Jumaat, 31 Mei 2013

HUKUM MEMBUNUH DALAM ISLAM

Gambar

             Sebuah isu mutaakhir di dalam Islam adanya pengkleiman bahwa Islam itu agama yang brutal, agama yang begitu mudahnya membunuh seseorang yang berlainan keyakinan dengan dalil kafir, sehingga darahnya halal dan tidak ada dosa bagi pelaku. Akibatnya muncullah sebuah pengkleiman terhadap Islam sebagai agama teroris. Namun perlu digaris bawahi, itu hanyalah sekelompok orang yang mempunyai penafsiran yang menyimpan di dalam Islam. Karena pada kenyataannya tidaklah seperti itu ajaran Islam yang sebenarnya. Dapat kita lihat sebuah ayat al-Qur’an yang mengatakan:
          “Barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu. sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi”. (QS. al-Maa’idah : 32)
            Sungguh sangat menyedihkan dewasa ini, kerap kali ditemukan pembunuhan terhadap jiwa-jiwa yang tidak berdosa demi kepentingannya sendiri. Sedang dalam Islam ditegaskan bahwa membunuh jiwa yang tidak berdosa itu sama halnya dengan membunuh semua manusia, saya tidak bisa membayangkan bagaimana jikalau membunuh seorang muslim yang tidak berdosa. Dosanya seperti apa? Atau mungkin sama halnya ketika membunuh Malaikat, atau membunuh manusia suci seperti Nabi.
            Dengan mudahnya pertumpahan darah terjadi, permasalahan kecil berujung pada perpecahan dan pembantaian. Kita saksiskan konflik syi’ah-sunni, yang hingga akhirnya menelang banyak korban, berapa banyak anak yang cacat, perempuan-perempuan banyak yang jadi janda dan lain-lain. Hanya sebuah kesalahpahaman di antara mereka sehingga melupakan aturan agama.
          “Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. an-Nisa’ : 93)
            Jikalau kita menyaksikan pembunuhan atas nama agama Islam tanpa ada alasan benar, maka itu hanyalah penumpang gelap dalam Islam. Sesungguhnya dia itu bukan umat Muhammad, bukanlah seorang Muslim. Karena sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya. Misalnya kasus pemboman Bali, ini bukan sebuah perbuatan membela agama, justru ini melecehkan agama. Pada kenyataannya korban pemboman tersebut juga menelan banyak Muslim yang tidak berdosa. Kalau ingin berjihad kenapa tidak membom tentara Izrael yang begitu jelas membantai umat Islam di Palestina, kenapa hanya menjadi saksi atas peristiwa yang menimpah saudara-saudara kita di sana. Sedang di Bali itu tidak memberi pengaruh terhadap agama Islam. Kalau berdalih bahwa di sana banyak yang melakukan perbuatan dosa, semestinya tidak membunuh, beri peringatan dan pengajaran serta jangan ikutkan saudara kita menderita. Ini sebuah kekeliruan besar tentang pengamatan dan pemaknaan jihad yang sebenarnya.
            Saya ingin kembali mengingat peristiwa pembunuhan manusia pertama. Kisah tentang Qabil dan Habil. Semoga peristiwa tersebut bisa menjadi contoh buat manusia saat ini. Di dalam al-Qur’an telah diceritakan bahwa setelah Qabil membunuh saudaranya Habil, dia sangat menyesal.
            “Karena itu jadilah dia di antara orang-orang yang menyesal.” (QS. al-Maaidah : 31)
            Dari peristiwa tersebut mengingatkan bahwa setiap masalah tidak harus diselesaikan dengan cara pembunuhan. Berapa banyak sadara kita menjadi korban pembunuhan yang sebenarnya bisa diselesaikan dengan cara yang lain. Islam sendiri sangat mengharagai nyawa seseorang dan harus dipelihara, bukan hanya itu harus dijaga pula. Ini dapat kita lihat terhadap keringanan yang diberikan pada orang sedang berpuasa boleh berbuka dan tidak berpuasa ketika berada dalam perjalanan. Tidak hanya itu ketika merasa lapar dan bisa menyebabkan kematian sedang tidak ada makanan yang haram seperti anjing dan babi. Maka makanan yang haram tersebut tidak menjadi masalah demi mempertahankan kehidupan atau menyabung nyawa. Islam sendiri menghimbau kepada kita agar tidak membawa diri sendiri kepada hal-hal yang dapat membinasakan:
“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan.” (QS. Al-Baqarah: 195)
            Mungkin muncul pertanyaan, bagaimana dengan hukuman yang djatuhkan kepada pelaku pembunuhan yang hukamannya juga harus dibunuh, pelaku zina muhson dan orang yang murtad?
            Penyelesaian masalah dengan cara membunuh adalah solusi terakhir, setelah mencari berbagai macam solusi ternyata tidak ada selain harus membunuh. Dan membunuh dalam hukuman yang saya sebutkan di atas mempunyai tujuan pencegahan, agar tidak terjadi lagi. Dan inipun sangat dipersulit dalam Islam tidak serta-merta kemudian menjatuhkan hukuman. Misalnya untuk menjatuhkan hukuman pelaku zina, harus ada saksi lima orang dan harus menyaksikan langsung. Jika tidak memenuhi syarat maka hukuman tidak bisa dijalankan.
            Dan hukum qishash terhadap pelaku pembunuh, masih bisa terselamatkan apabilah keluarga korban mau memaafkan dan pelaku harus mebayar denda sebagaimana yang ditetapkan dalam hukum Islam. Dan sebenarnya memaafkan itu sendiri lebih dinjurkan.
            “Yng demikian itu adalah keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat…” (QS. al-Baqarah : 178)
 Kembali saya ingin membicarakan masalah pencegahan untuk melakuka perbuatan dosa. Coba bayangkan jika pelaku zina tidak diberikan hukuman yang berat. Misalkan dinikahkan saja, karena mereka juga sama-sama suka. Maka berapa banyak korban yang akan berjatuhan. Mereka hanya memegang perinsip “Tidak apa-apa berzina, nantinya juga dinikahkan”. Hal ini akan merusak agama. Dan bagaimana, jika tidak ada hukuman yang berat bagi pelaku pembunuhan, apakah orang-orang tidak seenaknya saja saling membunuh, sedangkan sudah jelas ada aturan yang jelas, kenyataannya masih saja ada orang yang seenaknya membunuh jiwa tak berdosa.
Sudah jelaslah bahwa di dalam Islam nyawa adalah hal yang sangat mulia dan harus dilindungi. Itulah alasan mengapa Islam selalu mengedepankan sikap memaafkan dan menyelesaikan masalah dengan damai tidak dengan kekerasan.

Khamis, 30 Mei 2013

KAUM CINA PERLU SEDAR KERAJAAN MALAYSIA BANYAK BANTU GOLONGAN CINA

Terbukti sudah bahawa asas-asas penting kenegaraan samada dari segi asas stuktur politik mahu pun dari segi asas sosio-politik yang berteraskan prinsip permuafakatan di antara kaum sedikit demi sedikit sudah menampakkan tanda-tanda besar untuk diruntuhkan oleh pola pemikiran baru yang sangat berisiko buat rakyat dan negara.

Dari segi struktur politik, BN yang selama ini diterima oleh seluruh kaum hari ini sudah jelas tidak lagi diterima oleh kaum cina. Hampir seluruh kaum cina menolak BN dan memberikan sokongan kepada DAP, manakala 2 lagi kaum utama, melayu dan india masih lagi bersama BN secara majoritinya.

Adakah petanda ini memberi mesej bahawa kaum cina tidak lagi percaya kepada prinsip perkongsian kuasa melalui permuafakatan di antara semua kaum yang telah sekian lama menjadi teras dan kunci kepada kejayaan membina negara bangsa melalui model dan prinsip yang dijunjung oleh Barisan Nasional?

Melalui model kerangka politik dan prinsip permuafakatan yang disusun melalui konsep dan amalan BN, setiap kaum di negara ini berjaya meningkat maju, hubungan antara agama dan kaum berjalan lancar tanpa ada kekangan untuk masing-masing mengamalkan agama dan adat resam masing-masing, malah masing-masing tidak pernah menyakiti atau menyentuh hak dan sensitiviti di antara penganut agama.

Kerangka politik yang menekankan prinsip permuafakatan di dalam perkongsian politik, ekonomi dan sosio-budaya serta kebebasan mengamalkan kepercayaan masing-masing, jelas telah menghasilkan kejayaan kepada pembinaan sebuah negara bangsa yang unik dan tidak pernah terjadi di mana-mana negara selain dari Malaysia.

Keputusan PRU13 jelas menggambarkan kaum cina lebih cenderung untuk menyokong kerangka politik ikatan/pakatan yang longgar dan tidak rasmi di antara DAP-PKR-PAS. Kaum cina juga jelas menolak politik permuafakatan yang lebih memberi keutamaan untuk menjaga dan menghormati sensitiviti antara agama, antara kaum dan antara adat resam yang dijunjung BN. Kaum cina jelas lebih cenderung untuk menerima prinsip Malaysian Malaysia yang dijunjung oleh DAP.

DAP yang membawa prinsip Malaysian Malaysia bersedia pula bergabung dengan parti Melayu Islam yang lebih ekstrim pendekatannya daripada UMNO, tetapi dalam masa yang sama berterus terang pula menolak prinsip negara Islam dan hukum hudud yang dibawa oleh PAS. Ironinya, mereka boleh pula membentuk pakatan sedangkan prinsip yang masing-masing junjung amat berlawanan di antara satu sama lain.

Masing-masing DAP dan PAS memutuskan untuk pergi ke destinasi yang berbeza. DAP mahu menuju ke Tambak Johor dan PAS memberitahu mereka mahu menuju ke Golok, tetapi mereka memutuskan untuk menaiki gerabak keretapi yang sama walaupun landasan dan laluannya sama sekali berbeza.

Tetapi, yang lebih menghairankan kenapa kaum cina berbondong-bondong juga untuk menaiki gerabak yang tidak tentu haluan dan destinasi ini?

Siapa yang bertanggungjawab memberi salah isyarat kepada kaum cina ini sehingga mereka berbondong-bondong menaiki gerabak yang jelas terdapat di dalamnya PAS yang mahu menuju ke Golok?

Siapa yang bertanggungjawab meyakinkan PAS bahawa gerabak ini akan menuju ke Golok walaupun jelas, sebahagian besar tempat duduk di gerabak ini sudah di penuhi oleh kaum cina DAP yang mahu menuju ke Tambak Johor?

Siapa sebenrnya yang telah memberi isyarat yang salah hingga berjaya meyakinkan 2 pihak yang berlawanan sama sekali prinsip, destinasi dan ideologi perjuangan ini supaya menaiki gerabak yang sama, walaupun jelas gerabak ini tidak tentu haluan?

Hari ini, pengundi kaum cina sudah termalu sendiri apabila keyakinan mereka yang tidak berpaksikan kenyataan kerana terlalu percaya bahawa "ini kalilah" mereka pasti berjaya menumbangkan Barisan Nasional tidak menjadi kenyataan.

Keberanian kaum cina melakukan perjudian berdasarkan isyarat yang salah dan harapan palsu Anwar hingga mereka menolak BN secara total adalah satu kesilapan terbesar yang telah dilakukan oleh kaum cina sejak negara ini diperbetulkan semula oleh para pemimpin semua kaum selepas peristiwa hitam 13 Mei.

Hari ini, satu Malaysia sudah tahu bahawa kaum cina telah melakukan satu gerakan berpura-pura menjunjung DS Najib dengan menunjukkan gambaran jelas bahawa mereka menyokong segala gagasan DS Najib untuk negara ini maju ke hadapan. Mereka datang berbondong-bondong dengan keluar beramai-ramai hingga puluhan ribu di mana saja DS Najib turun padang.

Akhirnya, kejelikan hati, sikap hipokrit dan opportunist mereka "kedapatan" juga apabila lebih 90% kaum cina menolak BN secara total. Walaupun undi adalah sulit, tetapi keputusan pilihanraya jelas menunjukkan 9 dari setiap 10 orang kaum cina yang datang meraikan di mana saja PM turun padang telah menipu dan memberi harapan palsu kepada DS Najib Tun Razak.

Hari-hari mendatang tidak mungkin akan sama indahnya seperti sebelumnya buat negara kita Malaysia apabila permuafakatan di antara kaum yang telah sekian lama terjalin dan seperti telah wujud kontrak sosial di antara mereka demi kebaikan agama, bangsa dan tanah air yang dikongsi bersama telah dikhianati oleh sebahagian kaum  yang telah bersama mengikat janji setia.

Walau bagaimana pun perkara setiap perkara yang terjadi pasti bersebab.

Jika kaum cina dapat menerima hakikat bahawa mereka sebenarnya sudah ditipu, dibohongi dan telah termakan hasutan serta harapan palsu yang gembar-gemburkan oleh Anwar Ibrahim, bapa pengkhianatan permuafakatan kaum di Malaysia, keadaan mungkin akan kembali sepertimana asal dan rakyat seluruhnya mungkin dapat hidup kembali dengan aman tanpa syak dan tanpa was-was di antara satu sama lain.

Segalanya terletak di tangan kaum cina. Kaum melayu,india, kadazan, bajau, Iban murut dan lain-lain masih bersedia untuk berkongsi kuasa dan negara bersama kaum cina melalui struktur, model dan prinsip yang dijunjung oleh Barisan Nasional selama ini.

Jika sudah merasa tertipu dan tersesat di hujung jalan. Jangan malu asal saja kembali semula dengan nilai-nilai kesetiaan, keikhlasan dan kejujuran sepertimana sikap jiwa besar pemimpin terdahulu kamu seperti Tan Cheng Lok, Lim Chong Eu, Tan Chee Koon, Tan Siew Sin dan ramai lagi pemimpin-pemimpin kamu yang sangat kami hormati.

ISLAM ADALAH SAUDARA

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu dari Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam, beliau bersabda: ‘Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya’. (HR. Muslim,)

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ }الحجرات10

"Sesungguhnya mukmin itu bersaudara" (Surah al-Hujuraat:ayat 10)
"Tidak beriman seorang muslim itu sehingga dia mencintai saudaranya
sepertimana dia mencintai buat dirinya" (Hadis Riwayat al-Bukhari)
Bagi mereka yang mempelajari kedua-dua ayat dan hadis di atas, apa yang
difahami ialah semua mukmin itu bersaudara dan juga ia menerangkan tentang
tanggungjawab seorang Muslim kepada saudaranya yang lain. Selain daripada
kedua-dua ayat dah hadis di atas, berdozen lagi dalil-dalil yang menunjukkan
kewajipan seseorang Muslim mencintai, mengambil berat, membantu, bersikap
peduli dan juga mengasihi saudara seagamanya. Perkataan "ukhuwah" yang bermakna "persaudaraan" seriang dijadikan tema untuk persaudaraan ikhlas yang bertunjangkan iman dan takwa ini.Kisah-kisah para sahabat yang berkorban dan berjuang untuk para sahabat masing-masing menjadikan contoh teladan kepada generasi Muslim zaman moden.

UKHUWAH ISLAMIYAH
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
"Janganlah saling mendengki, saling menipu, saling membenci, saling memutuskan hubungan dan janganlah sebagian kamu menyerobot transaksi sebagian yang lain, jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim itu saudara muslim yang lain, tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (tidak memberikan pertolongan kepadanya), mendustainya dan tidak boleh menghinakannya. Taqwa itu berada di sini, beliau menunjuk dadanya tiga kali. Cukuplah seorang (muslim) dianggap (melakukan) kejahatan karena melecehkan saudara muslimnya. Setiap muslim atas muslim lain haram darahnya, hartanya dan kehormatannya". (HR. Muslim dan Ibnu Majah)
Hadits di atas mengajarkan kepada kita sebagian syarat-syarat ukhuwah Islamiyah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim, di antaranya:
Larangan Saling Mendengki
"Dan janganlah kalian saling mendengki".
Berkata Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Jami'ul Ulum wal Hikam: "Tidak boleh saling mendengki sebagian kalian terhadap sebagian yang lain. Dengki yaitu perasaan tidak suka kalau ada orang lain mengunggulinya dalam salah satu keutamaan yang dimilikinya".
Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Hayat As-Sindi berkata dalam kitabnya Syarh Arba'in Nawawiyah: "Tidak boleh sebagi an di antara kamu mengharapkan lenyapnya kenikmatan dari sebagian yang lain, karena perbuatan itu akan menjadikannya ingkar terhadap Allah, yaitu terhadap apa-apa yang telah Allah bagi dan tentukan dengan hikmah dan ketentuanNya. Dengki itu dapat menyebarkan permusuhan, ghibah dan namimah. Orang yang suka mendengki itu hatinya selalu sedih dan gundah, sebab dia akan selalu tersiksa oleh perbuatannya setiap kali melihat orang yang didengkinya mendapat kenikmatan."
Larangan Saling Menipu
"Janganlah saling menipu."
Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya Jami'ul Ulum wal Hikam berkata: "Banyak sekali ulama yang menafsirkan kata'an-najsy' di sini dengan arti meninggikan penawaran harga barang yang dilakukan oleh orang yang tidak akan membelinya, mungkin untuk memberikan manfaat bagi penjual dengan adanya tambahan harga, atau untuk mencelakakan pem beli dengan meninggikan harga yang harus dibayar."
Dari Ibnu Umar, dari Nabi shallallahu 'alahi wasallam, bah wa beliau melarang menawar barang melebihi harganya (dengan tujuan menipu pembeli lain). (HR. Al-Bukha ri dan Muslim)
Ibnu Abi Aufa berkata: "Pelaku tipu menipu (seperti ini) adalah pema kan riba dan pengkhianat."
Ibnu Abdil Barr mengatakan: "(Ijma' para ulama menyebutkan) bahwa yang melakukan perbuatan ini berarti melakukan maksiat kepada Allah jika dia telah mengetahui larangan ini."
Larangan Saling Membenci
"Dan janganlah kalian saling membenci."
Asy-Syaikh Al-'Allamah Al-Imam Muhammad Hayat As-Sindi rahimahullah berkata: "Janganlah kalian melakukan apa yang akan menyebabkan saling membenci karena itu akan menyebab kan bermacam-macam kerusakan di dunia dan bencana di akhirat."
Al-Imam Al-Hafizh Rajab Al-Hambali berkata: "Sesama muslim dilarang saling membenci dalam hal selain karena Allah, apalagi atas dasar hawa nafsu, karena sesama muslim itu telah dijadikan Allah bersaudara dan persaudaraan itu saling cinta bukan saling benci."
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, tidaklah kalian masuk Surga sehingga kalian beriman dan tidaklah kalian beriman sehingga saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu, jika kalian lakukan akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian." (HR. Muslim)
Larangan Saling Memutuskan Hubungan (Silaturahim)
"Janganlah kalian putuskan hubungan."
Al-Imam Al-'Allamah Ibnu Daqiqil 'Ied berkata: "Makna 'tadabaru' adalah saling bermusuhan, dan ada pula yang mengatakan saling memu tuskan hubungan karena masing-masing saling membelakangi." Asy-Syaikh Al-'Allamah Muhammad Hayat As-Sindi berkata: "Tidak diperbolehkan sebagian kalian berpaling dari sebagian yang lain, tetapi seharusnya kalian menghadapi mereka dengan wajah berseri-seri, hati yang bersih dari kedengkian dan permusuhan serta dengan tutur kata yang manis."
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Tidak halal bagi seorang muslim memutuskan hubungan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, keduanya bertemu tidak saling menyapa, sebaik-baik di antara kedua nya adalah yang memulai salam." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Memutuskan hubungan yang dimaksud hadits ini adalah dalam masalah duniawiyah. Adapun dalam masalah diniyah dibolehkan memu tuskan hubungan lebih dari tiga hari sebagaimana dilakukan Imam Ahmad dll., seperti terhadap ahli bid'ah, kaum munafik dan yang mengajak memper turutkan hawa nafsu.
Larangan Menyerobot Transaksi Saudara Sesama Muslim
Asy-Syaikh As-Sindi berkata: "Ada salah seorang di antara kamu mengatakan kepada orang yang mena war dagangan orang lain, 'tinggalkan lah, aku akan jual kepadamu dengan harga yang lebih murah', atau menga takan kepada orang yang hendak menjual dagangannya kepada sese orang, 'tinggalkanlah, aku akan membeli darimu dengan harga yang lebih tinggi'."
Semua perbuatan di atas menafi kan ukhuwah Islamiyah, karena seorang mukmin itu mencintai apa yang untuk saudaranya seperti apa yang untuk dirinya. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.
Hendaklah setiap orang di antara kamu melakukan mu'amalah ukhuwah (persaudaraan) dengan sebenar-benarnya dengan cara menghendaki kebaikan untuk saudaranya sebagaimana menghen daki untuk dirinya, dan membenci kejahatan yang ada pada saudaranya seperti membenci kejahatan itu menimpa dirinya.
Al-Hafizh Ibnu Rajab mengata kan: "Di dalam lafazh itu menunjukkan bahwa mereka meninggalkan saling mendengki, menipu, membenci, memutuskan hubungan silaturahim dan menyerobot transaksi saudaranya, dengan demikian mereka bersaudara. Dalam hadits ini juga diperintahkan untuk mencari apa saja yang dapat menjadikan orang-orang muslim bersaudara secara mutlak. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lain." Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu." (Al-Hujurat: 10)
Jika orang-orang mukmin itu bersaudara mereka diperintahkan untuk dapat melunakkan hati dan mempersatukannya, dilarang melaku kan apa yang dapat menyebabkan perpecahan dan perselisihan. Berkata Syaikh Muhammad Hayat As-Sindi: "Persaudaraan Islam itu lebih kuat dari persaudaraan karena nasab."
Karena itu tidak boleh menzha limi saudaranya sesama muslim dalam bentuk apapun. Tidak boleh mendiam kan untuk tidak menolongnya jika melihat ia dizhalimi, karena setiap mukmin diperintahkan saling tolong-menolong seperti sabda Nabi: "Tolong lah saudaramu dalam keadaan zhalim atau dizhalimi", ia berkata (Abu Hurairah), 'wahai Rasulullah, aku tolong dia dalam keadaan dizhalimi, lalu bagaimanakah aku menolongnya dalam keadaan zhalim?', beliau ber sabda: "Kamu cegah dia dari kezhaliman nya maka itulah pertolonganmu kepada nya."(HR. Al-Bukhari)
Kemudian harus selalu berkata dan bersikap benar (jujur) kepadanya. Tidak boleh meremehkannya, sebab sikap meremehkan orang lain itu tumbuh dari kesombongan dirinya sebagaimana sabda Nabi r: "Kesom bongan itu menolak kebenaran dan menghinakan orang." (HR. Muslim)
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman, jangan lah satu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain karena boleh jadi yang diolok-olokkan itu lebih baik dari yang mengolok-olokkan dan jangan pula wanita-wanita mengolok-olokkan wanita yang lain, karena boleh jadi wanita-wanita yang diperolok-olok itu lebih baik daripada yang mengolok-olok." (Al-Hujurat: 11)
Orang yang sombong akan meman dang dirinya sempurna dan memandang orang lain serba kekurangan kemudian mencela, meremehkan dan tidak mau menerima kebenaran yang datang dari orang lain.
Taqwa Letaknya di Dada
Sabda Rasulullah r: "Taqwa itu di sini", seraya menunjuk ke dadanya tiga kali. Dalam kalimat ini menunjukkan bahwa kemuliaan makhluk di sisi Allah itu dengan ketakwaan. Allah berfirman:
"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa." (Al-Hujurat: 13) Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada sosokmu dan hartamu, tetapi Dia akan melihat kepada hatimu dan amalanmu." (HR. Muslim)
Dari ayat Al-Qur'an dan hadits di atas diketahui bahwa ketakwaan itu ada di dalam hati dan dilihat dari amalannya. Di antara kejahatan seorang muslim adalah melakukan penghinaan terhadap saudaranya. Cukup seseorang itu (dikatakan) melakukan kejahatan dengan menghinakan saudaranya sesama muslim, sebab menghina adalah kesombongan yang merupakan salah satu bentuk kejahatan. Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Tidak akan masuk Surga orang yang di dalam hatinya ada seberat dzarrah dari kesombongan." (HR. Muslim)
Orang Muslim itu Diharamkan Darah, Harta dan Kehormatannya
Nabi r pernah bersabda pada waktu haji Wada' yang disaksikan oleh sebagian besar sahabatnya, di antara pesan beliau adalah: "Sesungguh nya harta, darah dan kehormatan kamu haram atas kamu seperti kemuliaan harimu ini dalam bulanmu ini di negerimu ini." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Hadits di atas menunjukkan bahwa darah, harta dan kehormatan seorang muslim tidak boleh diganggu. Banyak sekali nash yang menunjukkan tentang larangan ini dan tidak terbatas pada waktu dan tempat. Allah I telah menjadikan orang-orang mukmin itu bersaudara agar mereka saling kasih-mengasihi dan sayang-menyayangi. Sabda Nabi r:
"Perumpamaan orang-orang mukmin dalam saling cinta-mencintai, sayang-menyayangi dan kasih-mengasihi seperti tubuh, jika salah satu anggota tubuh terasa sakit, maka seluruhnya akan tidak bisa tidur dan demam." (Muttafaq 'Alaih)
Demikianlah di antara syarat-syarat ukhuwah yang harus dipenuhi oleh setiap muslim yang ingin mencapainya. Wallahu a'lam . (Ibrahim Sa'id)
Disadur dari
SYARH ARBA'IN NAWAWIYAH ,RIYADHUSH SHOLIHIN, TAFSIR IBNU KATSIR DLL.
::mari kita jalin ukhuwah Islamiyah menuju persatuan islam tegaknnya syariah

DAP CINA RASIS KEPADA MASYARAKAT MELAYU DI MALAYSIA

Read also Chinese are inherently racist (or more appropriately supremist) di Malaysia Today


World Value Survey baru-baru ini memaparkan hasil tinjauan mengenai sikap sosial penduduk di 80 buah negara berdasarkan penilaian yang dibuat selama lebih tiga dekad. 
Utusan Malaysia memetik tinjauan tersebut yang antara lain menunjukkan bahawa kaum Cina, terutamanya di Hong Kong merupakan kaum paling rasis di mana 71.8% dari mereka enggan tinggal bersebelahan dengan bangsa lain.


Dalam pada itu, Malaysia pula mencatatkan 20% – 39.9% penduduk dengan sikap yang sama iaitu kurang toleransi dalam perkauman. Mungkin tidak salah jika dikatakan bahawa kedudukan Malaysia ini diperolehi kerana 23% dari penduduk negara ini adalah kaum Cina.

Hasil tinjauan World Value Survey sebenarnya menepati pemerhatian secara rambang dan rawak berkenaan sikap kaum Cina di mana-mana sahaja.

Di Malaysia adalah yang paling jelas kerana jangankan berjiran dengan kaum lain, kaum Cina di sini juga berkeras dan berdegil untuk terus mengasingkan anak-anak mereka dari kaum lain melalui Sekolah Vernakular. 
Ini adalah bukti paling kukuh bahawa kaum Cina tidak punya toleransi, enggan berinteraksi serta menolak sebarang bentuk perpaduan dengan kaum lain.

Bukti lain pula boleh dilihat dari aktiviti ekonomi negara ini yang mana dikuasai kaum Cina.

Bukan rahsia bahawa syarikat-syarikat swasta yang diterajui Cina menjadikan ‘kaum’ sebagai faktor utama dalam mencari pekerja. 

Ini dilakukan dengan meletakkan bahasa ibunda mereka sebagai kelayakan penting untuk bekerja di tempat mereka dan di masa yang sama mengenepikan terus bahasa kebangsaan. Dengan cara ini, mereka akan dapat menghadkan pekerja kepada kaum mereka sahaja.

Alasan kononnya bahasa Mandarin adalah penting di dalam dunia hari ini adalah alasan paling dangkal kerana terbukti Singapura yang menjadi kiblat orang Cina Malaysia juga langsung tidak mengiktiraf Mandarin. Malah negara itu meletakkan Bahasa Inggeris sebagai bahasa utama dan ekonomi Singapura tetap berkembang maju. Singapura juga tidak ada sekolah Cina untuk tujuan ‘memelihara’ budaya Cina.

Namun, itu tidak bermakna Cina Singapura tidak turut berkongsi sikap perkauman saudara mereka di seberang sini. Satu-satunya sebab kenapa Singapura tidak mendirikan sekolah Cina atau menjulang Mandarin sebagai bahasa utama ialah kerana di Singapura, kaum Cina sudah punya kuasa mutlak.

Ini menjelaskan sikap sebenar kaum Cina secara keseluruhan iaitu mereka bukannya begitu berminat untuk memelihara budaya atau bahasa mereka, tetapi yang menjadi tonggak hidup mereka hanyalah soal ‘kaum’ iaitu dari segi kedudukan atau kuasa kaum mereka.

Alasan memelihara budaya hanyalah untuk menutup agenda dan sikap rasis mereka.


Oleh itu, kita lihat di dalam perniagaan juga sama di mana kaum Cina tidak akan sekali-kali membenarkan kaum lain menyaingi mereka secara sihat. 
Beberapa kali mereka dikesan mengsabotaj usahawan Melayu secara halus walaupun pada hakikatnya, kaum Melayu tidak pernah menyoal monopoli mereka selama ini. 
Malah, mereka juga akan menuduh kerajaan sebagai rasis jika sesuatu projek dianugerahkan kepada syarikat Melayu, walaupun terdapat lebih ramai dari kaum mereka yang telah mendapat peluang yang sama.

Buruknya sikap kaum ini ialah mereka menjerit-jeritkan inginkan saingan sihat tetapi mereka juga akan pantas mengecam dan menghalang segala usaha ke arah mewujudkan saingan yang sihat itu.

Ini menunjukkan bahawa mereka bukan sahaja rasis, tetapi hipokrit dan penindas.

Secara ringkasnya, kaum Cina sebenarnya tidak akan berpuas hati selagi tidak berada di tempat teratas. Apabila mereka berhijrah ke mana-mana negara, termasuk negara barat, perkara pertama yang mereka lakukan ialah mewujudkan ‘kawasan’ mereka sendiri yang dipanggil China Town. 
Kedai-kedai di China Town tidak akan memberi peluang pekerjaan kepada kaum lain kerana ingin benar-benar hidup dalam kelompok mereka sendiri, berasingan dari kaum asal dan kaum-kaum pendatang lain. 
Dari situ mereka membentuk ‘kuasa’ sendiri melalui kongsi-kongsi gelap serta bersikap samseng dan tidak menghormati ‘orang luar’ walaupun hakikatnya merekalah ‘orang luar’ itu.


Bagi mereka yang pernah bekerja atau berurusan dengan syarikat dari negara China, pasti tahu bahawa kaum Cina amat sukar melafazkan ‘maaf’ atau ‘terima kasih’ walaupun kepada pelanggan sendiri.

Dan inilah sikap semulajadi Cina iaitu ‘keras’ – tiada toleransi, tidak hormat dan tidak prihatin pada orang lain. 








Sikap ini masih berakar umbi jauh ke dalam jiwa dan minda kaum Cina walaupun mereka telah lama meninggalkan tanah asal mereka. Cuma kadangkala sikap itu sukar dilihat kerana telah sedikit terpengaruh dengan budaya kaum lain. Namun, hari ini, sikap ‘keras’ kaum Cina ini kembali menyerlah di dalam generasi Cina Malaysia hari ini akibat pergaulan mereka yang terhad di SJKC.

Kesimpulannya, kaum Cina adalah punca ketegangan kaum di Malaysia dan di mana-mana jua. Mereka mungkin kelihatan ‘normal’ dalam kumpulan kecil, tetapi apabila mereka ramai, mereka akan menimbulkan ketidakselesaan dan keresahan dalam masyarakat akibat sikap mereka yang ‘keras’ dan sukar serta enggan bergaul dengan kaum lain.

SEJARAH MYANMAR KEKEJAMAN TERHADAP ROHINGYA


 بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Azza wa Jalla, yang telah mengaruniakan kita Islam dan Iman. Memberi kita hidayah hingga kita mampu menjalankan syari'at-Nya. Shalawat dan salam senantiasa kita haturkan kepada junjungan mulia, Rasulullah shallallahu 'aihi wasallam, keluarga dan para sahabat.
Para Pembaca Budiman
Dalam rangka membuka mata muslimin, insya Allah, tentang kondisi dan sejarah saudara mereka muslim Rohingya di Burma, maka para artikel ini kami menyajikan sejarah Islam di Arakan dan disusul dengan penderitaan yang mereka alami oleh kuffar Buddha Burma yang tidak mengerti kasih sayang.
Geografi dan demografi Burma
Negara Burma (sekarang Myanmar) terletak di sebelah tenggara benua Asia Tenggara dan sebelah utara berbatasan dengan Cina dan India, Selatan berbatasan dengan Teluk Benggali dan Thailand, timur berbatasan dengan Cina, Thailand dan Laos, sedangkan barat dengan Teluk Benggali, Bangladesh dan India.
Sedangkan propinsi Arakan terletak di barat daya Burma, di pantai Teluk Benggali dan berbatasan dengan Bangladesh. Diperkirakan luas Burma lebih dari 261.000 mil persegi, sedangkan Arakan sekitar 20.000 mil persegi. Antara Burma dan Arakan dipisahkan rangkaian pegunungan yang terbentang dari gunung Himalayah.
Burma memiliki populasi 50 juta jiwa. Sedangkan populasi muslimin sekitar 15% dari total penduduk. Sebagian besar jumlah muslimin mendiami Arakan, mayoritas muslimin, di mana persentasenya melebihi 70%, sisanya Buddha dan sekte-sekte lain.
Burma memiliki beragam etnis yang mencapai 140 suku. Di antara yang paling menonjol adalah suku Shan, Kashen, Karen, Shane, Kaya,  Rakhine (Buddha Mag) dan muslimin yang dikenal dengan nama Rohingya. Mereka kelompok kedua setelah orang-orang Burma dan jumlah mereka mencapai 5 juta jiwa.
Keberadaan Muslimin di Arakan
Para sejarawan menyebutkan bahwa Islam sampai ke Arakan pada masa Dinasti Abbasiyyah,yaitu Khalifah Harun Ar-Rasyid, pada abad ke-7 Hijriyyah lewat para pedagang Arab hingga Arakan menjadi Negara merdeka yang dipimpin oleh 48 penguasa muslim secara berturut-turut.
Yang demikian itu lebi dari tiga setengah abad, yaitu antara tahun 1430 M sampai 1784 M. dan mereka meninggalkan peninggalan sejarah Islam berupa masjid-masjid dan madrasah madrasah, di antaranya adalah masjid Badr yang terkenal berada di Arakan. Nama masjid serupa juga dipakai di masjid daerah-daerah pantai di India, Bangladesh, Thailand, Burma dan Malaysia. Dan juga masjid yang terkenal bernama masjid Sandy Khan yang didirikan pada tahun 1430 H.
Penjajahan Buddha terhadap Negri Muslim Arakan
Pada tahun 1784 M, Arakan dijajah oleh Raja Buddha Burma (Budabay). Ia memasukkan Arakan ke wilayah Burma karena takut penyebaran Islam. Ia pun melakukan pengrusakan di muka bumi, di mana ia menghancurkan peninggalan sejarah Islm berupa masjid dan madrasah, membunuh ulama danpara da’i.
Orang-orang Buddha pun terus melakukan tekanan terhadap muslimin dan menjarah harta mereka. Mereka pun menghasut Buddha Almag untuk menekan muslimin selama 40 tahun. Tidak sampai disitu penderitaan muslimin, pada tahun 1824 M Inggris menjajah dan memasukkan Burma dalam pemerintahan Kolonial Inggris Hindia.
.......Pada tanggal 4 Januari tahun 1948 M, Inggris memberikn kemerdekaan kepada Burma dengan syarat memberikan kemerdekaan pula kepada seluruh etnis setelah 10 tahun. Akan tetapi orang-orang Burma ingkar janji, di aman Burmaa dan Buddh Almag terus menjajah muslim Rohingya Arakan serta melakukan praktek keji terhadap muslimin.......
Pada tahun 1973 M, Inggris menjadikan Burma dan Arakan sebagai koloni yang terpisah dari Inggris Hindia sebagaimana jajahan-jajahan Inggris lainnya.
Pada tahun 1942 M, umat Islam menjadi korban pembantaian dan kebrutalan yang besar oleh orang-orang Buddha Almag setelah mereka mendapatkan senjata dai saudara mereka Buddha Burma dan para penjajah. Lebih dari 100 ribu nyawa muslim melayang, mayoritas wanita, orang tua dan anak-anak.
Ratusan ribu lainnya diusir keluar Arakan. Saking hebatnya pembantaian itu, orang-orang tua senantia mengingat dan menceritakan tragedi itu serta menjadi sejarah
Pada tahun 1947 M, menjelang kemerdekaan Burma diadakan kofrensi di kota Peng Long untuk persiapan menyambut kemerdekaan. Semua etnis diundang dalam acara tersebut kecuali muslimin Rohingya untuk menjauhkan mereka dari kelangsungan sejarah dan penentuan nasib mereka.
Pada tanggal 4 Januari tahun 1948 M, Inggris memberikn kemerdekaan kepada Burma dengan syarat memberikan kemerdekaan pula kepada seluruh etnis setelah 10 tahun. Akan tetapi orang-orang Burma ingkar janji, di aman Burmaa dan Buddh Almag terus menjajah muslim Rohingya Arakan serta melakukan praktek keji terhadap muslimin.
Penderitaan Muslim di Arakan
- Pembersihan Etnis
Semenjak militer fasis berkuasa di Burma, yaitu setelah kudeta militer oleh Jenderal Newin pada tahun 1962 M. muslim pun kembali jadi korban penindasan dan kezaliman berupa, pembunuhan, pengusiran, penyitaan tanah dan penanggalan kewarganeraan mereka, atas tuduhan mereka mirip orang-orang Benggali dalam bahasa, agama dan rupa.
- Melenyapkan Identitas dan Peninggalan Islan
Dalam hal ini mereka menghancurkan peninggalan-peninggalan Islam seperti masjid dan madrasah bersejarah. Sedangkan sisanya dilarang diadakan perbaikan konstruksi. Yang berkaitan dengan peninggalan Islam.
Di samping itu mereka juga berupaya untuk mematikan budaya Islam dan meleburkan muslimin dalam komunitas Buddha secara paksa.
Selain itu, muslimin juga diusir secara kolektif dari desa-desa mereka dan tanah mereka serta mendatangkan pemukim Buddha dan menenpatkan mereka di rumah-rumah yang dibangun dengan harta muslimin. Siapa yang menolak dengan sikap ini, bisa dipastikan nasib mereka adalah mati di penjara-penjara fasis yang tidak mengenal belas kasih.
......Orang-orang Islam dilarang menerima tamu, meskipun saudara atau kerabat mereka. Kecuali telah mendapatkan izin. Adapun bertama dan bermalam, maka hal itu dilarang sama sekali serta dianggap kejahatan besar dan mendapatkan hukuman yang berat dengan rumah penerima tamu dihancurkan ................
- Pengusiran yang Berulang kali Secara Kolektif
Pengusiran ini terjadi pada tahun-tahun berikut:
  1. Tahun 1962 M, yaitu revolusi militer fasis, di mana 300 ribu muslim lebih diusir ke Bangladesh.
  2. Tahun 1978 M, lebih dari 500 ribu muslim dalam kondisi yang memperihatinkan. 40.000 jiwa melayang dari kalngan orang tua, anak-anak dan wanita. Ini menurut statistik Badan Bantuan Pengungsi PBB.
  3. Tahun 1988 M, 150 ribu muslim lebih diusir karena pembangunan desa-desa Buddh untuk perubahan demografi penduduk.
  4. Tahun 1991 M, hampir 500 ribu muslim diusir. Pengusiran setelah penghapusan hasil pemilu, di mana oposisi memenangkan suara. Karena mereka memilih Partai Demokrat Nasional (NLD) Oposisi.
Muslimin juga dihilangkan hak kewarganegaraannya, di mana KTP mereka sebagai identitas resmi dihapus dan digantikan dengan kartu yang menerangkan bahwa mereka bukan warga Negara. Siapa yang menolak, maka nasibnya akan mati di penjara di bawah siksaan atau kabur keluar wilayah dan menjadi DPO.
Mereka juga disuruh kerja paksa mendirikan barak militer dan jalan untuk pemerintah tanpa diberi upah. Bahkan diberi makan dan minum untuk memberikan kekuatan bekerja pun mereka idak mendapatkannya.
Putera-putera muslimin dilarang melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah atau memasuki kampus-kampus. Jika ada yang melanjutkan keluar, maka akan dimasukan dalam pendataan desa. Saat ia kembali, ia pun ditangkap dan dijebloskan ke penjara.
Di samping itu, mereka dilarang bekerja jadi pegawai pemerintah. Bahkan orang yang lama bekerja dari zaman penjajahan, akan dipecat dari kepegawaian. Kecuali di beberapa desa dan pekerjaan yang dibutuhkan untuk membantu militer. Mereka pun bekerja tanpa gaji.
Orang-orang Islam dilarang menerima tamu, meskipun saudara atau kerabat mereka. Kecuali telah mendapatkan izin. Adapun bertama dan bermalam, maka hal itu dilarang sama sekali serta dianggap kejahatan besar dan mendapatkan hukuman yang berat dengan rumah penerima tamu dihancurkan.

BAGAIMANA KUASA MELAYU BAKAL TERHAPUS MELALUI DAP DAN PAP DI SINGAPURA






Jika kita melihat kepada komposisi kaum didalam Pakatan Rakyat, golongan Melayu hanyalah 32 % jika  dibandingkan dengan Cina & India.

Lee Kuan Yew (bekas PM Singapura) sebelum ini memberi cadangan agar Singapura bersatu bersama Malaysia tetapi dengan syarat UMNO haruslah dihapuskan sama sekali.

Tun Mahathir juga telah menjelaskan bahawa impian Lee Kuan Yew ialah mahu menjadi Perdana Menteri Malaysia.


1985 – Lim Kit Siang di dalam bukunya “Malaysia Crisis Of Identity”mengulangi cita-cita DAP mahu mewujudkan “Malaysian Malaysia”dengan menghapuskan hak istimewa orang Melayu.

                                                                    

Pada 1997 – Lee Kuan Yew dalam kenyataannya menyebut pentingnya Singapura bergabung semula dengan Malaysia.




PESAN LEE KUAN YEW KEPADA DR. CHAN MEN HIN - SEBELUM SAYA MATI SAYA MAHU MENJADI PERDANA MENTERI MALAYSIA WALAUPUN 1 MINIT



 

Bagaimana caranya UMNO yang menjadi tunjang kepada BN bakal terhapus sama sekali.??


Mari sini saya dedahkan 
Jika PR memerintah Kerajaan Pusat & mengambil tampuk pemerintahan negara, selang beberapa abad berlalu, Pakatan Rakyat bakal bergabung bersama PAP (Parti yang memerintah  Singapura)



    
Jumlah terkini kerusi Parlimen
PAP Singapura (81)  + Pakatan Rakyat (82)= 163







Jika Parlimen Malaysia sebanyak 222 ini bergabung bersama Parlimen Singapura yang berjumlah 87, maka jumlah keseluruhan kerusi Parlimen akan menjadi 309 kerusi.


 PRU12, kerusi BN hanyalah berjumlah 140.

Jika Pakatan Rakyat bergabung bersama Parti Tindakan Rakyat (PAP) atau lebih mudah saya jelaskan disini Malaysia bersatu bersama Singapura maka secara purata jumlah kerusi parlimen sudah menjadi dominan 163.Jumlah ini cukup lengkap untuk menghapuskan BN dimana UMNO menjadi tunjangnya pada hari ini.
Kerusi Parlimen BN hanyalah sebanyak 140 jika kita ambil pada PRU 12 yang lalu.



Jadi secara tak langsung Pembentukan Malaysia & Singapura ini amat berjaya menghapuskan UMNO/BN & kuasa Melayu sama sekali.

Perancangan ini antara perancangan rapi yang telah pun disusun bertahun-tahun lagi dalam menghapuskan kuasa Melayu didalam UMNO.

lihat apa yang telah saya tulis dan dedahkan  sebelum ini didalam blog ini :



Apakah perkara ini bakal menjadi kenyataan??

                              Fail:Parliament House Singapore.jpg
Parlimen Singapura 87 kerusi


Parlimen Malaysia 222 kerusi

Hakikat Tun M mengatakan bahawa jika PR memerintah negara ini, kuasa pemerintahan  penuh akan  diambil alih oleh Cina akan menjadi kenyataan kerana jumlah penduduk Cina Singapura yang seramai 76 % ditambah dengan penduduk bukan Melayu di Malaysia berjumlah 46.7% dimana kaum cina  26% yang menjadikan jumlah penduduk cina bakal meningkat sekaligus mengatasi penduduk  Melayu dalam negara yang berjumlah 53.3%.Secara tak langsung Melayu bakal menjadi minority ditambah penguasaan  kerusi Parlimen bukan Melayu ketika ini.


Di dalam insiden BERSIH dimana kita lihat bendera Malaysia dikibarkan seperti bendera Singapura.

                                       

Lihat semula tulisan saya disini:

Jadi soalnya disini Singapura merupakan negara Republik tetapi Malaysia pula masih mempunyai  sistem beraja, jadi bagaimana kuasa Raja ini bakal terhapus?? Sedarkah anda jika Pakatan Rakyat yang memerintah negara ini majoritynya dikuasai oleh bukan Melayu, sedangkan Raja-Raja ini adalah dari orang Melayu, jadi secara tak langsung agenda Malaysian Malaysia & hak samarata akan berjaya kerana Raja-raja  tidak lagi terbela  & mendapat perlindungan serta sokongan dari Melayu yang pada hari itu bukan lagi menguasai Parlimen.Jadi segala apa yang diusulkan akan memihak kepada bukan Melayu.
                                             
Jika sekarang ini pun DAP berani meminta agar Kerajaan Pusat  membenarkan Kalimah Allah diguna oleh Kristian, apatah lagi jika mereka memerintah?? Mungkin lebih daripada itu akan diminta.
                                             

Tak mustahil perkara ini bakal berlaku & agenda inilah yang akan memusnahkan sama sekali sistem Raja Berpelembagaan di negara ini di tambah  dengan slogan KETUANAN RAKYAT yang mula menggantikan KETUANAN MELAYU.. Jika Ketuanan Rakyat itu diangkat-angkat, maknyanya sudah tiada lagi keistimewaan Melayu kerana sesiapa sahaja yang menjadi Rakyat dinegara ini termasuk Cina & India berhak menjadi Tuan bukan??
Kemungkinan besar dalam tempoh jangkamasa yang panjang, Agama Kristian bakal menjadi Agama Rasmi di negara ini kerana sokongan masyarakat Singapura yang  beragama Kristian ditambah penguasaan ahli-ahli DAP yang beragama Kristian.

Belajarlah sejarah bagaimana sistem beraja ini berjaya dihapuskann sama sekali dengan menukar pemerintah. Inilah yang diingini oleh musuh-musuh kita diluar sana lebih-lebih lagi Raja-Raja Melayu yang masih mengamalkan Agama Islam & dijadikan Agama Rasmi dalam negara ini.

                                 

 Ketua Pembangkang (bakal PM dari Pakatan Rakyat)  yang melaungkan Ketuanan Rakyat!


Tak mustahil jika PR berjaya memerintah, dengan menggunakan penggabungan Malaysia & Singapura ini, kuasa Raja bakal terhapus sama sekali.

                            

Didalam penjelasan  di bawah Perkara 159 menyatakan bagaimana  perlembagaan Malaysia dipinda.

Perkara 159 Perlembagaan Malaysia memperuntukkan hak bagaimana perlembagaan Malaysia dipinda. Perkara ini secara terperinci memberitahu bagaimana penggubal undang-undang (ahli parlimen) membuat pindaan perlembagaan.

Menukar pemerintah bukanlah satu perkara yang boleh dibuat main-main kerana ianya melibatkan soal masa depan sesebuah negara

Ingatlah, apa yang anda lakukan hari ini bakal menentukan masa depan generasi akan datang. Hargailah pengorbanan orang-orang terdahulu kerana merekalah kita berkeadaan  selesa seperti sekarang.

















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin