Sabtu, 12 Oktober 2013

3000 TAHUN API NERAKA SUDAH MENYALA DI ALAM AKHIRAT

Syarik meriwayatkan dari 'Ashim, dari Abu Shalih, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:

''Uuqidatinnaru alfa sanatin fabyadhdhat tsumma uuqidat alfa sanatin fahmarrat tsumma uuqidat alfa sanatin faswaddat fahiya saudaau kallailil mudlim.''

Artinya:
''Api neraka dinyalakan selama 1.000 tahun sehingga warnanya menjadi putih. Kemudian, neraka dinyalakan lagi selama 1.000 tahun, sehingga warna apinya menjadi merah. Lalu, api itu dinyalakan lagi selama 1.000 tahun sehingga apinya tampak berwarna hitam, yakni hitam yang gelap gulita seperti gelapnya malam.''
(H.R. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

At-Tirmidzi berkata, ''Yang paling tepat hadis ini mauquf. Tidak ada yang me-marfu'-kannya, kecuali Yahya bin Abi Katsir dari Syarik.''

Diriwayatkan oleh Ma'n, dari Malik, dari Abu Suhail, dari Abu Hurairah, dari Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda, ''Apakah kalian mengira api neraka itu berwarna merah seperti halnya api kalian. Tidak, api neraka itu warnanya lebih hitam dari aspal.'' (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi)

Diriwayatkan oleh Al-Bazza, ''Api neraka itu lebih hitam warnanya 70 kali lipat daripada asap api kalian.'' Menurut Daruqutni, hadis ini mauquf kepada Abu Hurairah. Inilah penilaian yang paling tepat.

Al-Jauzujani berkata, ''Telah menceritakan pada kami 'Ubaidullah Al-Hanafi, daei Farqad bin Al-Hajjaj. Ia berkata, ''Saya mendengar 'Uqbah Al-Yamani berkata, ''Aku mendengar Abu Hurairah berkata bahwa Nabi Muhammad SAW, bersabda, ''Sesungguhnya api neraka itu lebih panas 99 kali lipat dibanding api kalian, lebih hitam gelap pekat dan sama sekali tidak ada cahaya dan ia lebih hitam dari pada ter.'' Hadis ini sangat gharib.

Diriwayatkan oleh Al-Kudaimi, dari Sahl bin Hammad, dari Mubarak bin Fadhalah, dari Tsabit, dari Anas, ia mengatakan setelah membaca firman Allah.




y aa ayyuh aa al la dz iina aa manuu quu anfusakum wa-ahliikum n aa ran waquuduh aa al nn aa su wa a l h ij aa ratu 'alayh aa mal aa -ikatunghil aats un syid aa dun l aa ya' sh uuna al l aa ha m aa amarahum wayaf'aluuna m aa yu/maruun a

6. Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. surah / surat : At-Tahriim Ayat : 6

Nabi bersabda, ''Api neraka menyala selama 1.000 tahun sampai berwarna putih, kemudian api neraka itu dinyalakan lagi selama 1.000 tahun sampai berwarna merah, kemudian api neraka itu dinyalakan lagi selama 1.000 tahun sampai berwarna hitam, yakni hitam pekat dan tidak ada cahaya sedikitpun.'' (Dikeluarkan oleh Al-Baihaqi. Riwayat Al-Kudaimi tidak dapat di jadikan hujjah).

Al-Bazzar menyampaikan hadis Za'idah bin Abi Ar-Ruqad, dari Ziyad An-Numairi, dari Anas, dari Nabi Muhammad SAW, beliau menyebutkan bahwa api di dunia merupakan satu dari 70 bagian api neraka Jahanam sehingga airnya saja sudah dapat membakar. Api neraka itu berwarna hitam pekat.

Dalam hadis 'Adi bin 'Adi, dari Umar secara marfu disebutkan bahwa api neraka dinyalakan 3.000 tahun lagi. Warnanya hitam pekat, yang bara api dan nyala api tidak bercahaya. (Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya dan Tabrani). Sanad hadis ini dan pembahasannya telah dijelaskan di awal.

Ibnu Abi Ad-Dunya meriwayatkan hadis dari jalur At-Hakam bin Zhuhair (termasuk orang lemah), dari 'Asim, dari Zirr, dari 'Abdullah mengenai ayat:



wa-i dzaa a lja h iimu su''irath

12. dan apabila neraka Jahim dinyalakan surah / surat : At-Takwiir Ayat : 12

Abdullah berkata, ''Neraka Jahim dinyalakan selama 1.000 tahun sampai berwarna putih, kemudian dinyalakan 1.000 tahun lagi sampai berwarna merah, kemudian dinyalakan lagi selama 1.000 tahun sampai berwarna hitam, yakni hitam pekat.'' Al-Hakm bin Azhuhai adalah orang yang lemah, sedangkan hadis sahih yang menjelaskan hal yang sama adalah riwayat Asim dari Abu Hurairah, sebagaimana telah dijelaskan di awal.

Al-A'masy meriwayatkan dari Abu Zhabyan, dari Salman, ia berkata, ''Api neraka itu berwarna hitam pekat yang bara api dan nyala apinya tidak bersinar, kemudian dibacakan ayat diatas.''

Riwayat diatas dikeluarkan pula oleh Baihaqi dari jalur sanad Ahmad bin Abdul Jabbar, dari Abu Mu'awiyah, dari Al-A'masy secara marfu'. Menurut Al-Baihaqi, nilai ke marfu-an hadis ini lemah.

Abu Ja'far Ar-Razi meriwayatkan dari Ar-Rabi' bin Anas, dari Abu 'Aliyah, dari Ubai bin Ka'ab. Ia berkata, ''Allah memberikan perumpamaan bagi orang-orang kafir sebagai berikut:




aw ka zh ulum aa tin fii ba h rin lujjiyyin yaghsy aa hu mawjun min fawqihi mawjun min fawqihi sa haa bun zh ulum aa tun ba' dh uh aa fawqa ba' dh in i dzaa akhraja yadahu lam yakad yar aa h aa waman lam yaj'ali al l aa hu lahu nuuran fam aa lahu min nuur in

40. Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak, yang di atasnya ombak (pula), di atasnya (lagi) awan; gelap gulita yang tindih-bertindih, apabila dia mengeluarkan tangannya, tiadalah dia dapat melihatnya, (dan) barangsiapa yang tiada diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah tiadalah dia mempunyai cahaya sedikitpun. surah / surat : An-Nuur Ayat : 40

Orang kafir tenggelam dalam lima kegelapan, yakni perkataannya merupakan kegelapan, perbuatannya merupakan kegelapan, jalan masuknya merupakan kegelapan, jalan keluarnya merupakan kegelapan, dan tempat kembalinya menuju kegelapan-kegelapan api neraka.

Abu Jafar juga meriwayatkan dari Ar-Rabi' bin Anas, ia berkata, ''Sesungguhnya Allah menciptakan api ini (api dunia)) bersinar, bercahaya, dan dijadikan suatu alat bagi penghuni bumi. Sesungguhnya, api yang besar itu (neraka) berwarna hitam pekat seperti aspal atau ter. Admin berlindung kepada Allah dari api neraka.

Adh-Dhahak berkata, ''Neraka Jahanam itu berwarna hitam. Airnya berwarna hitam. Pohonnya berwarna hitam dan penghuninya berwarna hitam. Allah SWT, berfirman:


  wa a lla dz iina kasabuu al ssayyi- aa ti jaz aa u sayyi-atin bimitslih aa watarhaquhum dz illatun m aa lahum mina al l aa hi min ' aas imin ka-annam aa ughsyiyat wujuuhuhum qi th a'an mina al layli mu zh liman ul aa -ika a sh - haa bu al nn aa ri hum fiih aa kh aa liduun a

27. Dan orang-orang yang mengerjakan kejahatan (mendapat) balasan yang setimpal dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindungpundari (azab) Allah, seakan-akan muka mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gelita. Mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. surah / surat : Yunus Ayat : 27




yawma tabya dhdh u wujuuhun wataswaddu wujuuhun fa-amm aa al la dz iina iswaddat wujuuhuhum akafartum ba'da iim aa nikum fa dz uuquu a l'a dzaa ba bim aa kuntum takfuruun a

106. pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapunorang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): "Kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu". surah / surat : Ali Imran Ayat : 106

Dalam hadis sahih juga dijelaskan, ''Sesungguhnya orang-orang yang durhaka di antara orang-orang yang mengesakan Allah, ada yang dibakar dalam api neraka sampai menjadi arang.''

Jumaat, 11 Oktober 2013

PERDANA MENTERI MALAYSIA MENGGUNAKAN DUIT RAKYAT 9 JUTA MELANCONG KE LUAR NEGARA

Jumlah kos penyewaan sebuah pesawat Airbus A319 yang digunakan oleh Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak sewaktu percutiannya di Perth, Australia pada Hari Kemerdekaan, tahun ini berjumlah RM9.1 juta.

Dalam jawapan bertulis kepada soalan yang dikemukakan oleh ahli parlimen Lembah Pantai Nurul Izzah Anwar, Menteri di Jabatan Perdana Menteri, Datuk Seri Mohamed Nazri Abdul Aziz
berkata kekerapan penggunaan pesawat itu adalah meliputi 155 sektor di dalam dan luar negara.

Katanya, kos penggunaan berjumlah RM9.1 juta itu meliputi kos bahan api pesawat, caj tempat dan kendali, sajian serta logistik krew pesawat.

Nazri juga mendedahkan pesawat itu disewa daripada Syarikat Penerbangan Malaysia Berhad (PMB) itu bermula 3 Ogos 2007 lagi untuk kegunaan pemimpin terpenting di dalam kerajaan termasuk Yang di-Pertuan Agong, Perdana Menteri dan juga Timbalan Perdana Menteri.

Nurul melalui soalannya meminta kerajaan menjelaskan siapa pemilik pesawat yang digunakan oleh Najib sewaktu percutiannya di Perth, Australia serta kekerapan penggunaannya dan kos yang telah dibelanjakan.

Nazri juga memberitahu bagi tempoh Januari sehingga Ogos 2011, kekerapan penggunaan pesawat adalah meliputi 155 sektor di dalam dan luar negara.

Berikutan maklumat daripada pembaca, Malaysiakini melaporkan seorang pegawai perdana menteri telah mengesahkan bahawa Najib sedang bercuti pada Hari Merdeka, 31 Ogos lalu tetapi enggan mendedahkan butirannya.

Bagaimanapun, tiada juga pengumuman rasmi bahawa perdana menteri sedang bercuti seperti yang lazim dilakukan oleh pejabatnya.

Berita itu kemudiannya disahkan bahawa Najib memang berada di Perth bagi mendapat rawatan fisioterapi berikutan pembedahan di lututnya dan juga untuk bercuti.

Ia kemudiannya menimbulkan persoalan sama ada adil atau tidak bagi seseorang perdana menteri untuk bercuti dengan menggunakan dana kerajaan dan kapalterbang milik negara.

Kapalterbang Penerbangan Malaysia Bhd (PMB) itu adalah dimiliki sepenuhnya oleh badan pelaburan kerajaan persekutuan Khazanah Nasional Bhd.

Sebelum ini, Dewan Rakyat tahun lalu juga dimaklumkan bahawa Najib dan timbalannya, Tan Sri Muhyiddin Yassin membelanjakan RM21.4 juta wang rakyat bagi pelbagai lawatan di luar negara sejak 2008.

BERDOA MUSTAJAB

Doa dan zikir sebagaimana solat, puasa, zakat, dan haji, ia termasuk bentuk-bentuk ibadah yang memiliki adab dan tatacara ditetapkan sebagai tanda ketaatan dan ketundukan kepada Allah. Sesiapa yang melaksanakan sebagaimana dikehendaki sama ada diperkenankan atau pun ditunda, ia tetap mendapat pahala dan ganjaran dari Allah.
Kata Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,
“Doa adalah ibadah. Tuhan kalian berfirman, berdoalah kepadaku, nescaya akan aku perkenankan untukmu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari mengibadahi-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan yang hina.” (Hadis Riwayat at-Tirmidzi, no. 3247)
Di antara adab-adab penting dalam berdoa adalah dengan mengikhlaskan hati, penuh harapan, tidak tergesa-gesa, merendah diri, dengan suara yang lembut, dan tidak melampaui batas.
Kata Allah Ta’ala dalam firmannya,
“Maka berdoalah kepada Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukainya.” (Surah al-Mukmin, 40: 14)
Di antara syarat doa adalah dengan hati yang ikhlas semata-mata memohon hanya kepada Allah, tidak boleh syirik dengan berdoa meminta kepada selain Allah. Sebagaimana contoh yang dilakukan oleh kaum Syi’ah yang berdoa kepada ‘Ali, Hasan, Husain, dan Fathimah. Tidak boleh juga sebagaimana sebahagian kaum sufi yang berdoa menyeru kepada ‘Abdul Qadir Jailani, tok-tok wali, tok-tok guru, dan seumpamanya.
Dalam berdoa, kita tidak boleh lalai dan sambil lewa. Sebaliknya kita perlu berdoa dengan penuh kesungguhan lagi penuh harapan. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
“Berdoalah kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala dalam keadaan kalian yakin ia diperkenankan. Ketahuilah bahawa Allah Ta’ala tidak akan menerima doa dari hati yang lalai lagi sambil lewa.” (Hadis Riwayat at-Tirmidzi, no. 3479)
Oleh sebab itulah doa orang-orang yang dalam kesusahan, teraniaya, dan dihimpit musibah biasanya lebih berpeluang diterima doa-doa mereka. Kerana pada masa tersebut doanya lebih khusyuk dan harapannya menggunung tinggi.
Rendah Diri Ketika Berdoa
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (maksudnya),
“Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah diri dan suara yang lembut, sesunggunya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.” (Surah al-A’raaf, 7: 55)
Termasuk adab utama dalam berdoa adalah dengan tidak menyombongkan diri kepada Allah, sebaliknya hendaklah rendah diri, tenang, dan merasa kerdil di hadapan Allah. Di samping merendahkan diri dalam berdoa, Allah dan Nabi-Nya turut memerintahkan supaya berdoa dengan suara yang perlahan dan lembut, iaitu seperti suara orang sedang berbisik-bisik.
Diriwayatkan daripada al-Hasan, kata beliau,
“Kaum muslimin dahulu sangat bersungguh-sungguh dalam berdoa, tetapi suara mereka tidak kedengaran melainkan hanya bisik-bisik antara mereka dengan Tuhan mereka. Ini kerana Allah berfirman, “Berdoalah kepada Tuhanmu dengan rendah diri dan suara yang lembut.”.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/428)
Sebagai motivasi dan iktibar dari tafsir ayat ini, dalam awal Surah Maryam Allah menceritakan kisah Nabi Zakariya yang tidak pernah putus asa dan tidak pernah kecewa dalam berdoa meminta agar dikurniakan zuriat walaupun dirinya telah tua beruban, dan isterinya pula mandul. Beliau kental yakin dengan berdoa dan terus berdoa kepada Allah dengan suara yang lembut. Sehingga akhirnya Allah beri khabar gembira untuknya dengan kurniaan zuriat bernama Yahya.
Fokus yang hendak dikemukakan dari kisah Nabi Zakariya ini adalah doa dengan penuh harap, tidak putus asa, dan dengan suara yang lembut. Iaitu kunci untuk mendapat doa mustajab.
Adapun doa dengan suara perlahan dengan cara bisik-bisik ini adalah kaedah dan adab yang bersifat umum untuk setiap doa dan zikir. Terkecuali bagi doa-doa yang dikhususkan padanya dengan suara kuat dan lantang. Seperti Doa qunut witir, qunut nazilah, doa istisqa’ (solat memohon hujan), doa dalam khutbah Juma’at dan hari raya, atau yang seumpamanya yang padanya terdapat dalil bersifat khusus.
Keumuman doa dengan suara perlahan ini dijelaskan dengan banyak dalil, termasuk dalil-dalil hadis dan atsar para salaf. Antaranya sebagaimana dalam sebuah hadis ketika mana para sahabat yang sedang dalam perjalanan bersama-sama Rasulullah, mereka masing-masing bertakbir, berdoa, dan berzikir dengan suara yang kuat. Lalu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pun bersabda:
“Wahai manusia, kasihanilah diri kamu. Kerana kamu sebenarnya tidak berdoa kepada yang pekak dan yang jauh, sesungguhnya Dia bersama kamu, Maha Mendengar lagi sangat dekat. Maha suci Nama-Nya dan maha Tinggi Kebesarannya.” (Hadis Riwayat al-Bukhari, no. 2992)
Dalam sebuah atsar riwayat Imam ‘Abdurrazzaq pula disebutkan,
“Para sahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mereka membenci mengangkat suara pada tiga keadaan. Iaitu ketika berperang, ketika di sisi jenazah, dan ketika berzikir.” (Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, no. 34104)
Inilah sebahagian adab-adab berdoa yang banyak diabaikan oleh masyarakat Islam pada hari ini di pelbagai tempat dan situasi. Mereka memandang enteng adab-adab ini sampai ada yang seronok berdoa dengan suara-suara yang lantang dibantu alat-alat pembesar suara.
Jangan Melampau Dalam Berdoa
Dalam ayat 55 surah al-A’raaf tadi, Allah turut mengingatkan agar tidak melampau dalam berdoa. Seperti disebutkan dalam kitab-kitab tafsir, maksud melampau di situ adalah dengan memohon sesuatu di luar batas munasabah dan perkara terlarang. Seperti memohon kedudukan para Nabi, memohon hidup kekal abadi, memohon agar hidup tanpa makan dan minum, memohon untuk menjadi perompak handalan dan seumpamanya.
Termasuk dalam maksud melampaui batas dalam berdoa adalah dengan mengeraskan suara ketika berdoa sehingga didengari orang. Termasuk contoh ini adalah berdoa dengan menjerit, dengan nyanyian, dan dengan melagukan doa mengikuti lenggok-lenggok muzik tertentu. Ini turut berlaku dalam siri-siri doa dan zikir-zikir berjama’ah sebaik selesai solat dalam kalangan masyarakat hari ini.
Sedangkan apa yang benar, berdoa dan berzikir sebaik selesai solat fardhu itu adalah dengan cara sendiri-sendiri dan perlahan-lahan, cukup diri sendiri yang mendengarnya. Bukan dengan cara berjama’ah beramai-ramai, senada dan seirama. Hal ini ditegaskan antaranya oleh ramai ulama terkemuka termasuk imam asy-Syafi’i rahimahullah dan para pembesar mazhabnya. Tetapi entah kenapa ramai kalangan pengamal mazhab asy-Syafi’i di negara kita hari ini boleh menyimpang dari batas-batas ini.
Di antara contoh lain yang banyak berlaku hari ini adalah amalan menyusun bait-bait lirik, qasidah, dan sya’ir-sya’ir tertentu dalam bentuk doa lalu dijadikan sebagai nyanyian, hiburan, nasyid, persembahan konsert, dan mencari populariti serta imbuhan. Ini adalah perbuatan yang bersalahan dengan sunnah dan menyimpang dari ruh asal doa. Malah ada yang menyangka dengan perbuatan seperti ini dapat menjadi wasilah mendekatkan diri kepada Allah.
Hakikatnya, Allah tidak pernah meminta jika seseorang mahu berdoa atau berzikir, hendaklah ia melakukannya dengan cara melagukannya sambil diringi irama-irama muzik tertentu. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya benci cara yang seperti itu. Para ulama juga turut melarang amalan doa seperti ini sebagaimana ditegaskan para imam mazhab yang empat dan pembesar-pembesar mazhab mereka.
Mereka memanggil golongan yang memperlakukan amalan-amalan doa dan zikir seperti itu sebagai kaum zindiq lagi tidak berakal. Sejarah berdoa dan berzikir dengan suara yang kuat dan beramai-ramai asalnya dipelopori oleh golongan khawarij di pertengahan zaman para sahabat. Kemudian dikembangkan lagi oleh kaum sufi tasawuf dengan iringan gendang dan muzik, bahkan sampai ada yang menari-nari. Subhanallah…
Akhir kata, panjatkanlah doa-doa kepada Allah dan berzikirlah dengan zikir-zikir yang mulia di atas petunjuk wahyu sebagaimana amalan kaum salaf, iaitu para sahabat dan tabi’in. Hanya dengan kaedah yang benar, amalan doa dan zikir akan membuahkan barakah lagi tidak sia-sia walau ditunda pengkabulannya. Bahkan ia menjadi tanda sempurnanya pengabdian kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar tidak termasuk dalam kalangan orang-orang yang sombong.

KISAH SEORANG HAMBA ALLAH

Saya dilahirkan di Malaysia sebagai anak Melayu. Gadis yang bongsu dari lima beradik, Ibu dan bapa saya membesarkan saya dengan ajaran Islam sejak kecil lagi. Setiap hari saya bersyukur ke hadrat Ilahi kerana memberikan saya emak dan bapa serta keluarga yang dengan penuh kasih sayang menanggung dan mengajar saya hidup sebagai seorang Islam. Mereka memberi segala pengetahuan yang saya perlu untuk mengetahui yang Tuhan itu ada, dan saya bertanggungjawab atas segala kelakuan dan keputusan yang saya ambil. Oleh sebab itu, saya senantiasa cuba sedaya upaya untuk menjadi seorang Muslimah yang patuh terhadap ajaran Allah dan tidak berani untuk menyimpang dari ajaran Islam. Jika saya tidak patuh kepada Allah,  maka saya berdosa terhadapNya, tetapi bila saya berbuat amalan baik, ganjarannya saya dapat pahala, dan lagi banyak pahala lagi bagus. Pasal itulah saya cuba tidak tinggal sembahyang, baca Al Quran betul betul, puasa bulan Ramadan dan segalanya yang menjadi amalan saya. Tetapi dalam masa yang sama, di dalam hati saya, saya akui dan sedari yang walaupun saya mencuba sedaya upaya untuk menjadi solehah, muslimah yang patuh, saya tidak boleh capai taraf atau mutu yang dikehendaki Allah!
Saya pasti semua orang Muslim setuju dengan saya, bila saya katakan yang Tuhan itu SUCI, bersih dan murni. Dia TIDAK ADA dosa dan TIDAK BOLEH berdosa dan TIDAK SUKA akan dosa. Jadi soalan pertama saya kepada kamu ialah bagaimana harus kamu menyucikan diri mu dari segala dosa-dosa untuk menemui Tuhan ini di akhirat? Tidak semestinya dosa–dosa yang besar yang harus dipersoalkan, biarpun yang kecil, seperti mengumpat, menipu, tidak membaca Quran betul-betul atau niat dosa yang di dalam hati dan kepala, apa yang kita fikirkan..yang mungkin tidak diketahui oleh sesiapapun, tapi Tuhan tahu segalanya tentang fikiran kita yang baik ataupun yang buruk. Mungkin kamu menjawab soalan saya dengan jawapan..kita cuma boleh berusaha saja, Tuhan yang akan menentukan akhirnya. Ya..tapi kenyataannya ialah TUHAN itu SUCI dan kita manusia ini sudah tercemar dan kotor dengan dosa, jadi bagaimana kawan-kawan? Inilah soalan yang dahulunya senantiasa dalam hati dan fikiran saya walaupun dari luar dan lahiriah, saya dilihat seperti orang-orang Islam Melayu yang lain, memakai tudung dan patuh dengan ajaran agama. 
Semasa usia saya 18 tahun, saya pergi ke luar negara untuk belajar. Sebagai anak Melayu di negeri orang, walaupun saya jauh dari keluarga saya masih patuh dengan ajaran Islam yang telah sebati dengan kehidupan saya seharian. Saya masih puasa dan sembahyang kerana saya tahu yang Allah masih melihat saya tidak kiralah di mana saya berada. Lagipun saya amat bangga sebagai seorang Islam, anak Melayu di perantauan. Tetapi semakin hari beban dosa-dosa saya, sama ada yang kecil atau yang besar semakin berat di dalam hati saya. Saya sedar yang jika saya mati, saya akan menemui Tuhan seorang diri, dan tidak ada apapun yang keluarga atau negara  boleh buat untuk saya bila saya meninggal dunia ini. Hanya antara Tuhan dan diri saya saja. Jadi apa yang harus saya lakukan tentang dosa saya supaya saya bersedia untuk menemui Tuhan? Apa jadi sekiranya amal ibadah saya tidak cukup, tidak sampai ke taraf Tuhan yang suci? Mengapa dalam surah Al Fatihah, sekurang-kurangnya lima kali sehari umat Islam,berdoa kepada Tuhan supaya ‘tunjuk kami ke jalan yang benar’? Kalau Islam bukan jalan yang benar..apa yang benar? Saya telah melihat penganut agama Buddha dan Hindu, mereka hanyalah penyembah berhala.Bagaimana pula penganut agama Kristian? Adakah mereka juga hanya semata-mata penyembah berhala? Apa sebenarnya di dalam kitab Injil? Mengapa di dalam Quran ada menyatakan untuk mengasihi ahli-ahli kitab iaitu orang Kristian Nasrani. Jauh di dalam hati saya, saya tahu yang saya MESTI mencari jawapan terhadap segala persoalan ini. Tetapi apa yang selalunya terjadi ialah saya cuba menolak dan melupakan soalan ini kerana takut menjadi murtad.
Sementara itu, seorang kenalan saya, seorang penganut Kristian, (maknanya pengikut Christ = Al-Masih) memberitahu saya yang orang Kristian sebenarnya tidak menyembah berhala.Dia memberikan saya senashkah Kitab Suci Injil untuk dibaca bermula dari ‘Perjanjian Baru’. Sebagai seorang Muslim, saya takut untuk membaca Kitab Injil sebabnya saya diajar dan di beri amaran dari kecil lagi supaya jangan baca Kitab Injil. Rakan saya itu pula mencabar saya dengan mengatakan kalau saya kata yang Islam dan Quran itu benar saya tidak harus takut membaca Injil. Ya betul,saya setuju dengan dia sebab mak saya selalu suruh saya berkata benar kerana kebenaran akan menjadi nyata. Jadi saya tujukan soalan yang sama kepada kamu, kalau Islam itu benar, jalan yang benar, kenapa kamu semua takut membaca kitab Injil/ Bible? Yohanes 8:32  : "..dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu." Ya kawan-kawanku, kebenaran akan membebaskan kamu daripada beban, kutukan dan kongkongan dosa-dosa kamu sendiri.
Segala jawapan yang saya mencari-cari,  telah saya temui di dalam Kitab Injil. Soalan seperti mengapa saya senantiasa melakukan dosa, mengapa lebih senang menjawab dengan helah (tipu sunat konon), mengapa lebih senang menyakiti hati orang lain dari memuji…semua ini dosa-dosa yang selalunya dilakukan tanpa disedari lagi. (Walaupun kita cuba sedaya upaya untuk menjadi soleh dan tidak melakukannya..kita tidak boleh lari dari berdosa!!) Jawapan dari Kitab Injil ialah SEMUA manusia dilahirkan berdosa, dan mempunyai sifat semulajadi untuk berdosa,untuk menentang dan melawanTuhan. Roma 3:23  Kerana semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah. Kita hanya perlu perhatikan seorang anak kecil, sejak bayi lagi punya perangai yang boleh memberontak( tidak mahu menyusu umpamanya), melawan, naik angin, tidak dengar kata, lebih senang menjadi nakal dari baik kerana ini sifat semulajadi bayi itu iaitu sifat semulajadi semua manusia. Belum pernah ditemui seorang ibu yang mengajar anaknya untuk menjadi nakal, tetapi sebaliknya terjadi,kita sering jumpa ibu–ibu yang kerap kena mengajar anak-anaknya untuk menjadi baik, dan mendengar kata. Kitab Injil berkata Jer 17:9  Hati manusia tak dapat diduga, paling licik dari segala-galanya dan terlalu parah penyakitnya. Sesungguhnya punca masaalah kita bukan apa yang boleh dilihat dari luar tetapi punca masaalah kita atau punca dosa kita adalah dari dalam hati kita sendiri. Hati dan jiwa yang kotor. Ya, kita boleh sembahyang lima kali sehari, berpuasa di bulan Ramadhan, pergi Mekah setiap tahun dan bila balik ’rasa’ diri kita ini suci,bersih ..tetapi dalam hati kita hanya Tuhan saja yang tahu. Lagipun Tuhan tidak hanya melihat kerja amalan kita yang diluar yang hanya boleh dilihat oleh manusia tetapi Tuhan melihat apa yang ada di dalam hati kita. Dalam Kitab Suci Injil ditemui ayat - 1 Samuel 16:7, yang berfirman  "Tetapi TUHAN berkata kepada Samuel, 'Janganlah kau terpikat oleh rupanya yang elok dan tinggi badannya; bukan dia yang Kukehendaki. Aku tidak menilai seperti manusia menilai. Manusia melihat rupa, tetapi Aku melihat hati'." Oleh itu, teman Muslim saya, cubalah merenungkan sejenak kebenaran ini. Saya tujukan soalan ini pada kamu sekali lagi. Bersih ke?, Suci ke hati kamu itu? Saya tidak tanya sama ada kamu dah sembahyang ke belum, sama ada kamu berpuasa penuh sebulan Ramadan, atau berapa kali dah pergi Mekah…saya cuma tanya sama ada hati kamu, hati kita bersih ke dari dosa-dosa seharian seperti dengki, iri hati, menyumpah, marah, kesombongan, mengata-ngata ataupun fikiran yang melayang tanpa tujuan, fikiran yang kotor. Hanya KAMU SENDIRI saja yang boleh menjawab soalan ini, dan soalan ini HARUS dijawab kerana Tuhan tahu dan kenal apa yang ada dalam hati kamu itu. Hati dan jiwa kamu mestilah bersih dari dosa, kotoran, untuk berada di syurga bersama Tuhan. Jadi masaalah kita ialah yang sebenarnya kita SEMUA punya hati dan jiwa yang penuh pencemaran dosa dan kekotoran. Dan dosa mesti ada hukuman iaitu maut atau kematian.  
Jadi setelah mengetahui dari Kitab Injil yang saya telah berdosa terhadap Tuhan dan mengaku akan kebenaran ini, bagaimanakah seseorang itu boleh membersihkan hati dan jiwanya dari dosa dan bebas dari hukuman dosa? Inilah jawapan yang diberikan di dalam Kitab Injil, dan inilah sebabnya mengapa saya menjadi seorang Kristian..pengikut Isa Al Masih bukan penyembah berhala. Mengapakah Isa (as) atau Isa Al-Masih telah mati disalibkan? Hakikatnya ialah: Baginda telah disalibkan dan mati kerana ANDA dan SAYA. Dia telah mengambil tempat saya. Sepatutnya sayalah yang harus dihukum TETAPI Dia yang dihukum dan digantung di salib oleh kerana dosa-dosa saya. Yohanes 19:30 : ‘Sudah Selesai’, kataNya Segala kerja hukuman yang sepatutnya untuk diri saya DIA telah harungi. Kita tidak boleh membersihkan hati, jiwa kita sendiri, kita tidak boleh membuat segala amalan baik untuk membersihkan diri kita sendiri dengan harapan semoga Tuhan menerima amalan kita dan dapat pahala kerana kita TIDAK SAMPAI ke taraf kemurnian yang dikehendaki Allah. Sesungguhnya, Tuhan Allah yang mencipta manusia, yang tahu asal usul kita, dan yang tahu apa yang di dalam hati kita, semestinya Dia juga tahu kita hanya manusia  ciptaanNYa yang lemah penuh dosa dan tidah boleh dengan usaha sendiri menyucikan dan membersihkan diri kita dari dosa.  Telah dinyatakan dalam Kitab Injil iaitu Joh 3:16 Karena Allah begitu mengasihi manusia di dunia ini, (Dia mengasihi saya)  sehingga Ia telah mengirimkankan Kalimat-Nya yang tunggal, supaya setiap orang (setiap orang termasuk saya) yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan mendapat kehidupan sejati dan kekal abadi - di Akhirat nanti.
Kehidupan yang kekal selamanya dan bukan kematian. Hanya DIA sahaja yang boleh membersihkan dan menyucikan hati kita dari segala dosa-dosa kita. Inilah sebabnya mengapa Dia dilahirkan melalui seorang Perawan, Siti Mariam, dan telah memasuki dunia ini. Dia datang untuk mati disalibkan. Dia TIADA dosa, Dia TIDAK BOLEH berdosa, menyerupai manusia tetapi tidak mempunyai sifat semulajadi manusia iaitu kebolehan untuk berdosa. Dia diperanakkan bukan seperti manusia diperanakkan, tetapi melalui Roh Allah Sendiri. Siti Mariam hanya digunakan sebagai alat iaitu tubuh untuk mengirim Firman Tuhan yang hidup itu untuk nuzul -yakni turun, ke dalam dunia ini. Mariam sendiri tidak memiliki kuasa, atau keistimewaan yang khas. Tetapi, semua ini adalah dalam rancangan Allah. Tuhan Allah tahu yang kita manusia perlukan Penebus, iaitu seorang suci dan murni yang dapat menyelamatkan kita daripada hukuman dosa, jadi Dia berikan kepada kita satu-satu PuteraNya. Kita mesti, setiap insan dengan sendiri, dengan hati yang tulus ikhlas mengakui yang kita ini lemas dalam dosa kita sendiri dan perlukan PENEBUS dan PENYELAMAT yang telah dianugerahkan Allah itu kepada kita. Lalu kita setiap orang dengan sendirinya harus menerima dan percaya yang Dia telah menanggung hukuman segala dosa-dosa kita semasa Dia disalibkan. Kerana kasihNya kepada saya yang berdosa ini, saya sudah diampunkan dari segala hukuman dosa-dosa yang saya patut terima. Dia telah diwafatkan sesuai dengan kehendak Allah Sendiri, demi untuk kesejahteraan dan pemurnian jiwa raga saya. Sekarang, saya sudah bebas daripada hukuman dosa dan juga hambatannya yang laknat itu! Tuhan Allah telah mengampuni saya, demi hasil penebusan yang sudah pun dibereskan oleh Isa Al-Masih dengan muktamadnya. Syukur Alhamdulillah! Oleh kerana inilah saya telah membuat keputusan dengan sendiri, bukan dengan paksaan dan ganjaran dari mana-mana pihak, atau bukan dengan "kelahiran ke dalam agama Kristian"…saya telah membuat keputusan untuk menerima Nya dan kematian Nya disalib kerana saya, mengakui bahawa Dia adalah Rabbi dalam hidup saya sehari-hari. Dia telah mengampuni saya di dalam Sayidina Isa al-Masih, dan kini Dialah yang membimbing jiwa dan hidup saya dalam jalan-Nya yang lurus dan indah itu! Segala pujian kepada Allah atas perhubungan yang cukup istimewa ini!
1 Yohanes 1:7 berkata: '..darah Isa (as), Kalimat-Nya, telah membersihkan kita dari segala dosa.' Saya yang dahulunya terpisah daripada Tuhan disebabkan oleh kekotoran dosa-dosa saya, sekarang saya punya rumah di Syurga. Semuanya oleh kerana Sayidina Isa Al-Masih yang mengasihi diri saya, dan mengorbankan nyawaNya untuk diri saya. Jadi kehidupan saya sekarang ini, saya hidup dengan kuasaNya dan untuk kemuliaanNya. Segala beban dosa saya telah diambil olehNya apabila saya telah percaya akan kewafatan-Nya di atas salib. Saya seorang yang berdosa tetapi telah diselamatkan dari hukuman dosa kerana kasih kurnia-NYA bagi saya, yang saya tidak sama sekali layak untuk menerimanya, inilah Kasih dan Sayang Allah (swt) yang benar-benar sejati-Rahman dan rahim-Nya yang sudah pun saya nikmati, tetapi juga pada setiap hari saya masih sedang mengalami, melalui taufik dan hidayah-Nya itu.
Mahukah anda menghayati kepastian ini, teman-temanku? Saya sekarang sudah pasti dan tahu serta kenal siapa yang saya percaya. Tahukah anda siapa yang anda percayai? Ulangan 4:29 bersabda: 'Lalu kamu akan mencari TUHAN Allahmu, dan kalau kamu mencari-Nya dengan segenap hatimu, kamu akan menemukan Dia.' Carilah Tuhan Allah, teman-temanku, dengan segenap hati, selesaikan dengan Tuhan segala hutang dosamu itu dan pastikanlah yang segalanya adalah baik antara diri anda dan Tuhan Sendiri.
Temanku yang dikasihi, hakikat ini tidak berakhir di sini sahaja. Kepada kami yang percaya akan hasil Penebusan-Nya, kami juga tahu Penyelamat kami hidup kerana Dia telah dibangkitkan pada hari yang ketiga sesudah dia disalibkan, dan Dia akan datang kembali selepas itu! Soalan terakhir saya kepada anda ialah saatnya makin hampir. Sayidina Isa (as) akan kembali lagi. Apakah anda semua sudah bersedia untuk bertemu denganNya? Untuk memperolehi ketenangan jiwa yang abadi itu? Ini bukan hanya propaganda agama. Ini sebenarnya mencerminkan perhubungan peribadi yang erat dengan Tuhan Allah. Keputusan mestilah dibuat oleh setiap orang. Tidak cukup dengan hanya merasa baik dan alim dengan agama yang anda telah dilahirkan, TETAPI kita harus buat keputusan sendiri tentang Sayidina Rabbani ISA Al-Masih. Siapakah Dia sebenarnya dalam hati kamu, di dalam jiwa kamu? Dan apakah yang akan anda lakukan dengan pengetahuan kebenaran ini, dan tentang dosa-dosa kamu serta ganjaran mereka - yaitu MAUT dan perpisahan kekal abadi dari Syurga dan hadhirat Allah(swt) - untuk menghuni di Neraka jahannam selama-lamanya ?
Lewat kebelakangan ini kita lihat peperangan, kita dengar berita tentang peperangan, tsunami, gempa bumi, teroris, banjir, ribut, taufan, dunia ini semakin gelap dan menakutkan. Tidak kiralah sama ada kamu Muslim, Kafir atau Musyrik... Segala kegelapan ini boleh terjadi kepada sesiapa saja. Kitab Suci Injil bersabda ini hanyalah permulaan kesedihan dan keperitan, dan banyak lagi musibah-musibah akan mendatang yang jauh lebih dahsyat kemusnahannya. Amaran ini sangat PENTING!!!! Carilah Tuhan sementara ada masa, bersedialah untuk menemuiNya, dan pangillah akan Dia…
Wahyu 22:12 :
 "Perhatikanlah ini!" kata Saydina Isa, "Tidak lama lagi Aku akan datang dengan membawa upah untuk membalas setiap orang menurut apa yang telah dilakukannya. Dan setiap lutut akan menyembah... "
Filipi 2:10-11 :
"Maka untuk menghormati Isa al-Masih, semua makhluk yang di syorga, dan yang di bumi, serta yang di bawah bumi, akan menyembah Dia. Mereka semuanya akan mengaku bahwa Isa al-Masihlah Rabbani; dengan demikian Allah Bapa dipermuliakan".                                                                           
Sayidina Isa Al-Masih amat mengasihi setiap orang Muslim - TERMASUK ANDA, temanku. Dengan tangan yang terbuka Dia menunggukan kamu untuk datang kepadaNya untuk melepaskan bebanan dosa-dosa kamu kepadaNya dan Dia sanggup memberikan anda kedamaian, kesejahteraan jiwa serta kehidupan yang kekal - di Dunia mahupun di Akhirat nanti. Ini bukanlah hanya sesuatu 'ajaran agama barat' ataupun hasil "fikiran orang putih". Ini adalah kasih-sayang Tuhan YANG SEJATI kepada umat ciptaanNya yang sudah jatuh ke dalam jurang perpisahan daripada-Nya, tetapi masalah itu telah diselesaikan seratus peratus oleh  Allah (swt) Sendiri - di atas salib. Temanku, doa-doa saya sentiasa menyertai kamu semua. Jika ada, sila tujukan soalan-soalan anda kepada alamat emel yang dipaparkan di dalam Lamanweb ini. Wassalaam.

KUALA LUMPUR DI TERIMA MUSIBAH

Saya sebagai rakyat malaysia bersyukur kepada allah swt kerana memberi limpah banjir di sekitar kawasan kuala lumpur baru-baru ini bala dan musibah di kuala lumpur.Bagi saya sekiranya allah swt di turunkan bala dan musibah sekitar kawasan kuala lumpur barulah rasa dan padan muka kepada semua penduduk kuala lumpur.Banjir kilat yang melanda kuala lumpur baru-baru ini kebanyakan semua kenderaan yang rosak dan menyebabkan semua penduduk terperangkap dalam kesesakan lalu lintas.Saya juga berdoa kepada allah swt supaya di turunkan bala di kuala lumpur dan putrajaya.Apabila allah swt turunkan bala di putrajaya barulah rasa dan padan muka kepada semua penduduk yang tinggal di kawasan sekitar putrajaya.Saya berdoa kepada allah swt supaya negara malaysia di terima musibah seperti negara-negara lain.Sekiranya allah swt di turunkan bala dan musibah terhadap negara malaysia celaka ini barulah rasa dan padan muka kepada menteri-menteri yang gila kuasa dan makan duit rakyat malaysia.Kita lihatlah sekarang kebanyakan menteri-menteri yang gila kuasa dan pangkat sanggup melakukan apa sahaja demi kepentingan diri sendiri,tidak memikir masa depan rakyat.Saya berharap agar allah swt di turunkan bala di malaysia terutamanya di putrajaya.

GERAKAN PEMISAH DI ASIA TENGGARA

Gerakan pemisah adalah satu gerakan yang cuba mendapatkan hak dan kemerdekaan untuk mewujudkan sebuah negara ke arah pemerintahan sendiri. Ia terjadi kesan daripada dasar penjajahan yang menyebabkan wilayah-wilayah autonomi Islam kehilangan kuasa. Rentetan peristiwa ini, golongan Muslim cuba mendapatkan kembali hak autonomi mereka yang telah didiskriminasikan agama oleh pihak kerajaan. Namun terdapat juga pertubuhan yang radikal apabila menjadikan agama Islam sebagai motif perjuangan mereka.Gerakan pemisah ini juga sering kali dikaitkan dengan keganasan antarabangsa terutamanya selepas peristiwa 11 September 2001.
            Gerakan pemisahan ini dilihat berlaku juga akibat masalah dalaman sesebuah negara yang membawa satu petanda buruk kepada masyarakat setempat dan antarabangsa. Malahan ianya juga akan mendorong kepada keruntuhan institusi di negara berkenaan sekaligus akan menjadi ancaman kepada rantau dan juga negara-negara jirannya.
            Di Asia Tenggara ini, gerakan pemisah berlaku di negara-negara yang secara jelas mempunyai sejarahnya yang tersendiri yakni berkaitan dengan kesan penjajahan atau pun perjanjian yang dianggap oleh wilayah yang ditindas itu sebagai tidak sah. Namun begitu, terdapat juga gerakan yang dijalankan atas dasar berkepentingan diri sendiri dan bukannya mendukung aspek yang jelas bagi membebaskan wilayah yang ditindas itu.
            Pelbagai kaedah yang dilakukan oleh golongan pemisah ini dan biasanya ia melibatkan aktiviti militan yang membawa maksud berjuang secara kekerasan. Golongan ini menganggap perjuangan ini lebih mampu atau mempercepatkan lagi proses membebaskan wilayah daripada kerajaan pusat yang menguasainya.

Gerakan Pemisah Di Filipina
Gerakan pembebasan yang dilakukan oleh orang Moro di Selatan Filipina boleh dibahagikan kepada 4 faktor yang utama iaitu asimilasi Katolik Kristian, penghijrahan orang Kristian dari utara, masalah perkembangan ekonomi dan masalah sosial.Asimilasi Katolik Kristian dalam masyarakat Muslim telah menyebabkan masyarakat Muslim bimbang agama, politik dan budaya mereka terhapus. Asimilasi yang berlaku ini amat berkait rapat dengan dasar kerajaan Filipina yang mahu menjadikan Filipina sebagai sebuah negara bangsa iaitu melalui Pengisytiharan Persemakmuran Negara.
Dari segi kebudayaan Filipina cuba membudayakan amalan Kristian dalam masyarakat Islam di Selatan Filipina. Ia selaras dengan konsep negara bangsa yang cuba diwujudkan iaitu kewujudan satu bangsa yang sama. Menyingkap persoalan masalah politik yang membelenggu  masyarakat Muslim Mindanao, ia sebenarnya bermula pada tahun 1940 apabila kerajaan Amerika menghapuskan Kesultanan Sulu dan disatukan dengan kerajaan Persekutuan Filipina dengan alasan untuk mewujudkan sebuah pentadbiran yang seragam. Faktor penghijrahan orang Kristian dari utara ke selatan Filipina juga turut menjadi faktor gerakan pembebasan di kalangan orang Muslim. Penghijrahan penduduk Kristian yang miskin dari utara ke selatan secara beramai-ramai telah menyebabkan orang Muslim mula menjadi golongan minoriti di bumi mereka sendiri.
            Faktor yang seterusnya adalah masalah perkembangan ekonomi yang lembab di kalangan orang Muslim. Diskriminasi dalam bidang ekonomi tampak jelas pada tahun 1960 apabila Presiden Marcos melancarkan satu polisi dalam bidang pertanian. Polisi ini telah menyebabkan Muslim kehilangan tanah kepada pedagang Kristian. Masalah sosial yang membelenggu masyarakat Muslim di Selatan Filipina juga turut memaksa mereka untuk membuat pergerakan pembebasan daripada kerajaan Filipina. Kehidupan seharian mereka terisi dengan peperangan, pertumpahan darah, kegiatan samun dan banyak lagi. Keadaan ini menyebabkan usaha pembangunan masyarakat mereka terjejas.

Muslim Independece Movement (MIM)
Pertubuhan Muslim Independece Movement (MIM) ditubuhkan pada tahun 1 Mei 1968 oleh Datu Udtog Matalan. Kemerdekaan Mindanao daripada  Kerajaan  Filipina dijadikan sebagai  agenda perjuangan utama dalam perjuangan mereka. Sebagai tindak balas kepada tuntutan kemerdekaan yang dilakukan oleh MIM, Katolik menubuhkan pergerakan anti Moro ILAGA  iaitu sebuah gerakan anti Muslim yang bertanggungjawab terhadap  pembunuhan beramai-ramai 70 orang Muslim di sebuah masjid di Utara Cotabato. Sementara itu banyak pemimpin pergerakan ini telah dibeli oleh kerajaan Filipina apabila mereka disogokkan dengan jawatan penting dalam pentadbiran kerajaan yang menyebabkan matlamat perjuangan asal mereka telah terpesong. Datu Matalan sendiri telah diberikan jawatan datu oleh kerajaan Filipina. Keadaan yang berlaku ini telah mengecewakan pemimpin muda dan mereka mula membentuk Moro National Liberation Front (MNLF).

Moro National Liberation Front (MNLF)
MNLF diasaskan oleh Nur Misuari seorang ahli MIM yang berpendidikan universiti  pada tahun 1971 di Tausug. Kumpulan ini telah mendefinisikan pergerakan mereka kepada tiga perkara yang utama iaitu menjadikan orang Moro mempunyai sejarah Islam yang spesifik dan identiti budaya yang tersendiri. Mereka juga bertegas bahawa bangsa Moro mempunyai hak yang sah untuk menentukan masa depan mereka. Di samping itu juga,  MNLF bertanggungjawab untuk melancarkan jihad terhadap kerajaan Filipina dan mewujudkan sebuah kerajaan autonomi walaupun tidak mendapat kemerdekaan sepenuhnya.
Pada tahun 1973, pasukan militer Bangsa Moro Army (BMA) ditubuhkan dan seringkali  melancarkan perang secara gerila ke atas tentera Filipin Pemberontakan dan serangan  yang dilakukan oleh MNLF ini telah menyebabkan Presiden Marcos terpaksa mengisytiharkan undang-undang tentera pada tahun 1972. Pada masa yang sama perjuangan yang dilakukan oleh MNLF ini telah mendapat perhatian daripada Pertubuhan Negara Islam iaitu OIC. Dalam usaha untuk menyelesaikan permasalahan ini empat orang Menteri Luar Pertubuhan Negara Islam (OIC) dari Libya, Somalia, Arab Saudi dan Senega telah dihantar ke  Filipina untuk meninjau mengenai masalah ini. Kemuncaknya pada pada 23 Disember 1976 termetarai perjanjian Tripoli di mana kerajaan Filipina didesak oleh OIC untuk memberikan hak autonomi dan mewujudkan suasana aman di Selatan Filipina. Namun begitu perjanjian ini gagal kerana Filipina menyatakan bahawa masalah yang sedang dihadapi dengan masyarakat Muslim adalah masalah dalaman mereka dan tidak perlu campurtangan pihak asing. Kegagalan Nur Misuari untuk mengambil kesempatan daripada Perjanjian Tripoli ini telah menyebabkan kredibiliti kepimpinan Nur Misuari mula tergugat di kalangan ahli MNLF. Senario ini membawa kepada pergolakan dalaman MNLF.

Moro Islamic Liberation Front (MILF)

MILF ditubuhkan oleh Hashim Selamat iatu seorang pelajar Universiti Al Azhar pada tahun 1980. Hashim Selamat telah menuduh Nur Misuari sebagai seorang yang yang mengamalkan rasuah, pengikut komunis, pemimpin yang gagal dan seorang reformis sekular. Mereka bercita-cita untuk mewujudkan sebuah kerajaan Islam yang dikenali sebagai Republik Islam Mindanao (MIR) yang berpegang teguh kepada syariat Islam. Matlamat ini akan tercapai melalui dakwah, tarbiyyah dan jihad. Kumpulan ini dilatih oleh pejuang-pejuang yang pernah menganggotai pergerakan Mujahidin di Afghanistan dalam pengeboman, serangan berani mati, sabotaj dan banyak lagi dan mendapat bantuan dana daripada negara-negara asing. Dalam usaha untuk mewujudkan sebuah kerajaan yang berautonomi, Hashim Selamat menegaskan bahawa mereka  perlu mendapatkan kemerdekaan daripada kerajaan Filipina dan ia hanya akan dapat dilakukan melalui pemberontakan bersenjata. MILF juga pernah mengadakan rundingan perdamaian dengan kerajaan Filipina tetapi gagal apabila Filipina menolak tuntutan MILF agar tentera kerajaan berundur dari Mindanao.

Abu Sayyaf
Abu Sayyaf ditubuhkan pda 1991 oleh Abdul Razak Jan Jalani. Abu Sayyaf merupakan kumpulan serpihan daripada MNLF yang ekstremis dan sering kali dikaitkan dengan kegiatan keganasan. Matlamat mereka yang jelas adalah untuk mewujudkan sebuah kerajaan Islam yang bebas di Mindanao. Ahli mereka kebanyakannya terdiri daripada pejuang yang pernah terlibat dalam perang Afghanistan menentang Soviet Union. Di samping itu juga kumpulan ini sering kali dikaitkan rangkaian pengganas antarabangsa seperti al Qaeda dan kumpulan militan yang terdapat di Malaysia dan Thailand.
Pada Mei tahun 2000, gerila Abu Sayyaf ini telah menawan 21 orang asing dan menjadikan mereka sebagai tebusan di Pulau Jolo. Tindakan keganasan yang dilakukan oleh Abu Sayyaf telah menyebabkan kerajaan Filipina mendapatkan kerjasama daripada pihak Amerika untuk menghapuskan kumpulan ini. Pada tahun 2000, kumpulan ini telah diserang oleh tentera Amerika dan Filipina sehingga menyebabkan ketua kumpulan Abu Sayyaf iatu Abu Sabaya melarikan diri bersama-sama wang tebusan dan beliau sendiri telah menjadi buruan gerila Abu Sayyaf. Saki baki kumpulan ini pula bersembunyi dengan hidup bersama-sama orang awam.
Gerakan Pemisah di Selatan Thailand
Wilayah Selatan Thai secara rasminya menjadi wilayah kekuasaan kerajaan Thai bukanlah atas kehendak dan pilihan Melayu Patani sendiri, malah ianya atas persetujuan antara kerajaan Siam dengan British pada tahun 1909. Dasar siam mewujudkan semangat ‘Nation State’ iaitu melancarkan “Rathaniyom” (kebudayaan Negara) semasa pemerintahan Phibun 1939-1942 contohnya lebih menekankan penduduk di wilayah Selatan. Contoh perkara 3 yang berkaitan dengan panggilan nama panggilan penduduk Thai iaitu “khon Thai”. Kerajaan Siam hanya mengiktiraf bangsa Thai sahaja manakala bangsa lain di anggap sebagai kaum pendatang dan di panggil sebagai “Khaek Thai” yang bermaksud kaum pendatang atau golongan hamba.
Ini bertentangan denga sejarah Siam kerana negara Thai terbentuk daripada gabungan beberapa bangsa hasil penaklukannya di wilayah utara dan selatan. Perkara 9 pula menyatakan bahawa bangsa Thai wajib menggunakan Bahasa Thai sahaja. Keadaan ini bertentangan dengan kebudayaan masyarakat wilayah selatan yang kebanyakannya terdiri daripada Bangsa Melayu dan beragama islam. Bagi mereka Bahasa Thai adalah bahasa asing dan Bahasa Agama Budha. Manakala perkara 10 pula adalah berkaitan dengan pakaian penduduk. Rakyat Thai di kehendaki memakai pakaian yang kemas seperti memakai topi dan mini skirt manakala pakaian tradisi Masyarakat Melayu selatan seperti baju telok belanga, kain sarong dan tudung dilarang.
Oleh itu, telah timbul penentangan dari penduduk tempatan. Peringkat awal adalah bersifat kepimpinan individu, kemudian timbullah gerakan pemisah yang lebih bersifat pertubuhan. Seperti Barisan Revolusi Nasional (BRN), Patani Liberation Organisation (PULO), dan Barisan Nasional Pembebasan Patani (BNPP)

Barisan Reolusi Nasional Melayu Patani (BRN)
Barisan Revolusi Nasional Patani (BRN) ditubuhkan pada 13 mac 1960 oleh Mohamad A, Ustaz Abdul Karim Hassan, Tuk Guru Hj Yusof Chapakia dan Tengku Al-Mutalib. Intitusi ini merupakan organisasi yang pertama mengambil pendekatan menuntut kemerdekaan penuh. Matlamat penubuhan BRN adalah menyatukan semua kumpulan pejuang yang ada ke dalam sebuah pertubuhan tunggal. Dalam masa yang singkat BRN telah berkembang hampir ke seluruh 3 kawasan kerana ia mendapat sokongan daripada masyarakat tempatan dan juga akibat peningkatan gerakan komunis di kawasan sempadan seperti di Tanah melayu. Perjuangan BRN adalah berdasarkan ideologi nasional dan menyokong sebarang revolusi menentang kapitalis dan kolonialisme selaras dengan perjuangan nasionalis pada ketika itu. Ideologi  BRN adalah berdasarkan kepada kebangsaan Melayu dan Sosialis Islam dan di rumuskan dengan MASOSI iaitu Nasional, Sosial dan Islam.
Pada tahun 1963, BRN mula berpecah akibat perbezaan jurang ideologi dan arah perjuangan di antara mereka yang menerajui BRN. Contohnya ustaz Abdul Karim dikatakan sangat revolusioner dan sangat cenderung kepada fahaman sosialis dan mempunyai hubungan dengan Parti Rakyat Malaysia (PRM) pimpinan Ahmad Boestaman.  Manakala Tengku Abd Jalal dan Hj Abd Amin- lebih suka meneruskan perjuangan tanpa ideolog dan kemudiannya menubuhkan Barisan nasional Pembebasan Patani (BNPP)  manakala Hj Yusoff Chapakia pula bertindak menubuhkan Parti Revolusi Nasional (PARNAS) pada 1965.

Pertubuhan Pembebasan Patani (PULO)
Pertubuhan Pembebasan Patani atau singkatannya PULO ditubuhkan oleh Tengku Bira Kotanila pada 22 Januari 1968 di India. Penubuhan PULO adalah berdasarkan kepada empat prinsip utama iaitu Ugama, bangsa, tanah air, perikemanusiaan. Oleh kerana penubuhannya di luar negeri menyebabkan PULO sukar mendapat tempat. Tetapi akibat daripada propaganda dan hubungan diplomatik yang telah dijalankan menyebabkan mereka mendapat sokongan daripada pelajar Patani di luar negara khususnya yang melanjutkan pelajaran di luar negeri. Diatas kejayaannya dalam hubungan PULO di beri kuota khas dan berjaya mengirim para pelajar dan pemuda patani menjalani latihan bersenjata di Timur Tengah seperti Libya dan Syria. Keadaan ini telah menjadikan Pulo sebagai pergerakan bersifat militan berteraskan ketenteraan.

Barisan Nasional Pembebasan Patani (BNPP)
Ditubuhkan oleh Tengku Abd. Jalal b Tengku Al-Mutalib pada 10 Sept 1971 di Kota Bharu. Walaupun baru ditubuhkan namun BNPP mendapat sokongan yang kuat terutamanya daripada golongan yang berpendidikan tinggi kesan daripada kepimpinan Tengku Abd. Jalal yang berasal daripada keturunan di raja yang di hormati serta bekas ahli politik dalam parlimen kebangsaan ditambah pula penyertaan Bapa Idris atau lebih dikenali sebagai Poh Yeh.Tujuan penubuhan BNPP ialah menuntut kemerdekaan Patani, mewujudkan sebuah negara Islam, menyatukan semua pertubuhan perjuangan kemerdekaan, Mengorganisasi perjuangan yang tersusun, menjadi suara rakyat Patani di peringkat antarabangsa, Menegakkan konsep hidup bersama antara negara-negara lain dan menyanjung tinggi piagam Pertubuhan Bangsa-Bangsa Bersatu (PBB).
Pada tahun 1970, BNPP telah menghantar ramai pengikutnya mengikuti latihan ketenteraan di luar negara dengan harapan pada masa hadapan mereka akan berperanan dalam BNPP. Namun, kebanyakan mereka lebih bertapak di negara jiran atas alasan politik. Tetapi dalam bidang perhubungan, BNPP sangat menonjol contoh BNPP telah berjaya mengemukakan masalah Patani pada Persidangan Menteri-Menteri Luar Islam di Istanbul pada 1976. Namun begitu, perjuangan BNPP tidak mendapat pengaruh yang besar di Patani. Pada akhir 1970-an polisi pimpinan BNPP telah diubah, perjuangan dalam bidang ketenteraan di hapuskan tetapi lebih menjurus kepada strategi politik jangka panjang.
Antara kaedah-kaedah gerakan keganasan yang digunakan oleh kebanyakan gerakan pemisah di Selatan Thailand adalah melalui kekuatan bersenjata dan berbentuk gerila. Selain itu, pihak gerila juga bertindak menculik tauke-tauke Cina dan Siam Budhis serta menutup kebun-kebun mereka untuk menuntut wang tebusan. Mereka juga membakar sekolah, menembak balai Polis serta mengebom jambatan dan keretapi. Tindakan keras keatas Budhis yang mengajar di sekolah-sekolah yang kebanyakan terdiri daripada pelajar muslim juga dilakukan. Perbuatan golongan pemisah ini dilakukan bertujuan untuk mendapat perhatian masyarakat antarabangsa serta menggugat kestabilan politik Thai.
Akibat daripada gerakan pemisah yang telah dilancarkan, kerajaan Thai bertindak balas dengan menempatkan tentera di wilayah selatan, tembakan misteri juga digunakan. Tembakan misteri ini merupaka propaganda yang dilakukan oleh kerajaan Thai bertujuan untuk menghuru-harakan kawasan berkenaan bagi memudahkan kerajaan Thai menempatkan tenteranya. Selain itu, kerajaan Thai juga bertindak memanggil guru-guru agama ke kem tentera dan akhirnya mereka ‘hilang’ di dalam kem itu. Contoh; 4 orang guru agama telah di panggil ke kem tentera Ampoe Rusa pada tahun 1977 dan dipercayai telah dibunuh dan ditanam di kawasan kem tentera.
Walau apa pun kekejaman yang telah dilakukan terhadap puak pemisah di selatan Thailad dalam menuntut keadilan serta hak mereka. Melayu Selatan Thai masih lagi berpegang kepada peringatan dan pesanan Syeikh Daud bin Abdullah Al-Fatani, ulama’ terulung Patani, bahawa perjuangan membebaskan Patani adalah Fardhu ain kerana menentang golongan kafir.

Gerakan Acheh Merdeka
Penentangan dalam memisahkan Acheh daripada Indonesia telah pun bermula semenjak tahun 1873 setelah hasil perjanjian Britain-Belanda 1824 yang berlaku apabila Britain menyerahkan wilayah Sumatera kepada Belanda dan selepas itu, Britain memberikan Belanda peluang untuk menguasai Acheh.
            Keadaan ini telah menimbulkan satu penentangan yang berlaku sejak 26 Mac 1873 iaitu ‘Perang Acheh’ antara Belanda dan Acheh.Pada mulanya, Belanda gagal mengalahkan Acheh sehinggakan pada tahun 1893 sehinggakan Belanda telah menganggap perang tersebut tidak membantu menewaskan Acheh. Namun, selepas kedatangan Snouck Hargronje ke Acheh dan berpura-pura memeluk Islam, beliau telah mendekati para ulama di samping mengkaji kelemahan-kelemahan Acheh. Selepas itu, Snouck Hargronje telah berpaling tadah dengan memberikan maklumat kepada Belanda. Belanda menguasai Acheh pada tahun 1904.
            Rentetan daripada sejarah awal ini, telah membawa kepada berlaku gerakan pemisahan Acheh daripada Indonesia yang berlarutan sehingga kini. Penentangan berlaku juga semasa apabila sebuah pertubuhan iaitu Persatuan Ulama Seluruh Aceh (PUSA) ditubuhkan terutamanya pada awal abad ke-20 yang dipimpin oleh Tengku Muhammad Daud Beureuh dan Tengku Abdurrahman Meunasah Meucap. Keadaan ini berlaku kerana penindasan yang dilakukan setiap masa oleh pemerintah di Indonesia. Selepas itu pula,  muncul Gerakan Acheh Merdeka (GAM) atau pun Acheh Sumatra National Liberation Front (ASNLF) pada 4 Disember 1976 yang dipimpin oleh Tengku Hasan Muhammad Tiro yang merupakan satu pertubuhan yang dianggap sebagai separatis atau ingin membebaskan wilayah Acheh daripada Indonesia bagi mewujudkan negara yang dinamakan ‘Nanggroe Acheh Darussalam’.Sebelum pembentukan GAM lagi, Hasan Muhammad Tiro telah menulis surat kepada Kerajaan Indonesia pada tahun 1954. Keadaan ini menandakan bermulanya perjuangan GAM. Pada peringkat awalnya, perjuangan Hasan Muhammad Tiro berlaku selama tiga tahun. Tetapi, kerana kekuatan tentera Indonesia, perjuangannya melalui beberapa halangan. Namun begitu, ianya terus wujud tetapi menghadapi tekanan kuat daripada pihak Indonesia.  Perjuangan GAM di Acheh melibatkan perjuangan bersenjata. Terdapat beberapa siri penentangan yang melibatkan anggota GAM dengan tentera Indonesia. Penentangan kembali berlaku dengan hebat bermula pada tahun 1988 sehinggakan rakyat di Acheh ramai yang menjadi korban dan harta benda dirampas oleh Tentera Nasional Indonesia (TNI) yang melakukan ‘pembersihan’ anggota GAM secara membabi buta walaupun organisasi sebenar GAM dilakukan di luar negara. Gerakan oleh TNI lebih hebat bagi menentang GAM pada tahun 1989 sehingga 1998. Hal ini kerana, gerakan pemisah ini telah mula dianggotai oleh mahasiswa daripada institut pengajian di Indonesia dan pemuda-pemuda Acheh. Jeneral Wiranto terpaksa melaksanakan operasi yang dikenali sebagai “Operasi Militer Jaring Merah”. Ianya bertujuan menghapuskan golongan yang digelar sebagai Gerakan Pengacau Keamanan (GPK) dan Gerakan Pengacau Liar (GPL).
            Selain itu, antara tahun 1989 hingga 1990 Kerajaan Indonesia juga melaksanakan propaganda serta pembunuhan-pembunuhan rakyat Acheh yang mana tuduhan atas perbuatan itu ditujukan kepada pertubuhan GAM. Keadaan ini menjejaskan imej GAM.Padahal perbuatan ini dilakukan oleh TNI. Selepas itu, bagi membendung GAM ini juga, pada tahun 1999, satu operasi dikenali sebagai “Operasi Wibawa 99”. Keadaan ini memaksa GAM mengubah pendekatan dalam mendapatkan kemerdekaan wilayah Acheh. Pendekatan diubah daripada aktiviti yang bersifat ketenteraan kepada bentuk ‘perhimpunan rakyat’ yang menggunakan tenaga pemuda-pemuda daripada Acheh serta mahasiswa-mahasiswa institut pengajian tinggi di Indonesia.
            Ianya membawa kepada kemunculan pemuda-pemuda Acheh dan mahasiswa-mahasiswa yang menggelarkan diri sebagai ‘Kongres Mahasiswa dan Gerakan Pemuda Acheh Serantau’ yang telah berdemonstrasi di wilayah-wilayah seperti di Acheh, Medan, Jakarta dan luar negeri bagi mendapatkan hak dalam memisahkan Acheh daripada Indonesia. Di samping itu, “Sumpah Bangsa Acheh” juga dibuat oleh satu pertubuhan yang dinamakan sebagai “Sentral Informasi Referendum Acheh” atau (SIRA). SIRA juga telah melaksanakan satu perhimpunan yang dinamakan “Sidang Umum Masyarakat Pejuang Referendum”. Ianya telah mengumpul seramai dua juta penduduk Acheh di Masjid Baiturrahman. Pergerakan ini dilihat berlatar belakangkan oleh perjuangan GAM.
            GAM dilihat sebagai pertubuhan pemisah yang kuat menjelang akhir tahun 2002 dan 2003 apabila dikatakan mempunyai 108 tokoh utama termasuk 3,822 anggota bawahan. Mereka juga mempunyai kelengkapan senjata sebanyak 1,845 termasuk 311 senjata buatan sendiri. Selepas itu, pada 19 Mei 2003, Presiden Megawati Sukarnoputri telah menjalankan operasi ketenteraan yang membawa kepada peperangan dengan GAM. Antara tahun-tahun terakhir perjuangan GAM, berlaku penentangan bersenjata yang hebat. Sehinggakan GAM telah digempur dengan jet pejuang F-16 dan pesawat pengebom OV-10 Bronco. Seramai 1,300 golongan gerila GAM yang terbunuh dan lebih kurang 2000 lagi menyerah diri kepada TRI terutamanya pada tahun 2003.
            GAM ini seterusnya telah membuat beberapa rundingan di antara Republik Indonesia dalam menuntut sebuah wilayah yang bebas daripada Indonesia. Satu rundingan terpenting yang menamatkan perjuangan GAM adalah rundingan yang diadakan di Helsinki, Finland. Penawaran rundingan ini dilakukan oleh mantan Presiden Finland sendiri iaitu Marti Ansaari melalui Conflict Management Intitiative (CMI). Ianya melalui lima fasa perundingan bermula pada 28-29 Januari 2005, 21-23 Februari 2005, 12-16 April 2005, 26-31 Mei 2005 dan 12-17 Julai. Maka bermula 15 Ogos 2005, berakhirlah perjuangan GAM selama 29 tahun apabila perjanjian persefahaman MoU ditandatangani antara Hamid Awaluddin, Menteri Undang-undang dan Hak Asasi Manusia dengan Malik Mahmud, pemimpin GAM. Pada peringkat awal, Acheh akan mula dipantau oleh Misi Pemantau Acheh (AMM) dan anggota Kesatuan Eropah (EU) serta ASEAN sebagai permulaan perdamaian.


Gerakan Pemisah di Malaysia

Terdapat beberapa kumpulan dan pertubuhan yang menjadikan keganasan sebagai aspek utama dalam perjuangan mereka. Di Malaysia terdapat beberapa kumpulan dan pertubuhan yang mendokong perjuangan tersebut. Hal ini dapat dilihat melalui pertubuhan al-Ma’unah, Kumpulan Militan Malaysia (KMM) dan Jemaah Islamiah (JI). Gerakan pemisah yang terdapat di Malaysia berbeza dengan gerakan pemisah yang terdapat di sekitar Asia Tenggara.
Pertubuhan tersebut sememangnya menuntut hak untuk membentuk pentadbiran dan mewujudkan negeri sendiri yang pada masa ketika dahulu telah menjadi hak milik mereka. Faktor perbezaan inilah yang membezakan gerakan pemisah di Malaysia dengan negara-negara Asia Tenggara yang lain. Hal ini kerana, gerakan pemisah yang terdapat di Malaysia lebih memperjuangkan kepada pembebasan politik dan menentang pentadbiran pihak kerajaan. Pertubuhan seperti al-Ma’unah, Kumpulan Militan Malaysia (KMM) dan Jemaah Islamiah (JI) telah diharamkan oleh pihak kerajaan Malaysia dan sesetengah pemimpin kumpulan tersebut di letakkan dibawah tahanan Akta Keselamatan Dalam Negeri (ISA). Selain itu juga pihak Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (JAKIM) mengesahkan kumpulan dan pertubuhan tersebut sebagai kumpulan ajaran sesat.

Al-Ma’unah
Jika dilihat nama al-Ma’unah diambil daripada nama rasmi bagi pertubuhan Persaudaraan Ilmu Dalam al-Ma’unah. Pertubuhan ini mula ditubuhkan pada tahun 1953 di Jakarta Timur, Indonesia dan ia diasaskan oleh Ibnu Abbas daripada Pesantren Sunan Jati Timur, Indonesia. Pada awal penubuhannya kumpulan al-Ma’unah memberi penekanan kepada mengajar seni mempertahankan diri dengan menggunakan teknik gerakan fizikal dan menekankan kekuatan dalaman (kebatinan).
Di Malaysia Al-Ma’unah mula diperkenalkan pada tahun 1998 dengan diketuai oleh Mohamad Amin bin Razali yang ketika itu berusia 29 tahun.Beliau berasal daripada Sauk, Kuala Kangsar, Perak dan mula mendapat pendidikan di pondok Lanai, Baling, Kedah dan kemudiannya melanjutkan pengajian di Jakarta pada tahun 1997. Selain itu juga, beliau pernah menyertai askar Wataniah Batalion 304 di Grik, Perak selama 4 tahun dengan memegang pangkat kapten.Pergerakan al-Ma’unah telah beroperasi di pejabat gerakan mereka di Kapar, Kelang, Selangor dan telah bergerak aktif mulai bulan September pada tahun 1998 dengan keahlian seramai 54 orang dan menjelang tahun 2000 ia bertambah kepada 800 orang.
Perjuangan dan matlamat utama yang sering kali ditekankan oleh Mohamad Amin ialah pembebasan politik iaitu bagi membentuk pemerintahan sendiri. Peristiwa rompakan senjata di Kem Batalion 304, Askar Wataniah di Grik, Perak pada 2 Julai 2000 telah meletakkan kumpulan al-Ma’unah dilabelkan sebagai kumpulan pengganas dan diharamkan di Malaysia. Peristiwa tersebut berjaya ditumpaskan oleh Angkatan Tentera Malaysia (ATM) dan Polis Diraja Malaysia (PDRM) yang diketuai Panglima Medan Tentera Darat, Lt. Jeneral Datuk Zaini Mohd Said. Beberapa faktor yang menyebabkan kumpulan al-Ma’unah melakukan keganasan ialah kerana kecetekan dan salah faham terhadap ilmu agama Islam sehingga gagal membezakan yang benar dan salah.
Selain itu, penyelewengan ajaran yang dilakukan oleh pemimpim menyebabkan para pengikut memberi persepsi yang salah misalnya, mereka lebih menekankan kepada konsep Jihad Fil Sabiluna iaitu jihad untuk kepentingan diri sendiri. Selain itu, mereka memegang konsep Jihad Hajumi iaitu jihad menggunakan alat senjata dan keganasan. Namun yang menjadi pendokong kepada gerakan dan keganasan yang dilakukan oleh mereka ialah meletakkan matlamat untuk mengulingkan pihak kerajaan secara kekerasan. Faktor inilah yang menjadi faktor utama kepada berlakunya peristiwa di Sauk dan Bukit Jenalik.

Kumpulan Militan Malaysia (KMM)
Selepas al-Ma’unah dibubarkan, terdapat beberapa kumpulan  telah ditubuhkan bagi mengantikan perjuangan tersebut. Antaranya Kumpulan Militan Malaysia (KMM) dan Jemaah Ismiah (JI). Pihak Kerajaan menggunakan istilah 'Kumpulan Militan Malaysia dan bukan gelaran Jemaah Islamiah kerana Jemaah Islamiah lebih berpusat di Indonesia. Pada hakikatnya, ia adalah satu gerakan yang sama yang menerapkan keganasan dalam perjuangan bagi menukarkan pemerintahan negara. Di Malaysia, KMM mula terbongkar selepas beberapa ahli mereka ditangkap ketika melakukan rompakan di Sountern Bank di Petaling Jaya pada 18 Mei 2001. KMM dikatakan diasaskan oleh para penuntut yang menuntut di Asia Barat dan terpengaruh dengan idealogi pertubuhan berhaluan kiri di sana. Antaranya seperti Nik Adli Nik Aziz yang ditahan dibawah ISA kerana didakwa terlibat dengan KMM.

Jemaah Islamiah (JI)
Selain KMM di Malaysia turut terdapat pertubuhan Jemaah Islamiah (JI) dan ia dikatakan telah diasaskan oleh Abu Bakar Basyir dan Abdullah Sungkar ketika melarikan diri ke Malaysia pada tahun 1982. Matlamat penubuhannya adalah bagi menjadikan negara di rantau Nusantara diletakkan dibawah satu pentadbiran iaitu dengan mengabungkan Selatan Thailand, Malaysia dan Indonesia dengan menggunakan alasan agama sebagai asas perjuangan. Melalui JI, keganasan tidak berlaku di Malaysia tetapi lebih tertumpu kepada Indonesia. Hanya warganegara Malaysia sahaja yang terlibat seperti Prof. Madya Dr. Azahari Hussin, Wan Min Wan Mat dan Noor Din Mad Top yang dikatakan terlibat dalam peristiwa pengeboman Bali pada bulan Oktober 2002.
Pertubuhan dan kumpulan yang melancarkan gerakan pemisah atau siri keganasan di Malaysia ini jika dilihat mempunyai perbezaan matlamat dan perjuangan dengan pertubuhan yang terdapat di Asia Tenggara. Hal ini kerana perjuangan di Malaysia lebih memperlihatkan kepada matlamat pembebasan politik daripada pihak kerajaan.

















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin