Khamis, 13 Jun 2013

PANDUAN KEBAKARAN SEMASA BERLAKUNYA KECEMASAN



Bekerja di sebuah laboratorium jelas tak bisa lepas dari kemungkinan kecelakaan kerja atau bahaya yang salah satunya adalah kebakaran. Aspek bahaya ini menjadikan pekerja laboratorium membuat dan menciptakan suatu system keselamatan kerja. Selain itu perlu difahami pula bagaimana proses terjadinya kebakaran, bahan-bahan kimia apa saja yang mudah terbakar serta bagaimana cara penanggulangannya secara benar.
Bahasan ini akan saya uraikan secara lengkap mulai dari definisi api dan kebakaran. Definisi api adalah suatu fenomena yang dapat diamati dengan adanya cahaya dan panas serta adanya proses perubahan zat menjadi zat baru melalui reaksi kimia oksidasi eksotermal. Api terbentuk karena adanya interaksi beberapa unsur/elemen yang pada kesetimbangan tertentu dapat menimbulkan api. Sedangkan kebakaran yaitu peristiwa bencana yang ditimbulkan oleh api, yang tidak dikehendaki oleh manusia dan bisa mengakibatkan kerugian nyawa dan harta.
Segitiga Api
Ditinjau dari jenis api, dapat dikategorikan menjadi jenis api jinak dan liar. Jenis api jinak artinya api yang masih dapat dikuasai oleh manusia, sedang jenis api liar tidak dapat dikuasai. Inilah yang dinamakan kebakaran.
Proses kebakaran atau terjadinya api sebenarnya bisa kita baca dari teori segitiga api yang meliputi elemen bahan, panas dan oksigen. Tanpa salah satu dari ketiga unsur tersebut, api tidak akan muncul. Oksigen sendiri harus membutuhkan diatas 10% kandungan oksigen di udara yang diperlukan untuk memungkinkan terjadinya proses pembakaran.

Sedang mengenai sumber panas bisa bisa muncul dari beberapa sebab antara lain :
  1. Sumber api terbuka yaitu penggunaan api yang langsung dalam beraktifitas seperti : masak, las, dll. 
  2. Listrik Dinamis yaitu panas yang berlebihan dari sistem peralatan/rangkaian listrik seperti : setrika, atau karena adanya korsleting. 
  3. Listrik Statis yaitu panas yang ditimbulkan akibat loncatan ion negatif dengan ion positif seperti : peti. 
  4. Mekanis yaitu panas yang ditimbulkan akibat gesekan/benturan benda seperti : gerinda, memaku, dll.
  5. Tetrahidral Api
  6. Kimia yaitu panas yang timbul akibat reaksi kimia seperti : karbit dengan air
Bisa terjadi juga kecenderungan terjadi reaksi kimia akibat adanya elemen ke empat. Inilah yang biasa dinamakan tetrahidral api seperti gambar disamping.

Ada beberapa klasifikasi kebakaran berdasarkan jenis bahan yang terbakar antara lain :
  • Kelas A : Benda padat seperti kertas, kayu, plastik, karet, kain, dsb. 
  • Kelas B : Benda cair seperti mInyak tanah, bensin, solar, tinner, gas elpiji, dsb. 
  • Kelas C : Kebakaran listrik, travo, kabel/konsleting arus listriknya. 
  • Kelas D : Kebakaran khusus seperti Besi, aluminium, konstruksi baja.
 Tipe Kebakaran :
Bagaimana caranya untuk memadamkan api?
Agar bisa memadamkan secara cepat, perlu difahami segitiga api seperti yang telah diuraikan diatas yaitu menghilangkan salah satu unsur dari segitiga api.
Selain itu harus ada sarana dan prasarana alat pemadam kebakaran. Alat yang sifatnya tradisional masih bisa dipakai seperti karung goni, pasir, termasuk keperluan komunikasi kentongan dll. Sedang untuk alat pemadam kebakaran yang sifatnya umum antara antara lain Hidrant, Mobil pemadam kebakaran, Alat pemadam api ringan (APAR), sprinkler, dll.
Disamping itu alat pemadam api lain yang mempunyai sifat sebagai racun api, antara lain karbon dioksida, Bahan Kimia kering multi guna dan bubuk kering. Dari beberapa macam alat pemadam api tersebut masing‐masing mempunyai kegunaan dan aturan tersendiri.
Inilah contoh gambar Alat Pemadam Api Ringan (APAR)

Media Alat Pemadam, Karakteristik dan Sifat Pemadamannya
1. Hydrospray
Alat pemadam dengan air ini umumnya digunakan untuk kebakaran kelas A. Alat ini biasanya dilengkapi dengan penera untuk mengetahui tekanan air. Penera berwarna hijau menunjukkan alat aman untuk digunakan, sedangkan warna merah menunjukkan tekanan sudah berkurang.

2. Drychemical Powder
Jenis bubuk kering digunakan untuk kelas A,B, C dan D, sedang sifat pemadaman jenis bubuk kering antara lain :
  • Menyerap panas dan mendinginkan obyek yang terbakar. 
  • Menahan radiasi panas. 
  • Bukan penghantar arus listrik. 
  • Menutup dengan cara melekat pada obyek yang terbakar karena adanya reaksi kimia bahan tersebut saat terjadi kebakaran (reaksi panas api). 
  • Menghambat terjadinya oksidasi pada obyek yang terbakar.
  • Tidak berbahaya. 
  • Efek samping yang muncul adalah debu dan kotor.
  • Dapat berakibat korosi dan kerusakan pada mesin ataupun perangkat elektronik.
  • Sekali pakai pada tiap kejadian.
3. Gas Cair Hallon Free/AF 11/Halotron 1
Alat pemadam gas cair ini bisa digunakan untuk semua jenis klasifikasi kebakaran. Sifat alat pemadam ini antara lain :
  • Bukan penghantar listrik
  • Tidak merusak peralatan 
  • Non Toxic (tidak beracun)
  • Bersih tidak meninggalkan bekas.
  • Memadamkan api dengan cara mengikat O2 disekitar area kebakaran
  • Penggunaan yang multi purpose (semua klas kebakaran)
  • Bisa digunakan berulang-ulang 
  • Lebih tepat digunakan di dalam ruang
4. Carbon dioksida
Racun api CO2 ini cocok dan efektif digunakan untuk pemadaman api kelas B dan C. Sifat-sifatnya antara lain :

•         Bersih tidak meninggalkan bekas.
•         Non Toxide ( tidak beracun ).
•         Bukan penghantar listrik.
•         Tidak merusak peralatan ( elektronik / mesin )
•         Cara pemadaman dengan mendinginkan dan menyelimuti obyek yang terbakar.
•         Tepat untuk area generator dan instalasi listrik.
•         Tekanan kerja sangat besar.

5. Racun Api Busa
Racun api berupa busa hanya digunakan untuk jenis kebakaran kelas A dan B. Cara kerjanya menyelimuti dan membasahi obyek yang terbakar. Jika obyek yang terbakar benda cair, racun api busa ini bekerja menutup permukaan zat cair.
Sifat lainnya yaitu penghantar arus listrik sehingga tidak dapat digunakan pada ruang yang berisi peralatan komponen listrik.

6. Fire Sprinkler System
Alat ini biasanya terinstal didalam gedung dan bersifat mengandung Hg. Mekanisme kerja sprinkler yaitu secara otomatis akan mengeluarkan air bila kepala sprinkler terkena panas.
Prinsip dasar alat ini adalah mampu menyerap kalor yang dihasilkan dari bahan yang terbakar.


 
8. Hydrant
Digunakan untuk jenis api kelas A dan B.

Secara ringkas, penggunaan media racun api berdasarkan klasifikasi bahan terbakar jadi begini :
Agar bisa bekerja cepat dalam keadaan darurat perlu diperhitungkan persyaratan dan cara pemasangan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang antara lain :
  • Tempat mudah dilihat dan dijangkau, tidak boleh digembok atau diikat mati.
  • Jarak jangkauan maksimum 15 m.
  • Tinggi pemasangan maksimum 125 cm.
  • Jenis media dan ukuran sesuai dengan klasifikasi kebakaran dan beban api.
  • Diperiksa secara berkala.
  • Bisa diisi ulang (Refill).
  • Kekuatan konstruksi terstandar.
Fasilitas yang harus dipunyai oleh laboratorium :
  • APAR 
  • Tangga darurat 
  • Ada sistem alarm seperti Heat detector, Smoke detector dan Flame detector (lidah api) 
  • Hydrant (Box hydrant) 
  • Baju tahan panas pelindung kerja lengkap tahan api 
  • Pintu tahan Api 
  • Jumping sheet 
  • Penangkal petir
Perhatikan juga jika masuk ke laboratorium atau gedung manapun, cobalah lihat dan cari tanda arah evakuasi ataupun pintu darurat. Biasanya ditunjukkan dengan papan nama 'pintu darurat' atau "exit" seperi gambar ini :
Usaha Preventif  Tanggap Kebakaran

  • Penyuluhan dan pelatihan tentang pemadam kebakaran 
  • Adanya SOP cara pengoperasian pada tabung pemadam 
  • Pastikan listrik/api telah padam sebelum meniggalkan laboratorium 
  • Usahakan bak kamar mandi selalu penuh
Bagaimana cara pelaksanaan pemadaman?
  • Selalu siap mental dan jangan panik 
  • Perhatikan arah angin (dengan melihat lidah api) 
  • Membelakangi arah angin menghindar dari sisi lain 
  • Semprotkan/arahkan pada sumber api 
  • Harus tahu jenis benda yang terbakar 
  • Usahakan mengatur dan menahan nafas
Sedangkan prosedur emergensi evakuasi seperti berikut :
  • Bunyikan / tekan alarm terdekat 
  • Keluar lewat pintu terdekat 
  • Berkumpul ditempat yang berjarak minimal 30 meter dari sumber kebakaran 
  • Beritahu petugas emergensi mengenai orang-orang yang ada didalam 
  • Beritahu petugas emergensi mengenai alasan pengosongan ruangan
  • Jangan masuk kedalam gedung lagi sampai dijinkan oleh yang berwenang
Nah, itulah sedikit uraian penanganan kebakaran di dalam laboratorium. Satu hal paling utama yang perlu diperhatikan adalah ketelitian dan kewaspadaan kita sebagai pengguna laboratorium karena kecerobohan dan keteledoran tentu saja dapat mengundang segala resiko yang semua itu bisa saja terjadi. Demi keselamatan individual maupun bersama, sebelum bekerja didalam laboratorium kimia, terlebih dahulu memperhatikan tata tertib yang ada.

HARI AGAMA BUDDHA


A. Hari Raya Waisak (Vesâkha Pûja)
Hari Raya Waisak pada umumnya jatuh pada purnamasidhi di bulan Mei, namun kadangkala pada hari-hari pertama bulan Juni bila jatuh pada tahun kabisat lunar.
1. Arti Dari Prosesi Puja
Hari Waisak dijuluki pula “Hari Trisuci Waisak” karena pada hari itu umat Buddha sedunia memperingati Tiga Peristiwa Agung yang terjadi pada zaman kehidupan Sang Buddha Gotama lebih dari 2500 tahun yang lalu. Tiga Peristiwa Agung tersebut adalah:
1. Bodhisatva (Calon Buddha) yang diberi nama Pangeran Sidharta Gotama dilahirkan di Taman Lumbini, Nepal, pada tahun 623 S.M.
2. Pangeran Sidharta, yang kemudian menjadi pertapa, di bawah Pohon Bodhi Suci, di Buddha-Gaya, India, dengan kekuatan sendiri mencapai Penerangan Agung (mencapai Nibbana) dan menjadi Buddha.
3. Sesudah 45 tahun lamanya mengembara dan memberi pelayanan Dhamma kepada umat manusia dan para dewa, Sang Buddha Parinibbana atau wafat pada usia 80 tahun di Kusinara, India pada tahun 543 S.M.
2. Waktu Detik-detik Waisak
B. Hari-hari Besar Yang Lain
1. Asadha
Asadha adalah nama bulan lunar kedelapan, dari bahasa Sansekerta, sedangkan bahasa Pâlinya adalah Asalha. Kebaktian untuk memeperingati Hari Besar Asadha disebut Asadha Puja / Asalha Puja. Hari besar Asadha, diperingati 2 (dua) bulan sesudah Hari Raya Waisak, yang biasanya jatuh pada bulan Juli, guna memperingati kejadian yang menyangkut kehidupan Sang Buddha dan Ajaran-Nya, yaitu:
1. Untuk pertama kali Sang Buddha membabarkan Ajaran-Nya kepada 5 (lima) orang pertapa, bekas teman-temannya sebelum menjadi Buddha, bertempat di Taman Rusa Isipatana, dekat Vanarasi, India, pada purnama sidhi di bulan Asalha. Khotbah pertama Sang Buddha ini terdapat dalam Kitab Suci Tipitaka Pâli dengan nama Dhammacakkappavattana Sutta.
2. Kelima pertapa tersebut adalah Kondañña, Bhadiya, Vappa, Mahanama dan Asajji. Dengan adanya 5 (lima) orang pertapa yang menjadi murid Sang Buddha, maka kemudian terbentuklah Sangha.
Dengan demikian lengkaplah tiga perlindungan Umat Buddha, yaitu Buddha, Dhamma, dan Sangha atau yang disebut Tiratana (Tiga Perlindungan)
2. Mâgha Pûja(Isi ovada)
Mâgha adalah nama bulan lunar yang jatuh pada bulan Februari, dan kebaktian untuk memperingati peristiwa di bulan Mâgha ini disebut Mâgha-Pûja. Hari Besar Mâgha yang biasanya jatuh pada purnama sidhi bulan Februari / Maret. Hari Besar Mâgha memperingati suatu peristiwa yang terjadi pada purnama sidhi di bulan Mâgha. Peristiwa tersebut adalah:
1. Disabdakannya Ovadha Patimokha, Inti Ajaran Sang Buddha dan Etika Pokok Para Bhikkhu. Sabda Sang Buddha ini dibabarkan di Veluvana Vihara di Rajagaha,
Di hadapan 1.250 Arahat.
Kesemua Arahat tersebut ditahbiskan sendiri oleh Sang Buddha (Ehi Bhikkhu)
Kehadiran para Arahat tersebut tanpa diundang dan tanpa ada perjanjian satu dengan yang lainnya terlebih dahulu.
Inti Ajaran Sang Buddha:
Jangan berbuat jahat
Tambahlah kebajikan
Sucikan hati dan pikiran
Itulah Ajaran Para Buddha
(Dhammapada 183)
Etika (Vinaya) Pokok Para Bhikkhu :
Kesabaran adalah praktek bertapa yang paling tinggi
Nibbana adalah yang tertinggi”, begitulah Sabda Para Buddha.
Dia yang masih menyakiti orang lain, sesungguhnya bukanlah seorang pertapa.
(Dhammapada 184)
Tidak menghina, tidak menyakiti
Dapat mengendalikan diri sesuai Patimokha
Memiliki sikap madya dalam makanan
Berdiam di tempat yang sunyi
Giat mengembangkan batin nan luhur
Inilah Ajaran Para Buddha
(Dhammapada 185)
2. Sang Buddha memberi Anugerah Penghargaan Dhamma kepada Yang Ariya Sariputta dan Moggallana Thera sebagai Siswa-siswa Utama di hadapan 1250 Arahat di Veluvana Vihara, Rajagaha.
3. Sang Buddha mengumumkan di Capala-Cetiya di Mahavana, pada para bhikkhu, bahwa 3 (tiga) bulan lagi beliau akan Parinibbana.
3. Kathina Pûja
Pada purnamasidhi tiga bulan sesudah Hari Besar Asadha, yang jatuh kira-kira pada bulan Oktober-November, para bhikkhu telah mnyelesaikan Masa Vassa, dan umat melakukan persembahan jubah Khatina pada Sangha. Perayaan tersebut diselenggarakan sebagai ungkapan perasaan terima kasih umat kepada Bhikkhu yang telah menjalankan Vassa di daerah mereka, dengan cara mempersembahkan pada Bhikkhu Sangha barang-barang berupa jubah, perlengkapan Vihara dan kebutuhan Bhikkhu sehari-hari.

Rabu, 12 Jun 2013

NABI MUHAMMAD SAW DALAM KITAB SUCI AGAMA BUDDHA

Buddha meramalkan kedatangan seorang “Maitreya”:

A. Hampir semua kitab agama Buddha mengandungi ramalan ini. Di dalam
Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. 111, 76:


“Akan lahir ke dunia ini seorang Buddha yang dikenali dengan nama Maitreya (baik dan murah hati). Maitreya ini ialah seorang yang suci, seorang yang tertinggi dalam kuasa, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, yang bertuah dan yang mengenali alam ini dan apa yang Maitreya ini dapat daripada alam ghaib beliau akan sebarkan risalah ini keseluruh alam. Maitreya ini akan dakwahkan agama beliau yang agung ini daripada awal hingga keakhir. Buddha berkata bahawa Maitreya ini akan memperkanalkan satu cara hidup yang sempurna dan suci sebagaimana aku (Buddha) memperkenalkan agama aku. Pengikut Maitreya ini lebih ramai daripada pengikut aku (Buddha)”.

B. Di dalam buku ini (Sacred Books of the East jilid 35 muka surat 225
“Aku bukanlah satu-satunya Buddha sahaja. Selepas aku akan lahir seorang Buddha lagi yang dikenali dengan nama Maitreya. Dia akan memiliki banyak sifat-sifat yang mulia dan utama. Kalau anak murid aku beratus-ratus anak murid, Maitreya tersebut beribu-ribu.”
C. Satu Iagi ramalan tentang Maitreya (Kitab Agama Buddha oleh Carus muka surat 217 dan 218-dari negara Ceylon (Sri Lanka). “Ananda (anak murid Buddha) bertanya kepada Gautama Buddha, `Siapakah akan mengajar kita semua selepas kamu meninggalkan kami?‘
Gautama Buddha menjawab:
“Saya bukanlah Buddha yang pertama atau yang akhir yang didatangkan ke dunia ini. Selepas aku seorang Buddha lagi akan dihantar ke dunia ini. Dialah seorang yang kudus atau suci, yang mempunyai kesedaran yang tinggi, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, mempunyai akhlak yang baik, yang mengenali alam ini, pemimpin manusia yang bijaksana, yang dikasihi oleh malaikat dan makhluk lain. Dia akan mengajar kepada kamu semua satu agama atau kebenaran yang kekal abadi serta yang terpuji. Agama yang diajar oleh Buddha ini akan menjadi satu cara hidup yang sempurna dan suci. Kalau anak murid aku beratus-ratus tetapi anak murid Buddha ini ialah beribu-ribu.”
Ananda bertanya lagi, ‘Bagaimana kami hendak mengenali Buddha ini ?’
Jawab Gautama Buddha: “Dia akan dikenali dengan gelaran Maitreya.”
>Perkataan `Maitreya’ di dalam bahasa Sanskrit atau “Metteyya” di dalam bahasa Pali bererti dia yang memiliki sifat kasih sayang, belas kasihan, baik atau murah hati. Ia juga membawa makna seseorang yang pemurah dan mesra. Satu perkataan Arab yang membawa erti segala sifat yang tersebut ialah ‘Rahmat’. Di dalam Al-Quran (Surah Al Anbiyaa, Surah 21 ayat 107)
“Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus kamu (Muhammad),melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) dipanggil dengan gelaran “dia yang bersifat kasih sayang atau rahmat atau ‘Maitreya’.
>Perkataan Belas Kasihan dan dia yang Bersifat Belas Kasihan disebut di dalam Al-Quran tidak kurang daripada 409 kali.
>Tiap-tiap Surah di dalam AI Quran bermula dengan perkataan yang amat indah sekali iaitu “Bismillah Hir-Rahman Nir-Rahim” yang bererti “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang’.
Hanya Surah At Taubah (Surah 9) tidak bermula dengan perkataan Bismillah

>Perkataan Muhammad ada juga di eja “Mahamet” atau “Mahomet” atau ejaan yang lain dalam berbagai bahasa. Perkataan “Maho” di dalam bahasa Pali dan “Maha” di dalam bahasa Sanskrit bererti sangat baik atau besar atau sangat mulia dan masyhur dan perkataan “Metta” bererti belas kasihan. Maka perkataan “Mahamet” atau ”Mahomet” bererti Belas Kasihan Yang Amat Besar.
2. Ajaran agama Buddha untuk semua lapisan masyarakat:

Mengikut buku Sacred Books of the East, jilid 11, muka surat 36 Maha-Parinibbana Sutta Bab 2 Ayat 32:

Buddha pernah menyebut “Saya sudah menyampaikan keseluruhan agama saya yang benar kepada semua lapisan masyarakat. Wahai Ananda, (anak murid beliau) seorang Tathagata tidak menyimpan sesuatu kebenaran tetapi dia akan sebarkan atau mengajar keseluruhan agama itu.
Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) diperintah oleh Allah Tuhan yang Maha Berkuasa untuk menyampaikan keseluruhan agama Islam kepada semua lapisan masyarakat tanpa menyimpan atau menyembunyikan sesuatu kebenaran. Hatta daripada zaman Nabi (Salawatu Alai Wasalam) hingga ke hari ini dan seterusnya Al-Quran dibaca dan di ajar secara terbuka. Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) dengan tegas melarang sesuatu ajaran agama itu disembunyikan.
3. Anak Murid Dan Khadam Yang Setia Kepada Buddha:

Mengikut buku Sacred Books of the East, jilid 11 muka surat 97 Maha-Parinibbana Sutta Bab 5 Ayat 36:

“Di dalam satu syarahan Gautama Buddha memberi tahu kepada pengikut beliau, bahawasanya semua Buddha dahulu memiliki anak murid dan khadam yang amat setia kepada mereka. Anak murid dan khadam yang amat setia kepadaku sekarang ialah Ananda. Seterusnya Buddha yang akan datang pun akan ada anak murid dan khadam yang amat setia kepada mereka”.
Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) pun memiliki seorang anak murid dan khadam yang amat setia. Beliau ialah Anas bin Malik (R.A) yang dihadiahkan oleh keluarga beliau kepada Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) semasa Anas (R.A) berumur 8 tahun. Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) amat mengasihi Anas dan mengangap Anas sebagai anak Baginda sendiri. Anas (R.A) sentiasa mendampingi Nabi (Salawatu Alai Wasalam) mahupun masa senang atau susah, masa perang, atau masa damai sampai Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) wafat.
>Di dalam peperangan Uhud nyawa Nabi dalam keadaan bahaya dan Nabi hampir dibunuh.Walaupun begitu Anas tetap dengan Nabi.Umurnya di masa itu hanya 11 tahun sahaja.
>Dalam peperangan Hunain Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) dikepong oleh musuh yang terdiri daripada pemanah dan nyawa Baginda (Salawatu Alai Wasalam) terancam tetapi Anas (R.A) walaupun berumur 16 tahun tetap bersama Nabi (Salawatu Alai Wasalam).
Peristiwa yang tersebut di atas membuktikan bahawa Anas (R.A) ialah seorang anak murid dan khadam yang benar-benar setia kepada Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) sama seperti Ananda kepada Gautama Buddha. Di dalam satu peristiwa Buddha di serang oleh seekor gajah yang gila. Walaupun demikian Ananda tetap bersama Buddha.
4. Enam Kriteria Untuk Mengenali Buddha:

Mengikut Kitab Agama Buddha yang di tulis oleh Carus, muka surat 214:

“Buddha pernah berkata: “Terdapat dua peristiwa di mana rupa Tathagata (Buddha) akan jadi amat cerah. Peristiwa yang pertama ialah di waktu malam bila mana beliau sudah sampai ke tahap yang paling tinggi dari segi rohani (Nirvana). Peristiwa yang kedua ialah pada malam Buddha meninggal dunia yang fana ini (dia mati)”.
Mengikut Gautama Buddha ada enam kriteria untuk mengenali seorang Buddha:
>Seorang Buddha akan mencapai tahap yang paling tinggi dari segi rohani (Nirvana) di waktu malam.
>Di waktu dia mencapai Nirvana rupanya akan menjadi amat cerah.
>Seorang Buddha akan meninggal dunia atau mati dengan sebab yang biasa (natural death).
>Seorang Buddha akan meninggal dunia di waktu.malam.
>Sebelum kematian rupanya akan menjadi amat cerah.
>Selepas kewafatan,seorang Buddha tidak akan wujud atau ada di alam dunia ini lagi.
>> Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) mencapai darjat yang paling tinggi di waktu malam bila mana Baginda (Salawatu Alai Wasalam) di lantik menjadi seorang Rasul.Daripada Al-Quran (Surah Dukhan – Surah 44 Ayat 2-3):“Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami (Allah) menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. Mengikut satu lagi ayat daripada Al-Quran (Surah Al Qadr (Kemuliaan) Surah 97 Ayat 1).“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”
>>Semasa Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) di lantik menjadi seorang Rasul baginda merasa dirinya dan kefahamanya dipenuhi dengan cahaya rohani.
>>Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) wafat atau meninggal dunia dengan sebab yang biasa (natural death).

>>Mengikut Siti Aisyah (R.A) Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) wafat atau meninggal dunia di waktu malam. Malam kewafatan Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) tidak ada minyak lampu di rumahnya. Hatta Siti Aisyah (R.A) terpaksa meminjam sedikit minyak untuk menyalakan lampu.

>>Mengikut Anas (R.A) (Anak murid dan khadam setia kepada Nabi) malam kewafatan Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) rupa Nabi (Salawatu Alai Wasalam) amat cerah sekali.
>>Selepas pengkebumian Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) (jasadnya) tidak dilihat lagi di alam dunia ini.
5. Semua Buddha adalah Pendakwah atau memberi Peringatan:

Mengikut Dhammapada (Sacred Books of East, jilid 10 muka surat 67)
“Semua Jathagatas (Buddha) adalah Pendakwah atau memberi peringatan”.Dalam Al Quran Allah (SubhanAllah Wa Taala) menyebut tentang Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam).“Maka berilah peringatan, kerana sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (Al-Quran, Surah Al-Ghaasyiyah, (Surah 88 Ayat 21-22).6. Ramalan Gautama Buddha Untuk Mengenali Seorang Maitreya:

Mengikut Dhammapada, Mattaya Sutta, 151:
Maitreya yang di tunggu akan memiliki sifat-sifat yang terpuji seperti yang tersebut dibawah:
>Perasaan belas kasihan untuk semua makhluk.> Seorang utusan keamanan dan seorang pendamai.

>Yang paling berjaya di alam ini. Maitreya sebagai pendakwah moral adalah:

>>Seorang yang sentiasa bercakap benar
>>Yang berbudi bahasa.
>>Yang bersifat lemah lembut dan dari keturunan bangsawan.
>>Tidak sombong atau angkuh.
>>Sebagai raja atau pemimpin kepada makhluk.
>>Sebagai contoh ikutan (dalam amalan dan perkataan atau percakapan) untuk semua manusia.


KHASIAT AIR MANI KEPADA KAUM HAWA

Rasanya bukan aku seorang saja yang bertanya diri sendiri kenapa orang lelaki bila dia dah berkahwin perutnya akan buncit. Selalu juga aku dengar orang cakap macam ni, “Sekarang ni kurus. Dah kawen nanti mesti gemuk.”
Walaupun istilah gemuk dan buncit itu tak sama, tapi dalam konteks ini ianya membawa maksud yang serupa, iaitu perut naik. Tapi… kenapa ye? – Aku bukan kurus wei, cuma tak gemuk je haha.
Persoalan itu terjawab akhirnya selepas aku baca satu artikel dalam Majalah Maskulin baru-baru ini. Jadi rasanya elok juga berkongsi dengan rakan² info pasal ni. Artikel yang anda akan baca nanti mungkin ada yang mencelarukan perasaan. Mungkin rangsangan dirinya sedikit terganggu. Tapi ketahuilah, aku tiada niat untuk berkata lucah ke apa kat sini.
Anggaplah ianya satu info yang patut diberi perhatian bagi anda yang bergelar lelaki terutamanya. Perempuan pun sama juga. Takkanlah suami nak isterinya slim anggun menawan tapi perut suaminya boroi ke depan sampai nak tengok kaki sendiri pun tak nampak hehe. Sama²lah berusaha supaya dua² maintain slim dan bergaya.
Menurut artikel dalam kolum Info Seks majalah tersebut, lelaki yang dah berkahwin ni senang buncit disebabkan faktor kelamin sebenarnya. Orang perempuan pula perut buncit kerana kena ‘buatan orang’ hehe. Gurau². Ok. Selalu juga kita dengar lelaki yang dah berkahwin ni perut buncit sebab ada orang jaga makan minum dia. Entahlah boleh diterima ke tak. Ianya sekadar agak² orang, bukannya fakta pun. Ini faktanya yang perlu kita tahu.
Kita sambung lagi.
Kebuncitan lelaki ini berlaku apabila cecair daripada isteri yang mengalir masuk melalui zakar semasa hubungan kelamin akan membuatkan perubahan hormon dalaman dan sekaligus akan mudah membuatkan perut menjadi buncit. Faktor itu juga menyebabkan zakar lelaki yang berkahwin akan lebih mengembang dan besar berbanding lelaki bujang. Ooo…
Namun jika hubungan kelamin tidak dilakukan dalam tempoh yang lama, perut mereka akan kembali kendur dan zakar pula akan mula mengecut. Selalunya berlaku kepada lelaki yang dah bercerai, mereka yang dah lama menduda atau selalu sibuk dengan kerja sampaikan tuntutan nafkah batin diabaikan. Kasihan ‘dia’.
Khasiat Air Mani Untuk Wanita
Ada khasiat rupanya. Kepada wanita yang sudah berkahwin, dikatakan akan mempunyai kulit yang lebih lembut dan mempunyai mood yang lebih baik. Kulit isteri lembut hasil daripada pancutan sperma suami yang mengandungi banyak protein dan berkhasiat. Air mani yang dipancut ke dalam rahim isteri bukan sekadar boleh mendatangkan zuriat, ia juga akan bersatu dengan darah dan segala kebaikan air mani suami akan diserap ke dalam tubuh isteri.
Ooo patutlah wanita yang dah berkahwin ni nampak lebih gebu. Tapi rasanya awal² kahwin je kot. Dah beranak 3, mulalah kulit berlipat². Kena sama² pandai jaga badan lepas kahwin, ok?
Khasiat lain sperma untuk wanita:

* Rambut isteri semakin hitam dan berkilat.
* Mengurangkan jerawat.
* Campuran sperma dalam tubuh isteri akan menghasilkan berjuta² hormon yang membuatkan wanita lebih ceria dan gembira.
Edah dan Air Mani
Dalam Islam, tempoh edah diberi kepada isteri yang baru bercerai adalah untuk menghilangkan air mani bekas suami yang masih berada dalam tubuh badan isteri, supaya tak berlaku percampuran air mani jika wanita itu terus melakukan hubungan seks dengan suami baru.
Ada logiknya juga. Setiap hukum dan ketentuan dalam Islam mesti mempunyai sebab yang tertentu sama ada kita tahu atau tidak. Tak perlulah buah tafsiran atau tohmahan terhadap agama sendiri hingga terjadinya murtad. Kajilah dulu kalau boleh. Memang diyakini Islam itu benar.
Itulah saja info yang baru aku dapat. Lelaki buncit lepas kahwin ni kadang² orang cakap sebab hati senang. Mungkin satu faktor lagi kot yang menyumbang. Ada orang suka lelaki berperut buncit, lagi² bila dah jadi ayah. Boleh anak² belajar mendaki ‘bukit’ hehe. Terpulanglah.
Fakta Mengenai Air Mani:
1. Air mani boleh menyebabkan alergik
Ada beberapa wanita yang alergi terhadap air mani. ini disebut hipersensitivitas plasma mani manusia (seminal plasma hypersensitivity). Gejala ini bergantung pada jumlah air mani yang masuk ke tubuh.
Gejala seperti gatal, kemerahan, lepuh, bahkan kadang-kadang menyebabkan susah bernafas.
2. Air mani adalah sumber tenaga
Air mani telah dikaitkan dalam pengubatan Cina dan teori Chi Kung.
Menurut teori Chi Kung, energi dari tubuh ditransfer ke organ seksual selama ghairah seksual. Teori ini menunjukkan setelah keluar air mani, energi tertentu dari tubuh manusia juga sedang dirembes.
Hal ini menjelaskan mengapa orang merasa lemah setelah melepaskan sperma.
3. Rasa air mani berpunca dari makanan yang dimakan lelaki
Menurut Bodansky dalam bukunya yang berjudul To Bed or Not to Bed (2005), beberapa wanita menyukai rasa air mani tapi yang lain tidak demikian. Sebagai contoh, kafein dan daging merah membuat rasa air mani masam atau pahit.
4. Air mani sebagai ubat anti depresi (stress) wanita
Air mani mengandungi beberapa hormon yang mengubah suasana hati, seperti testosteron, estrogen, hormon perangsang folikel, hormon luteinizing, prolaktin dan beberapa prostaglandin yang berlainan. Dan memberi kesan dalam darah wanita sejam setelah terkena air mani.
5. Air mani adalah sejenis nutrisi
Johnson dan Everitt dalam bukunya Essential Reproduction (2000) mengatakan air mani mengandungi gizi yang tinggi.
Dalam ejakulasi khas (kira-kira satu sudu teh), air mani sudah mengandung 150 mg protein, 11 mg karbohidrat, 6 mg lemak, 3 mg kolesterol, 7 percent US AKG kalium, tembaga dan seng.
6. Air mani tidak akan habis
Lelaki hanya memerlukan waktu 15 minit untuk menambah jumlah air mani setelah ejakulasi.

ASAS SEKSUAL


kali nie bukan entry lucah tapi entry pasal perempuan...pada perempuan perempuan yang sensitif jangan baca okey...lelaki lelaki gatal pun dinasihatkan tutup mata..hehe..masa aku merayau rayau ke dunia blog tadi aku jumpa la satu blog nie..salah satu entry dia agak menarik perhatian aku..jom kita kaji..huhu..
okey,,entry yang pertama pasal perempuan dan kencing berdiri...pelik kan...aku mula mula baca pun macam geli geleman je...terbayang bayang di awangan perempuan kencing berdiri...ish..!tak senonoh..!ada kawan lelaki aku pernah tanya masa kami dalam kereta yang ada lima orang perempuan..

"aku nak tanya,,kalau perempuan kencing berdiri macam mana..?tak bersepah ka..?"...dengan slang penang pekat dia tue..kui kui..aku jawab ape.."kami tak tau sebab kami tak pernah cuba.."wuuuuu~

maka hari nie aku nak jawab soalan dia dengan hujah hujah yanga aku ada...menurut info,,negara negara barat dah femes dah pasal kencing berdiri nie..siap ada RnD lagi untuk cipta alat yang boleh buat kencing korang tak bersepah..nama nya MAGIC CUP..bentuk dia macam corong yang boleh mempertepatkan pancutan korang..haha..macam nak bagi penyepak je ayat aku...



haaaa,,macam tue la bentuk dia..cara nak guna pun dah di explain kan di atas..aku pun terbayang bayang la kan macam mana la benda nie berfungsi..tak melekit lekit ke tangan korang pegang corong tue..hak hak hak..

aku ada pernah dengar orang cakap dulu dulu..perempuan kalau kencing berdiri tak lawas..maksudnya air kencing tue tak keluar habis..hahaha..merepek la..aku rasa aku nak cari la benda nie dekat 7eleven ke...kedai mamak ke..boleh aku bawak jalan jalan letak dalam handbag..mana la tau jalan jauh tiba tiba nak terkencing...time tue pulak takde toilet,,yang ade semak samun je..takkan la korang nak mencangkung dalam semak tue,,gatal pulak ehem ehem nanti..so jalan selamat guna lah magic cup..!wahh..!iklan..haha...agak agak emergency sangat takde benda alah nie,,guna ke kertas saman tue gulung gulung jadi magic cup..haha..


macam seronok je perempuan perempuan nie kan...dekat public pulak tue...kalau la ada dekat malaysia,,habis makcik makcik balik pasar bawak udang ikan segala beratur nak kencing kat sini..haha..

habis cerita pasal benda merepek nie..aku pun jalan jalan lagi dekat blog beliau..jumpa pulak satu lagi alat pelik untuk perempuan..menarik..huhu..nama nya miacup..bukan mia sarah yang comel tue ok...!aku bagi penyepak nanti..haha..mia cup nie macam sejenis cup yang boleh digunakan pada masa perempuan haid atau omputih panggil period..huhu..

cuba korang bayang kan...(bayang kan lagi),,korang mula mula baligh atau datang haid pada umur 12 tahun...sekarang umur dah 22 tahun..sepanjang tempoh tue,,berapa ribu dah korang labur kan beli tuala wanita atau pun pad..?sebulan sekali pulak tue..dah tue,,pakai buang...kalau la pad tue boleh basuh....sepuluh tahun guna sehelai je..haha...geli geli..!

maka,,atas kekreatifan orang orang barat yang dah tak tau nak reka apa,,dorang pun pegi la reka benda nie yang boleh mengubah hidup anda..eceh..!cakap banyak pun tak guna..korang tengok gambar je la...


macam macam warna..menarik kan..haha..ada dua bahagian...bahagian cup dan bahagian penarik atau pemegang...

bahan nye kalau tak silap aku daripada getah..getah jenis apa korang pi tanya mr. google..hehe..cara pakai..?jom jom aku ajar...ready semua..haha..


nape aku cakap jimat...sebab benda alah nie boleh basuh..pastu korang kering kan...pastu pakai balik..haaaa...so beli la banyak banyak arna macam korang beli inner cotton dengan shawl cotton tue..haha..merepek..bayang kan,,kalau ade banyak banyak warna kan menarik..hahaha...bengong..!

SEJARAH AJARAN AGAMA BUDHA

Buddha Jataka Carita - Kisah Penjelmaan Buddha di Nakon Pathom
 
Pengenalan Perkembangan Ajaran Buddha Siam Purba

Dah tentu hangpa banyak dok baca pasai sejarah Hindu-Buddha Jawa no. Dak pon sejarah Hindu-Buddha Bali Indonesia. Yang sebelah Siam punya tak banyak dalam bahasa Melayu pasai depa guna bahasa Siam manakala yang berbahasa Melayu banyaknya pun penganut Islam. Jadi, apa kejadahnya depa nak menulih pasai ajaran Hindu-Buddha dalam bahasa Melayu? Jadi kat sini kita bagi maklumat dalam bahasa Melayu. Dalam ni aku pakai bahasa Melayu piawai saja la senang sapa-sapa rajin nak baca novel paham.

Sebenarnya perkembangan ajaran Buddha di Siam purba terbahagi kepada empat zaman semuanya. Dalam bab kedua buku Buddha di Siam, ada diterangkan mengenai sekumpulan bhikku yang dihantar oleh maharaja Asoka ke kawasan ulu di Semenanjung Indo-China untuk menyebar ajaran Buddha ke situ. Yang dimaksudkan dengan Semenanjung Indo-China tu adalah Segenting Kera.

Kumpulan bhikku ni diketuai oleh dua orang bhikku, Yang Penyantun Sona dan Uttara. Dalam perjalanan darat dari benua India itu, mereka melalui Burma sebelum menyambung perjalanan lagi ke negara-negara purba di sebelah barat laut benua Asia Tenggara. 

Di sebelah Thailand ini, kota purba ada di Nakhon Prathom kira-kira 50 kilo ke barat kota Bangkok. Kota ini nampaknya mempunyai bukti carigali yang ajaran Buddha mula-mula sekali bertapak di sini. Ada juga batu besurat, rupa Buddha, dan juga tapak kaki Buddha dengan pagoda besar yang kalau dipotong rentas atasnya akan kelihatan sama rekabentuknya dengan stupa maharaja Asoka di pekan Sanchi di India sana.

Awalnya memang meragukan juga tentang bagaimana para penyebar ajaran Buddha tersebut boleh dipahami oleh penduduk tempatan di tempat yang mereka sampai. Tapi dalam hal dua orang suci yang sampai ke dalam negara-negara purba di Thailand ini kemungkinannya memang sudah ada peniaga-peniaga Hindu dan pelarian Hindu yang tinggal di sekitar kawasan Semenanjung Tanah Melayu dan Segenting Kera. Setengah dari puak Hindu ini memang pernah melarikan diri ke Semenanjung Tanah Melayu dan Segenting Kera kerana mengelakkan penaklukan maharaja Asoka serta perang. Sewaktu itu maharaja Asoka belum menganut ajaran Buddha lagi, dan baginda memang jahat.  

Oleh itu, tak bersebab yang menyatakan bahawa sebaran ajaran Buddha hanya terhad kepada orang Hindu sahaja kemudian melalui jurubahasa Hindu baru orang-orang negara purba yang masa itu keturunan mereka dari keturunan Mon-Kemir dan Lawa menganuti ajaran Buddha.

Sudah diketahui umum bahawa ajaran Buddha berkembang pesat di Segenting Kera, sehingga ia pun termasuk dikenali sebagai sebahagian dari Suwarnabumi atau Tanah Keemasan. Penduduk rantau ini, yang merupakan rumpun jenis Mon-Kemir dan Lawa mempunyai raja-raja dan ketua mereka merupakan orang Hindu atau berketurunan Hindu melalui keturunan atau perkahwinan.  

Hakikat ini memastikan bahawa kebudayaan Hindu dan ketamadunan Hindu sudah bertapak lama di tanah ini. Makanya, ajaran Buddha Theravada telah merebak ke seluruh Segenting Kera dan menarik perhatian etnik Burma dan etnik Tai yang juga disepak keluar dari Tibet dan Yunnan. Ajaran Buddha Theravada tidak berkesan di timur laut yang sekarang ini sebahagian dari Vietnam Utara.

Zaman Funan

Kemunculan aliran Buddha Mahayana di benua India dalam kurun keenam tahun Saka, menyebabkan penyebar ajaran dihantar lagi ke seberang laut dan melalui jalan darat. Perjalanan jalan darat mereka melalui Bengal (Bangladesh) dan Burma (Myanmar Utara), manakala perjalanan laut mereka pertama sekali mendarat di Semenanjung Tanah Melayu dan Pulau Sumatera. Selepas singgah di situ baharu lah mereka pergi ke Kemboja. 

Semasa ini juga berlaku kemunculan kerajaan Funan, meliputi tanah Kemboja dan juga kawasan timur laut dan tengah Thailand hari ini. Penduduk negara Funan menganuti dua aliran ajaran Buddha. Ada yang menganut aliran Theravada dan ada yang Mahayana. Dalam kurun ke-10 tahun saka setengah bhikku negara Funan dilaporkan pergi ke China untuk belajar dan menterjemah teks Buddha di sana. Antara bhikku Kemboja dari negara Funan yang berani ke tanah China adalah bhikku Sanghapala dan Mandarasena.

Negara Funan, dalam abad ke-11 tahun Saka mula merosot. Ia dikalahkan oleh tanah jajahannya iaitu negeri Chenla. Kemudian negeri Chenla merempas ibu kota dan menyerap negara Funan menjadi negara Chenla pula. Halnya macam sekarang ini kata lah negeri Perak lawan dengan kerajaan Pusat. Kerajaan Pusat di ibu kota kalah maka seluruh negara kemudian diserap menjadi negara Perak. Macam tu lah kot. Selepas kejadian itu, perkembangan ajaran Buddha di tanah Kemboja menjadi lembap.

Zaman Dwarawati

Semasa abad ke-11 tahun Saka, apabila ajaran Buddha sedikit sebanyak terjejas selepas negara Funan dikalahkan dan menjadi jajahan; orang Mon yang tinggal di wilayah dekat sungai Chao Phraya dalam Thailand hari ini mengambil peluang untuk mengisytiharkan diri mereka merdeka dari jajahan Kemboja Funan. Mereka bangkit membina kerajaan Dwarawata. 

Sebab ia menjadi pusat tamadun dan budaya, negara baru itu mengalami kepesatan mendadak dari segi kesenian dan keagamaan. Agak menarik juga apabila negara ini menjaga dan memelihara ajaran Buddha menurut aliran Theravada yang diwariskan oleh para penyebar ajaran yang dihantar oleh maharaja Asoka. Disebabkan Dwarawata mempunyai hubungan rapat dengan orang Hindu di lembangan Ganges, maka kebudayaan menurut acuan ajaran Buddha kelihatan menyerupai kesenian yang ada dalam dinasti Gupta.

Ibu kota dan pusat negara Dwarawata kemungkinan besar terletak di Nakhon Prathom (Negara Pertama). Tapi dalam abad ke-12 tahun Saka, negara Dwarawata mula melebar sampai ke utara. Mulanya ke kota di Lopburi. Kemudian ke negeri-negeri dalam wilayah Utara Thailand hari ini. Ada rekod menunjukkan bahawa Ratu Jamadewi yang merupakan seorang Mon dari zaman Dwarawata pernah menjadi pemerintah di kota Haripunjaya atau di kota zaman ini sekitar 700 kilo dari utara Bangkok. Baginda pernah menjemput 500 orang bhikku yang terpelajar dengan kitab suci untuk mengajar dharmma kepada orang ramai di Haripunjaya. Ini antara sebab mengapa aliran Theravada dari Dwarawata mendapat tempat di wilayah-wilayah Utara Thailand pada ketika itu. Orang Tai sendiri yang dihalau keluar dari Yunnan juga tertarik menganut ajaran Buddha aliran Theravada hasil pengaruh kerajaan orang Mon.  

Penguasaan orang Mon ke atas rantau Utara Thailand bertahan selama beberapa abad. Batu besurat dalam tulisan Mon purba ada ditemui di kota di Nakhon Prathom sampai ke Lopburi dan Lamphun. Dalam abad ke-14 tahun Saka, kerajaan Chenla yang tadi menyerap penjajahnya iaitu Funan mula digantikan pula oleh kerajaan Kemir purba. Kerajaan ini baru lah dikenali sebagai Kemboja Angkor. Ia mula meluaskan jajahannya sampai ke sebahagian kerajaan Dwarawata. Mereka cuma tak berjaya menakluki wilayah-wilayah Dwarawata di utara dan rantau timur laut sahaja.     

Zaman Seriwijaya

Semasa kerajaan Dwarawata sedang berkembang pesat di tengah Siam purba, di sebelah selatan Siam purba sudah ada beberapa negara kecil yang dua antaranya disebut dalam rekod China purba sebagai Chih Tu (Tanah Merah) dan Pan Pan.

Tanah Merah letaknya mungkin dekat-dekat dengan Saiburi (Kedah Utara). Ada setengah ahli carigali mengesahkan bahawa negeri ini letaknya berdekatan dengan kota Madrid dalam Burma. Aku rasa jajahan Kedah zaman dulu luas la kot sampai ke sempadan Burma bawah. Penduduknya menganuti ajaran Buddha. Yang Pan Pan itu katanya ahli carigali dekat kawasan kota Surat Thani sekarang ini kira-kira 650 kilo dari selatan Bangkok. Penduduknya pun menganuti ajaran Buddha aliran Theravada. Negara-negara ini selalu berhubungan dengan negara Dwarawata di tengah Siam purba.    

Dalam kurun ke-12 tahun Saka, muncul kerajaan Seriwijaya di pulau Sumatera. Seriwijaya muncul menjadi empayar di sebelah selatan dan meluaskan pengaruhnya sampai ke Semenanjung Tanah Melayu yang bersempadan dengan negara Dwarawata. Walau bagaimana pun, dalam negara-negara ini aliran Buddha Savakayana juga berkembang pesat. Ia dicatat oleh penyebar ajaran Buddha dari empayar China purba iaitu E Ching. Hal ini disebabkan oleh pemerintah negara-negara purba di selatan ini pemerintahnya serta rakyatnya sangat tekun mengamalkan aliran Savakayana.

Apabila wangsa Pala di Magadha-Bengal (Bangladesh) mula berkuasa, aliran Mahayana terutamanya cabang Mantrayana mula diberi perhatian dan oleh kerana negara Pala sering berhubung dengan negara setarafnya, iaitu negara Seriwijaya yang mengawal negara-negara di Semenanjung Tanah Melayu, maka aliran Mahayana cabang Mantrayana mula diterima oleh Seriwijaya selama 500 tahun. 

Bukti hal ini ada ditemui di wilayah Nakon Sri Tammarat yang dahulunya dikenali sebagai negara Tamralinga. Ada batu bersurat bertulisan bahasa Sanskrit bertarikh tahun Saka 1318 (715 M) menyebut tentang omkar kedaulatan maharaja Seriwijaya. Dalam abad ke-15 tahun Saka, ada disebut tentang seorang guru Buddha dari Bengal ke Tibet dikenali sebagai Dipangkar Atisa yang tinggal selama 12 tahun di Dharmmakirrtti di Sumatera. 

Kemudian pengaruh zaman Seriwijaya boleh juga dilihat di biara Borobudur di tengah pulau Jawa bukan sahaja di Selatan Siam. Di Siam, tempat-tempat pemujaan seperti candi atau pagoda yang menyimpan sharira dan tinggalan Buddha di kota Chaiya dan juga candi paling dalam yang menurut gaya candi Seri Lanka yang ada di kota wilayah Nakon Seri Tammarat merupakan bukti dari pengaruh Seriwijaya yang menurut aliran Mahayana pada ketika itu.      

Bukti-bukti ini bersama yang lain-lain memaklumkan kita mengenai pengaruh aliran ajaran Buddha dalam dua zaman apabila pengaruh Seriwijaya melebar ke luar negaranya dari Sumatera sampai ke tanah Kemboja dan juga jajahan Kemboja di kawasan lembangan sungai Chao Phraya.

Zaman yang pertama dalam kurun ke-13 tahun Saka, dan zaman kedua di pertengahan kurun ke-16 tahun Saka. Maharaja Suryawarman I (1546-1592 TS) dari Kemboja juga mempunyai keturunan kerabat diraja Seriwijaya dan ini merupakan penyebab aliran Mahayana melebar di negara-negara dalam Thailand dan Kemboja sejak abad ke-13 T.S.

Zaman Lopburi

Sekitar abad ke-15 sampai ke-18 T.S apabila pengaruh Kemboja mula melebar ke negara-negara dalam Siam, zaman ini dikenali sebagai zaman Lopburi. Setengah maharaja Kemboja, merupakan penganut ajaran Buddha manakala yang lain merupakan penganut ajaran Brahmin. Walaupun ajaran Buddha di benua Siam ada dua jenis aliran iaitu Theravada dan Mahayana namun Mahayana juga yang mendapat sokongan maharaja-maharaja Kemboja sebab mereka mendapat ilham dari aliran Mahayana yang sudah berpengaruh lama sejak zaman Funan lagi. 

Walaupun ajaran Buddha aliran Mahayana-Mantrayana menghadapi kejatuhan semasa zaman Dwarawata, namun kejatuhan negara Dwarawata menyebabkan aliran Mahayana-Mantrayana mula berkembang semula terutamanya di selatan Siam apabila ia dianuti oleh kerajaan empayar Seriwijaya dan juga dianuti dalam kerajaan empayar Angkor Kemboja yang menguasai kawasan tengah dan timur laut Siam.

Kuil batu terkenal di kota Phimai dekat wilayah timur laut Siam menunjukkan bukti bahawa aliran Mahayana memang berpengaruh di situ. Kuil ni kemungkinan dibina dalam abad ke-16 T.S dengan phreang tiga lapis mewakili aliran Buddha Mahayana. Phreang ni pagoda la tapi gaya Kemboja. Di samping itu, ada banyak jenis tangkal Buddha ditemui dekat kota-kota dalam Siam seperti di selatan Siam di Nakon Si Tammarat kira-kira 800 kilo dari Bangkok, Lopburi, Suphanburi, dan Sawankhalok yang kira-kira 500 kilo dari utara Bangkok. Tangkal ini semua dibuat menurut ajaran Mantrayana dalam aliran Buddha Mahayana. Selepas itu, ia mula dikaitkan dengan ilmu hitam mak nenek yang diletakkan bau-bau ajaran Buddha di negara-negara berjiran.

Penutup

Komen aku pasai aliran Buddha Mantrayana ni, aku rasa nama lain dia adalah aliran Tantrayana atau aliran Wajrayana. Di Tibet aliran ni memang aliran turun-temurun depa dan di Jepun pun ada. Di pulau Jawa dalam Indonesia dengarnya depa pon beraliran Mantrayana sampai ke abad ke-15 masehi yang ada cerita serat Dharmoghandul cerita pasai raja dengan pulau Jawa depa kena sumpah dengan pendita Hindu depa nama Sabdapalaon sebab masuk Islam. Depa guna bahasa Sansekrit bukan bahasa Bali untuk upacara agama. Aku simpan buku tokong Cina Buddha pun ada surat puja depa pakai bahasa Sansekrit.

Ni zaman-zaman ni semua bukan zaman kerajaan orang Tai lagi. Ada beza Tai dengan Thai pasai Thai ni istilah zaman moden. Manakala Tai merujuk kepada jenis etnik Tai yang masuk ke empayar Siam sejak abad ke-7 masehi jadi anak jajahan dalam empayar Kemboja wangsa Angkor. Zaman depa ni bertembung dengan zaman Siam sebab Siam akan muncul dalam abad ke-13 masehi. Lepas tu pelabuhan Melaka muncul dalam abad ke-14. Bukan takdak puak Melayu dalam empayar Siam. Ada puak Melayu tapi depa tak suka kat puak Melayu yang ceroboh masuk tempat depa dari Palembang. Ni semua cerita abad ke-12 masehi zaman tak masuk Islam lagi pun.

















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin