya kepada Ibnu Abbas: "Mengapa Rasulullah s.a.w. berbuat begitu? Ia menjawab: "Rasulullah s.a.w. berbuat begitu kerana tidak mahu memberatkan seorangpun daripada umatnya". (HR Imam Muslim)Boleh Seketika, Tetapi Bukan LeluasaBila anda berpergian sebelum tergelincir matahari (yaitu sebelum Zuhur dan ternyata Zuhur tidak dapat dikerjakan pada waktunya kerana ada kerumitan atau halangan yang susah dielakkan), maka Zuhur dapat dikerjakan pada waktu Ashar, bersama-sama dengan solat Ashar. Bila anda keluar sesudah tergelincir matahari, yakni sudah dalam Zuhur, sedangkan anda sendiri memperkirakan tidak mungkin ada kesempatan untuk mengerjakan solat Ashar tepat pada waktunya, maka Ashar dapat anda kerjakan bersama-sama solat Zuhur di waktu Zuhur itu juga, demikian halnya dengan solat Maghrib dan Isya.Yang Penting NiatBagi seorang yang betul-betul sibuk dengan tugas yang tidak dapat ditinggalkan (atau bila ditinggalkan dapat merosak), maka baginya ada keizinan/keringanan untuk mengerjakan solat jama' (Zuhur dengan Ashar di waktu Zuhur atau Zuhur dengan Ashar di waktu Ashar. Begitu juga Maghrib dengan Isya, sekali pun ia berada di dalam kota atau negeri. Tetapi, cara yang demikian bukanlah untuk dijadikan kebiasaan, namun dibenarkan bagi yang memang memerlukan, baik dalam solat atau diluar solat.
Pada waktu sujud dianjurkan membaca:Sajada wajhiya lilladzii khalaqahu wasyaqqa sam'ahu wabasharahu bihawlihi waquwwatihi. (Aku bersujud kepada Allah yang menciptakannya, memberikan pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya)Catatan:Bila diluar solat, pembacaan ayat yang ditentukan melakukan sujud tilawah, maka pendengar (menyaksikan) dianjurkan ikut bersujud; bila mereka tidak ikut bersujud, maka tidak akan berdosa.Bila dalam solat jamaah, Imam bersujud tilawah, maka makmum wajib ikut bersujud, bila makmum tidak bersujud, maka gugurlah kedudukannya sebagai anggota solat berjamaah.
Solat Berjamaah
Solat berjamaah adalah solat yang dilakukan secara bersama, dipimpin oleh yang ditunjuk sebagai imamnya. Solat-solat yang bisa dikerjakan berjamaah adalah:
Solat Lima Waktu: Subuh, Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya
Solat Jum'at
Solat Tarawih
Solat Ied Fitri dan 'Idul Adha
Solat Jenazah
Solat Istisqa (Minta Hujan)
Solat Gerhana Bulan dan Matahari
Solat Witir
Cara Melakukan
Berniat dalam hati bahawa ia menjadi makmum atau iman. Adapun seseorang yang pada mulanya solat sendirian, kemudian ada orang lain yang mengikuti di belakangnya, baginya tidak dituntut sebagai imam.
Makmum tidak dibenarkan mendahului imam, baik tempat berdirinya maupun gerakannya selama solat berjama'ah berlangsung. Makmum diharuskan mengikuti sikap/gerak imam, tidak boleh terlambat apa lagi sampai tertinggal hingga dua rukun solat.
Apabila makmum menyalahi gerakan imam (sengaja tidak mengikutinya) maka putuslah arti jama'ah baginya; dan ia disebut mufarriq.
Antara imam dan makmum harus berada dalam satu tempat yang tidak terputus oleh sungai atau tembok mati kerana itu berjamaah melalui radio atau seumpamanya dalam jarak jauh, tidak memenuhi syarat berjamaah.
Imam hendaklah orang yang berdiri sendiri, bukan orang yang sedang makmum kepada orang lain. Selain itu, imam hendaklah seorang laki-laki. Perempuan hanya dibenarkan menjadi imam sesama perempuan dan anak-anak.
Solat berjamaah hukumnya sunnah muakkad yaitu sunnat yang sangat dianjurkan. Perbedaan nilai solat berjamaah, 27 kali lebih baik daripada solat sendirian (munfarid). Solat berjamaah paling sedikit adalah adanya seorang imam dan seorang makmum.
Bila seseorang terlambat mengikuti solat berjamaah, hendaklah ia segera melakukan takbiratul ihram, lalu berbuat mengikuti imam sebagaimana adanya. Bila imam sedang duduk, hendaklah ia duduk, bila iamam sedang sujud iapun harus sujud; demikian seterusnya. Apabila imam sudah memberi salam, hendaklah ia bangun kembali untuk menambah kekurangan raka'at yang tertinggal dan kerjakanlah hingga raka'atnya memenuhi.
Ukuran satu rakaat solat ialah ruku'. Bila seseorang mendapatkan imam ruku dan dapat mengikutinya dengan baik, maka ia mendapatkan satu rakaat bersama imam.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu mendatangi shalat, padahal imam sedang berada daam suatu sikap tertentu, maka hendaklah ia berbuat seperti apa yang sedang dilakukan oleh imam". (HR Turmudzi dan Ali r.a. )
Hikmah Berjamaah
Solat berjamah mengandung faedah dan manfaat yang bervariasi sesuai dengan kepentingan umat dan zaman. Melalui jamaah, silaturahmi antar umat, disiplin, dan berita-berita kebajikan dapan dikembangkan dan disebarkan luaskan.
Rasulullah s a.w. bersabda: Solat berjamaah itu lebih utama nilainya dari solat sendirian, sebanyak dua puluh tujuh derajat" (HR Bukhari dan Muslim).
Imam (Ikutan)
Imam adalah ikutan, demikian pengertiannya. Untuk menjadi seorang imam diperlukan beberapa persyaratan yang mengikat. Misalnya memiliki usia yang lebih tua atau dituakan, memiliki pengetahuan tentang Al Quran dan hadits Rasulullah s a.w., memiliki keindahan bacaan dengan ucapan yang fasih (kalau di zaman Rasulullah s a.w., peribadi-peribadi yang lebih dahulu hijrah diperhatikan untuk menjadi imam.
Kerana imam adalah ikutan, maka pemilihan pribadi amat diperhatikan. Pro dan kontra yang berlebihan atas seseorang imam kerana dosa besarnya yang menonjol, pasti akan membubarkan jamaah. Adapun dalam kesalahan umum, maka semua manusia tidak suci dari dosa. Seorang yang biasa menjadi imam, maka tidak ada salahnya untuk sewaktu-waktu ia berada di belakang imam yang lain. Walau dia sendiri mungkin lebih baik dari imam yang bersangkutan.
"Dari Abdullah bin Masud, dia berkata: Rasulullah s a.w. bersabda: "Menjadi Imam dari suatu kaum ialah mana yang lebih baik bacaan Al Qur'annya. Bila semuanya sama bagusnya, hendaklah imamkan mana yang paling alim (banyak tahu) akan sunnah Rasul. Kalau semuanya sama alim tentang sunnah Rasul, maka dahulukan mereka yang lebih dulu hijrah. Kalau mereka sama dahulu hijrah, maka iammkanlah mereka yang lebih tua usianya" (HR Imam Ahmad dan Muslim, dari Abdullah bin Mas'ud).
"Kalau mereka ada bertiga, hendaklah diimamkan seorang. Yang lebih berhak menjadi imam ialah yang lebih banyak bacan (tahu tentang bacaan Al Qur'annya)". (HR Imam Muslim, Ahmad dan Nasa'i dengan sumber Abi Said Al-Khudry).
"Tidaklah halal bagi seorang mukmin yang imam kepada Allah s.w.t. dan hari akhir yang mengimami sesuatu kaum kecuali atas izin kaum itu. Dan janganlah ia mengkhususkan satu do'a untuk dirinya sendiri dengan meninggalkan mereka. Kalau ia berbuat demikian, berkhianatlah ia kepada mereka". (HR Abu Daud dari Abu Hurairah)
Keadaan Shaf
Solat salah satu ibadah yang menghubungkan peribadi kepada Allah s.w.t., dan juga mengatur hubungan sesama manusia. Solat yang baik mendatangkan tamsil yang indah dan berguna.
Shaf yang baik akan menghemat tempat, merapikan barisan dan kesatuan jamaah serta mendatangkan nilai tambah bagi ibadah itu sendiri, bahkan menjadi cermin disiplin kehidupan dan pergaulan.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Aturlah shaf-shaf kamu dan dapatkanlah jarak antaranya, ratakanlah dengan tengkuk-tengkuk". (HR Imam Abu Dawud dan An Nasa'i disahihkan Ibnu Hibban dari Anan).
Sering orang mengira bahawa shaf yang baik adalah shaf yang dilakukan secara santai-lapang. Tidaklah demikian sebenarnya.
Untuk Shaf yang Baru
Bila shaf terisi penuh, maka mulailah dengan shaf yang baru dari arah sebelah kanan. Bila yang terbelakang hanya seorang diri, maka usahakanlah ia dapat masuk shaf yang sudah ada; atau tariklah seorang anggota shaf yang ada untuk menemaninya (yang ditarik pasti mahu, andaikan ia mengerti tata tertibnya).
Shaf Kaum Wanita
Shaf kaum wanita sebaiknya terletak di belakang shaf kaum lelaki, sementara shaf anak-anak berada di tengah; demikian bila dimungkinkan. Bila tidak, shaf makmum lelaki dan wanita bisa diatur secara sejajar; atau mungkin tercampur sama sekali, bagaikan jamaah musim haji di masjidil Haram, Makkah. Shaf yang bercampur baur sebenarnya kurang baik, bahkan mudah mengandung fitnah; sementara solat itu sendiri mencegah kekejian dan kemungkaran, yang akan mendatangkan fitnah, apalagi jika melakukan solat.
Rasulullah s a.w. bersabda: "Sebaik-bauknya shaf kaum lelaki itu di depan, dan seburuk-buruknya ialah di bagian belakangnya, dan sebaik-baiknya shaf kaum wanita itu ialah pada bagian akhirnya dan sejelek-jeleknya ialah di bagian depannya". (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah).
Pengganti Imam
Bila solat berjamaah, sebaiknya orang yang di belakang imam adalah mereka yang merasa dirinya siap sebagai pengganti, bila tiba-tiba imam mendapat halangan, umpamanya batal, jatuh sakit, lupa ingatan, terlupa rukun dan sebagainya. Apabila seseorang solat di sebuah masjid di luar asuhan atau daerahnya sendiri, maka dia tidak boleh langsung bertindak menjadi imam, kecuali bila diminta. Mungkin saja disana sudah ada jadwal imam tetap. Begitu pula bila ia bertamu, kerana yang paling hak menjadi imam adalah tuan rumah sendiri, kecuali bila ia diminta.
Imam Yang Arif
Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. bahawa Rasulullah s a.w. bersabda: "Manakala seseorang di antara kamu solat bersama-sama orang banyak, maka hendaklah ia meringankan (memendekkan) bacaan surat atau ayat-ayatnya. Mungkin ada diantara jamaah yang tidak tahan lama berdiri, ada yang sakit, atau ada yang sudah tua. Dan manakala seseorang dari kamu itu solat sendirian, maka silakan ia memanjangkan bacaan sekehendaknya". (HR Bukhari dan Muslim).
Khutbah dipendekkan dan solat diperpanjang, demikian petunjuk Rasulullah s a.w. Di pejabat, pekerja dibatasi oleh waktu, maka khutbah yang pendek sangat tepat dan bermanfaat. Khutbah yang seakan-akan cerita bersambung, membosankan, akhirnya jama'ah berbual dan mengantuk.
Ringkasan
Kalau solat di rumah, maka tuan rumah lebih berhak menjadi imam, kecuali tuan rumah mempersilakannya.
Orang yang bagus bacaan Al-Qurannya lebih diutamakan untuk menjadi imam.
Bila solat telah berlangsung, mereka yang datang belakangan terus saja mengikuti imam yang sudah ada.
Imam sedapatnya orang yang lebih disukai makmum, kerana iman itu dipilih untuk diikuti.
Imam sahabat rawatib, sebaiknya oleh imam yang biasa ditetapkan, kecuali ada kesepakatan menunjuk orang lain sebagai imam.
Imam yang fasih lebih utama, sebagai halnya seorang yang dituakan, baginya amat layak menjadi imam dalam solat.
Imam itu bertanggung jawab atas makmumnya, kerana itu seorang imam harus tahu benar dengan kedudukannya.
Orang makmum yang tepat berada di belakang imam, hendaklah seorang yang amat tahu dalam masalah ibadah yang sedang dilakukan. Mereka harus bertindak tepat pada saat imam batal, salah, lupa dan sebagainya. Bila perlu ia berhak menggatikan imam, sekalipun imam berkebaratan atau tidak tahu tentang kesalahannya.
Seorang di belakang imam berlaku sebagai barometer, berhak meluruskan baris atau shaf di kanan dan kirinya.
Apabila selesai solat, imam segera duduk mengarah ke jamaah. Sebaiknya imam berdzikir secara pelan dan kusyu, dan jamaahpun berdzikir atau berdoa sesuai kata hatinya; demikian yang terbaik.
Bila imam berdoa, diaminkan atau tidak diaminkan, doa imam sudah membawa kepentingan jamaahnya.
Solat Sunnat Istikharah
Solat ini dilakukan untuk mendapatkan petunjuk, terutama bila seseorang dalam keraguan memutuskan mana yang terbaik diantara dua perkara yang diragukan.Sebelum seseorang mengambil keputusan ia dianjurkan solat istikharah dua rakaat. Setelah selesai shalat, berdoa seperti yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW:
Allaahumma inni astakhiiruka bi'ilmika , wa astaqdiruka biqudratika wa as aluka min fadhlikal azhiim. Fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wata'lamu wa laa a'lamu, wa anta allaamul ghuyuub.Allaahumma inkunta ta'lamu anna haadzal amra khairun lii fii diinii wama'aasyii wa 'aaqibati amrii, 'aajili amrii wa aajilihi faqdurhu lii wa yassirhu lii tsumma baarikliifiihi. Wa inkunta ta'lamu anna haadzal amra syarrun lii fii diinii wa ma'aasyii wa 'aaqibatu amrii 'aajili amrii wa aajilihi fashrif annii washrifni 'anhu waqdur liyal khairahaytsu kaana tsumma ardhinii bihi, innaka 'alaa kulli syai-in qadiir"Ya Allah, sesungguhnya aku mohon pilihan-Mu dengan ilmu-Mu, dan aku mohon kepastian kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa, Engakau Maha Tahu dan Maha Mengetahui segala yang gaib.Ya Allah, jika Engkau mengetahui urusan ini baik bagiku, untuk agamaku, untuk penghidupanku dan akhir kesudahannya kelak, maka takdirkanlah dia bagiku dan mudahkanlah dia bagiku, kemudian berilah dia berkah bagiku.Dan apabila Engkau mengetahui pekerjaan itu buruk bagiku, untuk agamaku, untuk penghidupanku dan akhir kesudahannya kelak, maka singkirkanlah dia daripadaku dan hindarkanlah aku daripadanya. Takdirkanlah hal-hal yang baik bagiku dimana kebajikan itu berada, kemudian berilah aku menyenanginya"
Tata Cara Shalat IstikharahTata cara solat istikharah sama dengan solat subuh, Hanya niatnya saja yang berlainan, yaitu berniat solat istikharah. Bila mungkin laksanakan sesudah lewat tengah malam, setelah bangun tidur. Solat ini sangat peribadi sifatnya. Sebab itu harus dikerjakan sendirian. Solat ini tidak memakai azan atau iqamah.Dalam berdoa sebaiknya menyebutkan permintaan yang ingin diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t. misalnya: "Ya Allah, jika Engkau mengetahui urusan ini....(sebutkan namanya)"
Solat-solat Sunnat Lainnya
Solat SafarApabila seseorang hendak berpergian, sebelum meninggalkan rumah, ia dianjurkan mengerjakan solat safar dua rakaat; demikian pula sesudah tiba di rumah kembali.Caranya sama dengan mengerjakan solat subuh, hanya niatnya berlainan, yaitu berniat solat safar sunnat kerana Allah s.w.t.. Selesai solat berdoalah agar perjalanan diridhai, dimudahkan dan diselamatkan Allah s.w.t. dalam perjalanan, baik pribadi, tugas maupun keluarga yang ditinggalkan.Solat Tahiyatul MasjidBila seseorang masuk ke masjid, maka sebelum ia duduk atau melakukan sesuatu yang lain, lebih dulu dianjurkan mendirikan solat tahiyatul masjid (menghormati masjid) sebanyak dua rakaat. Caranya sama dengan solat sunnat yang lain, hanya niatnya saja yang berbeda.Solat DhuhaSolat Dhuha dilakukan pagi hari antara jam 6.30 hingga jam 11.00 . Bilangan rakaatnya sekurang-kurangnya dua rakaat dan sebanyak-banyaknya 8 rakaat. Caranya setiap dua rakaat, satu salam.Solat ThuhurSolat ini dikerjakan sesudah mengambil air wudhu. Kalau di masjid, sebaiknya dilakukan sesudah solat tahiyatul masjid. Caranya seperti mengerjakan solat sunnat yang lainnya.Solat IntizharSolat Intizhar (solat menunggu atau sunat Mutlaq) dapat dikerjakan pada setiap saat; terlepas dari keterikatan seperti solat sunnat yang lain. Pada hari Jum'at menjelang khatib naik mimbar, atau pada kesempatan yang hampir serupa. Solat Intizhar tidak boleh dikerjakan lagi bila khatib sudah naik mimbar. Caranya seperti mengerjakan solat subuh juga, setiap dua rakaat satu kali salam. Boleh dikerjakan satu kali atau lebih.Solat SyukurSolat ini biasanya dikerjakan apabila setelah berhasil menaklukkan musuh, mengerjakan pekerjaan besar, memperoleh keuntungan besar, seperti lulus ujian dan sebagainya. Bilangan rakatnya boleh 2, 4, 6 atau 8 dan dikerjakan terus menerus dengan hanya satu kali salam pada rakaat terakhir.Solat Sunnat Jum'atSelesai solat Jum'at, kita dianjurkan melakukan solat empat rakaat atau dua rakaat, dengan niat solat sunat Jum'at.Rasulullah s a.w. bersabda: "Apabila anda sudah selesai solat Jum'at maka hendaklah kamu solat sesudahnya empat rakaat" (HR Imam Muslim dari Abu Hurairah)Dalam hadits lain juga disabdakan:"Bahwa Rasulullah s a.w. tidak mengerjakan solat sunnat sesudah Jum'at sehingga ia pulang ke rumahnya, maka beliau solat dua rakaat dirumahnya". (Hr Imam Muslim dan Ibnu Umar r.a.)
Solat Sunnat Istisqa (Minta Hujan)
Pada musim kemarau panjang, kita dianjurkan melakukan solat Istisqa (solat minta hujan). Seluruh anggota masyarakat, lelaki dan wanita, tua muda, anak-anak, dan orang tua lemah pun kalau perlu didukung dan diikutsertakan; berkumpul di satu kawasan lapang, semua berpakaian yang biasa dipakai kerja. Jama'ah dengan rendah hati, khusyu, dan bersungguh-sungguh mengharap ridha Allah s.w.t. Khatib naik mimbar atau berdiri di tempat ketinggian, lalu memulai berkhutbah dengan puji-pujian kepada Allah s.w.t., dua kalimah syahadah dan shalawat kepada Rasulullah s a.w.. Kandungan khutbah mengajak umat bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah s.w.t, lalu mengajukan permohonan kepada-Nya, semoga Dia menurunkan hujan. Sebaiknya beberapa hari menjelang solat istisqa dilakukan, pemuka umat sudah berbuat menasihati, menginsyafkan umat serta berpuasa bersama-sama selama empat hari berturut-turut dan mengajak berlumba-lumba membuat kebajikan. Doa meminta hujan:
Alhamdulillahi rabbil aalamiim. Arrahmaanirrahiim. Maalikiyaumiddiin. Laailaaha illallaahu ya'alu maa yuriid. Allaahumma antallaahu laa ilaahaa illallaahu antal ghaniiyyu wa nahnul fuqaraa-u anzil alainal ghaytsa waj al maa anzalta lanaa quwwatan wa balaaghan ilaahiin."Segala puji bagi Alah, pemelihara alam semesta. Tuhan yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tuhan yang memiliki hari pembalasan. Tidak ada Tuhan selain Allah. Allah berwenang berbuat sekehendak-Nya.Ya Allah, Engkaulah Tuhan, Tiada Tuhan selain Engkau yang Maha Kaya, dan kami berhajat kepada Engkau. Curahkanlah hujan kepada kami, dan jadikanlah apa yang Engkau turunkan itu menjadi kekuatan bagi kami hingga masa-masa selanjutnya".
Lalu khatib menadahkan kedua tangannya ke langit seraya membalikkan diri, membelakangi jama'ah dan menghadap kearah kiblat, dengan segala kerendahan hati ia memohon kepada Allah s.w.t., sementara jamaah mengaminkannya. Kemudian khatib menghadap kembali kepada orang banyak, lalu turun dari mimbar untuk melakukan solat dua rakaat dengan para jamaah. Solat ini tidak memerlukan azan dan iqamah. Sebaiknya sesudah membaca Al Fatihah pada rakaat pertama, imam membaca surat Al A'la dan sesudah Al Fatihah pada rakaat kedua, imam membaca surah Al Ghasyiyah.
Shalat Sunnat Rawatib
Solat sunnat rawatib biasa juga disebut sunnat Qabliyah dan sunnat Ba'diyah. Dinamakan demikian kerana solat sunnat ini dilaksanakan sebelum dan sesudah solat wajib yang lima waktu, ia merupakan pendamping atau pelengkap bagi solat yang bersangkutan.Sebelum Zuhur kita dianjurkan (disunnatkan) mengerjakan solat Qabliyah dua rakaat. Bila mungkin dan cukup waktu kerjakan dua rakaat lagi. Setelah selesai solat Zuhur, dianjurkan pula mengerjakan solat Ba'diyahnya dua rakaat, bila mungkin, kerjakan dua rakaat lagi. Jadi sunat rawatib bagi solat Zuhur; Qabliyah 2+2 dan Ba'diyah 2+2 rakaat.Adapun solat sunnat rawatib bagi shalat Ashar, Qabliyah (sebelum Ashar) empat rakaat, sekurang-kurangnya dua rakaat (untuk Ashar tidak ada rawatib Ba'diyahnya). Untuk solat Maghrib kita boleh melakukan solat sunnat Rawatib Ba'diyah sebanyak dua rakaat (Maghrib tidak ada Rawatib Qabliyahnya). Untuk Isya, dua rakaat Qabliyah dan dua rakaat Ba'diyah. Adapun untuk solat Shubuh, hanya ada dua rakaat sebelumnya (Qabliyah).
Cara mengerjakan solat sunnat rawatib ini sama halnya dengan cara mengerjakan solat Subuh, hanya niatnya yang berbeda. Untuk solat rawatib Zuhur, berniat mengerjakan solat sunnat rawatib Qabliyah atau Ba'diyah dan dikerjakan dengan cara sendiri-sendiri (Munfarid, tidak berjamaah).
Solat Sunnat Tahajjud dan Witir
Solat Tahajjud ialah solat malam, atau biasa disebut Shalatul Lail. Waktunya lewat tengah malam, dan sebaiknya dikerjakan setelah tidur terlebih dahulu. Bilangan rakaatnya sebelas rakaat; yakni 8 rakaat + 3 rakaat sunnat witir.
Tahajjud dapat dikerjakan 2x4 rakaat, yaitu setiap 4 rakaat 1 salam, lalu ditambah dengan witir 3 rakaat 1 salam.
Atau dengan cara 4x2 rakaat, yaitu setiap 2 rakaat 1 salam, lalu ditambah dengan 3 rakaat witir 1 kali salam.
Ayat-ayat yang dibaca sesudah Al Fatihah boleh dipilih sendiri. Biasanya ayat-ayat yang dipahami maknanya akan lebih berkesan dan mudah dihafal. Bagi yang belum hafal, dapat membaca pada rakaat pertama surat Al Ashar serta Al Kautsar; atau ayat-ayat pendek lainnya. Melalui solat malam, seseorang dapat meningkatkan ketaqwaannya kepada Allah s.w.t..Firman Allah s.w.t.:"Dan pada sebagian malam tahajudlah kamu sebagai ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji". (Al Isra : 79). Solat WitirWitir artinya ganjil. Dinamakan Solat Witir, kerana bilangan rakaatnya yang selalu ganjil; yaitu boleh 1 rakaat, 3, 5, 7, 9 atau 11 rakaat. Boleh dikerjakan dua-dua, terakhir 3 rakaat 1 tahiyyat 1 salam. Solat witir dilakukan setelah solat Isya hingga menjelang fajar (shubuh). Ia dapat dikerjakan sebagai pelengkap solat Tahajjud atau solat Tarawih; ia layaknya sebagai penutup segala solat yang dilakukan hingga menjelang Subuh. Misalnya seseorang yang memperkirakan peribadinya tak akan terbangun mengerjakan solat Tahajjud lagi, maka ia dapat mengerjakan solat witir langsung sesudah mengerjakan solat Isya. Pada setiap rakaat solat witir, selain membaca Al Fatihah kita dapat pula memilih beberapa ayat atau salah satu dari Al Quran.
Solat Tarawih
Solat Tarawih dalam bulan Ramadhan ialah solat Tahajjud atau shalatul lail yang dilakukan pada malam-malam bulan lainnya. Sesudah membaca Al Fatihah pada setiap rakaat, lalu membaca ayat-ayat atau surah dari Al Quran . Bilangan rakaat shalat Tarawih sesuai sunnah Rasulullah s a.w. ialah 11 rakaat; terdiri dari 8 rakaat solat Tarawih dan 3 rakaat solat Witir. Sementara Umar bin Khatab r.a. mengerjakannya 20 rakaat dengan ditambah witir 3 rakaat. Solat tarawih termasuk sunnah muakkad, boleh dikerjakan dengan berjamaah boleh juga sendiri.Menurut pendapat Al Ghazali, dalam bukunya "Rahasia-rahasia Shalat", walaupun dapat dikerjalan sendiri tanpa berjamaah, solat Tarawih yang dilakukan secara berjama'ah lebih afdhal, sama seperti pendapat Umar r.a., mengingat bahawa sebagian solat nawafil telah disyariatkan dalam jama'ah, maka yang ini pun pantas dimasukkan ke dalam kelompok tersebut. Sedangkan alasan kekhawatiran timbulnya riya bila berjamaah, atau pun kemalasan bila sendirian, sudah jelas menyimpnag dari tujuan keutamaan berkumpul dalam suatu jama'ah. Barangkali, orang yang berpegang pada alasan tersebut ingin berkata bahawa melakukan solat lebih baik daripada meninggalkannya kerana malas, dan bahawa kemalasan (bila sendirian) lebih baik daripada riya (jika solat jamaah). Demikian menurut Al Gazhali.Cara Mengerjakan2x4 rakaat + Witir, yaitu setiap 4 rakaat 1 kali salam, ditambah dengan witir 3 rakaat 1 kali salam.4x2 rakaat + 3 rakaat witir, yaitu setiap 2 rakaat 1 kali salam, ditambah dengan witir 3 rakaat 1 kali salam.Waktu solat Tarawih ialah sejak selesai solat Isya hingga terbit fajar
Solat Ied (Idul Fitri)
Islam memiliki dua hari raya iaitu Hari raya Fitri 1 Syawal dan Ied Adha 10 Dzulhijjah (Hari Raya Kurban atau Hari Raya Haji).Cara mengerjakannya hampir sama dengan solat Jum'at yaitu dua rakaat. Bedanya, pada solat Ied, takbir awal pada rakaat pertama sebanyak 7 kali, dan takbir pada rakaat kedua sebanyak 5 kali, dan khutbah Ied dilakukan sesudah shalat. Solat Ied & Idul Adha :
Sebaiknya dilakukan di lapangan terbuka
Disunatkan makan/minum sekedarnya menjelang pergi ke tempat solat. (Kebalikan dari Ied Adha: menahan makan sampai turun khatib dari khutbah)
Disunatkan pergi dan pulang dari solat Ied menempuh jalan yang berbeda
Tak ada solat sunnat yang mendahului atau yang mengiringi solat Ied.
Bagi mereka yang mengerjakan solat Ied di lapangan baginya tidak ada solat sunnat Tahiyatul Masjid.
Bacaan setiap sesudah takbirSubhaanallaah wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar. ("Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan tidak ada Tuhan selain Allah dan Allah itu Maha Besar")Sunnat memperbanyak lafaz takbir pada malam dan sepanjang Hari Raya Fitri. Pada Ied Adha, lafaz takbir hanya dikumandangkan pada malam dan paginya menjelang usai khutbah. Waktu-waktu berikutnya dilakukan pada kesempatan solat fardhu termasuk pada hari-hari Tasyriq. Lafazh berbunyi:Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, Allaahu Akbar, laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar allaahu akbar walillaahil hamd. Allahu akbar kabiira walhamdulillahi katsiira wa subhaanallaahi bukratan wa ashiila. Laa ilaaha illallaahu wahdah, shadaqa wa'dah, wanashara 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah. Laa ilaaha illallaahu walaa na'budu illa iyyaahu mukhlishiina lahuddiina walau karihal kaafiruun. "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tidak ada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji, Allah Maha Besar, Maha Agung, dan segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya, dan Maha Suci Allah pagi dan petang, tidak ada Tuhan selain Allah sendiri saja, Maha Benar Janji-Nya, Maha Penolong akan hamba-Nya, dan menghalau pasukan-pasukan musuh sendiri-Nya saja. Tidak ada Tuhan selain Allah, dan kami tidak menyembah selain kepada-Nya saja, mengikhlaskan agama bagi-Nya sekalipun tidak disukai orang-orang kafir ".Bagi mereka yang terlambat tiba di tempat solat dan mendapati imam sedang solat, ia jangan berbalik pulang, tetapi bergabunglah dan ikutilah, kemudian tambahilah sebanyak rakaat yang tertinggal. Apabila mereka mendapati jamaah telah selesai solat, maka kerjakanlah solat Ied sebanyak dua rakaat; jangan ragu, jangan malu dan kerjakanlah hingga selesai. Bila selesai solat Ied duduklah dan dengarlah khutbah dengan khidmat. Disunnatkan mendengar khutbah dengan khidmat dan jangan meninggalkan lapangan sebelum khatib turun dari mimbar, kecuali kerana hal-hal yang sangat memaksa. Bagi kaum wanita yang dalam keadaan haid, mereka dianjurkan ikut ke lapangan, ambil tempat di bagian pinggir, lalu mendengar khutbah, demi syiarnya Islam.Bacaan setiap sesudah takbir berbunyi:"Subhaanallaah wal hamdulillah wa laa ilaaha illallaahu wallaahu akbar" ("Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada Tuhan selain Allah, dan Allah Maha Besar.")
Solat Sunnat Hajat
Solat hajat dilakukan untuk memperkuat cita-cita seseorang atau sekelompok orang. Solat hajat boleh dikerjakan siang maupun malam hari. Malam hari, waktu tengah malam, suasana lebih berkesan, lebih khusyu, sunyi dari segala hingar bingar kehidupan. Ia boleh juga dikerjakan siang hari, istimewa bagi seseorang yang memang sedang memerlukan bantuan . Solat hajat boleh dikerjakan dua rakaat dan boleh pula lebih. Pada halaman ini akan ditampilkan solat hajat yang berjumlah 12 rakaat.Tersebut dalam buku Tuhfatudz Dzaakirin karangan Imam Al Ghazali, bahwa Rasulullah s.a.w. menerangkan :
"Engkau solatlah dua belas rakaat siang atau malam, dan setiap dua rakaat bacalah Tasyahud (Tahiyat dengan dua kalimah syahadat). Ketika engkau duduk yang terakhir dalam solat itu panjatkanlah puja puji kepada Allah Ta'ala, lalau salawat kepada Nabi Muhammad s.a.w. dan kemudian bacalah takbir lalu sujud. Di dalam sujud itu bacalah olehmu: Surah Al Fatihah 7 kali, Ayat Al Kursi 7 kali, Surah Al Ikhlas 7 kali, dan lanjutkanlah dengan tahlil 10 kali.Lafazh tahlil tersebut ialah:Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalahu lahul mulku walahul hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa alaa kulli syai-in qadiir"Tidak ada Tuhan selain Allah sendiri-Nya saja, tiada sekutu bagi-Nya, kepunyaan-Nya lah kekuasaan dan miliknya segala puji. Dia yang menghidupkan dan mematikan dan Dia Maha Kuasa atas segala-galanya"Setelah itu lanjutkan dengan membaca doa berikut ini:Allaahumma innii as aluka bima aaqidil azzi min arsyika wa muntahar rahmati min kitaabika, wasmikal a'zhami, wajaddikal a'laa, wa kalimaatikat tammah."Ya Allah, aku mohon kepada-Mu kedudukan yang amat tinggi, rahmat serta anugerah yang tiada henti-hentinya dari ketentuan-Mu, dan dengan nama-Mu yang Maha Agung, dan kebesaran-Mu yang amat tinggi, serta firman-Mu yang Maha Sempurna.Setelah selesai membaca doa, bermohonlah kehadirat-Nya segala sesuatu yang engkau kehendaki; baik kebajikan dunia maupun kebajikan akhirat.Kemudian duduk kembali dan mengucapkan salam.
Solat Sunnat Gerhana
Kita mengenal gerhana matahari dan gerhana bulan. Zaman Rasulullah s.a.w., pernah terjadi gerhana matahari dan bertepatan dengan kematian putera beliau, Ibrahim. Masyarakat berkomentar dan menghubungkan gerhana tersebut dengan kematian putera tercinta Rasulullah s.a.w. Kerana pendapat yang keliru itu akan membawa kesyirikan, maka Rasulullah s.a.w. bersabda:
"Sesungguhnya matahari dan bulan itu kedua-duanya adalah sebagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Tidaklah terjadi gerhana karena matinya seseorang dan tidak pula kerana lahirnya. Apabila kamu telah menyaksikannya maka berdoalah kepada Allah dan solatlah kamu hingga cuaca telah terang kembali."
Cara Solat GerhanaAda beberapa cara mengerjakan solat gerhana pengamalan zaman Nabi Muhammad s.a.w.:1. Dikerjakan dengan 2 rakaat sebagaimana solat sunnat biasa2. Dikerjakan 2 rakaat, yang pada setiap rakaat ruku'nya dilakukan dua kali, yaitu sesudah membaca Al Fatihah dan surah, lalu ruku. Bangun i'tidal, lalu membaca Al Fatihah dan surah lalu ruku yang kedua. Kemudian i'tidal lagi dengan tu'maninah barulah melakukan sujud yang pertama, duduk antara dua sujud, lalu sujud yang kedua, kemudian bangkit berdiri untuk rakaat yang kedua. Pada rakaat yang kedua ini, ruku dilakukan dua kali seperti pada rakaat yang pertama. Kemudian diakhiri dengan tahiyat.Solat gerhana dapat dikerjakan secara berjamaah. Sebaiknya setelah solat dilakukan khutbah seperti pada solat hari raya. Isinya diarahkan kepada hal-hal yang bermanfaat, seperti anjuran taubat, sedekah, persatuan, amar ma'ruf nahi munkar; dan jangan lupakan keterangan tentang gerhana itu sendiri. "Abdullah bin Amr bin Ash r.a. berkata; "Ketika terjadi gerhana di masa Nabi Muhammad s.a.w maka diserukan: "Ash-shalaatu jaami'ah (tegakkanlah solat berjamaah)". Kemudian (di dalam solat) Nabi Muhammad s.a.w. ruku dua kali dalam satu rakaat. Pada rakaat kedua Nabi Muhammad s.a.w ruku dua kali pula. Kemudian duduk dan selesai. Matahari sudah terang kembali. Siti Aisyah berkata: "Belum pernah saya sujud lama, seperti lamanya sujud solat gerhana itu". (Hr Bukhari dan Muslim). 3. Dikerjakan dengan dua rakaat, tetapi pada tipa-tiap rakaat dilakukan 3 kali ruku dan 2 kali sujud.4. Dikerjakan 2 rakaat, tetapi tiap-tiap rakaatnya dilakukan 4 kali ruku dan 2 kali sujud.Gerhana PenuhGerhana itu ada yang penuh , ada yang separuh, dan ada yang hanya sedikit saja. Untuk orang yang mengerti tentang susunan bintang atau ilmu falak, kejadian gerhana sangat mudah dipahami secara ilmiah dan iman.
Bacaan-bacaan Sesudah Solat
Perlu diketahui bahawa semua bacaan (dzikir dan do'a) sesudah solat, hukumnya adalah sunat yang dianjurkan (sunnat muakkad), bukan wajib.
Bacaan dzikir dan doa tersebut antara lain:
1. Astaghfirullaahal 'azhiim (3x)
Saya mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung
2. Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam
Ya Allah, Engkau Maha Sejahtera, dan dari-Mu lah kesejahteraan, Maha Berkat Engkau ya Allah, yang memiliki kemegahan dan kemuliaan
3. Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syain qadiir
Tidak ada Tuhan selain Allah saja, Dia Sendiri-Nya, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya lah kerajaan dan pujian dan Dia berkuasa atas segala-Nya.
4. Allaahumma laa maani'a limaa a'thaita walaa mu'thiya limaa mana 'ta walaa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu
Ya Allah, tidak ada sesuatu yang dapat menghalangi pemberian-Mu, dan tak ada pula sesuatu yang dapat memberi apa-apa yang Engkau larang, dan tak ada manfaat kekayaan bagi yang mempunyai, kebesaran bagi yang dimilikinya, kecuali kekayaan dan kebesaran yang datang bersama ridha-Mu
5. Membaca tasbih, tahmid, takbir, dan tahlil, yaitu:
Subhaanalaah (33x) "Maha Suci Allah"
Alhamdulillaah (33x) "Maha terpuji Allah"
Allaahu Akbar (33x) "Allah Maha Besar"
La ilaaha illallaahu wahdaahu laa syariikalah, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syain qadiir (1x)
Tidak ada Tuhan selain Allah, sendiri-Nya; tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya lah kerajaan dan pujian. Dia Maha Kuasa atas segala-galanya.
6. Surah Al Ikhlas dan surah Al Mu'awwidzatain (yaitu surah Al Falaq dan An-Nas)
a. Surah Al Ikhlash:
Qul huwallaahu ahad ("Katakanlah : Allah itu Esa!")
Allaahush shamad ("Allah tempat meminta")
Lam yalid walam yualad ("Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan")
Wa lam yakun lahu kufuwan ahad ("Dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya")
b. Surat Al Falaq
c. Surah An Nas
7. Ayatul Kursiy (Surah Al Baqarah 255)
Allaahu la ilaaha illa huwal hayyul Qayyum, la ta 'khudzuhu sinatun walaa naumun lahu maa fissamaawaati wama fil ardhi, man dzal ladziiyasy fa 'u 'indahu illaa biidznih, ya 'lamu maa baina aydiihim wa maa khalfahum, walaayuhiithuuna bisyai-in min'ilhimi illaa bimaa syaa-a, wasi'a kursiyuhus samaawaati wal ardhi, walaa yauuduhu hifzuhumaa wa huwal'aliyuul 'azhiim.
Allah, tidak ada Tuhan melainkan Dia yang Hidup Kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tertidur. Kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya? Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kerajaan Allah meliputi langit dan bumi. Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
Dzikir-dzikir tersebut di atas boleh biasa digunakan setelah melakukan sOlat fardhu, atau dipilih beberapa diantaranya sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Atau, boleh juga dzikir-dzikir yang lain, asalkan sesuai dengan malan Rasulullah SAW.
8. Do'a-do'a Sesudah SOlat
a. Allaahumma innii as-alukal jannah, Allahumma ajirnii minannaar (7x)
(Ya Allah, sesungguhnya aku memohon surga kepada-Mu, ya Allah, bebaskan aku dari siksa neraka.)
b. Allaahumma ashlih lii diiniyallati huwa 'ishamatu amrii, wa ashlih lii dunyayallatii ja'alta fiihaa ma'assyii
(Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku yang menjadi pegangan urusanku, dan perbaikilah bagiku duniaku yang padanya Engkau jadikan penghidupanku.)
c. Allaahumma 'aafinii fii badanii, Allaahumma 'aafinii fii sam'ii, Allaahumma 'aafinii fii basharii, Allaahumma innii a'uudzu bika minal kufri wal faqri, Allaahumma innii a'uudzu bika min 'adzaabil qabri, laa ilaaha illaa anta.
(Ya Allah, afiatkanlah badanku. Ya Allah, 'afiatkanlah pendengaranku. Ya Allah, 'afiatkanlah penglihatanku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kekafiran dan kefakiran. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari siksa kubur, tidak ada Tuhan selain Engkau.)
d. Allaahumma inni a'uudzu bika minal bukhli, wa a'uudzu bika minal jubni, wa a'uudzu bika min an uradda ilaa ardzalil 'umur, wa a'uudzu bika min fitnatid dunya, wa a'uudzu bika min 'adzaa bil qabri.
(Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ketakutan. Aku berlindung kepada-Mu dari seburuk-buruk usia. Aku berlindung kepada-Mu dari bencana dunia. Dan aku berlindung kepadaMu dari siksa kubur.)
e. Allaahummaghfirli dzunuubii wa khathaayaayaa kullaahaa. Allaahumma 'isynii, wajburnii, wahdinii liahsanil a'maali wal akhlaaqi, innahu laa yahdi li ahsanihaa illa anta, washrif 'annii sayyi-ahaa innahu laa yashrifu sayyiahaa illa anta.
(Ya Allah, ampunilah segala dosa dan kesalahanku. Ya Allah, segarkanlah badanku, cukupilah aku, dan tuntunlah aku sebaik-baik amal dan akhlak, sesungguhnya tidak ada yang dapat menuntun kepada yang terbaik melainkan hanya Engkau, dan hindarkanlah aku dari seburuk-buruk amal, kerana sesungguhnya tidak ada yang dapat menghindarkanku dari seburuk-buruknya melainkan hanya Engkau.)
f. Yaa muqallibal quluub, tsabbit qalbii 'alaa diinika
(Ya Allah yang membolak-balikkan hati, mantapkanlah hatiku dalam memeluk agama-Mu.)
Doa-doa di atas boleh dibaca semuanya sesudah solat, atau dipilih di antara doa yang disukai dan sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Boleh juga membaca doa-doa yang lain, tentunya doa yang terbaik ialah yang berasal dari Nabi Muhammad s.a.w. atau dari para Nabi Allah yang lain.
Bila ada keperluan dengan suatu hajat kepada Allah s.w.t. dan anda tidak mengerti doa aslinya, maka tidak ada salahnya berdoa dengan bahasa yang difahami sendiri.
Sebaiknya setiap berdoa jangan meninggalkan kesempatan buat mendoakan ibu dan bapa kita sebagai orang tua yang patut dihormati:
Rabbighfirlii wa liwaalidayyaa warhamnii warhamhumaakamaa rabbayaanii shaghiira.
(Oh Tuhan, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, kasihanilah aku dan sayangilah keduanya sebagaimana mereka mengasihiku diwaktu kecil.)
Dianjurkan pula memintakan ampun bagi para sahabat, kaum keluarga serta kaum muslimin dan muslimat, khususnya orang-orang yang pernah berbuat baik kepada kita.
Lebih lanjut, Nabi Muhammad s.a.w. menganjurkan supaya kita membaca doa sesudah tahiyyat, sebelum salam, yang berbunyi:
Allaahummaghfirlii maa qaddamtu wama akhkharartu wa anta'alamu bihi minnii, antal muqaadimu wa antal muakhkhiru, laa ilaaha illaa anta.
(Ya Allah, ampunilah dosaku yang telah lalu dan yang akan datang, dan apa-apa yang aku rahsiakan dan yang aku nyatakan. Engkau lebih mengetahuinya daripadaku. Engkaulah yang terdahulu dan Engkaulah yang terakhir, tiada Tuhan selain Engkau.)
Dianjurkan sebagaimana diajarkan Rasulullah s.a.w. kepada Abdullah bin Mas'ud, supaya sesudah tahiyyat dan sebelum salam meminta kebajikan dunia dan akhirat.
Fardhu dan Sunnah Solat
Membedakan antara Perbuatan Fardhu dan Sunnah Shalat
Semua hal yang telah disebutkan senelum ini mencakup hal-hal yang fardhu (diwajibkan), sunnah (yang dianjurkan), adab dan hai-at (kesempurnaan bentuk). Orang yang ingin melintasi jalan akhirat (dengan aman dan benar) selayaknya memperhatikan itu semua.
Rukun-rukun shalat (Fardhu Solat)
Niat
Takbir
Berdiri
Membaca Al Fatihah
Menunduk dalam ruku', sehingga kedua telapak tangan mengentuh dua lutut.
Bertuma'ninah pada waktu ruku' dan sujud.Tumakninah ialah berhenti sejenak sehingga seluruh anggota tubuh menjadi tenang dan mantap sebelum melakukan gerakan berikutnya.
I'tidal (tegak kembali setelah ruku')
Sujud (dengan tuma'ninah)
Duduk kembali setelah sujud
Duduk untuk tasyahud akhir.
Membaca salawat untuk Nabi Muhammad s.a.w.
Salam yang pertama.
Adapun niat keluar dari solat (pada waktu telah selesai), tidaklah wajib. Demikian pula segala sesuatu, selain yang tersebut di atas, tidak wajib dikerjakan, tetapi hanya berupa sunnah serta hai-at.
Hal-hal yang Disunnahkan
Dikatakan sunnat atau sunnah, kerana ia baik untuk dikerjakan seperti teladan yang diberikan oleh Rasulullah s.a.w. Bila hal tersebut tidak dikerjakan (ada halangan atau sengaja ditinggalkan), maka tidak akan berdosa atau membatalkan solatnya.
a. Sunnah-sunnah yang berupa perbuatan atau gerakan
1. Mengangkat kedua tangan ketika Takbiratul Ihram
2. Melipat kedua belah tangan ke dada dengan meletakkan tangan kanan di atas yang kiri ketika berdiri membaca Al Fatihah.
3. Ketika bergerak untuk ruku, dan
4 Ketika berdiri kembali setelah ruku.
5. Meletakkan kedua telapak tangan pada kedua lutut ketika ruku.
6. Duduk untuk tasyahud pertama.
Adapun perincian cara membuka jari tangan dan batas mengangkatnya, semuanya itu termasuk hai-at (kesempurnaan bentu) yang bertalian dengan sunnah tersebut, yakni pada saat takbiratul ihram, ruku dan i'tidal. Demikian pula, cara duduk dalam tasyahud pertama dan terakhir (seperti telah diterangkan sebelum ini) adalah hai-at, bertalian dengan duduk dalam solat. Menundukkan kepala dan tidak mendongak ke kanan ke kiri termasuk hai-at, bertalian dengan fardhu berdiri dalam salat. Akan tetapi duduk istirahat (antara dua sujud), menurut Al Gazhali dalam buku "Rahsia-rahsia Solat" yang menjadi rujukan tulisan ini, tidak termasuk ke dalam pokok-pokok sunnah dan perbuatan-perbuatan solat. Sebab, duduk istirahat tersebut hanya merupakan semacam pelengkap dalam berpindah dari sujud ke berdiri. Kerana itu, tidak disebutkan secara khusus dalam pokok-pokok sunnah.
b. Sunnah-sunnah yang berupa bacaan dan doa
1. Membaca Doa iftitah (Yaitu do'a sesudah takbiratul ihram, sebelum membaca Al Fatihah).
2. Membaca Ta'awwudz (a'uudu billaahi minasy syaithaanir rajiim, sebelum membaca Al Fatihah).
3.Mengucapkan amiin selesai membaca Al Fatihah.
4. Membaca surah-surah atau ayat-ayat dari Al Quran sesudah Al Fatihah. Selain itu, mengeraskan bacaan Al Fatihah dan ayat-ayat atau surah-surah pada rakaat pertama dan kedua pada shalat Maghrib, Isya, Subuh dan Solat Jum'at (termasuk sunat muakkad) juga merupakan sunnah.
5. Mengucapkan takbir-takbir perpindahan (dari satu rukun shalat ke rukun shalat lainnya). Yaitu "Allahu Akbar" ketika akan berpindah gerakan atau sikap dalam shalat, kecuali ketika bangun dari ruku,.
6. Membaca tasbih dalam ruku' dan sujud, serta doa i'tidal dari ruku dan sujud.
7. Membaca tasyahud pertama.
8. Membaca salawat untuk Nabi Muhammad s.a.w. pada tasyahud pertama.
9. Membaca doa setelah tasyahud akhir
10. Membaca salawat Ibrahimiyah pada tahiyyat akhir. Yaitu
11. Salam yang kedua.
Sujud Sahwi
Semua yang tersebut di atas, kendati dihimpun ke dalam istilah "sunnah", namun, masing-masing memiliki tingkatan yang berbeza, mengingat empat diantaranya, bila tidak dikerjakan kerana lupa, boleh diganti dengan sujud sahwi. Sujud sahwi artinya sujud kerana terlupa mengerjakan sesuatu yang sunnah atau hal yang salah lainnya tanpa sengaja. Umpamanya lupa mengerjakan tahiyyat awal, lupa membaca ayat atau surat pada rakaat pertama atau kedua, lupa tentang bilangan solat dan sebagainya. Menurut Al Gazhali, empat hal yang dapat digantikan dengan melakukan sujud sahwi tersebut yaitu satu di antaranya termasuk perbuatan dan tiga lainnya termasuk bacaan.
Yang termasuk perbuatan ialah duduk (setelah dua kali sujud pada rakaat kedua solat Zhuhur, Asar, Maghrib dan Isya') untuk membaca tasyahud. Duduk seperti ini berpengaruh pada susunan bentuk solat bagi siapa yang menyaksikannya. Sebab, dengan itu, dapat diketahui apakah solat tersebut ruba'iyyah (terdiri atas empat rakaat) atau bukan. Tidak seperti sunnah mengangkat tangan ketika takbir, misalnya, sebab hal itu tidak mempengaruhi susunan bentuk solat. Itu pula sebabnya, sunnah ini (yakni duduk untuk tasyahud pertama) disebut ba'dh (kata tunggal dari ab'adh) yang bererti bagian. Apabila seseorang tidak mengerjakan ab'adh, dianjurkan dengan sangat agar ia menggantinya dengan sujud sahwi.
Adapun bacaan-bacaan sunnah dalam solat, semuanya tidak digantikan dengan sujud sahwi, kecuali tiga (yaitu yang termasuk ab'adh):
Qunut
Bacaan tasyahud pertama
Salawat untuk Nabi Muhammad s.a.w. pada tasyahud pertama.
Tidak termasuk di dalamnya takbir-takbir perpindahan (dari satu ruku ke ruku lainnya), bacaan-bacaan dalam ruku, sujud dan i'tidal dari kedua-duanya. Hal ini disebabkan ruku dan sujud adalah gerakan yang memiliki bentuk khas, berbeda dengan gerakan-gerakan biasa. Dengan mengerjakannya, dapat diperoleh makna ibadah, walaupun tanpa membaca zikir apa pun dan tanpa takbir-takbir perpindahan. Tanpa zikir-zikir itu pun, bentuk ibadah shalat - dengan melakukan gerakan ruku' dan sujud - tetap tidak akan batal atau hilang. Lain halnya dengan duduk untuk bertasyahud pertama. Ia tadinya merupakan gerakan biasa (yakni, yang juga dilakukan di luar solat). Tetapi, kini, sengaja diperpanjang untuk diisi dengan bacaan tasyahud. Maka, meninggalkannya akan menimbulkan perubahan cukup besar dalam susunan bentuk solat.
Sebaliknya, meninggalkan bacaan doa istiftah, atau pun surah, tidak menimbulkan perubahan, mengingat bahawa rukun berdiri dalam solat telah cukup diisi dengan bacaan Al Fatihah, sehingga dapat dibezakan dengan berdiri secara biasa. Dengan alasan itu pula, bacaan doa setelah tasyahud terakhir tidak digantikan dengan sujud sahwi.
Bacaan qunut pun, pada dasarnya, tidak layak digantikan dengan sujud sahwi, namun, disyariatkannya perpanjangan ruku i'tidal, pada solat Subuh, adalah semata-mata untuk diisi dengan bacaan do'a qunut itu. Maka, sama halnya seperti rukun duduk untuk tasyahud pertama. Ia adalah perpanjangan dari duduk istirahat, guna diisi dengan bacaan tasyahud.
Cara melakukan Sujud Sahwi
Sujud sahwi dilakukan pada penghujung rakaat yang terakhir, yaitu sesudah tahiyyat dan sebelum salam. Bersujud sambil mengucapkan "Allaahu Akbar" dan dalam sujud membaca:
Subhaanalladzi laa yanaamu walaa yansaa (3x)
"Maha suci Allah yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa"
Bila yang terlupakan itu salah satu rukun soalat, yang tidak bisa dibetulkan seketika, maka solatnya tidak sah, dan solatnya harus diulang kembali. Tetapi bila yang terlupakan itu rakaat, misalnya solat Isya yang mestinya 4 rakaat , hanya 3 rakaat, maka sesudah memberi salam, tanpa diselingi dengan atau perbuatan lain, segeralah ia berdiri dan tambahlah rakaat yang tertinggal itu. Rakaat tersebut tetap diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, kemudian anda lengkapi dengan sujud sahwi.
Bila di dalam solat timbul keraguan tentang jumlah rakaat maka ambillah jumlah rakaat yang sedikit lalu yakinlah dengan itu (Misalnya bila kita lupa apakah sudah empat rakaat atau baru tiga rakaat, maka ambilah keputusan bahawa itu rakaat yang ketiga. Lalu lanjutkan solat dan tambahkan yang kurang).
Terlupa Mengerjakan Solat
Bila seseorang terlupa mengerjakan solat, baik kerana tertidur atau kerana lain hal, maka hendaklah ia segera mengerjakannya seketika tersedar. Misalnya, kerana ketiduran, sehingga waktu solat subuh sudah habis. Maka ketika ia terbangun, segeralah berwudhu dan tunaikanlah solat subuhnya. Solat tersebut bukan qadha (membayar hutang), tetapi solat dengan sesungguhnya. Allah s.w.t. akan memaafkan kerana ia terlupa. Begitu pula bila peristiwa serupa lainnya terjadi secara tidak sengaja.
Sujud Tilawah
Sujud Tilawah dapat dilakukan apabila seseorang membaca ayat Al Qur'an dan tiba pada tempat-tempat yang dianjurkan bersujud, baik dalam solat atau diluar solat. Dalam sujud dianjurkan membaca:
Sajada wajhiya lilladzi khalaqahu wasyaqqa sam'ahu wabasharahu bihawlihi waquwwatihi.
"Aku bersujud kepada Allah yang menciptakannya, memberikan pendengaran dan penglihatan dengan kekuasaan dan kekuatan-Nya".
Bila sujud tilawah dilakukan di luar solat, pembaca ayat yang ditentukan melakukan sujud Tilawah, maka pendengar (menyaksikan) dianjurkan ikut bersujud; bila mereka tidak ikut bersujud, maka tidak akan berdosa baginya.
Bila dalam solat berjamaah dan Imam bersujud Tilawah, maka makmum wajib ikut bersujud, bila makmum tidak bersujud, maka gugurlah kedudukan sebagai anggota solat berjamaah.
ASSALAMUALAIKUM DAN SALAM SATU MALAYSIA.
TERIMA KASIH KEPADA ANDA YANG MELAYARI BLOG SAYA INI SAYA MENGUCAPKAN RIBUAN TERIMA KASIH KEPADA ANDA SEMUA SATU MALAYSIA.SESIAPA YANG BERMINAT PARABOLA ANTARABANGSA BOLEH BERHUBUNG DENGAN SAYA.SAYA JUGA MENGUCAPKAN RIBUAN TERIMA KASIH KEPADA ANDA SEMUA YANG MELAYARI BLOG SAYA.SEKIAN TERIMA KASIH.SALAM SATU MALAYSIA.
Ahad, 19 Disember 2010
MENGENAI CERITA AGAMA BUDDHA.
Posted by pena reformasi at 10:42 PM 2 comments Links to this post
Email This BlogThis! Share to Twitter Share to Facebook Share to Google Buzz
if (window['tickAboveFold']) {window['tickAboveFold'](document.getElementById("latency-6235896146696814178")); }
Tuesday, January 26, 2010
Buang Isi, Makan Kulit
Orang kata masyarakat Siam lebih suka kulit daripada isi. Kalau diletakkan kulit dengan isi, orang Siam akan pilih kulit. Sampai bila kita akan terus makan kulit?Maksud saya kulit agama, bukan kulit kacang. Agama ada bahagian isi dan bahagian kulit. Bahagian isi ada zat yang banyak, manakala bahagian kulit tiada zat, tetapi orang Siam lebih gemar kepada kulit. Bahagian isi ialah bahagian yang diajarkan oleh Buddha. Bahagian kulit pula entah dicipta oleh siapa, tetapi diamalkan oleh masyarakat kita sejak turun temurun. Bahagian kulit ini telah diadun dengan budaya bangsa sehingga sukar dibezakan yang mana kulit agama dan yang mana budaya bangsa.Pendek kata, kebanyakan amalan agama kita bukan amalan agama dalam erti kata sebenarnya tetapi satu tradisi yang dipanggil "upacara keagamaan" yang sukar ditinggalkan. Upacara keagamaan ini bukan agama tetapi sekadar upacara. Namun, ia telah jadi sebahagian kehidupan kita. Boleh kata, upacara keagamaan ini telah sebati dengan kehidupan kita sehingga kita terlupa kepada isi agama. Di sini saya turunkan beberapa contoh yang menunjukkan bahawa kita lebih utamakan upacara daripada agama:1. Kita tak boleh tinggalkan upacara "rap sin" (terima Sila) tetapi kita boleh tinggalkan Sila sesuka hati. Setiap kali melakukan upacaya keagamaan kita mesti minta Sila (mayang bante) tetapi bukan semua mengamalkannya. Padahal dalam agama, mengamalkan Sila lebih mulia daripada meminta Sila. Minta tetapi tak diamalkan umpama kanak-kanak nakal yang minta nasi tetapi tak mahu makan.2. Dalam Sanghadana di wat kita juga lebih pentingkan upacara daripada tujuan Sanghadana. Upacayanya berjela-jela dan meleret-leret entah ajaran Buddha atau ajaran Brahmana yang diamalkan. Terdapat beberapa sebab kita dituntut membuat Sanghadana. Salah satunya adalah untuk membersihkan jiwa yang tamak. Malangnya selepas berpuluh-puluh tahun kita pergi buat Sanghadana di wat, perasaan tamak kita belum juga berkurang, malah semakin bertambah. Sebab apa? Sebab kita pentingkan upacara daripada isi. Kita buat Sanghadana dengan harapan untuk naik syurga bukan untuk kurangkan perasaan tamak haloba.3. Apabila ada kematian, kita jemput Sami datang baca Kusala di depan keranda. Baca Kusala satu kewajipan bagi masyarakat Siam walaupun sepatah haram pun tidak difahami. Padahal agama Buddha mementingkan kebijaksanaan (panya), tetapi bagaimana hendak jadi bijak jikalau kita tak faham apa yang dibacakan oleh Sami. Baca Kusala sebenarnya untuk orang hidup bukan untuk orang mati.4. Apabila masuk rumah baru, kita akan jemput Sami datang "suat mongkhun" rumah. "Mongkhun" bermaksud kebaikan. Bolehkah kebaikan datang kepada kita hanya dengan "suat" jikalau kita sendiri tak berbuat baik? Sebenarnya yang penting bukan "suat mongkhun" tetapi perbuatan "mongkhun" iaitu berbuat perkara yang baik.5. Apabila kahwin kita juga akan jemput Sami datang ke rumah untuk "merestui" perkahwinan kita. Tetapi berapa ramai pasangan yang minta Sami berikan ceramah agama berkaitan rumah tangga untuk dijadikan pedoman. Ada orang kata Sami pun tak ada bini, bagaimana hendak beri nasihat kepada pengantin. Entahlah.Ini sekadar contoh. Banyak lagi sudut-sudut kehidupan kita yang mengutamakan upacara dan tradisi daripada inti agama yang diajarkan oleh Baginda Buddha.Malahan yang amat sedih dan terkilan apabila penganut agama Buddha yang mengaku beragama Buddha tetapi tidak memahami Ariya Sacca 4 dan Magga 8 yang merupakan inti agama Buddha.Apakah maknanya menjadi penganut agama Buddha jikalau tak pedulikan Ariya Sacca 4 dan Magga 8, sebaliknya mementingkan upacaya keagamaan semata-mata. Kulit seharusnya membungkus isi. Kita kopak kulit untuk makan isi. Tetapi ramai orang Siam makan kulit, buang isi!
Aduhai sami, kenapa jadi begini?
Kes sami dengan perempuan tak habis-habis. Sami "bomoh ubat pengasih" tersohor ditembak mati di dalam kereta. Khabarnya sami ini pergi ke rumah perempuan pada waktu malam. Apabila tiba di depan rumah perempuan tersebut, sami disambut dengan peluru di dada lalu mati di dalam kereta. Perempuan berkenaan mengaku mengenali dan menghormati sami tersebut. Pembunuhan itu kemungkinan dilakukan oleh suami kepada perempuan itu kerana cemburu dan selepas kejadian dia telah menghilangkan diri. Sebelum itu, dia pernah membuat laporan polis isterinya lari ikut sami.Pergi rumah orang buat apa malam-malam buta?Kacau anak dara orang masih ada maaf bagimu. Kacau bini orang, nyawa jadi taruhan. Zaman sekarang orang tak takut lagi bunuh sami kerana sami tidak semestinya Bhikkhu/Sangha. Setakat pakai kain kuning, siapa pun boleh pakai. Kalau pergi kacau isteri orang, suaminya tak akan lepaskan, melainkan suami spesis bertanduk!Saudara tuan pena,saya cadangkan saudara bicangkan tajuk-tajuk yang menjadi kemusykilan masyarakat, terutama generasi baru. Dan saya harap para pembaca dapat kemukakan pandangan mereka.Tajuk-tajuk seperti:1. umat buddhis membeli dan bermain saham.2. penggunaan perkataan-perkataan yang dilarang oleh agama lain seperti ibadat, iman dsbgnya.3. umat buddhis mengundi parti yang berasakan agama lain dalam pilihanraya.4. menderma kepada pertubuhan yang menyalurkan bantuan untuk kepentingan agama tertentu (bukan buddhisme).5. etika umat buddhis Theravada terhadap sami-sami Mahayana.6. umat buddhis dan materialistik. sejauh mana umat buddhis boleh mengejar kebahagiaan mereka berasaskan kebendaan.saya harap tuan pena dapat kemukakan tajuk-tajuk di atas secara berasingan. semoga para pembaca dapat memberikan pandangan sebagai pedoman agar kita dapat memperkaya ilmu kita dan menjalani hidup yang lebih bermakna.terima kasih.SK TINJanuary 16, 2010 10:28 AMSaya amat berterima kasih kepada SK Tin yang memberi cadangan yang membina. Tajuk-tajuk yang diberikan begitu dekat dengan kehidupan kita, tetapi tidak ramai yang tahu realitinya dari sudut agama Buddha. Oleh hal demikian, eloklah kita berbincang bersama berdasarkan pengetahuan agama Buddha masing-masing. Saudara tuan pena,saya cadangkan saudara bicangkan tajuk-tajuk yang menjadi kemusykilan masyarakat, terutama generasi baru. Dan saya harap para pembaca dapat kemukakan pandangan mereka.Tajuk-tajuk seperti:1. umat buddhis membeli dan bermain saham.2. penggunaan perkataan-perkataan yang dilarang oleh agama lain seperti ibadat, iman dsbgnya.3. umat buddhis mengundi parti yang berasakan agama lain dalam pilihanraya.4. menderma kepada pertubuhan yang menyalurkan bantuan untuk kepentingan agama tertentu (bukan buddhisme).5. etika umat buddhis Theravada terhadap sami-sami Mahayana.6. umat buddhis dan materialistik. sejauh mana umat buddhis boleh mengejar kebahagiaan mereka berasaskan kebendaan.saya harap tuan pena dapat kemukakan tajuk-tajuk di atas secara berasingan. semoga para pembaca dapat memberikan pandangan sebagai pedoman agar kita dapat memperkaya ilmu kita dan menjalani hidup yang lebih bermakna.terima kasih.SK TINJanuary 16, 2010 10:28 AMSaya amat berterima kasih kepada SK Tin yang memberi cadangan yang membina. Tajuk-tajuk yang diberikan begitu dekat dengan kehidupan kita, tetapi tidak ramai yang tahu realitinya dari sudut agama Buddha. Oleh hal demikian, eloklah kita berbincang bersama berdasarkan pengetahuan agama Buddha masing-masing. Sami Bawa Perempuan Makan Angin Dengan Kereta.
Ini bukan Phra di P.j. tapi Phra di Kalasin.
พระควงสาวซิ่งเก๋ง-ชนร้านไก่ย่างยับท่องราตรี เรื่องแดง คนฮือไล่Phra Maha, Setiausaha kepada Ketua Sami Negeri Kalasin, Thailand pandu kereta Chevrolet bawa perempuan makan angin waktu malam. Nasib malang kereta terlanggar gerai ayam bakar di tepi jalan lalu rahsia pecah terbarai. Tambahan lagi Phra Maha pandu kereta dalam pengaruh alkohol.Timbalan Ketua Sami Negeri Kalasin dan penduduk kampung berdemontrasi minta Phra Maha dikeluarkan dari sami kerana dia membikin kerosakan terhadap agama Buddha. Malangnya perkara tersebut masih senyap.Timbalan Ketua Sami Negeri Kalasin, Phra Raj Silasophit (Luang Phor Nu Inn) bersama penduduk terpaksa pergi minta bantuan akhbar agar mendesak pihak berkuasa sami mengambil tindakan ke atas Phra Maha Virachai Vachiro kerana berpakaian orang biasa pandu kereta bawa perempuan waktu malam; perbuatan ini menyalahi peraturan Sangha tetapi tiada tindakan diambil.Aduhai Phra Maha! Bergaya sungguh. Pandu kereta dalam pengaruh alkohol bawa gelfren makan angin waktu malam buta. Makan angin ke makan apa ni?Tapi, apa boleh buat, Phra Maha tu Setiausaha kepada Ketua Sami Negeri Kalasin. Ketua Sami Negeri tu, Than Chau Khun, besar pangkatnya. Siapa berani ambil tindakan ke atas Phra Maha gatal tu selain Ketua Sami Negeri. Semua rahsia Ketua Sami Negeri diketahui Phra Maha seperti kata pepatah ayam nampak kaki ular, ular nampak titik ayam.Bukan setakat di Kalasin, di negeri lain, termasuk di Malaysia, Phra Maha atau Phra bukan Maha, kalau jadi Setiausaha Ketua Sami, hidung tinggi. Hebat sangatkah jadi Setiusaha Ketua Sami ni? Boleh langgar vinaya sesuka hati ke? Sami-sami beginilah yang mengurangkan keyakinan masyarakat terhadap agama Buddha. Dan sami-sami beginilah yang wajib ditentang oleh masyarakat Buddhism sekiranya mereka sayangkan agama mereka.
(Untuk berita berkaitan, sila klik di sini)
ฉาวโฉ่วงการผ้าเหลืองพระมหาเลขานุการเจ้าคณะจังหวัดกาฬสินธุ์ ควบเก๋งซิ่งควงสาวออกหนีเที่ยวยามราตรี กรรมติดจรวดขับไปชนร้านขายไก่ย่างริมถนน ตำรวจเข้าตรวจเรื่องจึงแดง ด้านรองเจ้าคณะจังหวัดและชาวบ้านลุกฮือให้จับสึก ชี้เหตุทำ ความเสื่อมเสียให้กับพุทธศาสนา แต่ล่าสุดเรื่องยังเงียบเมื่อวันที่ 11 ม.ค. พระราชศีลโสภิต หรือหลวงพ่อหนูอินทร์ เกจิอาจารย์ชื่อดังภาคอีสาน เจ้าอาวาสวัดป่าพุทธมงคล ต.หลุบ อ.เมือง จ.กาฬสินธุ์ ในฐานะรองเจ้าคณะจังหวัดกาฬสินธุ์ (มหานิกาย) พร้อมพุทธศาสนิกชน นำเอกสารบันทึกประจำวันของตำรวจร้องเรียนผู้สื่อข่าว เพื่อเรียกร้องให้พระผู้ใหญ่ที่เกี่ยวข้องดำเนินการกับ พระมหาวีระชัย วชิโร มีตำแหน่งเป็นเลขานุการเจ้าคณะจังหวัดกาฬสินธุ์ (มหานิกาย) วัดกลางพระอารามหลวง ชื่อจริงว่า นายวีระชัย ศรีหาพล อายุ 31 ปี ที่ถอดผ้าเหลืองแอบขับรถเก๋งหนีเที่ยวในเวลากลางคืนกับผู้หญิง และขับไปชนกับร้านไก่ย่าง ซึ่งการกระทำดังกล่าวผิดกฎระเบียบสงฆ์ แต่กลับไม่ถูกลงโทษตามกฎของสงฆ์พระราชศีลโสภิต กล่าวว่า ก่อนหน้านี้ได้รับการร้องเรียนจากพุทธศาสนิกชนหลายคนว่า มีพระมหารูปหนึ่ง ทราบภายหลังว่าเป็นพระมหาวีระชัย วชิโร มีตำแหน่งเป็นเลขานุการเจ้าคณะจังหวัดกาฬสินธุ์ (มหานิกาย) วัดกลางพระอารามหลวง มีพฤติกรรมนอกลู่นอกทางไม่เหมาะสมกับการเป็นพระภิกษุสงฆ์ จึงร่วมกับผู้ที่เกี่ยวข้องดำเนินการตรวจสอบ ซึ่งปรากฏว่าเรื่องการประพฤติตนที่ไม่เหมาะสมของพระมหาวีระชัยมีความเป็นจริงพระราชศีลโสภิต กล่าวต่อว่า หลังทราบข้อเท็จจริง จึงประสานยังตำรวจ สภ.ยางตลาด เพื่อสอบถามความจริงและขอเอกสารหลักฐานบันทึกประจำวันที่เกี่ยวข้องกับพนักงานสอบสวน จึงทราบว่าเหตุการณ์ดังกล่าวเกิดขึ้นเมื่อเวลา 21.55 น. วันที่ 29 ก.ค.52 พระมหาวีระชัย สวมชุดฆราวาส ขับรถเก๋งเชฟโรเลต สีบรอนซ์ ทะเบียน กค 194 กาฬสินธุ์ ประสบอุบัติเหตุชนกับร้านขายไก่ย่าง ริมถนนสายยางตลาด-โพนทอง ก.ม.ที่ 1 อ.ยางตลาด จ.กาฬสินธุ์ แต่ไม่ได้รับบาดเจ็บหลังเกิดเหตุ พ.ต.ท.เทพบดินทร์ ทรงหอม พนักงานสอบสวนเข้าตรวจสอบ พบพระมหาวีระชัย แต่งกายอยู่ในชุดลำลอง เหมือนประชา ชนทั่วไป อยู่ในอาการเมาสุรา และภายในรถยังมีผู้หญิงคนหนึ่งนั่งมาด้วย โดยช่วงเกิดเหตุตำ รวจไม่ทราบว่าพระมหาวีระชัยอยู่ระหว่างการบวชเป็นพระ เพราะใช้ชื่อจริงว่านายวีระพล ศรีหาพล ตำรวจจึงแจ้งข้อหาขับรถโดยประมาทหรือหวาดเสียวอันอาจเกิดอันตรายแก่บุคคลหรือทรัพย์ เปรียบเทียบปรับก่อนปล่อยตัวไป จากนั้นภายหลังจึงเดินทางมารับสารภาพว่าเป็นคนขับรถคันดังกล่าวพระราชศีลโสภิต กล่าวอีกว่า หลังเกิดเหตุสอบถามไปยังพระมหาวีระชัย ก็แก้ตัวว่าไม่ได้เป็นผู้กระทำ ส่วนเอกสารต่างๆ มีผู้ทำขึ้น เพื่อกลั่นแกล้ง และพยายามพูดปรึกษากับพระผู้ใหญ่ในจังหวัดกาฬสินธุ์และส่วนกลาง เพื่อดำเนินการกับพระมหาวีระชัย เพราะเรื่องดังกล่าวเป็นพฤติกรรมที่ไม่เหมาะสม ทำให้เสื่อมเสียพระพุทธศาสนา จนกระทั่งปัจจุบันก็ยังไม่ได้รับการดำเนินการใดๆ จากผู้เกี่ยวข้อง รวมถึงพระผู้ใหญ่ที่เป็นผู้บังคับบัญชาโดยตรงของพระมหาวีระชัยนายประมูล มหิพันธุ์ อายุ 53 ปี พุทธศาสนิกชน กล่าวว่า ส่งเรื่องดังกล่าวไปยังสำนักงานพระพุทธศาสนาแห่งชาติ กรุงเทพฯ แล้ว ล่าสุดเจ้าหน้าที่ได้เชิญตัวไปสอบถามข้อเท็จจริง คาดว่าน่าจะสรุปเรื่องได้อีกไม่นาน ทั้งนี้ สาเหตุที่นำเรื่องไปร้องเรียน เพราะเห็นว่าการกระทำของพระมหาวีระชัยไม่เหมาะสม ที่ถอดผ้าเหลืองแล้วขับรถไปเที่ยว โดยมีผู้หญิงไปด้วย อีกทั้งยังมีอาการเมาสุรา เมื่อถอดผ้าเหลืองไปแล้วต้องหมดจากการเป็นพระตั้งแต่วันนั้นแล้ว แต่ปัจจุบันกลับนิ่งเฉยเหมือนไม่มีอะไรเกิดขึ้น
Mat Salleh berasa hairan apabila melihat sami Siam la sikkha setelah jadi sami beberapa tahun. Bagi Mat Salleh, orang jadi sami adalah untuk mempraktis Dhamma-Vinai (Brahma-cariya). Praktis Dhamma-Vinai belum mencapai destinasi - Nirvana - sami telah la sikkha iaitu keluar dari alam sami.Sedangkan, bagi orang Siam, jadi sami adalah kerana tuntutan tradisi sahaja. Tidak ramai yang jadi sami dengan niat untuk mempraktis Dhamma-Vinai. Oleh itu, ramai pemuda Siam telah "menetapkan masa" untuk tinggal dalam alam sami - 7 hari, 15 hari, 3 bulan, 3 tahun dan sebagainya. Jikalau Parami mengizinkan boleh tinggal lebih lama. Padahal, hakikatnya mempraktis Dhamma-Vinai masa boleh menetapkan masa kerana tiada sesiapa tahu berapa lama seseorang sami mampu tiba ke destinasi akhir - Nirvana.Orang Siam jadi sami bukan kerana Nirvana. Mereka jadi sami kerana adat tradisi. Oleh itu mereka akan la sikkha apabila hati terasa bosan di alam sami dan ingin menikmati alam duniawi. Inilah yang tidak diketahui oleh Mat Salleh. Sebab itulah mereka berasa hairan melihat pemuda Siam jadi sami terlalu sekejap; kuali gulai babi belum kering, sami telah la sikkha!Pada zaman Buddha, pemuda India jadi sami (Bhikkhu) untuk menuju destinasi Nirvana. Jumlah yang la sikkha tidak ramai. Malah, terdapat sami yang tak pernah pulang ke pangkuan keluarga seumur hidup kerana "mengabdikan" diri kepada Dhamma-Vinai Buddha. Mereka rela berkorban diri kerana Nirvana (Paramattha-Parami). Phra Sariputra, Mongganlana, Assachi, Mongganli, Ananda (Anon), Kassapa, Anurut dan lain-lain bergadai nyawa demi Nirvana.Apakah yang dikatakan la sikkha? Singkatan bagi la sikkha ialah seuk atau sik. La bermaksud tinggal/meninggalkan. Sikkha bermaksud pelajaran atau perkara-perkara yang perlu dipelajari atau peraturan-peraturan yang harus dipatuhi untuk melatih diri. Jadi, LA SIKKHA bermaksud meninggalkan pelajaran atau perkara-perkara yang perlu dipelajari atau peraturan-peraturan yang harus dipatuhi untuk melatih diri. Melatih diri untuk apa? Melatih diri untuk membersihkan hati, membebaskan minda bagi mencapai Nirvana.Apabila sami itu la sikkha, bererti sami itu telah meninggalkan pelajaran atau perkara-perkara yang harus dipelajari untuk melatih diri bagi mencapai Nirvana.Daripada penyataan ini, jelaslah bahawa jadi sami bukan untuk suka-suka, mengumpul harta atau memenuhi adat tradisi sebagaimana anggapan kita. Sebaliknya, jadi sami adalah untuk mengikuti pelajaran yang bakal membawa sami ke destinasi Nirvana.Apakah pelajaran yang wajib diikuti oleh sami? Tri-sikkha/ti-sikkha/Trai-sikkha adalah pelajaran yang bakal membawa sami ke destinasi Nirvana, antaranya ialah:1. Ati-sila-sikkha atau Sila;2. Ati-citta-sikkha atau Samadhi;3. Ati-panna-sikkha atau Panna (Panya).Tri-sikkha ini bertujuan melatih pertuturan, perbuatan dan minda sami. Minda yang terlatih bakal membawa sami ke tahap yang lebih tinggi dan bebas daripada duniawi. Matlamat akhirnya ialah pembebasan sempurna (vimutthi).Sila 227 apabila disimpulkan akan terangkum dalam Sila, Samadhi dan Panya. Maksudnya, Sila 227 (150 dalam Patimokha) bertujuan agar sami dapat mengamalkan Sila, Samadhi dan Panya dengan berkesan. Ariya Magga 8 juga apabila disimpulkan akan terangkum dalam Sila, Samadhi dan Panya. Sila 227, Ariya Magga 8 dan Sila, Samadhi dan Panya merupakan "perkara yang sama". Hanya nama sahaja berbeza. Oleh itu, Sila, Samadhi dan Panya (Tri-Sikkha) merupakan kaedah pengamalan dalam agama Buddha yang bertujuan untuk meningkatkan tahap minda. Semakin tinggi tahap minda seseorang, semakin tinggi jugalah kedudukan orang tersebut dalam agama Buddha.Seseorang individu menjadi sami atas permintaan dan kerelaan hati sendiri tanpa paksaan daripada sesiapa. Dia minta "ditasbihkan" sebagai sami di dalam Ubosatha di depan Upaccaya dan disaksikan oleh para sami lain serta ibu bapa dan masyarakat. Ini bermakna dia yang minta untuk "mengamalkan Tri-sikkha" secara rela hati. Habis, kenapa setelah menjadi sami dia tidak mempedulikan Tri-sikkha tersebut? Sekadar bermain-main?Umpama seorang kanak-kanak yang minta buah mangga daripada seorang tua, tetapi tidak dimakannya, sebaliknya dibuang ke longkang. Apakah perasaan orang tua itu?Kita minta jadi sami di depan patung Buddha dan disaksikan oleh para sami, ibu bapa dan para penganut agama Buddha yang lain, tetapi kita tidak mengamalkan kewajipan sami (praktis tri-sikkha), sebaliknya membuat perkara lain. Berdosalah kita kepada Buddha, Dhamma, Sangha, ibu bapa dan orang ramai.Sekiranya kita belum bersedia mempraktis Tri-sikkha, tidak usah kita masuk Uposatha minta dijadikan sami (Bhikkhu) kerana kita akan menanggung dosa yang maha besar. Dan andainya kita sedang praktis Tri-sikkha, tiba-tiba "kain kuning terasa panas" segeralah la sikkha. Kita tidak akan berdosa, malah kita akan dihormati kerana tidak "merosakkan diri dan agama".สิกขา 3 หรือ ไตรสิกขา (ข้อที่จะต้องศึกษา, ข้อปฏิบัติที่เป็นหลักสำหรับศึกษา คือ ฝึกหัดอบรมกาย วาจา จิตใจ และปัญญา ให้ยิ่งขึ้นไปจนบรรลุจุดหมายสูงสุดคือพระนิพพาน — the Threefold Learning; the Threefold Training)1. อธิสีลสิกขา (สิกขาคือศีลอันยิ่ง, ข้อปฏิบัติสำหรับฝึกอบรมในทางความประพฤติอย่างสูง — training in higher morality)2. อธิจิตตสิกขา (สิกขาคือจิตอันยิ่ง, ข้อปฏิบัติสำหรับฝึกหัดอบรมจิตเพื่อให้เกิดคุณธรรมเช่นสมาธิอย่างสูง — training in higher mentality)3. อธิปัญญาสิกขา (สิกขาคือปัญญาอันยิ่ง, ข้อปฏิบัติสำหรับฝึกอบรมปัญญา เพื่อให้เกิดความรู้แจ้งอย่างสูง — training in higher wisdom)เรียกง่ายๆ ว่า ศีล สมาธิ ปัญญา (morality, concentration and wisdom)สิกขา การศึกษา, การสำเหนียก, ข้อที่จะต้องศึกษา, ข้อปฏิบัติสำหรับฝึกอบรม มี ๓ อย่างคือ๑. อธิสีลสิกขา ฝึกอบรมในเรื่องศีล๒. อธิจิตตสิกขา ฝึกอบรมในเรื่องจิต เรียกง่ายๆ ว่า สมาธิ๓. อธิปัญญาสิกขา ฝึกอบรมในเรื่องปัญญารวมเรียกว่า ไตรสิกขาSaya bangga menjadi penganut agama Buddha kerana saya tidak perlu berebut nama Baginda Buddha dengan sesiapa. Sesiapa pun tidak akan berebut dengan saya. Saya memanggil Buddha sebagai Phra Buddhachao. Kawan saya memanggil Phra Buddhichao. Kawan saya yang lain memanggil Sakyamuni. Kawan saya yang lain lagi memanggil Sang Bhagava. Dan banyak lagi kawan saya yang memanggil nama Buddha mengikut kebiasaan masing-masing. Pokoknya, saya tidak perlu dan tidak pernah berebut nama Buddha dengan sesiapa. Itulah yang menjadi kebanggaan saya.Ada apa pada nama? Jikalau merujuk kepada nama orang biasa-biasa seperti kita memang tidak ada apa penting sangat. Tetapi nama pengasas agama tentulah ada sesuatu yang lebih daripada sekadar nama.Buddha memanggil diri sendiri sebagai Tathagata (Thai: Tathagot). Apabila memberi khutbah kepada para sami, Buddha menggunakan Tathagata sebagai nama ganti diri. Kenapa Baginda menggunakan nama Tathagata?1. *Loka (dunia) merupakan keadaan yang telah diketahui dengan jelas oleh Buddha. Oleh itu, Buddha telah berjaya melepaskan diri daripada dunia. Buddha begitu arif dengan sebab-sebab kewujudan dunia. Oleh itu, Buddha telah berjaya meninggalkan sebab-sebab tersebut dengan sempurna. Buddha juga arif dengan penghapusan dunia. Oleh itu, Buddha telah berjaya menghapuskan dunia. Jalan bagi penghapusan dunia telah diketahui Buddha. Dan Buddha telah mencapai jalan penghapusan dunia tersebut. (Merujuk Ariya Sacca 4)(Loka/dunia di sini bermaksud Dukkha/kesengsaraan).2. Ayatana di mana manusia, dewa, mara, Brahma (Phrom), Samana-Brahmana dan makhluk lain melihat, mendengar, menghidu, merasa, menyentuh, mengetahui dengan hati/minda, mencari, melekat (kemelekatan), Ayatana tersebut telah diketahui dengan terang/jelas (melalui Pencerahan Sempurna) oleh Buddha. Sebab itulah Buddha memperolehi gelaran Tathagata.3. Semenjak Buddha memperolehi Pencerahan Sempurna (Samma-Sambodhi) sehinggalah Baginda Parinibbana (selama 45 tahun), Buddha telah mengajar dan memberi khutbah; semua pengajaran dan khutbah tersebut tidak pernah bercanggah, berbeza, atau bertentangan antara satu sama lain. Sebab itulah Buddha memperolehi gelaran Tathagata. (Maksudnya, ajaran Buddha sentiasa terpelihara "keselarasannya"; tidak berubah-ubah mengikut peredaran waktu).4. Buddha tidak berkata begitu, tetapi berbuat begini. Buddha tidak bercakap A, tetapi berbuat B. Pertuturan dan perbuatan Buddha sentiasa selari. Sebab itulah Buddha memperolehi gelaran Tathagata.5. Dalam segala dunia - manusia, dewa, mara, Bhrama, samana-Brahmana dan mahkluk lain, Buddha paling unggul; tidak "ditakluki" oleh sesiapa; berjaya melihat segala benda; dan mempunyai kuasa tertinggi (melalui Dhamma) tanpa ada kuasa (individu) lain mampu menandinginya. Sebab itulah Buddha memperolehi gelaran Tathagata.(Sutta ini harus difahami dengan pengamatan yang mendalam).Nama-nama Buddha yang lain ialah:Dhammakaya, Brahmakaya/Phromakaya, Dhammaputa, Brahmaputa/Phromaputa, Samana, Brahmana, Vetkhu, Phisakko, Nimomlo, Vimako, Yani, Vimutto.Oleh itulah saya katakan tiada siapa berebut nama Buddha dengan saya kerana tiada siapa di dunia ini yang serupa dengan Buddha dan layak memakai gelaran Tathagata. Buddha hanya satu; tiada dua atau tiga Buddha di dunia ini dalam sesuatu masa! Ini bukan perarakan kereta berhias sempena Hari Wesak.
Thailand - Sami mabuk pandu kereta tanpa lesen, ditangkap polis di sekatan jalan raya. Mengaku minum mabuk menyambut Tahun Baru 2010.
Sami dari Wat Sri Vichaivanaram, Wilayah Loei, Thailand memandu kereta pergi beli beer bersama seorang kawan yang juga seorang sami. Kawannya telah menukar jubah kuning dengan memakai baju T dan seluar jeans. Mereka ditahan dalam sekatan jalan raya. Selepas ditahan, sami setan ini dibawa ke wat untuk upacara "la sikkha" (keluar dari sami) sebelum didakwa memandu tanpa lesen.
Mereka mengaku minum beer meraikan Tahun Baru 2010 di dalam sebuah kutti (kediaman sami) di belakang wat. Kebetulan beer habis, tetapi minum belum cukup. Mereka pinjam kereta kawan, yang juga sami dalam wat yang sama untuk keluar beli beer. Malang tidak berbau, setan berbulu sami terserempak dengan polis di sebuah sekatan jalan raya lalu ditangkap.
Abang polis di Malaysia, sekiranya terjumpa lelaki berjubah kuning tolong bagi "tiup seruling" kalau-kalau ada kandungan alkohol dalam nafas. Spesis ini ada di merata tempat.
วันที่ 04 มกราคม พ.ศ. 2553 ปีที่ 19 ฉบับที่ 6976 ข่าวสดรายวันซิ่งเก๋ง-ซื้อเบียร์ พระเมา! ถูกจับคาด่านตร.ทั้งผ้าเหลือง-แถมไม่มีใบขับขี่ สารภาพฉลองปีใหม่ติดพัน ส่งตัวให้เจ้าอาวาส-สึกทันทีพระซิ่ง - พระรุ่งอรุณ ครุตสร้อย พระลูกวัดศรีวิชัยวนาราม อ.เมืองเลย ขับเก๋งไปซื้อเบียร์โดยมีพระดนัย สร้อยดอกจิก ถอดเหลืองใส่เสื้อยืดกางเกงยีนส์นั่งไปเป็นเพื่อน ถูกตร.จับคาด่าน ก่อนนำไปสึกแล้วดำเนินคดีข้อหาไม่มีใบอนุญาตขับขี่ตร.เมืองเลยตั้งด่านตรวจวันปีใหม่ ผงะเจอพระสงฆ์ 2 รูป ซิ่งเก๋งแลนเซอร์ในสภาพเมาแอ๋ออกมาหาซื้อเบียร์ ทั้งที่ยังห่มเหลือง ส่วนอีกรูปแต่งชุดฆราวาสเสื้อยืด กางเกงยีนส์ สารภาพนั่งดวดกันอยู่ในกุฏิติดพัน เบียร์หมดเลยยืมรถพระในวัดออกมาหาซื้อจะไปกินต่อ ตร.ส่งตัวให้เจ้าอาวาสทำพิธีสึกทันทีก่อนคุมตัวดำเนินคดีข้อหาไม่มีใบอนุญาตขับขี่เมื่อเวลา 00.30 น. วันที่ 3 ม.ค. ที่บริเวณสามแยกถนนสถลเชียงคาน กับถนนทุ่งนาเมี่ยง หมู่บ้านแฮ่ ต.กุดป่อง อ.เมืองเลย เจ้าหน้าที่ตำรวจจราจร สภ.เมืองเลย จำนวน 7 คน นำโดยพ.ต.ท.ณัฐกฤต ดำวิเศษชัย หัวหน้าจราจรจังหวัดเลย ตั้งจุดตรวจตามคำสั่งของพ.ต.อ.วรการ บุญประคอง ผกก. ในช่วงเทศกาลส่งท้ายปีเก่าต้อนรับปีใหม่ต่อมามีรถยนต์เก๋งยี่ห้อมิตซูบิชิแลนเซอร์ สีเขียว หมายเลขทะเบียน กข 6162 เลย วิ่งมาจากทางสยามแยกทองคำเข้ามาในตัวตลาด พ.ต.ท.ณัฐกฤตจึงสกัดให้หยุดเพื่อตรวจค้นทันที เมื่อรถจอดตำรวจก็เข้าไปตรวจก็ได้กลิ่นเบียร์โชยออกมาจากในรถและพบว่าคนนั่งอยู่ในรถเก๋งตอนหน้าที่นั่งคนขับห่มผ้าเหลืองคล้ายพระภิกษุ อีกคนใส่เสื้อยืดสีดำ กางเกงยีนส์ขายาว หัวโล้น ไม่มีคิ้ว คล้ายพระภิกษุสงฆ์ เจ้าหน้าที่จึงเรียกทั้งสองลงมาจากรถทราบชื่อในเวลาต่อมา คนห่มผ้าเหลืองเป็นพระ ชื่อพระรุ่งอรุณ ครุตสร้อย อยู่บ้านเลขที่ 43/1 ต.เต่ากลอย อ.นากลาง จ.หนองบัวลำภู เป็นคนขับรถ อีกคนที่ไม่ห่มผ้าเหลืองก็เป็นพระเช่นกัน ชื่อพระดนัย สร้อยดอกจิก อายุ 28 ปี อยู่บ้านเขที่ 118 หมู่ 4 ต.กกสะทอน อ.ด่านซ้าย จ.เลย เป็นพระจำพรรษาอยู่ที่วัดศรีวิชัยวนาราม อ.เมือง เลย จากการตรวจแอลกอฮอล์วัดได้ 30 มิลลิกรัมเปอร์เซ็นต์สอบสวนทั้งสองให้การรับสารภาพว่า นั่งกินเบียร์ฉลองปีใหม่อยู่ที่กุฏิหลังวัด เบียร์หมดก็เลยยืมรถของพระที่อยู่ในวัดออกมาหาซื้อเบียร์ โดยมีพระรุ่งอรุณ เป็นคนขับ ส่วนพระดนัย ใส่กางเกงยีนส์ขายาว เสื้อยืดสีดำ จากนั้นทางเจ้าหน้าที่ตำรวจนำพระทั้งสองไปให้ท่านเจ้าคุณพระสุวรรณธีราจารย์ เจ้าอาวาสสอบสวน ก่อนจะทำพิธีสึกพระทั้งสองรูปทันที จากนั้นเจ้าหน้าที่ควบคุมตัว พระรุ่งอรุณดำเนินคดีใน ข้อหาขับรถยนต์โดยไม่มีใบอนุญาตขับรถต่อไปDalam ketiga-tiga Pitaka, Vinaya Pitaka dan Sutta Pitaka (Suttanta Pitaka) lebih tua daripada Abidhamma Pitaka. Vinaya Pitaka dan Sutta Pitaka wujud sejak zaman Buddha dalam nama "Dhamma-Vinaya".Buddha mengajar Dhamma-Vinaya di tempat mana dan bila, para Savaka yang mendengarnya akan menghafalnya dengan baik, kemudian diwariskan kepada murid mereka secara lisan. Penulisan Dhamma-Vinaya belum dilakukan walaupun zaman Buddha tulisan/aksara sudah diguna pakai.Penulisan Dhamma-Vinaya tidak dilakukan mungkin kerana tradisi masyarakat India ketika itu yang suka menghafal dan mengingat ajaran agama dalam hati. Bagi mereka ajaran agama sesuatu yang suci dan tidak patut disimpan dalam "benda" luar (kulit kayu, kertas dll) yang mungkin terdedah kepada bahaya kepupusan.Dalam beberapa Sutta, ada dinyatakan 5 kaedah pembelajaran iaitu:1) Mendengar ;2) Mengingat;3) Menghafal dengan mulut;4) Berusaha memahami maksudnya dengan hati;5)Memahami maksudnya dengan jelas.Setelah Buddha parinibbana (wafat), pembelajaran Dhamma-Vinaya masih dilakukan secara lisan. Oleh sebab ajaran Buddha selama 45 tahun terlalu banyak dan mustahil dapat diingat dan dihafal dengan baik oleh seorang individu, lalu dilakukan pengkhususan di kalangan Bhikkhu. Bhikkhu yang mahir Vinaya; mengingat dan menghafal Vinaya dipanggil Vinai-thorn. Bhikkhu yang mahir Sutta; mengingat dan menghafal Sutta dipanggil Dhamma-thorn. Bhikkhu yang mengingat dan menghafal Sutta dibahagikan kepada 2 lagi iaitu Bhikkhu yang mengingat dan menghafal Sutta panjang dan Bhikkhu yang mengingat dan menghafal Sutta sederhana panjang. Pembelajaran Dhamma-Vinai melalui tradisi lisan (oral tradition) ini berlanjutan sekian lama.Mengikut bukti yang terdapat dalam Kitab Thipa-Wangsa (Sri Lanka) yang ditulis sekitar tahun 400M, Tipitaka dan Atta-katha ditulis kali pertama dalam daun lontar (bai larn) di Sri Lanka sekitar tahun 103-77 SM sempena "Sanghayana" yang dianggap oleh Theravada sebagai kali ke-4(tiga kali sebelum itu diadakan di India).Seandainya bukti dalam Kitab Thipa-Wangsa boleh dipercayai, bolehlah kita rumuskan bahawa kali pertama tipitaka ditulis dalam daun lontar 500 tahun selepas Baginda Buddha wafat atau lebih kurang 2000 tahun dahulu.Sebelum Dhamma-Vinaya ditulis kali pertama dalam daun lontar, terdapat tulisan dalam bentuk "batu bersurat" pernah dijumpai di India. Batu bersurat ini dikatakan ditulis pada abad ke-2 atau ke-3 tahun Buddha, iaitu sebelum era Raja Asoka. Dalam batu bersurat itu dicatatkan nama-nama individu yang mahir agama mengikut bidang masing-masing.Malahan dalam Batu Bersurat Raja Asoka yang dijumpai terdapat catatan tentang Vinaya Pitaka dan Sutta Pitaka. Beliau turut menggesa Bhikkhu, Bhikkhuni, Ubasaka dan Ubasika tekun mendengar Dhamma-Vinaya dan memahami maksudnya dengan betul.Selain daripada bukti di atas, terdapat banyak lagi bukti yang menunjukkan bahawa Vinaya Pitaka dan Sutta Pitaka wujud terlebih dahulu daripada Abidhamma Pitaka. Tipitaka (Thai: Phra Traipidok) ialah kitab suci agama Buddha. Pitaka bermaksud raga. Ti/Tri bermaksud 3. Tipitaka bermaksud 3 biji raga (untuk memuatkan 3 cabang ajaran Buddha).
3 Raga atau Tipitaka mengandungi:
1. Vinaya Pitaka (disiplin Bhikkhu dan Bhikkhuni)
2. Sutta Pitaka (khutbah Buddha)
3. Abhidhamma Pitaka (ajaran berkaitan psikologi dan falsafah agama Buddha)
Tipitaka versi Theravada merupakan kitab suci agama Buddha paling lengkap dan paling tua yang tertulis dalam bahasa Pali.
Kitab Tipitaka "Pali" yang diterbitkan dalam tulisan Thai mengandungi 45 buku/jilid (sempena 45 tahun penyebaran ajaran oleh Buddha sejak memperolehi Pencerahan Sempurna sehingga Parinibbana). Pecahannya seperti berikut:
1. Vinaya 8 jilid;
2. Sutta 25 jilid;
3. Abidhamma 12 jilid.
Tipitaka versi Pali (Theravada) yang diguna pakai di Sri Lanka, Myanmar, Negara Thai, Kemboja, dan Laos berasal dari kitab Pali Sri Lanka.
Tipitaka versi bahasa Thai yang diterjemahkan daripada bahasa Pali diterbitkan pertama kali pada tahun 1957 sebanyak 80 jilid (sama dengan usia Buddha). Setelah dikemaskini, tinggal 45 jilid seperti hari ini.
Selain Tipitaka bahasa Pali, terdapat Tipitaka dalam bahasa Sanskrit tulen, Sanskrit campuran (Hybrid Sanskrit), bahasa Gilgit, bahasa Turki, bahasa Soghdian, bahasa Urguish, (3 bahasa terakhir terdapat di Asia Tengah) bahasa Cina dan bahasa Tibet.
Namun, Tipitaka dalam bahasa yang disebutkan di atas tidak selengkap Tipitaka bahasa Pali (versi Theravada). Dahulunya lengkap, tetapi terdapat bahagian yang tercicir selepas masa berlalu
WANITA MEMAINKAN ALAT MUZIK.
Sabtu, 18 Disember 2010
RAJA BERSIONG,BERAHMAN INDERA DAN BALAI NOBAT.
Labels:photos Misteri dan Penerangan semula
Oleh anaianaiBerahman Indera atau lebih dikenali dengan nama Balai Besar dibina dalam tahun 1668 masihi oleh tentera-tentera Maharaja Cina Manchu. Mereka ini didatangkan khas atas perintah Maharaja Cina Dinasti Manchu dan ditempatkan di Pekan Cina berhampiran dengan jeti lama di Alor Setar. Pekerja-pekerja Melayu pula ditempatkan di Pekan Melayu. Titah perentah untuk membina Berahman Indera ini diberikan oleh Sultan Muhiyuddin Mansor Syah ibni Sultan Mahmud Syah Melaka (cop mohor dijumpai baru-baru ini), Maharaja Benua Islam Siam, Nagara Kedah ketika itu. Bukan itu saja, baginda turut menitahkan pembinaan Balai Nobat dan Istana Kuning. Buku-buku sejarah mengatakan bahawa ia dibina atas arahan Sultan Nai Nal Azilin II, Sultan Kedah pada masa itu. Maklumat ini tidak benar kerana Paduka Seri Sultan Nai Nal Azilin II adalah Paduka Seri Perdana Menteri dan Penghulu Berahman Indera. Sesetengah buku sejarah pula telah menukar nama baginda kepada Zainal Abidin sedangkan Nai dalam bahasa Siam (bukan bahasa Thai) bermaksud 'Syed'.Sultan Muhiyuddin Mansor Syah dikenali sebagai Boromokot, Sri Tammaraja II, Cau Pija Kersan mengikut rekod pemerintahan Maharaja Benua Islam Ayuthia. Semasa itu, baginda bersemayam di Istana Kota Palas Pulau Langkawi. Jika hari ini Bandar Hilir terletak di Bandar Melaka, Ulu Melaka pula terletak di Pulau Langkawi. Baginda berkahwin dengan Puteri Hang Li Poh dan merupakan menantu Maharaja Cina. Perkahwinan ini membuahkan dua orang cahayamata iaitu Khalifah Syarif Abu Bakar Syah dan adindanya Nang Che Puan. Khalifah Syarif, kemudian nanti menggantikan ayahandanya, sementara adindanya, Nang Che Puan dikahwinkan dengan Paduka Seri Sultan Nai Nal Azilin II, Perdana Menteri Kedah. Nama-nama ini amat penting dalam Sejarah negara kita kerana ia merupakan satu peradaban dan ketamudunan bangsa Melayu dari rumpun Siam. Tahukah anda bahawa pada hari ini Makam Sultan Muhiyuddin Mansor Syah di Pulau langkawi di klasifikasikan sebagai makam Purba? Begitulah sebenarnya yang terjadi kepada sejarah negara kita pada hari ini. Usaha untuk memadamkan sejarah orang Siam Islam dari rumpun Melayu ini masih berjalan secara senyap dibelakang tabir. Makam Nang Che Puan berada di di tepi sungai,pejabat TDC Alor Setar, sedangkan makam suaminya terletak di Makam di Raja Langgar. Ia terletak bersebelahan Balai Bomba, terbiar begitu sahaja. Selagi kita tidak jujur memperkatakan tentang sejarah negara sampai bila-bila masa pun kekusutan sejarah nusantara ini tidak akan terurai.Semasa pembinaan Berahman Indera sedang berjalan, Raja Kubang Pasu ketika itu bernama Paduka Seri Sultan Sulaiman. Ayahanda Paduka Seri Sultan Sulaiman ialah Paduka Seri Per Abu, Sultan Nara Wanara (Kelantan dan Trengganu) yang berkahwin dengan keturunan Batak dari Sumatera. Tengku Sulaiman telah membunuh seorang demi seorang tentera Cina manchu ini (anggaran 10 orang kesemuanya) lalu memasak dan memakan daging mereka. Tulang-tulang mereka di kumpulkan berhampiran Istana Bukit Tinggi. Setelah di jalankan siasatan diraja, Tengku Sulaiman dipanggil mengadap Sultan Muhiyuddin Mansor Syah. Setelah diadili, Sultan Muhiyuddin Mansor Syah meyebut perkataan “Raja Tui yangkam belot yukbat” bermaksud, Raja Sulaiman derhaka enggan serah kuasa (rujuk Undang Undang Kedah, m.s 24). Tengku Sulaiman telah melarikan diri ke Singgora (Songkhala, Thailand) yang masih lagi berada dalam wilayah Kedah ketika itu. Baginda Sultan Muhiyuddin Mansor Syah telah memerintahkan Raja Acheh iaitu Mahkota Alam untuk menangkap Tengku Sulaiman. Akhirnya, Tengku Sulaiman memberi tentangan dan baginda dibunuh oleh Mahkota Alam di Singgora. Untuk maklumat semua Mahkota Alam ialah Raja Acheh dikenali sebagai Hang Tuah di Melaka dan sebagai Narai di Ayuthia. Nama sebenar baginda ialah Tun Saaban. Di Masjid Kerisek di Patani masih lagi terdapat pintu gerbang yang dinamakan Pintu Gerbang Hang Tuah. Ini bermakna baginda ada singgah bersembahyang di masjid tersebut dalam perjalanan bersama tentera baginda untuk menangkap Tunku Sulaiman yang mana hari ini kita kenali sebagai Raja Bersiong. Dalam sejarah Kedah hari ini dikatakan bahawa kedatangan baginda adalah untuk menyerang Kedah, bukan begitu realitinya.Konsep pemerintahan di Ayuthia ialah seperti jawatan Yang Di Pertuan Agong di Malaysia hari ini dimana ia di lantik dari Paduka Seri Sultan Acheh, Patani, Kedah, Melaka, Borneo, Toung Oo di Myanmar dll. Oleh kerana itu dari 33 Maharaja yang memerintah Ayuthia , hanya 3 sahaja makam terdapat di sana, yang lain tidak diketahui keberadaannya oleh pengkaji sejarah Thailand dan Antarabangsa (atau mereka enggan mendedahkannya?). Sekiranya saudara membaca artikel ini sampai kesini, tembelang Raja Thai (bukan Raja Siam) telah dipecahkan.Sehingga hari ini keturunan Cina Manchu ini masih lagi ada dan hidup sebagai orang Melayu islam dan tinggal berdekatan Bukit Tinggi Kubang Pasu dan di Alor Cina, Mukim Tualang Kedah.
Khamis, 16 Disember 2010
TANDA-TANDA MENJELANGNYA KIAMAT.
KITA SEBAGAI UMAT ISLAM TIDAK DI BERITAHU BILAKAH BERLAKUNYA KIAMAT?.ESOK,LUSA,BULAN DEPAN,MINGGU DEPAN,TAHUN DEPANATAU SETERUSNYA.ADALAH MENJADI KEYAKINAN KITA BAHAWA KIAMAT PASTI AKAN BERLAKUNYA KIAMAT.CUMA DI DALAM AL-QURAN AL HADIS ADA DI SEBUT TANDA-TANDA KIAMAT AKAN TERJADI.INSYALLAH BAGI ORANG YANG BERIMAN ITU ADALAH TANDA-TANDA KEKUASAAN ALLAH SWT YANG PERLU KITA HADAPI DENGAN BANYAK AMALAN,BERTAKWA.
Rabu, 8 Disember 2010
PEREMPUAN MENGHIBURKAN LELAKI.
Dunia hari ini kian tenat,ibaratkan ibu yang sedang sakit melahirkan anak.Maksiat dan kemungkaran ada di mana sahaja,malah di depan mata sendiri.Setiap kali terbitnya dalam surat khabar harian,pasti ada sahaja perogolan di siarkan.Manusia hari ini sudah ramai yang hilang pegangan iman dan hidup hanya bertuhankan nafsu.Tidak kira siapa,asalkan nafsu dapat di lepaskan.Apa yang menyedihkan,darah daging sendiri yang menjadi mangsa rogol.
ADAB MENERIMA DAN MELAYAN TETAMU.
1.TETAMU – Orang yang menziarahi orang lain sama ada dijemput ataupun tidak dijemput.
2.Menerima dan melayan tetamu adalah amalan yang amat digalakkan dalam islam.
ADAB TERHADAP TETAMU
1. MEMBERI LAYANAN YANG BAIK
- Menyambut tetamu- Bersalaman- Mempersilakan masuk- Menyediakan tempat yang selesa
2.BERSIFAT IKHLAS DAN BERLAPANG DADA
- Gembira tetamu datang
- Tidak berasa kedatangan tetamu mengganggu aktiviti harian.
3.MENJAMU TETAMU- Sedia makanan terbaik mengikut kemampuan.- Jemput tetamu makan dan jangan mengemas sehingga tetamu selesai
makan.
4.MENYEDIAKAN KEMUDAHAN YANG BAIK KEPADA AHLI KELUARGA
-Terutama apabila tetamu hendak bermalam.
5.BERMUKA MANIS
Sentiasa senyum
Berbual-bual
Tutur kata yang tidak menyinggung perasaan.
Membantu perkembangan institusi pelancongan
Menarik perhatian orangbukan islam terhadapkeindahan Islam
Mengeratkan silaturrahim dan
memupuk semangat perpaduan
Bertambah kasihsayang antara tetamudan tuan rumah yangdikunjungi
Murah rezeki,
dirahmati dan
diberkati Allah.
Mendapat ganjaran
pahala dan keampunan
Allah SWT.
KELEBIHANMELAYANTETAMU
Batas Pergaulan Bersama Tetamu:
Pakaian bersih, menutup aurat dan kemas.
Jaga suasana rumah supaya tidak mengganggu
ketenteraman tetamu.
Elak melakukan sesuatu yang menjatuhkan maruah
tetamu.
M a k lu m k a n t e t a m u s e k ir a n y a k it a a d a u r u s a n d i lu a r .
Implikasi Tidak Beradab Dengan Tetamu:
Tetamu berasa terhina dan tidak dihormati..
Menimbulkan pergaduhan dan perpecahan.
Menghilangkan rasa kasih saying antara
masyarakat.
Menjauhkan orang bukan Islam daripada mendekati
dan memahami Islam.
Menjadikan institusi pelancongan tidak mendapat
sambutan.
Menjatuhkan imej diri, masyarakat dan negara.
ADAKAN SEJARAH DI PERINGKAT SEKOLAH RENDAH ATAU MENENGGAH.
KEDAH,PERLIS,PERAK DAN KELANTAN DI SATUKAN DENGAN THAILAND.
PROSES KEJADIAN NABI ADAM.
ADAM DI BEKALKAN DENGAN ILMU
Selasa, 7 Disember 2010
ULANG TAHUN RAJA THAILAND.