Rabu, 16 Januari 2013

SEJARAH AGAMA BUDDHA

1. Kehidupan Masyarakat India Pra-Buddha

Agama Buddha berasal dari India bagian utara diajarkan oleh Buddha Sakyamuni. Beliau juga dikenal dengan sebutan Buddha Gautama, Bhagava, Tathagata, Sugata, dan sebagainya. Pada masa kecil, Beliau adalah seorang pangeran, bernama Siddharta. Pangeran Siddharta dilahirkan pada tahun 623 sebelum Masehi, jadi sekitar 2600 tahun yang lalu.

Sebelum lahirnya agama Buddha, masyarakat India telah mengenal berbagai kepercayaan agama. Saat itu terdapat beberapa pandangan hidup di India. Pada periode awal, masyarakat India bercorakkan tradisi pertapaan dengan pertapa-pertapa berambut panjang yang telanjang. Periode berikutnya, masyarakat mengenal upacara-upacara keagamaan dan ritus kurban dari kaum Brahmana.

Selanjutnya, masyarakat India mengenal agama dari kaum Upanishad. Menurut kaum ini, manusia memiliki suatu diri atau jiwa yang kekal. Kebahagiaan kekal hanya dapat diraih jika manusia dapat bersatu dengan alam semesta. Untuk bersatu dengan alam semesta, mereka mengembangkan meditasi yoga.

Pandangan ini mendapat reaksi keras dari kaum materialis. Kaum materialis menganggap bahwa tidak ada jiwa yang kekal. Menurut kaum ini, jiwa tidak lain tidak bukan adalah badan jasmani itu sendiri. Setelah kematian, kehidupan manusia berakhir, tidak ada lagi kehidupan berikutnya. Kebahagiaan kekal itu tidak ada. Kebahagiaan hanya dapat diraih selagi hidup. Mereka yang mengikuti kaum materialis menjalani hidup bersenang-senang untuk menikmati kebahagiaan duniawi.

Perkembangan selanjutnya, masyarakat India mengenal tradisi pertapaan keras dari kaum Jaina. Kaum ini percaya bahwa setiap manusia sesungguhnya memiliki jiwa yang suci dan bersih dalam dirinya. Jiwa yang murni ini menjadi kotor karena perasaan-perasaan indera. Menurut kaum ini, kebahagiaan kekal dapat dicapai bila dapat membunuh perasaan-perasaan indera melalui cara-cara penyiksaan diri.

2. Masa Kehidupan Sang Buddha

Pangeran Siddharta dilahirkan dalam sebuah keluarga kerajaan. Ayahnya adalah seorang raja yang memerintah di kota Kapilavasthu. Hidup dalam keluarga istana, sang pangeran bergelimangan dengan kesenangan-kesenangan duniawi.

Kehidupan dalam kebahagiaan duniawi sangat didambakan banyak orang. Kekayaan yang berlimpah, kekuasaan yang tinggi, istri yang cantik, dan segala kemewahan duniawi lainnya. Kehidupan yang serba berlebihan di mana segala keinginan dapat terpenuhi ternyata tidak membuat sang pangeran berbahagia. Setelah sekian lama menikmati kehidupan duniawi yang menyenangkan dalam istana, suatu perjalanan keluar istana yang untuk pertama kalinya dilakukan dalam masa hidupnya segera merubah seluruh jalan hidupnya.

Kejadian di luar istana yang belum pernah ditemuinya selama hidup di dalam istana: orang tua renta yang berjalan tergopoh-gopoh dengan bantuan sebuah tongkat, orang sakit parah yang sedang merintih kesakitan dalam pembaringan, orang mati yang diusung menuju tempat kremasi, dan seorang pertapa suci yang sedang bermeditasi dengan heningnya; keempat kejadian yang dijumpainya ini pada kesempatan berbeda, telah membuat dirinya merenung dan terus merenung akan hidup ini: Mengapa harus ada usia tua? Mengapa harus ada masa sakit? Mengapa harus ada kematian? Mengapa harus ada penderitaan? Apa arti hidup ini? Dapatkah manusia terbebas dari usia tua, sakit dan mati?

Demikianlah batinnya diliputi dengan segala pergolakan yang akhirnya puncak pergolakan pada usia 29 tahun di mana Beliau memutuskan untuk menjalani kehidupan suci, seperti halnya kejadian keempat yang telah dilihatnya: seorang pertapa suci yang sedang tenang bermeditasi. Beliau memutuskan untuk mengikuti jejaknya dalam menemukan jawaban atas semua hal yang menyebabkan penderitaan manusia. Beliau bertekad untuk menemukan obat penderitaan yang dapat membebaskan manusia dari penderitaan karena usia tua, sakit dan mati. Masa ini disebut sebagai Masa Pelepasan Agung.

Pangeran Siddharta telah membuktikan bahwa kebahagiaan yang diperoleh dari kehidupan duniawi bukanlah kebahagiaan yang abadi. Kebahagiaan duniawi bersifat sementara. Setelah kebahagiaan lenyap, muncullah penderitaan. Demikianlah dalam hidup ini, suka dan duka datang silih berganti.

Beliau yakin adanya suatu kebahagiaan yang bersifat abadi. Dalam usaha pencarian, Beliau mengembara dan berturut-turut berguru kepada beberapa orang guru meditasi. Pertapa Gautama, demikianlah kemudian Beliau dikenal, mempelajari berbagai ilmu meditasi. Dengan cepat, Beliau menyamai kepandaian gurunya. Demikianlah, Beliau berpindah dari satu guru ke guru lainnya dan dengan segera pula segala ilmu dari gurunya dapat dikuasainya. Namun, usaha Beliau menemukan obat penderitaan tetap belum berhasil.

Dalam meditasi, Beliau berhasil menemukan adanya suatu bentuk kebahagiaan yang melebihi kebahagiaan duniawi. Kebahagiaan dalam meditasi ini adalah kebahagiaan spiritual. Kebahagiaan spiritual berbentuk lebih halus. Tetapi, Beliau menyadari bahwa kebahagiaan ini belumlah sempurna, masih bersifat sementara.

Akhirnya, Beliau mencoba menemukan sendiri Jalan Pembebasan tersebut, yang membebaskan manusia dari penderitaan. Beliau mulai mempraktekkan pertapaan dengan menyiksa diri. Setelah bertahun-tahun bertapa menyiksa diri membuat tubuh Beliau kurus kering. Hampir saja Beliau mati karena tubuhnya yang tinggal kulit pembalut tulang. Namun, Jalan Pembebasan tidak juga diperolehnya. Jawaban atas semua penderitaan tetap tidak didapatkannya.

Hingga pada suatu saat, Beliau disadari oleh serombongan pemain kecapi yang sedang lewat sambil berbincang-bincang menasehati yang lain:
"Jika tali senar ini dikencangkan, suaranya akan semakin tinggi. Jika terus dikencangkan, senarnya akan putus dan lenyaplah suaranya. Jika tali senar ini dikendorkan, suaranya akan melemah. Jika terus dikendorkan, lenyaplah suaranya."

Kata-kata ini ternyata telah menyadari Pertapa Gautama bahwa di dalam tubuh yang lemah karena menyiksa diri, tidak akan ditemukan pikiran yang jernih. Bagaimana Pengetahuan tentang Pembebasan dapat diperoleh tanpa pikiran yang jernih?

Pertapa Gautama akhirnya memutuskan untuk bangkit dari meditasinya. Beliau ingin mengakhiri cara bertapa menyiksa diri dan bergegas untuk mandi membersihkan tubuhnya. Namun, begitu Beliau bangkit, tubuhnya yang sedemikian lemahnya tak kuat menopang dirinya, yang membuatnya segera terjatuh pingsan.

Saat itu, seorang pemuda gembala bernama Nanda sedang lewat dan segera menolongnya. Ia memberikannya semangkuk air tajin. Ketika Beliau sadar dari pingsannya, Beliau segera mencicipi air tajin tersebut, dan akhirnya secara perlahan kesehatannya pulih kembali.

Pertapa Gautama pun akhirnya meninggalkan kehidupan menyiksa diri. Beliau telah membuktikan bahwa kehidupan menyiksa diri tidak akan membawa seseorang kepada kebahagiaan abadi, Jalan Pembebasan, Pencerahan Sempurna.

Beliau kemudian memutuskan untuk bermeditasi di bawah pohon Bodhi sambil mengumandangkan kebulatan tekadnya dengan berprasetya: "Meskipun darahku mengering, dagingku membusuk, tulang belulangku jatuh berserakan, tetapi Aku tidak akan meninggalkan tempat ini sampai Aku mencapai Pencerahan Sempurna."

Dikisahkan bahwa di dalam meditasinya, pertapa Gautama dihantui perasaan-perasaan bimbang dan ragu. Pikiran-pikiran seperti keinginan nafsu, keinginan jahat, ketakutan, keragu-raguan dan kemalasan mencoba menggagalkan usahanya dalam meraih Pengetahuan mengenai Pembebasan. Hampir saja Beliau dikalahkan oleh Mara, penggoda yang dahsyat itu. Namun dengan keteguhan hati Beliau yang membaja, akhirnya membuat-Nya berhasil menaklukkan Sang Mara.

Pertapa Gotama telah mencapai Pencerahan Sempurna. Beliau telah menjadi Buddha. Peristiwa penting ini terjadi pada saat malam terang purnama di bulan Waisak ketika Beliau berusia 35 tahun. Beliau telah menyadari tentang asal mula penderitaan dan jalan untuk melenyapkannya. Dhamma inilah yang akan diajarkan-Nya kepada seluruh umat manusia agar kita semua dapat mengetahui hakekat sesungguhnya dari kehidupan ini dan berusaha untuk melenyapkan penderitaan sehingga kebahagiaan tertinggi dapat kita raih.

Selama 45 tahun Sang Buddha mengajarkan dhamma kepada umat manusia. Melalui pengalamannya sendiri, dengan usaha dan perjuangan Beliau sendiri, dhamma telah ditemukannya, dan telah diajarkannya pada kita semua.



3. Perkembangan Agama Buddha

Sang Buddha pertama kali mengajarkan dhamma kepada lima orang pertapa di taman rusa Isipatana, Sarnath. Beliau membimbing mereka menuju Arahat. Arahat adalah gelar bagi mereka yang telah melatih diri dan berhasil mencapai tingkat kesucian tertinggi yang dapat dicapai manusia. Seorang Arahat telah terbebas dari kekotoran batin duniawi. Mereka telah bersih dari keserakahan, keinginan yang disebabkan keakuan, kebencian, dan ketidaktahuan akan Jalan Pembebasan.

Dengan sifat-sifat tanpa cela yang dimilikinya, seorang Arahat adalah pelestari dhamma terbaik untuk meneruskan dhamma Sang Buddha di kemudian hari.
Setelah Sang Buddha Parinibbana, para Arahat kemudian berkumpul untuk menghimpun ajaran-ajaran Beliau yang telah disampaikan kepada banyak orang yang berbeda, di waktu dan tempat yang berlainan. Akhirnya, terhimpunlah Kitab Suci Agama Buddha.

Kitab suci berbahasa Pali dinamakan Tipitaka sedangkan kitab suci berbahasa Sansekerta dinamakan Tripitaka. Tipitaka atau Tripitaka berarti tiga keranjang. Nama ini digunakan karena kitab-kitab suci yang tersusun berhasil terkumpul sebanyak tiga keranjang.

Secara kuantitas, kitab suci agama Buddha adalah kitab suci yang paling tebal di antara semua kitab suci yang ada di dunia. Secara keseluruhan, ajaran-ajaran Sang Buddha dan para siswa-Nya yang telah Arahat, jika telah dibukukan diperkirakan memiliki ketebalan berkisar antara puluhan hingga puluhan ribu kali lipat lebih tebal dari Kitab Injil yang telah dikenal umum.

Ajaran Sang Buddha yang sedemikian luasnya menyebabkan tumbuhnya banyak tradisi dan aliran dalam agama Buddha. Mereka mencoba menemukan suatu cara praktis yang mudah untuk mempraktekkan ajaran Sang Buddha yang sangat luas itu dengan penekanan pada sutra-sutra tertentu dalam bagian Kitab Suci Agama Buddha.

Agama Buddha dipraktekkan meluas di India setelah Sang Buddha Parinibbana. Tradisi Buddhis pun terbentuk di wilayah yang sekarang bernama Pakistan dan Afghanistan, dan mengakar di Asia Tengah pada awal Masehi. Invansi Islam di kemudian hari melemahkan agama ini pada sub-benua India dan Asia Tengah.

Dari India, agama Buddha menyebar ke SriLanka. Dari India dan SriLanka, agama Buddha menyebar ke Asia Tenggara dan sekarang berakar kuat di Thailand dan Myanmar. Pemerintahan komunis di beberapa negara Asia telah menekan perkembangan agama Buddha. Namun, sejak abad modern, intelektual Barat mulai tertarik dengan agama Buddha. Banyak vihara Buddhis, pusat-pusat Dharma, dan berbagai tempat pelatihan meditasi telah dibangun di negara-negara Barat.

Dari Asia Tengah, agama Buddha pertama kali masuk ke China, kemudian agama Buddha dibawa dari India. Banyak peziarah China membawa kekayaan naskah agama Buddha dari India ke China. Dalam masyarakat China, agama Buddha mengalami akulturasi dengan kebudayaan masyarakat setempat.

Dari China, agama Buddha menyebar ke Vietnam dan Korea. Dari Korea, agama Buddha mencapai Jepang. Dari Jepang, agama Buddha menyebar ke negara-negara Barat.
Agama Buddha pertama kali diperkenalkan ke Tibet dari Nepal (India Utara) dan China. Dari Tibet, agama Buddha menyebar ke Mongolia dan Manchuria. Sejak China Komunis mencaplok Tibet, ribuan rakyat Tibet terpaksa melarikan diri ke pengasingan di India dan Nepal, dan telah membangun kembali vihara-vihara di India. Banyak pemimpin spiritual di Tibet pergi ke negara-negara Barat dan Asia, yang menyebabkan pusat-pusat Dharma bermunculan.

4. Agama Buddha di Indonesia

Di masa pemerintahan Sriwijaya, Syailendra dan Majapahit, agama Buddha berkembang dengan pesat di Indonesia. Bahkan, Sriwijaya menjadi pusat pendidikan Buddhis terkenal pada masa itu.

Akulturasi agama Buddha dengan kebudayaan masyarakat setempat di Indonesia tercermin lewat bangunan candi-candi bercorak Buddhis yang dibangun dengan megah pada masa pemerintahan raja-raja wangsa Syailendra. Pembangunan candi-candi Buddhis seperti Borobudur, Mendut dan Pawon menunjukkan kebudayaan bangsa kita yang sangat tinggi pada saat itu.

Pada masa pemerintahan Majapahit, agama Buddha dan Hindu dapat berkembang bersama-sama. Toleransi beragama pada saat itu sangat tinggi. Hal ini terbukti seperti yang tertulis dalam Kitab Sutasoma, karya seorang pujangga besar Buddhis saat itu, Mpu Tantular. Dalam kitab Sutasoma, terdapat perkataan "Bhinneka Tunggal Ika" yang digunakan saat ini dalam lambang negara kita.

Sejak runtuhnya kerajaan Majapahit dan masa penyebaran agama Islam di Indonesia, perkembangan agama Buddha di Indonesia mengalami kemunduran. Pada masa kolonial Belanda, agama Buddha berada antara ada dan tiada.

Kemudian pada abad ke-20, sejak diundangnya bhikkhu Narada Thera dari SriLanka ke Indonesia, agama Buddha secara perlahan mulai berkembang kembali. Bhikkhu Narada Thera banyak memberikan pengetahuan Dharma dan informasi mengenai agama Buddha ke seluruh pelosok Nusantara.

Sejak itulah agama Buddha berkembang kembali di Indonesia dan dewasa ini sedang berada dalam tahap pembinaan masyarakat Buddhis Indonesia yang berlandaskan Pancasila untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur.

5. Agama Buddha di Dunia

Akulturasi agama Buddha dengan kebudayaan setempat di mana agama Buddha tumbuh tidak mungkin dapat dihindari. Agama Buddha mengambil bentuk luar dari kebudayaan setempat yang ada dan menyesuaikannya dengan ajaran agama Buddha.

Agama Buddha berasal dari India. Kebudayaan India sangat mempengaruhi bentuk luar agama Buddha. Kemudian, agama Buddha berkembang di Tibet dan China. Agama Buddha pun mengalami akulturasi dengan kebudayaan setempat di Tibet dan China.

Terkadang perpaduan antara agama Buddha dengan kebudayaan setempat menyebabkan batas yang kurang jelas antara praktek agama Buddha dengan praktek bukan agama Buddha. Sebagai contoh, perpaduan antara agama Buddha dengan kebudayaan China.

Sebelum perkembangan agama Buddha di China, masyarakat China sangat dipengaruhi ajaran filsafat dari Khonghucu dan kepercayaan Taoisme, yang keduanya merupakan kebudayaan asli setempat. Khonghucu sangat menekankan tata cara persembahyangan dan mengutamakan ajaran bakti. Dalam perkembangannya, agama Buddha menyesuaikan dengan menitikberatkan Sutra Bakti, sebagai pelengkap nilai-nilai budaya China. Segala tata cara dan upacara formal juga sangat ditekankan pada vihara-vihara Buddhis.

Pada abad modern ini, agama Buddha mulai berkembang di negara-negara Barat. Banyak cendekiawan Barat yang tertarik dan berminat untuk mempelajari agama Buddha. Mereka, setelah belajar agama Buddha, menyatakan bahwa di dalam agama Buddha, mereka menemukan sesuatu yang logis dan ajaran bermanfaat sebagai pedoman bagi kehidupan mereka. Ternyata agama Buddha memiliki daya tarik tersendiri bagi kalangan cendekiawan Barat. Umat Buddha juga boleh berbangga hati dengan semakin diterimanya agama Buddha di negara-negara Barat seperti Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan sebagainya. Banyak pula ilmuwan Barat menyatakan bahwa prinsip-prinsip dasar agama Buddha tidak bertentangan bahkan sejalan dengan prinsip-prinsip ilmiah Sains modern. Dengan demikian, perkembangan dan kemajuan Buddhadharma di berbagai wilayah di belahan dunia di masa mendatang dapatlah diharapkan.


SEJARAH KEDATANGAN ISLAM DI KEMBOJA

Suaranews – Beberapa sejarawan beranggapan bahwa Islam sampai di kamboja pada abad ke-11 Masehi. Ketika itu kaum Muslimin berperan penting dalam pemerintahan kerjasaan Campa. Setelah kerajaan itu runtuh, kaum Muslimin memisahkan diri. Sebagian sampai di Kamboja.Muslim Cham yakin garis keturunan mereka terhubung hingga ayah mertua Rasulullah SAW, Jahsy bin Ri’ab yang merupakan ayah dari Zainab, salah satu istri Rasulullah. Hal itu dikaitkan dengan arus kedatangan para sahabat di Indo-Cina pada 617-618 dari Abyssinia melalui jalur laut.
Menurut data Pew Research Center, jumlah Muslim di Cambodia pada 2009 mencapai 236 ribu atau 1,6 persen dari populasi. Namun, menurut Ketua Senat Mahasiswa Muslim Kamboja, Sles Alfin, populasi Muslim di negaranya diperkirakan mencapai lima persen. Kebanyakan merupakan etnsi Cham dan Melayu yang merupakan kelompok minoritas di Kamboja.
Pada 2008, Muslim di Kamboja mencapai 321 ribu jiwa. Mayoritas Muslim di Kamboja adalah Sunni bermadzhab Syafi’i yang kebanyakan tinggal di provinsi Kampong Cham, Provinsi dengan luas wilayah 9.799 km2 itu ditinggali 1.680.694 jiwa (2008).
Sebelum kemenangan Khmer Merah pada 1975, komunitas Muslim Kamboja sebenarnya terdiri dari kaum Cham dari bekas kerajaan Champa di Vietnam yang runtuh pada 1470 M. Kaum Cham pada mulanya diislamkan oleh para pedagang dan pengrajin dari Arab dan India. Kaum tersebut berimigrasi dalam jumlah besar ke Kamboja pada abad ke-15.
Selain kaum etnis Cham, Muslim Melayu dari Indonesia dan kawasan yang sekarang bernama Malaysia juga memasuki Kamboja pada abad yang sama. Kaum Arab, kaum imigran dan Anak Benua India, dan pribumi yang masuk Islam juga menjadi bagian dari komunitas Muslim di Kamboja saat ini.
Mereka tersebar di seluruh wilayah Kamboja, terutama di sepanjang Mekong, dekat Ibu Kota Phnom Battambang. Muslim Kamboja rata-rata bekerja di bidang perdagangan, pertanian, dan perikanan.
Dalam Ensiklopedia Oxford: Dunia Islam Modern (2002) disebutkan, praktik dan kepercayaan Muslim di Kamboja mirip dengan Muslim di Asia Tenggara ortodoks lainnya. Mereka cenderung mengikuti praktik-praktik religius secara lebih teratur dibanding Muslim Vietnam.
Pada 1975, sebelum pembantaian Khmer Merah, terdapat antara 113 dan 120 masjid dengan sekitar 300 guru agama dan 300 khatib. Banyak di antara guru-guru tersebut yang belajar di Malaysia dan universitas-universitas Islam di Kairo, India atau Madinah.
Perkembangan Islam dan komunitas Muslim di Kamboja tidak terlepas dari peran negara-negara Islam lain. Keberadaan para Salafi dan Wahabi di sana misalnya, seperti ditulis Bjorn Blengsli, adalah hasil dari pendanaan yang dilakukan Islamic Development Bank yang berlokasi di Jeddah, Liga Muslim Dunia (Rabithah al-’Alam al-Islamiy), serta sejumlah organisasi di Arab Saudi dan Kuwait yang mendanai pendirian sekolah-sekolah Islam di Kamboja.
Alat penting dalam menanamkan pemahaman agama di Kamboja adalah pengembangan sekolah. Kebanyakan sekolah baru di sana adalah madrasah, pesantren dengan pembelajaran yang lebih jauh dan mendalam tentang teks-teks Islam. Hingga 2005, jumlah pemukiman Muslim di Kamboja telah mencapai 417 desa, dengan rata-rata tiga hingga tujuh sekolah Islam di setiap desa.(rb/suaranews)

Selasa, 15 Januari 2013

RAKYAT SATU MALAYSIA AGUNGKAN BAHASA ASING TIDAK MEMENTINGKAN BAHASA MALAYSIA SEBAGAI BAHASA RASMI

KONGRES Bahasa dan Persuratan Melayu yang ke-8 pada 28 – 30 Oktober 2011 telah membuat ketetapan penting berhubung usaha memartabatkan Bahasa Melayu dalam sistem pendidikan Negara, terutama Bahasa Melayu tetap menjadi bahasa utama dalam sistem pendidikan Negara, manakala pengajaran Matematik dan Sains dibatalkan, dan mewajibkan subjek sastera dalam sistem pendidikan Negara dari tadika sehingga ke pusat pengajian tinggi. Langkah ini bagi melahirkan pelajar mempunyai kekuatan jatidiri dan membentuk akhlak yang mulia serta melahirkan rakyat Malaysia bersatu padu bagi membina Negara bangsar Malaysia.
Gagasan dan ketetapan Kongres Bahasa dan Persuratan Melayu ke-8 dibuat berdasarkan beberapa cabaran dan desakan yang dihadapi dalam melaksanakan bahasa Melayu di dalam sistem pemerintahan negara terutama dalam melaksanakan Dasar Pelajaran Kebangsaan, Perkhidmatan Awam di Jabatan dan agensi kerajaan dan swasta, dan gagasan kerajaan yang disalahertikan seperti yang dicetuskan oleh Perdana Menteri, Dasar Pendidikan Pengajian Tinggi, Dasar Liberalisasi pihak swasta dan sikap pemimpin yang mementingkan keuntungan dan kepentingan materialistik dari membina modal insan yang mempunyai kekuatan jati diri Malaysia berteraskan ajaran Islam dan nilai – nilai murni berbilang bangsa, sikap remeh – temeh pemimpin kerajaan dan bukan kerajaan yang tidak patriotik serta menghormati Bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan dalam semua peringkat.
Walaupun bahasa Melayu diiktiraf sebagai bahasa kebangsaan, manakala bahasa asing boleh digunakan (Perkara 152), namun sikap kita yang menghormati bahasa Melayu ini telah mendorongkan bahasa asing terutama bahasa inggeris dan bahasa Mandarin menjadi dominan dan bahasa tunggal.
Semua ini berlaku kerana golongan  – golongan ini tidak mempunyai semangat patriotism dan jatidiri Malaysia yang kukuh dan bersatu padu di bawah satu Gagasan Rakyat Malaysia. Gagasan 1Malaysia berhasrat melahirkan sebuah Negara bangsa sebagai satu konsep kenegaraan yang berdaulat bagi satu – satu bangsa dimana rakyatnya berkongsi satu bahasa, budaya dan nilai yang bukan ciri – ciri negara asalnya, dengan menentukan masa depan bangsanya mengikut acuan sendiri.
Malangnya, Gagasan 1Malaysia disalah tafsir apabila ia dianggap sebagai dasar liberal dan toleransi pengunaan bahasa bahasa asing diberi tempat dalam majlis – majlis rasmi atau yang melibatkan rakyat Malaysia sehingga bahasa kebangsaan dipinggirkan atau sekadar memulakan ‘Selamat Datang’ seterusnya menggunakan bahasa asing. Apabila bahasa Melayu tidak digunakan seiring dengan bahasa asing, maka dapatlah kita simpulkan pemimpin dan penganjur ini tidak mempunyai semangat patriotik dan menghormati bahasa
Melayu sebagai bahasa kebangsaan di Negara Malaysia yang mempunyai bahasa kebangsaan sendiri menggambarkan kekuatan jatidiri Malaysia. Penjajahan mental yang mengagungkan bahasa asing yang menular di kalangan pemimpin kita masih bermaharajalela sehingga ia lupa diri bahawa ia berada di sebuah negara Malaysia yang mempunyai bahasa Melayu sebagai bahasa kebangsaan dan bahasa Melayu sebagai bahasa antarabangsa, bahasa jatidiri, bahasa perdagangan dan sebagainya. Golongan ini tidak berazam mewujudkan dan menerapkan teras perpaduan. Keadilan social dan kenegaraan serta melahirkan masyarakat yang berbudi bahasa, hormat menghormati, merap nilai-nilai murni, kesederhanaan dan sikap rendah diri.
Walaupun Malaysia sudah 55 tahun merdeka dan mempunyai dasar bahasa Melayu sebagi bahasa kebangsaan, namun Negara kita masih tidak menonjol sebagai Negara yang dihormati mendaulatkan bahasa kebangsaan di persada dunia antarabangsa seperti Jepun, China, Jerman, Korea, Peranchis dan sebagainya. Ini bukan liberal tetapi mereka adalah ‘total bahasa kebangsaan’, Badan mereka berada di Malaysia tetapi jiwa mereka telah rosak dan fikiran mereka sudah kacau kerana tidak menghormati dan menjiwai bahasa Melayu sebagai Bahasa Jiwa Bangsa di tanahair, tumpah darahnya seperti yang dituntut dalam Perlembagaan Malaysia.
Masalah besar segolongan rakyat kita segolongan rakyat kita yang tidak menghormati bahasa Melayu sebagai kebangsaan, telah mendorongkan pejuang – pejuang bahasa dan nasionalis yang mempunyai semangat patriotism cinta kepada Negara Malaysia yang bermaruah dan berdaulat, bangkit menegur dan mengkritik golongan – golongan yang tidak patriotik ini. Atas kesedaran ini, rakyat Malaysia yang patriotik ini telah mengingatkan kerajaan melalui seminar, kongres, memorandum, pertemuan demi pertemuan agar kerajaan bersikap tegas melaksanakan penggunaan dan menghormati penggunaan Bahasa Melayu dalam semua peringkat seperti yang dituntut dalam Perlembagaan Persekutuan.
Memandangkan penggunaan bahasa Melayu masih di tahap yang lemah dan masih lagi tidak menghormati penggunaannya, pejuang-pejuang bahasa meminta kerajaan mengadakan peruntukan penguatkuasa, bahasa dan menghukum pihak yang tidak menghormati bahasa kebangsaan. Akta Dewan Bahasa dan Pustaka wajar diperuntukkan hak penguatkuasa dan menghukum pihak yang tidak melaksanakan penggunaan bahasa kebangsaan di smeua peringkat.
Kerajan telah berusaha menubuhkan Jawatankuasa Perlaksanaan Bahasa Kebangsaan yang dipengerusikan oleh Menteri Pelajar, merangkap Timbalan Perdana Menteri Malaysia pada 2010. Enam sektor utama telah dibentuk dan GAPENA turut menganggotai Jawatankuasa ini di bawah Sekretariat Dewan Bahasa dan Pustaka. Usaha murni Kerajaan dalam membuat satu penyelarasan dan pelaksanaan penggunaan Bahasa Kebangsaan telah dirancang dan berusaha bagi memartabatkan bahasa Melayu dalam semua peringkat.  Usaha ini bukan mudah untuk dilaksanakan terutama di pihak swasta dan sikap pemimpin yang tidak patriotik dan menghormati penggunaan bahasa kebangsaan dalam mencapai matlamat yang murni ini.
Bagi memperkasakan penggunaan Bahasa Kebangsaan dalam perkhidmatan awam, semua Ketua Jabatan hendaklah memastikan penggunaan Bahasa Kebangsaan dilaksanakan dengan baik dan betul serta secara menyeluruh dalam Perkhidmatan Awam berdasarkan lima panduan – panduan yang diberikan iaitu :
1.        Urusan rasmi dalam Negara.
2.         Urusan Rasmi Antarabangsa.
3.        Pengiklanan kekosongan jawatan dalam Perkhidmatan Awam.
4.        Perkhidmatan kaunter
5.        Maklum balas aduan di akhbar dan isu Media Massa.
Bagi memastikan penggunaan Bahasa Kebangsaan dalam Perkhidmatan Awam dapat dilaksanakan dengan berkesan, kesemua Pegawai Awam, Ketua Jabatan serta Anggota Pentadbiran hendaklah menggunakan Bahasa Kebangsaan dengan baik dan betul dalam semua urusan rasmi sama ada secara bertulis atau lisan.
Pegawai juga hendaklah melengkapkan diri dengan kemahiran dan pengetahuan bahasa kebangsaan yang baik dari segi ejaan, sebutan, istilah dan tatabahasa serta menghayati penggunaannya semasa berkomunikasi dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawab.
Ketua jabatan bertanggungjawab memastikan setiap urusan rasmi dalam pentadbiran agensi masing-masing hendaklah menggunakan bahasa kebangsaan seperti yang dinyatakan dalam Pekeliling Perkhidmatan.
Ketua jabatan juga bertanggungjawab menjalankan kawalan dan pengawasan penggunaan bahasa kebangsaan yang baik dan betul serta meluas di agensi masing-masing. Tanggungjawab ini adalah selaras dengan matlamat untuk memartabatkan bahasa kebangsaan dalam perkhidmatan awam.
Sementara itu anggota pentadbiran adalah bertanggungjawab memastikan setiap urusan rasmi di kementerian masing-masing hendaklah menggunakan bahasa kebangsaan; mengguna dan mengutamakan bahasa kebangsaan yang baik dan betul serta meluas dalam setiap urusan dengan matlamat untuk memartabatkan bahasa kebangsaan dalam perkhidmatan awam.
Kementerian Pelajaran telah melancarkan program Memartabatkan Bahasa Melayu Mengukuhkan Bahasa Inggeris (MBMMBI) dan Kementerian Pengajian Tinggi pula mengemukakan garis panduan penggunaan bahasa Melayu dalam pembelajaran, penyelidikan dan kenaikan pangkat. Beberapa kementerian dan jawatankuasa kecil lain pula sedang merancang dengan mengadakan seminar dan garis panduan memartabatkan bahasa Melayu dalam semua peringkat.
Adalah diharapkan Dasar Pendidikan Kebangsaan akan melahirkan warga negara Malaysia yang menjiwai dan mempunyai kekuatan jatidiri Malaysia. Kementerian Pelajaran dan Kementerian Pengajian Tinggi sewajarnya bertanggungjawab dan menjadikan agenda penting bagi memartabatkan bahasa Melayu sebagai pengantar dalam pembelajaran, penyelidikan dan kenaikan pangkat.

HUKUM MUZIK

Nyanyian dan Muzik merupakan salah satu dari cabang seni yang utama. Ia dikenali sebagai suatu seni yang indah dan unik jika dibandingkan dengan seni-seni lain. Seperti yang sedia maklum, Islam merupakan agama yang indah dan Allah sendiri sebagai pencipta alam semesta ini turut dikenali dengan sifatnya yang Maha Cantik dan juga menyukai kecantikan dan juga keindahan.

Firman Allah SWT:

Maksudnya: ” Yang menciptakan tiap-tiap sesuatu dengan sebaik-baiknya”

(As-Sajdah:7)

Berdasarkan maksud firman di atas, jelas membuktikan bahawa Allah itu sendiri menciptakan setiap kejadian dengan sebaik-baiknya (sempurna). Sebaik-baiknya boleh kita kaitkan dengan sifat Allah yang maha indah dan menyukai keindahan.

Hukum Nyanyian

Ulama berselisih pendapat berhubung hukum nyanyian menurut syarak. Terdapat khilaf ataupun perselisihan pendapat dalam menentukan hukum bagi nyanyian dan muzik. Ada sebahagian ulama menetapkan hukum nyanyian dan muzik adalah haram manakala sesetengah lagi menghalalkan dan tidak kurang ada juga yang mengharuskannya. Setiap dari ulama ini berpegang kepada pendirian masing-masing berdasarkan kepada dalil-dalil serta autoriti yang dibawa dari ayat-ayat al-quran serta hadis-hadis baginda Rasulullah SAW.

Dalil ulama mengharamkan nyanyian dan Muzik

Seperti sedia maklum terdapat sebahagian ulamak yang berpendirian mengharamkan terus nyanyian dan muzik. Mereka telah berhujah dengan mendatangkan beberapa nas-nas aal-quran bagi menyokong pendirian mereka. Antara dalil dari al-quram yang golongan ini ber[egang padanya termasuklah:

Firman Allah:

Maksudnya: dan ada di antara manusia: orang Yang memilih serta membelanjakan hartanya kepada cerita-cerita dan perkara-perkara hiburan Yang melalaikan; Yang berakibat menyesatkan (dirinya dan orang ramai) dari ugama Allah Dengan tidak berdasarkan sebarang pengetahuan; dan ada pula orang Yang menjadikan ugama Allah itu sebagai ejek-ejekan; merekalah orang-orang Yang akan beroleh azab Yang menghinakan.

Surah Luqman:6

Perkataan ‘lahwal hadis’ di dalam hadis ini ditafsirkan sebagai nyanyian. Ini menurut riwayat yang sahih daripada ibnu Mas’ud, Ibnu ‘Abbas dn Ibnu Umar. Malah Ibnu Mas’ud telah bersumpah dengan berkata: demi Allah, maksudnya adalah nyanyian. Ini disebut oleh Ibnuu al-Qayyim dan yang lainnya.

Al-Hakim dalam kitabnya pula menyebut bahawa tafsir sahabat berada pada tahap hadis yang marfuk. Ibnul Qayyim turut menambah yang hadis pada sahabat adalah lebih berautoriti dan leboh layak diterima berbanding tafsiran para ulama yang datang selepasnya meskipun masih terdapat pertikaian berhubung pendapat berkenaan.

Berdasarkan ayat yang dikemukakan ini, sebenarnya tafsiran bagi perkataan lahwal-hadith tidaklah hanya terhad tafsirannya kepada maksud nyanyian sahaja. Bahkan ada juga yang mentafsirkannya sebagai cerita-cerita dan kisah-kisah orang a’jam (bukan arab) berhubungkait dengan raja-raja mereka.

Yusuf al-Qardawi tidak menerima pendapat yang menyatakan bahawa tafsir sahabat adalah sama seumpama hadis marfuk. Ini ekoran tafsiran para sahabat lazimnya berasaskan kepada kefahaman mereka sendiri berhubung ayat-ayat al-quran. Ini kerana banyak berlaku pertentangan antara tafsiran dikalangan sahabat sendiri. Jika semua tafsiran mereka setaraf hadis marfuk sudah tentu tafsuran mereka tidak berbeza bahkan serupa antara satu dengan yang lain.

Ibnu Hazmin berpendapat bahawa tafsiran sahabat ini tidak boleh dijadikan hujah kerana beberapa sebab:

1. Orang-orang selain dari Rasulullah, kata-katanya tidak boleh dijadikan hujah.

2. Tafsiran tersebut bertentangan maksud dengan tafsiran para sahabat yang lain.

3. Nas ayat tersebut telah menidakkan hujah mereka sendiri

Dalil al-quran berikutnya yang mengharamkan nyanyian dan muzik:

Maksudnya: “dan apabila mereka mendengar perkataan Yang sia-sia, mereka berpaling daripadanya sambil berkata: "Bagi Kami amal Kami dan bagi kamu pula amal kamu; Selamat Tinggalah kamu; Kami tidak ingin berdamping Dengan orang-orang Yang jahil".

Surah al-Qasas: 55

Secara zahirnya, ayat ini menunjukkan bahawa yang dimaksudkan dengan lafaz al-laghwa dalam ayat ini adalah ‘kata-kata bodoh’ seperti ‘caci-maki’, ‘sumpah-seranah’ dan sebagainya. Ibnu Jurayj telah memberi sedikit kelonggaran bagi mndengar nyanyian. Lalu beliau ditanya secara sinis: Pada hari akhirat kelak, adakah nyanyia ini akan dating dalam suratan kebajikan atau kejahatan kita? Lalu beliau menjawab: tiada dalam suratan kebajikan mahupun suratan kejahatan. Ini kerana ia adalah sama seperti al-laghwi dalam satu firman Allah:

Maksudnya:“Allah tidak mengira kamu bersalah tentang sumpah kamu Yang tidak dimaksudkan (untuk bersumpah), tetapi ia mengira kamu bersalah (dan akan mengenakan hukuman) Dengan sebab sumpah Yang diusahakan (disengajakan) oleh hati kamu (dengan niat bersumpah). dan (ingatlah), Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyabar”

Surah Al-baqarah: 255

Dr Yusuf al-Qardawi tetap berpegang dengan pendiriannya yang menyatakan bahawa tidak semua nyanyian adala laghwa bahkan ia mempunyai hokum yang tersendiri bergantung kepada niat si pelakunya. Niat yang baik boleh mengubah hiburan menjadi suatu qurbah dan perkara yang harus menjadi satu amalan taat. Berbeza pula dengan niat buruk yang akan merosakkan amalan yang pada zahirnya berbentuk ibadat tetapi pada hakikatnya terdapat sifat riya’. Bagi sesiapa yang mendengar nyanyian tanpa mempunyai apa-apa niat sama ada ibadat mahupun untuk maksiat, ia merupakan satu perkara lagho yang dimaafkan. Ia samalah seperti seorang yang bersiar-siar di taman atau duduk di pintu rumahnya sambil melihat permandangan di luar.

Dalil seterusnya bagi golongan yang mengharamkan nyanyian adalah:-

Maksudnya : “Allah berfirman (kepada iblis): "Pergilah (lakukanlah apa Yang Engkau rancangkan)! kemudian siapa Yang menurutmu di antara mereka, maka Sesungguhnya neraka Jahannamlah balasan kamu semua, sebagai balasan Yang cukup.Dan desak serta pujuklah sesiapa Yang Engkau dapat memujuknya Dengan suaramu; dan kerahlah penyokong-penyokongmu Yang berkuda serta Yang berjalan kaki untuk mengalahkan mereka; dan turut - campurlah Dengan mereka Dalam menguruskan harta-benda dan anak-anak (mereka); dan janjikanlah mereka (dengan janji-janjimu)". padahal tidak ada Yang dijanjikan oleh Syaitan itu melainkan tipu daya semata-mata.

Al-Israa: 63 dan 64

Sesetengah ahli tafsir menyatakan: maksud suaramu itu suara syaitan dalam ayat tttersebut ialah nyanyian. Mujahid berkata: suara syaitan ialah nyanyian, seruling, dan hiburan. Ad dohlak berkata: suara tiupan seruling (muzik). Namun begitu, tafsiran ini tidaklah bersifat maksum. Oleh itu, kita tidak wajib berpegang kepada tafsiran ini kerana ramai ahli tafsir lain yang membuat tafsiran berbeza sama sekali.

Ibnu Abbas r,a berkata: Maksud suara syaitan ialah setiap seruan yang menggalakkan perbuatan maksiat kepada Allah. Ia turut ditafsirkan sebagai bisikan was-was. Hakikat yang sebenarnya ialah: apa yang difahami daripada ayat ini, bukan makna zahirnya yang tersurat. Kerana maksudnya di sini ialah keran Iblis yang dilaknat itu telah diberitahu agar menyesatkan umat manusia. Sesungguhnya iblis tidak berupaya menyesatkan hamba Allah yang ikhlas.

HUKUM SUARA WANITA

Firman Allah swt. di dalam Surah Al-Ahzaab ayat 32:

“Wahai isteri-isteri Nabi, kamu semua bukanlah seperti mana-mana perempuan yang lain kalau kamu tetap bertaqwa. Oleh itu janganlah kamu berkata-kata dengan lembut manja (semasa bercakap dengan lelaki asing) kerana yang demikian boleh menimbulkan keinginan orang yang ada penyakit dalam hatinya (menaruh tujuan buruk kepada kamu), dan sebaliknya berkatalah dengan kata-kata yang baik (sesuai dan sopan)”

Tiada dalil yang terang dan jelas dalam syariat Islam yang menyatakan hukum bagi suara wanita. Namun demikian berdasarkan hadis-hadis marfu’ hukum suara bagi wanita dapat diperjelaskan.

Contoh hadith yang menyentuh tentang suara wanita ialah daripada Shahih Bukhari, hadis 949 dan 952, Shahih Muslim, hadits 892 menyatakan bahawa Rasulullah SAW mengizinkan dua budak perempuan bernyanyi di rumahnya. Hadith Riwayat Tirmidzi dinilainya sahih Imam Asy-Syaukani Nailul Authar, VII / 119 juga ada menyatakan tentang perbuatan Rasulullah terhadap suara wanita dimana Rasulullah SAW mendengar nyanyian seorang wanita yang bernazar untuk memukul rebana dan bernyanyi di hadapan Rasulullah . Daripada Dalil As-Sunnah ini menunjukkan suara wanita bukanlah aurat, sebab jika aurat tentu tidak akan dibiarkan oleh Rasulullah.[1]

BILAKAH SUARA WANITA MENJADI AURAT?


Suara wanita akan menjadi aurat bila berada dalam keadaan yang berikut,

Pertama, apabila bercakap antara kaum Adam dan Hawa yang bukan muhrim akan perkara yang sia-sia, mengajak kepada perkara maksiat serta melalaikan Keduanya menurut Imam Ghazali ialah ketika wanita menyanyi. Maka pada saat itu suaranya aurat . Terakhir ialah daripada syeikh Atiyah juga memetik beberapa pendapat ulama terdahulu mengenai perkara ini. Al-Qurtubi berkata, suara wanita ketika berkata-kata bukanlah termasuk aurat, kecuali ketika dia menyanyi, maka pada saat itu suaranya aurat

SUARA WANITA DAN NYANYIAN

Pertama, suara itu dalam batas kewajaran, bukan sengaja dibuat-buat contohnya mendayu-dayu, mengada-ngada, merayu, dan seumpamanya.

Kedua, perbuatan itu tidak disertai perbuatan-perbuatan haram dan maksiat, seperti minum arak, membuka aurat, dan sebagainya.

Ketiga, tidak bersuara manja, dengan tujuan menarik perhatian dan menggoda lelaki.

PERINGATAN BUAT KAUM HAWA

1. Kaum Adam dibolehkan bercakap atau berdialog dengan kaum Hawa dengan suatu hajat yang perlu sahaja

2. Kaum Hawa tidak boleh bermanja-manja, memerdukan, melembut-lembutkan suaranya pada saat bercakap dengan lelaki yang bukan muhrimnya kerana ianya boleh menimbulkan nafsu berahi dan fitnah orang

3. Wanita tidak boleh mengeluarkan suara sewenang-wenang; tidak disyariat kepada wanita untuk azan bagi mendirikan sembahyang, kecuali di kalangan mereka sendiri

4. Apabila seorang wanita ingin menegur kesalahan yang dilakukan imam dalam sembahyang tidak boleh dengan melafazkan tasbih seperti yang dilakukan oleh lelaki tetapi memadailah dengan menepuk tangannya saja

5. Kaum Hawa juga tidak boleh membaca nyaring dalam bacaan solat

6. Di antara fitnah dalam suara wanita ialah hilai ketawa, suara yang memberahikan, nyanyian yang bertujuan menggoda dan melalaikan. Ia dilarang bagi menjaga martabat sebagai seorang wanita

7. Wanita yang ingin mempelajari Al-Quran secara berlagu tidaklah dilarang. Imam Nawawi menyebut di dalam kitabnya Riadhus Salihin mengenai galakan belajar Al-Quran berlagu.

Hukum alat muzik menurut pandangan Ulama’.

Ulama telah berselisih pendapat dalam menghukum alat muzuk baik dari jenis peralatan tersebut dan juga hukum memainkannya. Terdapat 3 pandangan ulama’ utama dalam hukum alat muzik. Penjelasan terperinci mengenai golongan ulama dan juga pandangan masing-masing adalah seperti yang di bawah.

Golongan Ulamak Yang Pertama

Sebahagian ulamak mengharamkan hampir semua termasuk ulama 4 mazhab bentuk alat-alat hiburan atau muzik. Mereka berdalilkan kepada beberapa hadis yang menyebut tentang alat-alat muzik yang ditegah oleh syarak sepertimana diriwayatkan oleh Abu Umamah r.a. bahawa Rasulullah s.a.w telah bersabda yang bermaksud:

Bahawa Allah telah membangkitkan Aku menjadi Nabi dengan membawa hidayat dan rahmat kepada orang-orang mukminin dan Allah telah memerintahkan Aku supaya menghapuskan alat ma’azif (alat bunyi-bunyian), alat-alat mazamir (seperti seruling) dan alat-alat awtar (alat-alat muzik bertali), salib dan perkara-perkara jahiliah …..
( Riwayat Abu Daud al Thoyalisi )

Hadis ini diriwayatkan oleh al Imam Abu Daud al Thoyalisi dan lafaz hadis ini dari riwayatnya dan juga diriwayatkan oleh al Imam Ahmad bin Hanbal.

Hadis Abu Umamah ini terdapat pada rawinya Ali bin Yazid al Ilhani dan dia adalah lemah keadaannya, tetapi oleh kerana ia disokong oleh sumber yang lain seperti hadis Ibnu Mas’ud dan lain-lain sahabat maka hadis ini menjadi hassan. Antara hadis yang menyokong hadis itu juga ialah hadis riwayat Ibnu ‘Abbas r.a. yang telah berkata:
Maksudnya: Kubah itu haram, dannu itu haram, ma’azif itu haram dan alat muzik jenis bertiup itu haram.

Selain itu terdapat juga hadis yang berkaitan dengan pengharaman alat ma’azif


Akan datang masanya di mana orang-orang dari kaumku akan meminum khamar(minuman keras)yang kemudian dinamakannya dengan rentak dan nyanyian-nyanyian para wanita,nanti Allah akan tengelamkan mereka ke dalam bumi, dan akan menjadikan mereka itu monyet-monyet dan babi-babi.[2]

(Riwayat Ibn Majah)

Akan ada dari kalangan umatku segolongan manusia yang menghalalkan zina,sutera,arak dan al-ma’azif

Walaupun ia sahih Bukhari, tapi ia mudhtarib (bersimpang siur rawinya) dan mu’allaq (sanadnya terputus). Pengkritik hadis yg berpendapat demikian ialah Imam Ahmad, Abu Daud, Ibn Hazm, Abu Hatim, alHafeedz azZahabi dan alHafeedz Ibn Hajar Asqalani.
Kalimah mu’adzif dalam hadis di atas tidak disepakati sebagai bermaksud alat muzik.

Golongan Ulamak Yang Kedua

Sebahagian ulama yang mengharuskan alat-alat nyanyian atau muzik ialah Al Syeikh Mahmud Syaltut Beliau telah menjelaskan dalam fatwanya Al Fatawa Dirasah li Musykilat al Muslim al Mu’asir fi Hayatihi al Yaumiyyah wa al ‘Ammah[3] di mana katanya:

“ Mendengar alat-alat bunyian yang ada irama dan suara yang merdu tiada boleh dihukumkan haram sebagai ia suara alat atau suara manusia atau suara binatang. Hanya haram itu apabila digunakan pada perkara haram atau digunakan untuk tujuan haram atau ia melalaikan daripada perkara yang wajib pada syara’ ”.

Selain itu, Dr. Ahmad al Syarbashi juga menghimpunkan segala fatwa ulamak dalam kitabnya dalam perkara mendengar muzik dan nyanyian. Daripada perbincangannya itu dapat disimpulkan bahawa beliau berpendapat, fatwa al ‘Allamah al Syeikh Mahmud Syaltut itu adalah pendapat pertengahan yang adil di antara ulama yang mengharamkan dan ulamak yang mengharuskan dalam perkara muzik dan nyanyian itu[4].

Syeikh Abdul Ghani al Nabulsi menegaskan dalam kitabnya Idhoh al Dilalat fi Sama’i al Alat -(Menjelaskan dalil-dalil dalam masalah yang berkait dengan hukum mendengar alat-alat muzik) bahawa hukum haram segala bentuk alat muzik yang disebutkan di dalam hadis bukanlah disebabkan alat-alat muzik itu sendiri atau suara dan bunyian yang terhasil daripadanya. Kalaulah dihukumkan dengan sebab yang demikian, maka sudah tentulah bunyi-bunyian yang merdu seperti suara burung akan termasuk dalam hukum haram. Sedangkan ulama telah bersepakat bahawa suara kicauan burung dan seumpamanya itu tidaklah dihukum haram. Bahkan menggunakan dan mendengar alat-alat muzik dihukum haram adalah disebabkan faktor-faktor luar yang haram yang beserta dengannya dan juga yang membawa kepada “ Al Laghwa ”. Menurut beliau “ Al Laghwa ” ialah perkara-perkara yang dengannya menyebabkan manusia lalai daripada melakukan ketaatan dan menunaikan kewajipan kepada Allah serta membawanya kepada melakukan perkara-perkara yang haram dan dilarang oleh syariat.

Golongan Ulama Yang Ketiga


Imam Al-Ghazali diantara golongan yang mengharamkan beberapa jenis alat muzik dan mengharuskan selain daripadanya. Alat-alat muzik yang diharamkan itu ialah (al mizmar) seruling atau semua alat yang ditiup seperti serunai dan seumpamanya, (al awtar) alat muzik bertali dan ( al Kubah Thoblu) gendang kecil ramping ditengah. Ini kerana ia menjadi lambang kepada peminum arak. Selain daripada alat-alat muzik tersebut hukumnya masih kekal dengan seperti asalnya iaitu harus. Umpamanya rebana sekalipun terdapat loceng kecil padanya, begitu juga dengan tabuh, syahin dan gendang yang dipukul dengan kayu serta alat-alat lain.

Al Imam al Ghazali berhujah dengan berkata bahawa syara’ tidak mengharamkan alat-alat tersebut kerana kelazatannya. Jikalau ia hanya kerana kelazatannya maka perkara-perkara lazat yang lain turut dilarang. Ia dilarang atas dasar turutan (ittiba’). Apabila arak diharamkan, maka semua amalan peminum arak turut diharamkan bersama iaitu alat muzik bertali dan seruling. Setiap perkara yang mendorong kepada yang haram mesti diharamkan juga sebagai satu jalan menghalang daripada berlaku kesesatan.

Muzik bertali dan seruling (atau seumpamanya) menjadi haram kerana mengikuti pengharaman arak berdasarkan beberapa alasan iaitu Alat ini menyebabkan seseorang yang baru meninggalkan arak mengingati kembali majlis-majlis hiburan yang dihidangkan dengan arak. Ini kerana majlis hiburan tersebut kebiasaannya diserikan dengan alat-alat muzik tersebut. Dengan itu apabila dia bermain dengan muzik tersebut, maka ia akan membawa kepada ingatan terhadap majlis itu. Dengan itu alat muzik tersebut menjadi penyebab seseorang yang telah meninggalkan amalan meminum arak kembali melakukannya.
Selain itu,terdapat ijma’ ulamak mengenainya, kerana ia telah menjadi amalan orang-orang fasik. Oleh itu ia dilarang kerana menyerupai mereka. Ini kerana sesiapa yang menyerupai sesuatu kaum maka termasuk di kalangan kaum tersebut.

Hukum bermain alatan muzik bertali

Dalam kategori-kategori alatan muzik yang menggunakan tali, terdapat banyak cabang daripadanya. Tetapi ianya boleh di khususkan kepada beberapa alat muzik khasnya yang di petik iaitu Al-‘Ud atau Al-Muzhir : Kecapi Ar-Rabab : Rebab (seperti biola). At-Tanbur : Gambus Al-Bazaq : Sejenis gambus kecil, biola, gitar piano.. Adapun alatan muzik seperti gambus, gitar bass, gitar lead, semuanya termasuk dalam kategori gitar. Manakala keyboard termasuk dalam kategori piano.

Pada fasa kemodenan di era kini, muzik telah berkembang dengan begitu pesat, sehingga timbul bermacam-macam persoalan mengenai muzik. Terdapat alatan muzik yang menggunakan sistem komputer seperti minus one yang semakin banyak di gunakan. Begitu juga dengan alat muzik DJ yang di gunakan dalam lagu-lagu berunsurkan rap dan juga r n b dan terdapat juga pada lagu-lagu nasyid kontemporari. Bagaimana maslahah memandangnya.

Hukum bermain gitar, piano dan biola

Mengenai hukum penggunaan gitar dalam Islam, Imam Al-Ghazali menganggap bahawa alat muzik yang dipetik dengan tali(autar) dan yang ditiup dengan mulut(mazamir) adalah sebahagian daripada punca pengharamannya. Beliau beranggapan sedemikian kerana berasaskan kepada kenyataan bahawa ada dalil syarak yang telah melarangnya. Hujah yang telah beliau kemukakan adalah :

Syarak tidak mengharamkannya(alat-alat muzik tersebut) kerana zat alat itu sendiri. Sebabnya ialah, jika ia diharamkan kerana keseronokan yang ada padanya, nescaya semua benda lain yang menjadikan manusia merasa seronok juga tidak boleh. Akan tetapi yang diharamkan itu ialah arak. Oleh kerana pada ketika itu orang ramai pada mulanya sudah begitu ketagih dan sukar untuk membuang tabiat tersebut, mereka terpaksa memecahkan tong-tong arak dan sebagainya. Justeru, setiap apa yang menjadilambang dan simbol kepada peminum arak juga diharamkan iaitulah autar danmazamir.

Pengharaman kedua-dua alat ini adalah ekoran daripada hukum pokoknya iaitu arak. Hukum haramnya samalah seperti hukum berkhalwat dengan wanita ajnabi kerana mengikut hukum pokoknya iaitu zina. Kerana perbuatan khalwat ini adalah gerbang dan muqaddimah ke arah maksiat keji tersebut. Oleh itu, alat muzik autar dan muzamir ini diharamkan ekoran daripada pengharaman arak dengan 3 sebab:-

    Muzik tersebut merangsang orang yang mendengar untuk meminum arak. Dan dengan meminum arak itu pula,perasaan seronok mendengar alat muzik itu tadi akan menjadi lebih memuncak.
    Bagi seseorang yang baru berhenti minum arak pula, mendengar alat muzik ini akan menggamit ingatannya kepada sejarah silam iaitu tentang tempat dan pesta minumnya dulu. Ingatan ini akan membangkitkan rasa rindunya dan seterusnya akan membawanya semula ke tabiat lama.
    Berhimpun dan berkumpul mendengarnya adalah menjadi adat kebiasaan golongan fasik. Sepertimana yang kita sedia tahu, Kita dilarang menyerupai golongan fasik. Ini kerana, “sesiapa yang menyerupai sesuatu puak atau golongan yang negatif, maka dia akan dianggap sebahagian daripada golongan tersebut.”

Setelah Imam Al-Ghazali membuat huraian tersebut, beliau kemudian menyatakan:

Dengan ini jelaslah bahawa sebab pengharamannya bukanlah kerana ia sesuatu yang baik dan menyeronokkan. Sebaliknya, rumusan yang diperolehi melalui sumber syarak membuktikan bahawa semua perkara yang baik adalah halal kecuali jika ia membawa kerosakan kepada manusia[5]. Bersesuaian dengan firman Allah,

“Katakanlah(wahai Muhammad): Siapakah yang (berani ) mengharamkan perhiasan Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya, dan demikian juga benda-benda yang baik lagi halal dari rezki yang dikurniakanNya?” (Al-A’raf:32)

Syeikh Ibn Baz berkata dalam kitabnya Majmoo’ al-Fataawa[6] 3/423-424 :

Ma’aazif merujuk kepada menyanyi dan peralatan muzik. Nabi SAW berpesan kepada kita, pada akhir zaman akan datang seseorang yang akan membenarkan semua ini seperti mana mereka membenarkan arak, zina dan sutera. Ini adalah satu petanda kenabian nabi SAW semua ini telah berlaku. Hadith ini menyatakan bahawa alat muzik adalah haram, dan mengutuk sesiapa yang menghalakannya, sama seperti mengutuk sesiapa yang berkata arak dan zina dibenarkan. Banyak ayat al-Quran dan hadith yang memberi amaran dan larangan berkenaan nyanyian dan alat muzik. Sesiapa yang menyatakan bahawa Allah membenarkan nyanyian dan alat muzik adalah berbohong dan melakukan kemungkaran besar. Kita memohon kepada Allah supaya dijauhkan daripada hasutan hawa nafsu dan syaitan. Lebih teruk lagi dan lebih berdosa lagi daripada sesiapa yang menyatakan muzik atau alat muzik mustahabb (disarankan). Tidak diragukan lagi, ini membawa kepada perasaan tidak peduli kepada Allah dan agamaNya. Ini menderhaka kepada Allah dan berbohong tentang undang-undangNya.

Apa yang disarankan (mustahabb) ialah, memukul daff (kompang) pada majlis perkahwinan. Perbuatan ini disaran kepada wanita sahaja dalam mengumumkan perkahwinan dan bg mengelakkan fitnah. Tidak ada salahnya wanita bernyanyi sesama wanita, disertakan dengan kompang selagi nyanyian tidak mengandungi perkataan yang menggalakkan kejahatan atau melalaikan manusia daripada melakukan tugas mereka. Ini dengan syarat sesama wanita sahaja dan tidak bercampur dengan lelaki. Dan juga tidak mengganggu jiran tertangga. Sesetengah orang menguatkan nyanyian dengan pembesar suara adalah kejahatan, kerana mengganggu Muslim yang lain, jiran tertangga dan orang lain. Tidak dibenarkan juga bagi wanita di majlis perkahwinan atau majlis lain, menggunakan sebarang alat muzik selain kompang, seperti oud (alat muzik arab yang bertali), biola, rebab (alat muzik arab yang bertali) dan lain-lain. Penggunaan alat muzik ini adalah kemungkaran, kebenaran kepada wanita untuk menggunakan alat muzik adalah kompang sahaja.

Bagi orang lelaki pula, tidak dibenarkan mereka bermain apa-apa alat muzik sekali pun sama ada pada majlis perkahwinan atau majlis-majlis lain. Apa yang Allah tentukan bagi lelaki ialah berlatih menggunakan alatan perang seperti menggunakan pedang, lembing, menunggang kuda, kereta kebal, pesawat pejuang, meriam, machine gun, bom dan lain-lain lagi yang boleh membantu jihad demi Allah.

Di dalam mencari nas pengharaman nyanyian dan muzik tidak ada nas yang cukup kuat di dalam mengisthibat hukumnya. Kaedah fiqh “asal hukum sesuatu perkara itu boleh”. Dalam syariat Islam sesuatu nas itu mestilah cukup kuat dan jelas dalam mengharamkan sesuatu perkara, ini kerana haram dan halal itu ada kaitannya dengan pembalasan di akhirat.

Kebanyakan nas yang dijadikan sandaran dalam pengharaman muzik dan nyanyian dipertikai oleh ulama muktabar akan kesahihanya terutamanya hadis-hadis Rasulullah s.a.w. walaupun ada nas yang sahih dari sudut sanadnya tidak sorih (jelas) dari segi pengharamannya. Pada masa yang sama ada nas yang sorih (jelas) tetapi tidak sahih pula hadis tersebut.

Di antara tanda keuniversalan Islam itu adalah bertoleransi, memberi kemudahan, bukan menjadi masyarakat yang menakutkan orang lain dan menjauhkannya. Dalam satu riwayat Nabi s.a.w telah menunjukkan sikap Baginda yang tegas terhadap Abu Bakar yang bersikap keras ke atas dua orang hamba sahaya yang bernyanyi, ini jelas dalam beberapa hadis yang sahih di antara yang bermaksud: Agar orang-orang yahudi mengetahui, bahawa dalam agama kita (Islam) terdapat keluasan dan toleransi.

Manakala menurut Imam al-Syaukani[7]: “Ulama’ Madinah dan yang bersepakat dengan ulama al-Zohiriy serta ulama-ulama Sufiyyah mengharuskan nyanyian biarpun nyanyian itu diiringi dengan alat muzik yang bertali.”

Sementara itu, menurut Imam al-Haramain di dalam kitab al-Nihayah dan Ibn Abi al-Dunya telah meriwayatkan satu peristiwa yang stabit (tepat) dari sudut sejarah : “Sesungguhnya Abdullah bin al-Zubir memiliki beberapa orang hamba sahaya yang pandai bermain alat-alat muzik yang bertali. Pada suatu hari Abdullah bin Umar telah masuk ke dalam rumah Absullah bin al-Zubir dan mendapati di sisinya terdapat alat muzik yang bertali, lalu dia bertanya kepada Abdullah bin al-Zubir, Apa ini sambil memegang dan memerhatikan alat muzik tersebut, Abdullah bin al-Zubir menjawab: “Alat ini untuk mengimbangi kecerdasan akal.”

Berikut beberapa kesimpulan dari pandangan ulama-ulama mazhab berkenaan penggunaan alat muzik bertali seperti gitar :-

Mazhab Hanbali.


Haram: Segala alat muzik yang ditiup dan bertali seperti seruling dan gitar serta lain-lainnya.

Mazhab Shafie.

Haram: Segala alat muzik bertali, bertiup dan segala alat muzik yang dipalu melainkan kompang. Seperti seruling dan gitar serta lain-lainnya.

Mazhab Maliki.

Haram: Menggunakan alat-alat muzik yang bertali seperti gitar dan lain-lainnya.

Mazhab Hanafi.

Haram : Semua jenis alat muzik kecuali kompang.

Hukum muzik menggunakan sistem komputer

Dr al-Imam Prof Yusof al-Qaradhawi berpendapat hadis-hadis yang berkaitan haramnya alat muzik tertentu kesemuanya tidak terlepas dari kecacatan. Ini kerana isu muzik mula dibahaskan di zaman sahabat dan tabi’in. Maka hukum alat muzik (baik dari alat atau penghasilan komputer) itu harus dan keharusannya bergantung kepada penggunaannya. Kecualilah alat muzik itu menjadi lambang kefasikan dan dinisbahkan kepada agama tertentu menurut pandangan uruf (budaya setempat).

Kebanyakan nas yang mengharamkan nyanyian dan muzik adalah apabila ia bercampur dengan perkara-perkara haram seperti nyanyian disertakan dengan arak, pergaulan lelaki dan wanita tanpa batasan, seni kata yang bercanggah dengan iktiqad Islam, muzik yang digunakan yang melampau seperti rock yang padanya tidak mendatangkan ketenangan malahan mendatangkan ketegangan emosi yang tidak stabil.

Nyanyian dan muzik hukumnya harus selagi mana etika Islam dipelihara di dalamnya seperti nyanyian yang menggambarkan keindahan alam, kasih sayang sesama manusia, ketuhanan, kedamaian dan sebagainya.

Perkara ini masih menjadi khilaf di kalangan ulama’ mengenai hukum muzik. Para ulama’ sejak zaman silam telah cuba mengupas masalah ini berdasarkan kepada kefahaman nas-nas yang ada diseragamkan dengan uslub istinbat hukum sebagaimana yang tertera di dalam kanun perundangan Islam. Muzik terus menjadi salah satu isu yang sukar untuk diputuskan hukumnya. Para ulama’ dan fuqaha’ telah berijtihad dalam menentukan hukumnya dan mereka terbahagi kepada dua golongan iaitu golongan yang mengharuskan dan golongan yang mengharamkan. Masing-masing mempunyai hujah-hujah yang tersendiri dalam memahami nas-nas yang berkaitan dengan perkara ini.

Sebagai kesimpulannya, hukum bermain alat muzik seperti gitar, piano, dan biola hukumnya harus selagimana tidak ada perkara yang boleh menjadikannya haram seperti adanya arak, pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan dan sebagainya. Begitu juga dengan sesuatu alat itu mengikut ‘urf setempat, jika menunjukkan kepada kefasikan dan nisbah kepada suatu agama lain maka jatuh hukumnya haram. Manakala hukum bermain alat muzik menggunakan komputer juga adalah harus hukumnya selagi tidak ada perkara yang membolehkannya haram.

Isu-isu yang berbangkit berkaitan dengan hukum muzik dan hiburan dalam islam

Antara isu-isu yang selalu diperkatakan ialah:


1) Hukum mendengar atau menyanyikan lagu-lagu bahasa asing yang tidak diketahui makna seni kata atau liriknya.

- tiada dalil atau nas serta pandangan ulama yang khusus mengenainya

- sememangnya ia boleh menimbulkan keraguan

- ia boleh merosakkan akidah seorang muslim jika liriknya bertentangan dengan akidah umat islam.

- Sebagai langkah berwaspada umat islam haruslah meneliti latar belakang penyanyi,konsep lagu tersebut,ciri-ciri lagunya dan sebagainya.

- Menurut Yusuf al-Qaradawi : terdapat syarat berkaitan dengan diri orang yang mendengar hiburan(muzik)

- orang yang mendengar hiburan itu adalah dikira orang yang lebih memahami tentang dirinya sendiri dan lebih layak menjadi penentu hukum kepada diri sendiri.

2) Hukum mendengar serta menyanyikan lagu-lagu yang mempunyai lirik yang agak melampau atau bercanggah dengan syariah islam.

- diharamkan kerana ianya secara terang-terangan bersalahan dengan apa yang telah disyaratkan oleh ulama’

- Dr.Yusuf al-Qaradawi: Nyanyian yang harus hukumnya ialah nyanyian yang tema dan kandungannya menepati syarak serta.tidak bercanggah dengan ajaran-ajaran Islam samaada dari segi akhlak, syariah, aqidah dan sebagainya.

3) Isu lagu berbentuk dakwah (nasyid) tetapi menggunakan muzik yang agak melampau seperti berunsur rock dan sebagainya.

- liriknya bercirikan dakwah,nasihat,kisah-kisah nabi,selawat,zikir dan sebagainya.

- Dr.Yusuf al-Qaradawi berpendapat: muzik yang diharuskan itu adalah selama mana ia tidak melampau,serta tidak melalaikan sehingga lupa kepada tanggungjawab sebagai muslim .

Ulama yang mengharuskan hiburan berunsur muzik ini meletakkan beberapa syarat sebagai landasan kepada umat islam. Menurut fatwa yang dikeluarkan oleh JAKIM garis panduan yang digariskan mengenai hiburan ialah:

Program Hiburan
a. Bermatlamatkan kebaikan dan kesejahteraan.
b. Diadakan di tempat yang bersesuaian supaya tidak mengganggu ketenteraman awam dan orang ramai.
c. Mengambil kira masa yang bersesuaian dengan sensitiviti masyarakat dan ajaran Islam.
d. Tidak disertai oleh perbuatan-perbuatan haram atau maksiat.
e. Tidak mengandungi acara yang bersifat provokasi yang boleh menimbulkan sikap prejudis atau permusuhan.
f. Tidak mengandungi unsur-unsur pemujaan atau penyembahan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Persembahan Muzik
a. Tidak menimbulkan gerakgeri liar.
b. Tidak mendorong kepada perbuatan maksiat.
c. Tidak melalaikan.

Lirik
a. Kalimah syahadah dalam bahasa Arab hendaklah disempurnakan.
b. Tidak mengandungi sebutan yang boleh membangkitkan nafsu syahwat, perkataan lucah, menggambarkan arak, dan memberi perangsang melakukan dosa.
c. Tidak mengandungi unsur-unsur pemujaan kepada makhluk dan peribadi.
d. Tidak mengandungi ungkapan-ungkapan yang melanggar adab kesopanan dalam Islam.

e. Tidak mengandungi ungkapan yang melanggar akidah dan syariat Islam.
f. Tidak mengandungi unsur mengutuk nasib dan lucah.
g. Tidak mengandungi unsur menghina, mengaib, mencaci, memfitnah dan seumpamanya.
h. Tidak boleh menjadikan teks al-Quran sebagai lirik.

Persembahan Artis
a. Berinteraksi dengan penonton secara sopan dan disertai kata-kata yang boleh membina nilai-nilai kemanusiaan.
b. Berpakaian kemas, sopan serta tidak memakai pakaian yang boleh mendedahkan diri kepada eksploitasi penonton dan tidak bercanggah dengan kehendak Islam.
c. Tidak melakukan gerak geri dan perkataan yang boleh menimbulkan perasaan yang mendorong kepada maksiat dan menghina Islam.
d. Tidak mengucapkan kata-kata yang menggalakkan perbuatan maksiat atau menghina agama Islam.

Persembahan Tarian

a. Berpakaian kemas, sopan serta tidak memakai pakaian yang boleh mendedahkan diri kepada eksploitasi penonton dan tidak bercanggah dengan kehendak Islam.
b. Gerak tari yang dipersembahkan tidak menimbulkan fitnah.
c. Tidak berlaku percampuran antara lelaki dengan perempuan yang boleh menimbulkan fitnah.
d. Tidak bertujuan pemujaan atau penyembahan.
e. Tidak dipersembahkan dengan gaya yang memberahikan.

Tanggungjawab Penganjur
a. Penganjur hendaklah mempastikan acara hiburan yang dianjurkan menepati garis panduan yang telah disediakan.

KESIMPULAN

Sebagai kesimpulannya, hukum bermain alat muzik seperti gitar, piano, biola dan alatan muzik lain yang menggunakan tali hukumnya harus selagimana tidak ada perkara yang boleh menjadikannya haram.

Begitu juga dengan sesuatu alat itu mengikut ‘uruf setempat, jika menunjukkan kepada kefasikan dan nisbah kepada suatu agama lain maka jatuh hukumnya haram. Manakala hukum bermain alat muzik menggunakan komputer juga adalah harus hukumnya selagi tidak ada perkara yang membolehkannya haram.

Hukum tentang muzik ini harus berlandaskan beberapa syarat yang telah ditetapkan oleh para ulama’ yang mengharuskannya..

KENALI PASUKAN DAJJAL

Masih lagi dalam tajuk berkenaan Dajjal, dan kali ini saya akan cuba membongkarkan kumpulan-kumpulan yang membuat kerja untuk Dajjal pula. Dan saya akan sertakan pelbagai bukti agar kita boleh fikirkan bersama-sama. Tetapi Yang Maha Mengetahui segalanya hanyalah Allah S.w.t. Kita sebagai hambanya hanya mampu untuk berusaha dan berfikir tentang segala apa yang diciptakanNya.
Mengapa saya berani mengatakan kumpulan yang akan saya sebutkan di sini sebagai pasukan Dajjal? Kerana ada bukti-bukti kukuh termasuk dari hadith yang akan menampakkan kepada kita bahawa kita sekarang sudah banyak dipengaruhi oleh Dajjal, dan pasukannya itu sudah terlalu lama muncul tanpa disedari ramai. Mereka bergerak secara rahsia dan semakin beransur-ansur untuk bergerak secara terang-terang pula. Sebelum itu, mari kita perhatikan kepada simbol-simbol ini.
Ini hanyalah beberapa dari banyak lagi simbol yang boleh didapati di mana-mana di dunia sekarang ini. Biasanya di bangunan-bangunan besar, pejabat-pejabat, tempat-tempat rahsia dan tidak ketinggalan boleh diperhatikan dalam banyak filem kebelakangan ini yang menceritakan perihal Freemasons seperti filem Da Vinci Code, National Treasure 1 & 2, From Hell dan beberapa lagi. Dan simbol-simbol ini adalah simbol kepada kumpulan yang diberi nama The Freemasons. Dan Freemasons ini lah yang merupakan salah satu kumpulan yang bergerak dalam satu nama besar yang dipanggil Illuminati. Ini tak termasuk lagi simbol-simbol Illuminati yang lain yang banyak juga keluar dalam filem-filem Hollywood seperti filem-filem yang saya sebutkan tadi, Indiana Jones, Stargate, Independence Day, The Omen, American Gangster, The Ant Bully, Conspiracy Theory, Into the Wild, The Majestic, Miami Vice dan macam-macam lagi.
Perhatikan simbol-simbol tersebut, semuanya mempunyai asas yang sama iaitu mempunyai satu jangkalukis (compasses) di bahagian atas , sesiku (square) di bahagian bawah dan huruf ‘G’ di tengah-tengah. Semuanya itu mempunyai maksud yang tersendiri dan di kalangan ahli-ahli Masons sendiri pun ada bermacam-macam maksud dan biasanya ia tidak didedahkan di kalangan ahli. Cuma saya akan cuba ketengahkan pendapat yang kuat tentang simbol tersebut mengkikut kajian saya.
Di kebanyakan negara, huruf ‘G‘ di tengah tadi itu membawa makna ‘God‘ atau ‘Tuhan‘. Dan pendapat satu lagi yang kuat adalah ‘Geometry’. Inilah yang menjadi asas kepada kerja-kerja KREATIF yang dilakukan oleh kumpulan Freemasons dari awal dulu lagi. Maka apabila dihubungkan Geometri dengan God, maka kebiasaanya para arkitek dan pereka bentuk akan menggunakan alat-alat Geometri kan. Maka maksud di situ adalah tuhan itu mereka cipta dunia ini dan itulah secara analoginya digambarkan dengan Geometri tersebut.
Tentang jangkalukis dan sesiku itu pula, ia merupakan antara alat utama yang digunakan oleh Freemasons dalam kerja-kerja mereka sejak dulu. Jangkalukis biasanya digunakan untuk melakarkan bentuk bulat dan bahagian-bahagiannya dengan mudah. Manakala sesiku pula untuk menyemak ketepatan sudut 90° yang mana amat penting dalam pembinaan bangunan. Dari sudut lain, simbol itu juga melambangkan jantina iaitu jangkalukis yang atas itu lelaki dan sesiku bawah itu wanita. Dan akhirnya lahirlah ‘G’ di tengah-tengah itu. Begitulah menurut beberapa pendapat berkenaan simbol Freemasons.
Sepintas lalu berkenaan Freemasons
Freemasons atau Freemasonry adalah sebuah pertubuhan persaudaraan yang mula muncul sejak antara akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17. Sekarang ini mereka ada merata-rata di dunia dengan keahlilan sekitar 5 juta orang iaitu sekitar 480,000 di England, Scotland dan Ireland , dan bawah dari 2 juta orang di Amerika Syarikat. Mereka percaya kepada suatu kuasa yang mereka puja yang mana kuasa itulah yang diakui mereka sebagai ‘God’ atau ‘Tuhan’. Dan tuhan yang dipuja-puja mereka itu secara ringkasnya saya katakan di sini adalah tuhan yang digelar mereka sebagai ‘The all seeing-eye’ atau ‘Mata yang dapat melihat segala sesuatu’. Dan itulah mata satu yang seringkali digambarkan oleh mereka dalam banyak simbol-simbol mereka antaranya seperti di bawah;
Simbol tuhan bermata satu itulah yang terdapat pada duit USD1 Dollar Amerika Syarikat yang mana pengaruh Illuminati telah menyelinap masuk ke kerajaan Amerika Syarikat sejak dulu lagi. Presiden-presiden Amerika Syarikat sejak George Washington lagi terlibat dengan kumpulan Freemasons ini, hinggalah kepada presiden sekarang iaitu George W. Bush yang juga merupakan ahli tetap kepada Skull and Bones, juga kabilah dari Illuminati itu.
Cuma saya rasa, Presiden John F. Kennedy sahaja yang tidak terlibat dengan mereka atau pun telah sedar diri dan menarik diri dari kumpulan mereka. Kerana beliau pernah menyampaikan ucapan memberi amaran tentang kemunculan kumpulan-kumpulan rahsia ini yang cuba untuk menguasai dunia. Dan tidak lama selepas itu, Presiden JFK ini telah mati ditembak di kepala di hadapan khalayak ramai ketika dia berada dalam kereta bersama isterinya dalam satu perarakan.
Walaupun jumlah ahli Freemasons tidak mencapai billion orang tetapi pengaruh mereka sangat kuat kerana mereka lah yang memegang kuasa ekonomi dan politik dunia sekarang. Dan merekalah yang ingin mengatur sistem kehidupan pada semua orang tanpa kita sedari.
Antara kegiatan-kegiatan mereka
Menurut buku Dajal dan Simbol Setan – Drs H. Toto Tasmara, mereka melakukan kegiatan-kegiatan yang boleh diistilahkan dengan ‘gerakan 7 F’, iaitu menghancurkan kekuatan finansial (Financial) umat Islam, merosakkan pola makan (food), menciptakan adu domba atau perpecahan di kalangan umat beragama mahupun di dalam tubuh umat Islam (friction), menyebarkan cara berfikir bebas (freethinking), menebarkan ideologi yang membebaskan manusia dari tata cara pemikiran beragama (freedom of religion), menguasai filem, TV, dan media massa (film), menumbuhkan dan menggoda masyarakat agar berbudaya dan bersikap mengikuti millah (cara) mereka (fashion/life style), membuat beberapa aliran mistik untuk menghancurkan agama (faith, sect, occultism, dll.), menumbuhkan rasa kecewa (frustrasion), dan lain-lain.
Simbol-simbol lain yang berkaitan dengan Illuminati
Ini gambar lukisan Baphomet, Tuhan yang dipuja oleh Knights Templar dulu
Antara simbol-simbol kepada pemujaan ini yang mana sama dengan simbol-simbol yang dipuja oleh kumpulan Black Metal dan pemujaan syaitan lain antaranya
Dan kebiasaannya simbol-simbol Illuminati mesti ada kaitan dengan Segitiga, bintang syaitan , matahari, burung hantu dan sebagainya. Terlalu banyak identiti mereka yang boleh mengaburkan mata pihak lain , cuma yang paling ketara adalah simbol segitiga dan bintang.
Church of Satan
Church of Satan telah ditubuhkan di San Fransisco , California pada 30 April 1966 oleh Anton Szandor LaVey yang mana dia adalah seorang paderi besar gereja pada ketika itu. Dari tahun 1950an lagi, Anton LaVey telah menubuhkan sebuah kumpulan yang diberi nama Order of the Trapezoid yang kemudiannya berkembang menjadi badan pengurusan yang dikenali sebagai Church of Satan ataupun Gereja Syaitan.
Pada sekitar tahun 1980an dan 1990an, Church of Satan dan ahli-ahlinya sangat aktif mengeluarkan filem, muzik, dan majalah yang ditujukan kepada pemujaan syaitan. Dan secara ringkasnya di sini, munculnya Church of Satan ni adalah untuk belot atau melawan agama Kristian yang telah sedia ada, kerana itu juga mereka termasuk dalam anti-christ.
Bohemian Club
Bohemian Club adalah sebuah kelab rahsia yang ternama di San Fransisco, California, USA. Kelab ini terdiri dari pelbagai lapisan masyarakat dari artis, ahli perniagaan hinggalah kepada barisan pemimpin tempatan dan global di sana. Dan ramai artis serta pencinta-pencinta seni yang menjadi ahli aktif kelab tersebut. Dan pada setiap tahun, kelab ini akan mengadakan perkhemahan 3 minggu dan akan mengadakan upacara memuja pada sebuah tempat yang berdirinya patung burung hantu yang besar.
Skull and Bones
Hanya golongan tertentu dipilih untuk menyertai Skull And Bones dan biasanya dipilih dari keluarga berpengaruh dan cerdik pandai. Pusat Skull and Bones di Universiti Yale, Connecticut , Amerika Syarikat dan di sinilah pelapis Skull and Bones mula dipilih. Dan secara ringkasnya mereka adalah kumpulan elite yang mengetuai gerakan illuminati itu. Dan anggota-anggotanya terdiri dari pemimpin-pemimpin besar dunia termasuklah presiden Amerika Syarikat sekarang iaitu George W. Bush.
Bendera Israel
Bendera Israel juga mengandungi simbol mereka iaitu dua segitiga yang satunya terbalik, apabila digabungkan menjadi bentuk bintang. Ianya di panggil ‘Star of David’ dan merupakan lambang kepada orang-orang Yahudi. Dua segitiga itu juga mempunyai beberapa maksud, dan yang biasa diketahui ialah segitiga normal itu melambangkan wanita dan segitiga terbalik itu melambangkan lelaki.
Tetapi menurut sumber-sumber Yahudi, ‘Star of David’ itu melambangkan nombor 7, iaitu hujungnya ada 6 dicampurkan dengan pusat tengah jadi 7. Maksud pendapat dari Yahudi itu ditujukan kepada bilangan hari Tuhan ciptakan alam ini iaitu 6 hari dan dicampur sehari hari berehat , menjadikannya 7 hari. Juga dinisbahkan kepada 6 hari bekerja dan 1 hari Sabat, 7 malaikat utama dan sebagainya.
Dan jika anda perhatikan betul-betul, rupa-rupanya simbol Freemasons juga ada kaitannya dengan Star of David ini, perhatikan simbol di bawah baik-baik yang saya telah lakarkan kaitan dengan Star of David.
Adik beradik kepada ‘Star of David’ itu pula ialah Pentagram yang kebiasaannya adalah simbol yang digunakan oleh kebanyakan puak-puak pemuja syaitan termasuklah dalam simbol Baphomet di atas. Pentagram adalah seperti simbol di bawah ini;
Pentagram kuno – bintang terbalik
Pentagram moden – bintang tak terbalik
Dan simbol pentagram ini bukan sahaja boleh didapati dari tempat-tempat pemujaan dan seumpamanya, tetapi juga boleh diperhatikan pada The Pentagon, iaitu ibu pejabat bagi Kementerian Pertahanan Amerika Syarikat, seperti gambar di bawah.
Simbol bintang pentagram itu pula sebenarnya adalah gabungan 3 buah segitiga. Mari kita lihat pecahan-pecahan segitiga itu seperti di bawah;
Menjadi
Dan simbol bintang David pula terdiri dari gabungan 2 segitiga
Menjadi
Dan banyak lagi sebenarnya simbol-simbol Illuminati yang tidak muat untuk dibicarakan di sini dan sesuai dibicarakan dalam topik yang lain insyaAllah.
Apa kaitannya dengan Dajjal?
Maka setelah kita mengetahui bahawa gerakan merekalah yang cuba menguasai dunia dengan ingin merealisasikan impian ‘New World Order’ atau ‘Tata Dunia Baru’ dan Tuhan yang akan diangkat oleh mereka untuk memerintah dunia adalah ‘The All Seeing-eye’ atau ‘Mata yang dapat melihat segala sesuatu’ yang membawa makna Tuhan mereka itu bermata satu. Maka ini sesuailah dengan amaran-amaran yang diberikan oleh Nabi Muhammad S.a.w seperti dalam hadith-hadith di bawah;
Dalam Sahih Muslim ada sebuah Hadits yang bermaksud: “Sejak terciptanya manusia hingga datangnya Hari Kiamat, tak ada fitnah lebih besar daripada fitnahnya Dajjal” (Misykat, hal. 472).
“Aku benar-benar akan memperingatkan kalian tentang Dajjal. Tidak ada seorang nabi melainkan ia pernah memperingatkan kaumnya tentang masalah tersebut. Tetapi aku akan mengatakan kepada kalian suatu ucapan yang belum pernah dikatakan oleh seorang nabi pun sebelumku. Dia itu (Dajjal) cacat (sebelah matanya) sedangkan Allah tidaklah cacat (sebelah mata)” (Sahih Jami’ shogir 3495/ Al-Bany) Hadith Riwayat Bukhari.
Dan banyak lagi hadith lain yang menyebut bahawa Rasulullah S.a.w telah memberi amaran kepada kita tentang bakal kemunculan Dajjal yang bermata satu. Sejak dari Nabi Nuh lagi, semua para nabi memberi amaran tentang kedatangan Dajjal, tetapi hanya Nabi Muhammad S.a.w yang mula mengatakan bahawa Dajjal itu bermata satu. Dan mari kita bandingkannya dengan kemunculan Freemasons dan sekutu-sekutunya.
Freemasons mula muncul pada antara akhir abad ke 16 dan awal abad ke 17, bermakna lama selepas diutuskan Nabi Muhammad S.a.w. Sebelum Nabi Muhammad diutuskan , mereka dikenali dengan pelbagai watak yang antaranya Masons (tukang batu) dan sebagainya. Cuma dulu tiada lagi simbol yang digunakan oleh mereka sekarang dan tiada lagi simbol mata satu. Maka benarlah ramalan Nabi Muhammad S.a.w berkenaan akan munculnya Dajjal bermata satu yang akan memerintah dunia, kerana matlamat Freemasons dan sekutu-sekutunya sekarang adalah untuk memerintah dunia dan mereka mengagungkan simbol ‘Mata Satu’ mereka itu. Dan mereka juga adalah anti-kristian dimana orang-orang Kristian juga meramalkan kemunculan mereka berdasarkan dari kitab Bible dan menjadi musuh kepada kristianiti.
Maka sudah jelas di situ, tidak lain dan tidak bukan, pasukan Dajjal tersebut adalah The Freemasons dan sekutu-sekutunya yang berlindung di sebalik nama Illuminati. Maka tidak perlu lagi kita menanti kemunculan Dajjal kerana sebenarnya dia telah muncul dan pengaruhnya menular ke serata pelusuk dunia sekarang ini dengan bermacam cara. Yang penting sekarang kita perlu sentiasa amalkan membaca ayat-ayat dan doa untuk berlindung dari fitnah Dajjal laknatullahu alaih.
Mereka menunjukkan syurga dunia kepada kita sekarang iaitu kemewahan, alat-alat canggih, hiburan-hiburan dan seumpamanya. Manakala mereka yang tidak mahukan semua itu diibaratkan berada dalam neraka sekarang kerana bagi mereka kehidupan tanpa perkara-perkara tadi adalah memboringkan, tidak seronok, tidak memuaskan dan sebagainya.
Tentang syurga dan neraka yang dibawa oleh Dajjal, anda boleh membacanya dalam kandungan khutbah Rasulullah S.a.w berkenaan Dajjal. Dan antara isi nya bermakud, “Di antara fitnah Dajjal itu juga dia membawa syurga dan neraka. Nerakanya itu sebenarnya syurganya sedangkan syurganya itu neraka, iaitu panas. Sesiapa di antara kamu yang disiksanya dengan nerakanya, hendaklah dia meminta pertolongan kepada Allah dan hendaklah dia membaca pangkal surah al-Kahfi, maka nerakanya itu akan sejuk sebagaimana api yang membakar Nabi Ibrahim itu menjadi sejuk.”
Ayat dan doa berlindung dengan Allah dari fitnah Dajjal
1- Sepuluh ayat permulaan Surah Al-Kahfi dan sepuluh ayat terakhir.
‘Jika seseorang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat Al-Kahfi, ia akan terlindungi dari fitnah Dajjal’ (HR. Muslim no. 809)
“Barang siapa yang membaca sepuluh ayat pertama dari surah al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal.” Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan, “Barang siapa yang membaca sepuluh ayat terakhir dari surat al-Kahfi maka akan dijaga dari dajjal.” (HR. Muslim)
2 – Baca doa elak fitnah dajjal, berdasarkan kepada hadith yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah r.a . Doa nya berbunyi begini,
اللهم اني اعوذبك من عذاب القبر ومن عذاب النار ومن فتنة المحيا والممات ومن فتنة المسيح الدجال
‘Allaahumma innii a’uudzubika min ‘adzaabil qabri wamin ‘adzaabinnaari wamin fitnatil mahyaa wal mamaati wamin fitnatil masiihid dajjaali’ , yang maksudnya ‘Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, siksa neraka, dari fitnah hidup dan mati, dan dari fitnah al-Masih Dajjal‘.”
Dan beberapa doa lain lagi yang lebih kurang dengan doa di atas ini seperti mana yang tercatit pada hadith-hadith Nabi Muhammad S.a.w. Semoga Allah memelihara kita dan menjauhkan kita dari fitnah Dajjal, aamiiin. Wallahu a’lam

HUKUM DAN BAHAYA MINUMAN KERAS

Khutbah Jum’at: Hukum dan Bahaya Minuman Keras – Hari-hari ini topik minuman keras (miras) menjadi perbincangan yang hangat, bahkan sampai menimbulkan demonstrasi. Sebabnya tak lain adalah adanya pencabutan 9 perda larangan miras oleh Kementerian Dalam Negeri, dengan dalih melanggar aturan yang lebih tinggi.

Sebagai pengingat kepada masyarakat dan juga pejabat termasuk Kementerian Dalam Negeri, semoga pembahasan tentang haram dan bahayanya Minuman Keras melalui Khutbah Jum'at ini bermanfaat untuk mendorong kita semua kembali kepada petunjuk Allah. Karenanya, khutbah Jum'at edisi 19 Shafar 1432 H bertepatan 13 Januari 2012 ini BersamaDakwah mengambil tema Hukum dan Bahaya Minuman Keras.

***

KHUTBAH PERTAMA


إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ.
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
اَللَّهُمَّ صَلِّى عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدًى
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa memuji Allah atas curahan nikmat-Nya yang senantiasa meliputi kita. Lalu kita pun berupaya untuk meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Taqwa dalam arti sebenarnya, yaitu berusaha mentaati semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangannya. Taqwa yang juga berarti tunduk kepada Allah atas segala aturannya dan tidak menentang Allah dalam aturan itu, lebih-lebih membuat aturan lain yang bertentangan dengan aturan Allah Subhaanahu Wa Ta'ala.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Hari-hari ini, mengemuka kembali tentang pembahasan minuman keras. Yang sebenarnya kita semua tahu bahwa minuman keras itu dilarang oleh Allah Subhaanahu Wa Ta'ala. Namun kemudian masih saja ada pihak yang mencoba melegalkannya dengan berbagai cara. Ketika larangan Allah itu diformalkan dengan peraturan, ada juga yang berupaya untuk menjegal peraturan itu hingga kemudian menjadi dalih untuk memperdagangkan dan mengkonsumsi atas anggapan legal secara hukum.

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah,
Patutlah kiranya kita kembali mengingat betapa Allah Azza wa Jalla telah secara tegas melarang minuman keras atau khamr. Larangan Allah SWT tentang minuman keras atau khamr ini dulunya memang bertahap, tetapi setelah final hukumnya, hukum haram itu tak lagi berubah dan tak ada satu kekuasaan pun yang berhak mengubahnya.

Allah SWT berfirman tentang khamr pada tahap pertama,

يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: "Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfa`at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa`atnya… (QS. Al-Baqarah : 219)

Setelah turunnya ayat ini, para sahabat yang dulunya pemabuk sudah mulai menurunkan intensitas interaksinya dengan khamr. Namun, sebagiannya belum lepas sama sekali. Hingga suatu ketika ada sahabat yang mengimami Shalat, bacaannya keliru karena mabuk. Maka Allah SWT menurunkan firman-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنْتُمْ سُكَارَى حَتَّى تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (QS. An-Nisa' : 43)

Sampai di sini, frekuensi interaksi dengan minuman keras (khamr) berkurang lagi.
Lalu pada tahap terakhir Allah SWT menegaskan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al-Maidah: 90)

Sejak mengetahui ayat ini, seketika para sahabat menghentikan berinteraksi dengan minuman keras. Mereka berhenti mabuk sama sekali. Bahkan seketika membuang khamr yang masih mereka simpan ke jalan-jalan. Sehingga digambarkan, sebagian jalan-jalan di Madinah saat itu "tergenang" oleh khamr.

Rasulullah SAW bersabda tentang haramnya minuman keras (khamr) :

كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ وَمَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِى الدُّنْيَا فَمَاتَ وَهُوَ يُدْمِنُهَا لَمْ يَتُبْ لَمْ يَشْرَبْهَا فِى الآخِرَةِ
Setiap minuman yangmemabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram. Barang siapa minum khamar di dunia lalu ia mati dalam keadaan masih tetap meminumnya (kecanduan) dan tidak bertobat, maka ia tidak akan dapat meminumnya di akhirat (di surga) (HR. Muslim)

Maka dengan demikian, hendaklah kita kembali ingat bahwa perkara haramnya minuman keras (khamr) telah demikian jelas dan tegas.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Jika haramnya minuman keras sudah kita ketahui bersama, ingatlah bahwa sesuatu yang diharamkan Allah pasti mengandung kemudharatan atau bahaya besar bagi manusia. Diantara bahaya minuman keras adalah sebagai berikut :

1. Minuman keras (khamr) adalah induk kejahatan

الْخَمْرُ أُمُّ الْخَبَائِثِ وَمَنْ شَرِبَهَا لَمْ يَقْبَلِ اللَّهُ مِنْهُ صَلاَةً أَرْبَعِينَ يَوْمًا فَإِنْ مَاتَ وَهِىَ فِى بَطْنِهِ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً
Khamr itu adalah induk keburukan (ummul khobaits) dan barangsiapa meminumnya maka Allah tidak menerima sholatnya 40 hari. Maka apabila ia mati sedang khamr itu ada di dalam perutnya maka ia mati dalam keadaan bangkai jahiliyah. (HR At-Thabrani, Ad-Daraquthni dan lainnya, dihasankan oleh Al-Albani)

Dari minuman keras, terutama ketika peminumnya mabuk, maka hilanglah akalnya. Ia tak sadar bahwa kemaksiatan lain segera mengikuti. Seperti berkata kotor, tindak kekerasan, pencurian, perkosaan dan lain-lain.

2. Efek buruk terhadap kesehatan

Seperti telah lazim diketahui, minuman keras sangat buruk bagi kesehatan manusia. Minuman keras akan merusak Syaraf karena mengandung zat aditif yang jika dikonsumsi walaupun sedikit akan mengakibatkan kecanduan yang luar biasa. Kerusakan syaraf ini berdampak pada melemahnya keseimbangan tubuh dan berkurangnya kepekaan indra peraba.

Minuman keras juga merusak jantung. Dalam jangka pendek minuman keras membuat jantung berdegup lebih cepat. Sebenarnya ini terjadi karena minuman keras atau minuman beralkohol dapat merusak sel-sel tubuh, termasuk sel-sel jantung.

Minuman keras juga merusak metabolisme tubuh. Menurut penelitian University of Maryland Medical Center penggunaan alkohol bisa menyebabkan penyakit hati kronis, seperti fatty liver yang bisa ditemui bahwa 90 persen penderitanya adalah pengguna alkohol. Minuman keras juga bisa mengakibatkan gagal liver.

3. Minuman keras merusak kecerdasan

Sebagaimana minuman keras merusak syaraf, ia juga akan mengakibatkan kecerdasan menurun, bahkan menurun signifikan. Jika pada saat mabuk kesadaran dan akal hilang, penggunaan minuman keras dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan kecerdasan akal rusak meski dalam keadaan sadar/tidak mabuk.

Jama'ah Jum'at yang dirahmati Allah,
Semoga dalil haramnya minuman keras dan sebagian bahayanya membuat kita tidak mengundang murka Allah dengan menentang aturannya untuk melegalkan minuman keras di negeri kita tercinta. Sebaliknya, seharusnya kita membuat aturan-aturan yang efektif mencegah peredaran dan konsumsi minuman keras, sejalan dengan petunjuk Allah SWT.


وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ

KHUTBAH KEDUA

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه.
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا


اللَّهُمَّ صَلِّ وسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وسَلّمْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعًا مَرْحُوْمًا، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقًا مَعْصُوْمًا، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْمًا.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.

اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَانًا صَادِقًا ذَاكِرًا، وَقَلْبًا خَاشِعًا مُنِيْبًا، وَعَمَلاً صَالِحًا زَاكِيًا، وَعِلْمًا نَافِعًا رَافِعًا، وَإِيْمَانًا رَاسِخًا ثَابِتًا، وَيَقِيْنًا صَادِقًا خَالِصًا، وَرِزْقًا حَلاَلاًَ طَيِّبًا وَاسِعًا، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجْمِعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الحَقِّ، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظَّالِمِينَ، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعِبادِكَ أَجْمَعِينَ.

اللَّهُمَّ رَبَّنَا احْفَظْ أَوْطَانَنَا وَأَعِزَّ سُلْطَانَنَا وَأَيِّدْهُ بِالْحَقِّ وَأَيِّدْ بِهِ الْحَقَّ يَا رَبَّ العَالَمِيْنَ
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا وكُلِّ أَرزَاقِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.

عِبَادَ اللهِ :إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

[Khutbah Jum'at Hukum dan Bahaya Minuman Keras edisi 19 Shafar 1433 H bertepatan dengan 13 Januari 2012 M; Bersama Dakwah]

Rabu, 2 Januari 2013

DOSA GUGUR APABILA SUAMI ISTERI BERSALAMAN.

"Seorang isteri yang bermuka muram di hadapan suaminya, maka ia dalam kemurkaan Allah hingga ia dapat membuat suasana yang riang gembira kepada suaminya dan memohon kerelaannya."

Begitulah besarnya harga senyuman seorang isteri kepada suaminya kerana senyuman akan mencetuskan suasana kegembiraan yang sebenarnya dikehendaki suami ketika pulang dalam keletihan.

Muka yang masam bukan saja akan menimbulkan kemarahan suami, malahan menyebabkan Allah turut murka dan kemurkaan Allah itu berkekalan hingga isteri berjaya mengembalikan suasana gembira serta memohon keampunan daripada suami.

Sesungguhnya keredaan Allah terletak pada keredaan suami. Justeru, apabila suami pulang segeralah bukakan pintu, persilakan masuk dengan penuh hormat dan ciumlah tangan suami sebagai tanda hormat serta meminta maaf,walaupun isteri merasakan tidak berbuat sebarang kesalahan pada hari itu.

Sebuah hadis ada menyebut bahawa apabila seorang suami bersalaman dengan isterinya, maka gugurlah segala dosa dari celah-celah jari mereka berdua.

Andai mempunyai anak-anak, ajarlah mereka itu untuk selalu bersalaman dengan ayahnya kerana kelaziman akan memupuk rasa kasih dan hormat anak-anak kepada orang tua.

Kebahagiaan rumahtangga terletak pada akhlak dan budi pekerti isteri. Biarpun seorang isteri itu tidak cantik tapi jika cukup sempurna layanannya terhadap suami dan berakhlak pula, tentu ia akan menjadi penghibur dalam rumahtangga.

Oleh itu wahai isteri, hendaklah berlumba-lumba untuk menjadi seorang isteri yang solehah, yang bertakwa, berakhlak mulia dan taat kepada suami.

Rasulullah bersabda, yang bermaksud: 
"Sungguh-sungguh memintakan ampun untuk seorang isteri yang berbakti kepada suaminya, iaitu burung- burung di udara, ikan-ikan di air dan malaikat di langit selama dia sentiasa dalam kerelaan suaminya."

Jika seorang isteri mengharap cintanya berbalas, maka banyakkan mencari keredhaan Allah melalui keredhaan suami.

















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin