Isnin, 7 April 2014

HUKUM ONANI.



Dalam istilah fiqh onani/masturbasi disebut ISTIMNAA’ yang berarti merangsang keluarnya sperma di luar senggama baik dengan media haram seperti memakai tangan sendiri, bantal, dildo, bolpoint, spidol, botol dan lain-lain atau bahkan hanya dengan fantasi-fantasi yang sengaja di ciptakan sendiri seperti lagi mbayangin Nikita willy, Willy Dozan dan willy-willy yang lain … Hehe, atau dgn memakai rangsangan alat yang di halalkan seperti memakai tangan istri sendiri (al-Mahalla bi attsar IX/223)
 Onani yang dilakukan dengan motif ISTID’A’IS SYAHWAH (melampiaskan gejolak birahi) jelas diharamkan sebab tindakan ini telah melampaui batas-batas seks yang dilegalkan (QS. Al-Mu’minuun 5-7)
Sedang Onani yang dilakukan dengan motif TASKIINIS SYAHWAH (meredam gejolak nafsu) ulama berbeda pendapat, menurut satu versi diperbolehkan bila dilakukan sebagai alternatif menghidari dosa yang lebih besar yakni khawatir zina.
 Menurut Imam Ahmad bagaimanapun onani hukumnya haram karena kekhawatiran zina masih bisa diredam dengan berpuasa atau lewat mimpi indah (bila sudah full tang akan mbludhak sendiri), sedang menurut Ibnu ‘Abidin dari madzhab Hanafiyyah Istimna’ wajib dilakukan bila memang menjadi satu-satunya solusi membebaskan diri dari perzinahan

Versi yang melegalkan istimna’ dalam kondisi kepepet di atas masing-masing mensyaratkan :
• Tidak memiliki lahan syah untuk melampiaskan birahi
• Kondisi birahinya bergejolak
• Dilakukan semata-mata demi meredam bukan meluapkan gejolak birahi, dan khusus point yang ketiga ini di butuhkan kejujuran hati seseorang sebagai bukti kesalehan tindakannya (Muhammad Bin Muhammad al-Khodimy-Bariqoh Mahmudiyyah fii Syarh Thoriqoh Muhammadiyyah wa syar’iyyah nabawiyyah)
 Efek Negatif Onani
• Efek Fisik
Tubuhnya kurus, betisnya lemah dan kendor, kedua matanya cekung dan biru, aura wajahnya pucat, tangannya lemah, badannya gemetar bila di ajukan pertanyaan, dan menyebabkan organ seksnya lemah
• Efek Psikis
Onani yang menjadi kebiasaan akan mengakibatkan seseorang cenderung berpemikiran rendah, berwatak dan bernaluri keras, dunguceroboh, emosional dan suka marah-marah hanya karena masalah sepele, tidak memiliki prinsip teguh dan suka menyendiri (Syekh Ali Ahmad Al-Jurjawy, Hikmah at-Tasyri’ wal falsafatuhu II/290-291)
Sedangkan hukum 'Azl dapat anda lihat di catatan saya, berikut ana copasin, semoga bermanfaat,
 'Azl atau Senggama Terputus (Coitus Interuptus)
 Dalam literatur Fiqh istilah 'Azl diartikan sebagai tindakan suami mencabut penis dalam bersenggama ketika mendekati ejakulasi dan mengeluarkan sperma diluar rahim agar tidak terjadi pembuahan, secara hukum setidaknya ada empat pandangan berbeda mensikapi masalah Azl ini :
 1. Boleh Secara Mutlak
Pendapat ini dilansir oleh kalangan Syafi'iyyah dengan berdasarkan hadits Shahih yang diriwayatkan dari Jabir Ra
وَعَنْ جَابِرٍ – رضي الله عنه – قَالَ : – كُنَّا نَعْزِلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَالْقُرْآنُ يَنْزِلُ , وَلَوْ كَانَ شَيْئًا يُنْهَى عَنْهُ لَنَهَانَا عَنْهُ اَلْقُرْآنُ – مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ (1) .
وَلِمُسْلِمٍ : – فَبَلَغَ ذَلِكَ نَبِيَّ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَلَمْ يَنْهَنَا – (2) .
1. "Kami melakukan Azl dimasa Rasululloh SAW sementara Alquran turun, jika saja hal itu larangan niscaya alQuran akan melarang kami melakukannya" (Mutafaq 'Alaih/Sunan Ibnu Maajah Vol 1 Hal 620).

 2. “Kami melakukan `azl pada masa Nabi SAW. Kabar tersebut sampai kepada beliau, tetapi beliau tidak melarangnya”. (HR Muslim)
Akan tetapi menurut An-Nawawy (Ulama' Syafiiyyah) dalam Syarh Muslim menegaskan apabila Azl dilakukan demi menghindari kehamilan hukumnya makruh secara mutlak baik ada kerelaan pihak istri atau tidak karena tindakan Azl dianggap memutus keturunan.

 2. Makruh apabila ada HAJAT
Statement ini dipegang oleh kalangan Hanabilah dengan dasar beberapa hadits yang diriwayatkan oleh Abu Bakar, Umar, Ali, Ibnu Umair dan Ibnu Umair yang membenci Azl karena dapat mengurangi jumlah keturunan yang dianjurkan syara' Sabda Nabi saw "Menikahlah kalian dan memperbanyak keturunan".

 3. Boleh apabila ada kerelaan Istri
Pendapat ini Statemen dari Imam ahmad berdasarkan sebuah Hadits dari Umair yang diriwayatkan Ibnu Majah هَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعْزَلَ عَنْ الْحُرَّةِ إِلَّا بِإِذْنِهَا.
Dari ‘Umar ibn al-Khattab berkata: "Nabi melarang perbuatan `azl terhadap wanita merdeka kecuali seizinnya”. (HR Ibnu Maajah Vol 1 Hal 620)
Perlunya kerelaan dari pihak istri ini dikarenakan istri memiliki Hak atas anak sehingga dengan tindakan Azl akan menghilangkan haknya namun apabila istri memberikan memberikan izin hukumnya tidak makruh.

4. Haram
Pendapat ini dilansir oleh kalangan Dhohiriyyah dengan tendensi hadits yang diriwayatkan dari Judzamah Ra أن الصحابة سألوا رسول الله عن العزل فقال : ذلك الوأد الخفي
"Sesungguhnya para shahabat bertanya tentang Azl, Nabi menjawab hal itu adalah pembunuhan anak dengan samar" (HR. Muslim)

KERAJAAN MALAYSIA SEPATUTNYA MEMBINA JAMBATAN MELAKA KE DUMAI INDONESIA.

Saya sebagai rakyat malaysia memberi cadangan saya kepada kerajaan malaysia supaya membina jambatan melaka ke dumai indonesia dan rakyat negeri melaka juga dapat melancong ke dumai indonesia melalui jambatan antara kedua-dua negara malaysia dan indonesia tidak perlu pergi dengan bot.Bagi pandangan saya sekiranya kerajaan malaysia membina jambatan mudah penduduk negeri melaka dan dumai boleh pergi balik seperti contoh jambatan pulau pinang kedua antara batu maung dan dan batu kawan yang terpanjang di asia tenggara dan dunia,samalah jambatan dari melaka ke dumai.Sekiranya kerajaan malaysia membina jambatan di antara kedua-dua negara dapat mengurangkan kos tambang serta keselamatan bot pengguna.Saya harap agar kerajaan malaysia dapat menerima cadangan saya demi masa depan negara menjelang 2020-2050 yang akan datang nanti.Pada pendapat saya sekiranya kerajaan malaysia membina jambatan melaka ke indonesia dumai senang penduduk-penduduk di anatara kedua-dua negara dapat menikmati satu kemudahan oleh rakyat indonesia dan malaysia.Malaysia sebagai negara asian perlu mengkukuhkan hubungan antara kedua-dua negara antara malaysia dan indonesia semoga hubungan sebagai rakan negara asian perlu megkekalkan persahabatan antara kedua-dua negara sejak berzaman-zaman lagi.Saya berharap agar kerajaan malaysia dan indonesia dapat menerima cadangan dari suara rakyat malaysia untuk kebaikan bersama.

JIHAD ADALAH AMALAN UTAMA SEJAK NABI.

           Belakangan ini semakin banyak pihak yang menyatakan jihad dengan makna syar'i ini (perang) bukanlah jihad yang paling utama. Dengan berbagai dalil, mereka mencoba memperkuat pendapatnya, sebuah pendapat yang sama sekali tidak pernah dikenal salafushsholih. Ada yang mengatakan bahwa da'wah, perjuangan diplomasi dan menjadi oposisi lewat jalur MPR/parlemen merupakan jihad terbesar, dengan hadits orang yang mengatakan kebenaran di hadapan pemerintah yang dholilm. Padahal jelas sekali, banyak ayat dan hadits yang menerangkan jihad dengan makna syar'i perang adalah jihad yang paling utama dan tinggi, seperti:
"Tidaklah sama antara orang mukmin yang duduk (tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang yang berjihad di jalan Alloh dengan harta mereka dan jiwanya. Alloh melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat, kepada masing-masing mereka Alloh menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Alloh melebihkan orang-orang yang jihad atas orang-orang yang duduk dengan pahala yang besar. yaitu beberapa derajat, ampunan serta rahmat. Dan adalah Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nisa [4] : 95-96)
"Rabb mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal, Rabb mereka menggembirkan mereka dengan memberikan rahmat daripada-Nya, keridhoan dan surga, mereka memperoleh di dalamnya kesenangan yang kekal." (QS. At-Taubah [9] : 21-22).
            Keterangan: orang yang berjihad diutamakan atas orang yang duduk-duduk (tidak berjihad). Bisa jadi orang yang duduk-duduk ini melakukan jihad dakwah, amar ma'ruf nahi munkar, jihad melawan hawa nafsu dan syaithon, karena Alloh SWT juga menjanjikan bagi mereka pahala dan kebaikan. Namun demikian, tetap saja Alloh melebihkan yang berjihad dengan derajat, maghfirah dan rahmat-Nya. Ini menunjukan jihad dengan makna perang adalah jihad terbesar dan paling utama. Hal ini juga menunjukkan bahwa makna jihad secara syar'i adalah perang, bukan dakwah, apalagi meyatakan bahwa masuk ke dalam sistem pemerintahan demokrasi yang kafir yang jelas-jelas bertentangan dengan syari'at Alloh dengan menjadi anggota parlemen dan sebagainya.
            Jihad adalah berdiri mengangkat senjata dan memerangi orang kafir yang menjadi musuh Alloh SWT dan musuh orang yang beriman, dan supaya dien (aturan, hukum, undang-undang dan sistem yang mengatur kehidupan di dunia) hanya milik Alloh SWT yang berlaku. Sampai Islam tinggi, dan tidak ada yang mengalahkan ketinggian Islam, dan sampai kalimat Alloh tinggi di atas segalanya. Sampai kekafiran hilang dari muka bumi.
            Rosululloh SAW bersabda:
"Pokok segala urusan adalah Islam, tiangnya adalah shalat dan puncaknya adalah jihad." (HR. Tirmidzi no. 2616, Al Hakim 2/76)
            Keterangan: dalam hadits ini Rosululloh menempatkan jihad dengan makna perang sebagai amalan paling tinggi dalam Islam, kenapa makna perang? Karena shalat sendiri adalah jihad, namun beliau tidak menyebutnya dengan jihad. Dengan demikian, jihad di sini adalah perang.
"Siapa diantara kalian melihat kemunkaran hendaklah ia merubah dengan tangan, bila tidak mampu hendaklah dengan lisan, bila tetap tidak mampu hendaklah dengan hati dan itulah selemah-lemah iman." (HR. Muslim no. 49, Abu Daud no. 1140 dan 4340, Tirmidzi 2172, Ibnu Majah no. 1275, Ahmad 3/54, Nasa'i 8/111).
            Keterangan: kemunkaran yang paling besar di muka bumi ini adalah adanya kekafiran dan kesyirikan. Hadits ini menjelaskan tingkatan merubah kemungkaran mulai dari yang paling tinggi hingga yang paling rendah. Idealnya, merubah adalah dengan tangan. Kalau tidak bisa maka dengan lisan, kalau tetap tidak bisa maka dengan hati. Merubah dengan tangan termasuk di dalamnya adalah jihad. Dengan demikian, jihad dengan artian perang lebih utama dari jihad da'wah, jihad melawan hawa nafsunya sendiri dan seterusnya.. [Lihat penjelasan hadits ini dalam Jami'ul Ulum wa al-Hakim]. Juga hadits Ibnu Mas'ud tentang amar ma'ruf nahi munkar di atas, dimana disebutkan yang paling tinggi adalah amar ma'ruf dengan tangan, termasuk di dalamnya jihad.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri RA. ia berkata, `Sesungguhnya datang kepada nabi SAW seorang laki-laki, maka kemudian dia bertanya: "Wahai Rosululloh, orang bagaimanakah yang paling utama?" Rosululloh SAW menjawab, "Orang mukmin yang berjihad di jalan Allah dengan jiwa dan hartanya." Mereka bertanya lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Seorang mukmin yang (menyendiri) berada dalam suatu lembah, takut kepada Alloh dan meninggalkan manusia karena kejahatan mereka." (Al-Bukhori no. 2786).
            Imam Ibnu Daqiq al-`Ied berkata, "Qiyas menuntut jihad menjadi amalan dengan kategori wasilah yang paling utama, karena jihad merupakan sarana untuk meninggikan dan menyebarkan dien serta memadamkan kekafiran, sehingga keutamaannya sesuai dengan keutamaan hal itu.
            Wallohu A'lam."1
"Dari Abu Hurairah RA, ia berkata, "Datang seseorang kepada Rosululloh SAW. lalu berkata, "Tunjukkan padaku sebuah amalan yang bisa menyamai jihad!!". Beliau menjawab, "Aku tidak mendapatkannya. Apakah kamu mampu apabila seorang mujahid keluar, kamu masuk masjid lalu sholat dan tidak berhenti dan kamu shaum dan tidak berbuka?". Orang tersebut berkata, "Siapa yang mampu melakukan hal tersebut???". Abu Hurairah RA berkata, "Sesungguhnya bermainnya kuda seorang mujahid itu dicatat sebagai beberapa kebaikan."2
            Imam Ibnu Hajar berkata, "...(Hadits) ini merupakan keutamaan yang jelas bagi mujahid fi sabilillah, yang menuntut tak ada amalan yang menyamai jihad."3
Qatadah berkata, "Saya mendengar Anas bin Malik dari Nabi beliau bersabda, "Tidak ada seorang pun masuk surga yang ingin kembali ke dunia padahal ia mempunyai (di surga) seluruh apa yang ada di dunia, kecuali orang yang mati syahid. Ia berangan-angan kembali ke dunia dan terbunuh sepuluh kali, karena ia mengerti keutamaan (bila) mati syahid di medan perang." [HR. Bukhori no. 2817].
            Hadits ini juga diriwayatkan oleh imam an-Nasa'i dan al-Hakim. Imam Ibnu Bathol berkata, "Hadits ini merupakan hadits yang paling agung dalam menerangkan keutamaan mati syahid. Tidak ada amal kebaikan yang di dalamnya nyawa dipertaruhkan selain jihad, karena itu pahalanya pun besar."
            Berkaitan dengan makna jihad ini, ada kekhawatiran mendalam di mana kadang-kadang (dan sayangnya ini sudah menjadi realita) perluasan makna syar'i jihad dari perang menjadi thalabul ilmi juga jihad, tashfiyah juga jihad, dakwah juga jihad, membangun ponpes dan madrasah juga jihad, menyantuni anak yatin juga jihad, berjuang lewat parlemen/jalur konstitusi juga jihad dan sejenisnya. Ini dijadikan alasan untuk mencukupkan diri dengan organisasi/jam'iyah/partai/jama'ahnya dengan bidang yang digelutinya, tidak mengadakan i'dad (persiapan secara militer untuk jihad dengan makna syar'i perang) dengan beralasan bahwa apa yang mereka lakukan itu adalah jihad. Lebih buruk lagi bila ditambah dengan menuduh orang yang mengartikan jihad dengan perang lalu mengadakan i'dad (persiapan militer) sebagai picik, tak berwawasan luas, terroris, merusak medan dakwah dan sebutan lainnya. Inilah yang mengundang kritik banyak ulama yang berusaha keras meluruskan berbagai penyimpangan ini.
            Sebenarnya perselisihan ini terjadi dalam masalah ini, tidaklah berbahaya kalau hanya ikhtilaful lafdzi (perbedaan dalam menggunakan istilah) saja. Artinya masing-masing pendapat tidak meninggalkan amalan yang dilakukan oleh yang lain, dan juga tidak mencampur adukkan dalil misalnya menggunakan dalil-dalil keutamaan perang untuk dakwah dan begitu pula sebaliknya. Dengan demikian, perselisihan ini tidak menimbulkan perselisihan dalam beramal kecuali pada masalah-masalah yang memang masih diperbolehkan untuk berijtihad dan berselisih pendapat. Sehingga yang berjihad dengan makan syar'i perang tidak mengabaikan dan meremehkan dakwah dan amar ma'ruf nahi munkar, begitu juga sebaliknya yang tidak berjihad tidak mengabaikan dan meremehkan kewajiban perang melawan orang-orang kafir. Wallohu A'lam.
"Dan dari Abu Dzar RA berkata: Aku berkata: "Wahai Rosululloh SAW amal apakah yang paling utama?" beliau menjawab: "Iman kepada Alloh dan jihad di jalan-Nya." (Muttafaq `Alaih)

ANAK HARAM ATAU DI KENALI SEBAGAI ANAK LUAR NIKAH.


Abad mendatang adalah abad yang semakin mencabar. Kecanggihan teknologi ternyata membawa kesan yang semakin parah kepada keruntuhan akhlak dan nilai kemanusiaan. Dunia tanpa sempadan amat mudah memperolehi apa saja maklumat tanpa sebarang sekatan. Semakin hari semakin kurang manusia yang beriman. Iman merupakan penapis yang terbaik bagi orang yang beriman untuk mengambil apa sahaja yang dibenarkan oleh Allah. Malangnya umat akhir zaman makin menjauhi menjadikan Islam sebagai cara hidup apatah lagi untuk beramal dengan Islam.
Sebagaimana yang kita ketahui bahawa perkara yang paling disukai oleh manusia biasanya adalah perkara yang selari dengan nafsu dan keinginan mereka. Kebanyakan kesukaan tersebut adalah perkara yang terlarang di dalam agama. Perkara ini telah dinyatakan oleh Allah dalam al-Quran Surah Ali Imran ayat 14:
" Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada syahwat (perkara yang diingini nafsu) , iaitu wanita-wanita, anak-anak dan hartabenda yang banyak yang melimpah-limpah berupa emas, perak, kuda-kuda yang dipelihara yang bertanda serta baik, binatang-binatang ternakan serta kebun-kebun tanaman. Demikian itu merupakan kesenangan hidup didunia. (Ingatlah) disisi Allah tempat kembali yang sebaik-baiknya (iaitu syurga)."
" Sesungguhnya nafsu itu sentiasa mengajak kepada perkara kejahatan" (Surah Yusof : 53)
 Nabi s.a.w telah bersabda:
"Dihiasi jalan menuju ke Syurga dengan perkara yang di benci oleh manusia dan dihiasi jalan menuju ke Neraka dengan segala keinginan manusia."
  
Kajian yang telah didedahkan oleh Dr. Fatimah Abdullah dari Fakulti Sains Sosial dan Kemanusiaan, Universiti Kebangsaan Malaysia merekodkan maklumat dan angka yang diberikan oleh Jabatan Pendaftaran Negara (JPN) mencatatkan sejak tahun 2000 hingga julai 2008 bahawa terdapat 257,000 sijil kelahiran didaftarkan tanpa tercatat nama bapa. (Anak luar nikah atau anak tidak sah taraf). Secara purata , 2,500 kes anak luar nikah direkodkan pada setiap bulan atau 83.3 kes pada setiap hari atau berlaku setiap 17 minit 17 saat. Angka ini amat menggerunkan kita. Persoalannya sekarang bagaimana pula untuk 10 tahun akan datang. Atau angka sebelum tahun 2000?.
Perlu difahami bahawa kajian itu tidak mengambil kira jumlah bayi yang dibuang, disembunyikan, digugurkan, dijual, atau mati dibuang yang tidak dapat dikesan.
Jika kita unjurkan lagi angka tersebut maka akan lebih menggerunkan lagi dan tidak syak lagi generasi kita akan datang adalah dari kalangan anak luar nikah sedangkan Islam amat menjaga nasab dan keturunan dengan melaksanakan hukuman zina. Kalau jumlah anak luar nikah yang didaftarkan (bagi bayi Islam atau bukan Islam) dalam tempoh 10 tahun adalah lebih suku juta. Maka kebarangkalian anak yang tidak didaftarkan adalah juga suku juta. Bagaimana pula anak yang dibuang samada yang dijumpai mayatnya atau tidak dijumpai kerana ditanam, atau di buang lalu dimakan anjing atau ular atau ikan atau di buang dalam lubang tandas. Katakan jumlahnya juga suku juta. Termasuk yang masih dalam kandungan lalu digugurkan, saya rasa jumlahnya lagi besar dan katalah ianya suku juta. Maka jumlah hasil perzinaan dalam tempoh 10 tahun adalah 1,000,000 orang.
Jika hasil anak luar nikah adalah sejuta orang maka pelaku zina pula adalah dua kali ganda kerana pelakunya adalah lelaki dan perempuan, maka jumlahnya adalah 2,000,000 orang. Golongan pelacur samada tempatan atau luar negara di negara kita dijangkakan hampir sejuta orang. Golongan homoseks, lesbian, pengkid, lelaki dan perempuan simpanan juga golongan maknyah dan pondan. Tidak dikira pula mereka yang berzina  tetapi memakai kondom atau mengeluarkan mani di luar perlu diambil kira.  Maka dijangkakan bahawa penzina bserta hasilnya dalam tempoh 10 tahun boleh mencecah seramai 5 juta orang, sama dengan penduduk Negeri Selangor.
Menurut Laporan kajian oleh Durex & Durex , mendapati Malaysia dikategorikan sebagai negara yang mengamalkan seks luar nikah dikalangan remaja Malaysia dengan purata 62 kali setahun (kajian 2003) dan 86 kali setahun (kajian 2004) berbanding Jepun yang hanya 37 kali setahun (2001).
Turut direkodkan , remaja perempuan di Malaysia didapati kehilangan dara pada usia muda iaitu 20 tahun (kajian 2001) dan ketika berumur 19 tahun ( kajian 2004).
Melalui angka-angka tersebut, Selangor, Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Perak dan Johor adalah negeri-negeri yang mencatatkan kelahiran tidak sah taraf dengan peratusan bagi setiap negeri terbabit melebihi 10 peratus. Walaupun begitu , ujar Dr. Fatimah, faktor yang mungkin relevan dalam konteks ini ialah penghijrahan golongan muda dari negeri-negeri lain ke Kuala Lumpur dan Selangor. Disamping itu faktor penyumbang gejala ini ialah kerana tidak mengamalkan Islam, keruntuhan  rumah tangga ibu bapa, persekitaran sosial yang bebas, termasuk mangsa rogol, dadah dan gaya hidup.
Kalaulah kaum Nabi Lut yang terlibat dengan homoseks ditimpakan bala oleh Allah maka tidak mustahil kita juga berdepan dengan kemurkaan Allah. Dengan merebaknya berbagai-bagai berjangkit seperti Aids, H1N1, denggi juga malapetaka seperti panas yang melampau, gempa bumi,banjir, thunami, ribut taufan, pembunuhan yang menjadi-jadi dan banyak lagi , mungkin itu adalah merupakan bala Allah s.w.t.
Maka sedar dan insaflah kita. Apa yang perlu kita lakukan sekarang ialah  perlaksanaan undang-undang jenayah syariah perlu dilaksanakan, penguatkuasaan undang-undang , penerangan, kempen, dakwah bagi menyedarkan orang ramai adalah amat perlu bagi memastikan gejala ini dapat dibendung dan dikurangkan.
Ingatlah firman Allah s.w.t dalam Al-Quran:
" Dan janganlah kamu hampiri zina. Sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang buruk (yang membawa kerosakan)." ( Surah al-Israk : 32)
" Perempuan yang berzina dan lelaki yang berzina, hendaklah kamu sebat setiap seorang daripada kedua-duanya seratus kali sebatan dan janganlah kamu dipengaruhi oleh perasaan belas kasihan terhadap kedua-duanya dalam menjalankan hokum Allah, jika benar kamu beriman kepada Allah dan Hari Akhirat serta hendaklah disaksikan hukuman seksa yang dikenakan itu oleh sekumpulan dari orang yang beriman" ( Surah An-Nur: 2)

Ahad, 6 April 2014

MATI SYAHID.

Mati syahid adalah merupakan salah ciri kematian seorang muslim secara husnul khatimah, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (dari Ubadah bin Ash Shamit dan Qais Al Judzami),
“Orang yang mati syahid mempunyai 6 keutamaan di sisi Allah :

  1. diampuni dosanya sejak tetasan darah yang pertama,
  2. dia dapat melihat tempat duduknya di surga,
  3. diselamatkan dari adzab kubur,
  4. diberikan rasa aman dari goncangan yang besar,
  5. dihiasi dengan perhiasan iman dan dinikahkan dengan bidadari dan
  6. dia dapat memberi syafaat (dengan izin Allah Ta’ala) kepada 70 orang dari kerabatnya” 
(HR. At Tirmidzi III/17, Ibnu Majah II/183 dan Ahmad IV/200, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Lalu siapa sajakah yang dapat dikategorikan mati syahid ? Berikut hadits–hadits dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

1.  Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang terbunuh di jalan Allah maka dia syahid. Orang yang mati di jalan Allah maka dia syahid. Orang yang meninggal karena penyakit tha’un (sejenis penyakit pes) maka dia syahid. Orang yang meninggal karena al bathni (penyakit perut) maka dia syahid. Dan orang yang tenggelam maka dia syahid” (HR. Muslim VI/51 dan Ahmad II/522)

2.   Dari Anas bin Malik, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Penyakit tha’un adalah penyebab mati syahid bagi setiap muslim” (HR. Bukhari X/156, Ath Thayalisi no. 2113 dan Ahmad III/150)

3.   Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Para syuhada itu terdiri dari lima kelompok, (1) orang yang meninggal karena penyakit tha’un, (2) orang yang meninggal karena sakit perut, (3) orang yang meninggal karena tenggelam, (4) orang yang tertimpa reruntuhan dan (5) orang yang mati syahid di jalan Allah” (HR. al Bukhari VI/33-34, Muslim VI/51, At Tirmidzi II/159 dan Ahmad II/320)

4.   Dari Ubadah bin Ash Shamit, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sungguh jika demikian maka syuhada dari umatku sangatlah sedikit ! Terbunuhnya seorang muslim adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit tha’un adalah syahid, wanita yang meninggal karena anaknya masih dalam kandungan adalah syahid” (HR. Ahmad IV/201, Ad Darimi II/208 dan Ath Thayalisi no. 582, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

5.   Dari Jabir bin ‘Atik, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Meninggal sebagai syahid itu ada tujuh kelompok selain terbunuh di jalan Allah, yaitu orang yang meninggal karena tha’un adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal karena dzaat al janbi (semacam tumor di rusuk) adalah syahid, orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid, orang yang meninggal karena terbakar adalah syahid dan wanita yang meninggal dalam keadaan mengandung adalah syahid” (HR. Abu Dawud II/26, Malik I/232-233, An Nasa’i I/261, Ibnu Majah II/185-186, Ibnu Hibban no. 1616, Al Hakim I/352 dan Ahmad V/446, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani)

6.   Dari Salman al Farisi, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Terbunuh di jalan Allah adalah syahid, wanita yang meninggal karena nifas adalah syahid, orang yang meninggal karena terbakar adalah syahid, orang yang meninggal karena tenggelam adalah syahid, orang yang meninggal karena penyakit as sillu (semacam penyakit batuk) adalah syahid dan orang yang meninggal karena sakit perut adalah syahid” (HR. Ath Thabrani dalam Kitab al Ausath, al Mundziri menghasankan hadits ini)

7.   Dari Abdullah bin ‘Amr, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa terbunuh karena mempertahankan hartanya, maka dia adalah syahid” (HR. Bukhari V/93, Muslim I/87, Abu Dawud II/285, An Nasa’I II/173, At Tirmidzi II/315 dan Ahmad no. 6816, 6823, 6829)

Dari hadits–hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia di atas maka dapat diringkas siapa saja yang dikatakan syahid di dalam Islam, yaitu :
  1. Orang yang terbunuh atau meninggal di jalan Allah Ta’ala
  2. Orang yang meninggal karena penyakit tha’un (semacam pes)
  3. Orang yang meninggal karena penyakit perut
  4. Orang yang meninggal karena tenggelam
  5. Orang yang meninggal karena tertimpa reruntuhan
  6. Wanita yang meninggal sewaktu mengandung dan karena anak yang dikandungnya.
  7. Orang yang meninggal karena penyakit dzaat al janbi (semacam tumor)
  8. Orang yang meninggal karena terbakar
  9. Wanita yang meninggal karena nifas
  10. Orang yang meninggal karena penyakit as sillu (semacam batuk)
  11. Orang yang terbunuh karena mempertahankan hartanya

SUNNAH DAN AMALAN RASULLAH SAW.

Tidur dan bangun sebenarnya adalah perkara yang sangat penting, kerana ia adalah pemula kepada kehidupan seharian. Seorang yang berusia 60 tahun akan menghabiskan masa lebih kurang 20 tahun untuk tidur. Sekiranya dia tidur mengikut Sunnah Rasullullah saw, maka tidurnya akan jadi ibadat. Allah SWT hanya akan terima ibadat yang dilakukan dengan ikhlas. Tidur adalah ibadat yang paling ikhlas. Seseorang tidak perlu dipaksa atau terpaksa untuk tidur. Ganjaran Allah swt untuk orang yang amalkan Sunnah sangat besar. 

Dari Ibnu Abbas R.A bahawa Nabi S.A.W yang berkata: "Barangsiapa yang berpegang dengan sunnahku, ketika merata kerosakkan pada umatku, maka baginya pahala seratus orang yang mati syahid". (Riwayat Baihaqi)
Satu Sunnah yang diamalkan berterusan akan diberi ganjaran 100 pahala mati syahid, Subhanallah! sedangkan satu pahala mati syahid sudah cukup untuk menjamin seseorang untuk masuk syurga. Di dalam tidur sendiri ada banyak Sunnah.

Antara Sunnah-sunnah Nabi saw sebelum, ketika dan selepas tidur:

1. Membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk
 Dari Jabir bin Abdullah, Beliau berkata:
 “Rasulullah tidak akan tidur hingga beliau membaca Surah As-Sajdah dan Surah Al-Mulk” (HR Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Hakim dalam Sahih al-Jami’ dan Silsilah Ahadis As-Sahihah)
2. Nabi SAW memberi peringatan agar mengkebutkan (membersih atau kibas) tempat tidur kita. Ini berdasarkan hadis:
Dari Abu Hurairah dia berkata Nabi SAW bersabda :
 ” Jika seseorang kalian pergi ke katil tidurnya, hendaklah ia mengibas atau membersihkan katilnya dengan bahagian dalam sarungnya, kerana dia tidak mengetahui apa yang ada di sebalik katilnya. Setelah itu ia berdoa ” Dengan nama-Mu, wahai Rabbku, aku letakkan badanku, dan dengan nama-Mu pua aku bangkit kembali, dan Jika Engkau tahan jiwaku, maka rahmatilah ia. Jika engkau biarkan lepas, maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga jiwa-jiwa hambaMu yang soleh.” - Hadis riwayat al-Bukhari no. 6320, Muslim no. 2714.
3. Jangan tidur menghadap kaki arah Qiblat. Ini adalah kedudukan tidur orang yang telah mati.

4. Barangsiapa yang membaca Tasbih Fatimah, sekiranya dia mati malam itu, dia akan dikira sebagai mati syahid. Apa itu Tasbih Fatimah? Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali, Allahuakbar 34 kali.
Dari Abu Hurairah r.a katanya, Fatimah meminta kepada nabi s.a.w seorang khadam (pembantu) dan mengadukan bahawa beliau terlalu penat bekerja. Jawab nabi s.a.w :”Engkau tidak akan mendapatkannya daripada kami. Mahukah engkau kutunjukkan sesuatu yang lebih baik daripada seorang khadam? Iaitu, tasbih 33 kali, tahmid 33 kali dan takbir 34 kali ketika engkau hendak tidur.” (Muslim)
5. Baca 3 Qul tiup ke tapak tangan dan sapu keseluruh badan untuk menghindarkan sihir dan niat jahat manusia.

Kemudian sapu kedua-dua tapak tangan ke seluruh bahagian tubuh yang dapat dicapai, dimulakan dengan kepala, muka, belakang, dan dilakukan sedemikian sebanyak tiga kali. (Mafhum daripada hadis yang direkodkan oleh Bukhari)
6. Niat untuk bangun Tahajjud. Tahajjud adalah sebaik-baik pelindung daripada sihir dan buatan orang.
Hadis riwayat Imam al-Nasa’i dalam Sunannya, Kitab Qiyam al-Lail, no: 1763. Sabda Rasulullah SAW:
Sesiapa yang (berniat) akan mengerjakan solat malam, lalu tertidur, Allah pasti menulis untuknya pahala solat malam dan tidurnya merupakan sedekah untuknya.
7. Ambil wudhu sebelum tidur dan Solat Sunat Taubat 2 rakaat.
Sabda Nabi Muhammad SAW didalam hadith riwayat Ibnu Hibban:
Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, tidur pada pakaiannya malaikat. Maka ia tidak bangun (ketika terjaga) kecuali berkata malaikat (berdoa): “Ya Allah berilah keampunan kepada hambaMu sifulan (disebut nama oleh malaikat dalam doanya ini) kerana sesungguhnya ia telah tidur dalam keadaan suci.
8. Membaca do'a tidur. Ramai orang memperlekehkan doa Masnun (doa harian) tapi hakikatnya harga yang Allah swt janjikan adalah syurga.
Berdasarkan hadith riwayat Ahmad, al-Bukhari, Muslim, Abu Daud, at-Tirmizi, an-Nasai (didalam ‘Amal al-Yaum Wa al-Lailah):
Adalah Rasulullah SAW apabila masuk tidur Baginda membaca:
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَحْيَا وَأَمُوْتُ
(Dengan namaMu Ya Allah aku hidup dan mati)
9. Tidur cara Rasulullah saw dengan mengiring badan ke kanan dan tapak tangan di bawah pipi.
Dan dalam hadith riwayat Ahmad, Abu Daud, an-Nasai (didalam ‘Amal al-Yaum Wa al-Lailah), Ibnu as-Sunni dari Hafshah RA katanya: Sesungguhnya Rasulullah SAW apabila hendak tidur, meletakkan tangan kanannya dibawah pipinya kemudian membaca sebanyak tiga kali:
اللَّهُمَّ قِنِى عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ عِبَادَكَ
Maksudnya: Ya Allah, peliharalah aku dari azabMu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hambaMu.
10. Membaca Surah al-Kaa-firun
Sabda Nabi Muhammad SAW didalam hadith riwayat Ahmad, Abu Daud, at-Tirmizi, an-Nasai (didalam ‘Amal al-Yaum Wa al-Lailah), ad-Darimi, Ibnu Hibban, al-Hakim, Ibnu as-Sunni:
Apabila kamu berbaring ditempat tidurmu maka bacalah “al-Kaa-firun” kemudian tidurlah di atas penyudahnya kerana sesungguhnya ia adalah perlepasan dari syirik.
11. Maafkan semua kesalahan manusia pada kita dan halalkan semua hutang piutang sebelum tidur.
12. Jika mimpi buruk . istiqfar 3x (buat isyarat ludah ke sebelah kiri) dan balikkan bantal 
       Jika mimpi yang baik, buat sujud syukur dan solat hajat. Semoga Allah memperkenankan.

13. Menyapu kesan-kesan tidur pada muka dengan tangan  Imam Nawawi dan Imam Ibn Hajar meriwayatkan, sunat menyapu kesan-kesan tidur yang terlekat pada muka dengan menggunakan tangan apabila bangun daripada tidur. Ini berdasarkan hadis Rasulullah S.A.W.: 
Daripada Ibn ‘Abbas RA katanya: Maksudnya: “Suatu malam dia pernah tidur di rumah Maimunah isteri nabi SAW yang juga merupakan emak saudara beliau, lalu saya berbaring di hujung tempat tidur, dan Rasulullah SAW bersama isteri baginda berbaring di sepanjang tempat tidur, Rasulullah SAW tidur sehingga pertengahan malam atau sebelum atau selepasnya sedikit, baginda bangun, dan duduk sambil menyapu tidur (kesan tidur) dari muka baginda dengan tangan.”
(HR al-Bukhari dan Muslim)

14. Membaca do'a sesudah bangun dari tidur:
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَمَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
Maksudnya : Segala puji bagi Allah yang menghidupkan aku kembali setelah mematikan aku dan kepada Allah akan bangkit

15. Perkara yang perlu dilakukan sesudah bangun dari tidur.
Dari Abu Hurairah r.a : Rasulullah saw bersabda, “Apabila salah seorang dari kalian tidur, maka syaitan mengikat tiga ikatan di atas kepalanya. Setiap ikatan diikat dengan berkata ‘Malam masih panjang, tidurlah’.
(a). Jika ia bangun lalu berzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan.
(b). Jika ia berwudhuk, maka lepaslah ikatan yang lainnya dan
(c). Jika ia mengerjakan solat maka lepaslah semua ikatannya (ikatan syaitan itu).

Sehingga pada pagi harinya (apabila bangun dari tidur) ia berjiwa lapang dan bersemangat. Sedangkan jika ia tidak melakukan hal tersebut (bangun malam lalu berzikir, berwudhuk dan solat) maka pada pagi harinya, jiwanya akan buruk dan malas.” [1606]
16. Bersugi.
"Rasulullah SAW, apabila bangun daripada tidur, beliau menggosok giginya menggunakan siwak (kayu sugi)"
(HR Bukhari dan Muslim)
Ini hanya sedikit sahaja amalan-amalan dari Rasulullah saw dan banyak lagi yang terdapat dalam hadis-hadis sahih yang lain. Sekiranya kita tidak mampu buat semua perkara di atas, janganlah pula kita meninggalkan semuanya. Berusahalah buat sekadar yang termampu. InsyaAllah moga-moga Allah mempermudahkan.
Peringatan : Saat Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam melihat seorang sahabatnya yang tidur meniarap, Rasulullah Sallallahu ‘Alaihi Wasallam mengejutnya seraya bersabda: “Bangunlah! Ini ialah posisi tidur yang dibenci oleh Allah.” (Sahih Adab Al Mufrad – Karangan Imam Bukhari)
- Secara umumnya ada 4 cara tidur...yang mana satukah pilihan sahabat semua?

1. Tidur Para Nabi
Tidur terlentang sambil berfikir tentang kejadian langit dan bumi

2. Tidur para Ulama' dan ahli Ibadah
Mengiring ke sebelah kanan untuk memudahkan terjaga bagi solat malam

3. Tidur para raja yang haloba
Mengiring ke sebelah kiri untuk dicernakan makanan yang banyak dimakan

4. Tidur Syaitan
Menelungkup/meniarap seperti tidurnya ahli neraka

BENARKAN RAKYAT SATU MALAYSIA MENGGUNAKAN PARABOLA TVRO DI NEGARA MALAYSIA.

SEBAGAI rakyat Malaysia, kami ingin tahu daripada pihak yang berkenaan mengapa rakyat tidak dibenarkan memasang parabola di kediaman masing-masing.
Pada pandangan kami, pihak berwajib sepatutnya membenarkan rakyat memasang parabola kerana ia boleh memberi kebaikan kepada rakyat untuk mengetahui perkembangan berita semasa.
Selain itu, rakyat juga akan berpeluang mengikuti berita luar negara dalam pelbagai bahasa yang boleh difahami dan dipelajari mereka.
Malah di negara-negara lain seperti Indonesia, Filipina, Laos, Myanmar, Vietnam dan Arab, pihak pemerintah membenarkan rakyat memasang parabola di kediaman masing–masing dengan memberi lesen yang sah.
Sebagai rakyat negara ini, kami pun ingin membeli dan memasang parabola di kediaman kami seperti rakyat negara lain.
Bagaimanapun kami berasa takut dan musykil untuk memasang parabola di kediaman kami dan ingin mendapatkan penjelasan pihak telekomunikasi terlebih dahulu.
Kami bimbang, jika kami memasang parabola, ia akan dirampas oleh pihak berkuasa selain dikenakan denda serta diheret ke mahkamah.
Namun kami ingin mempersoalkan kenapa dalam pihak berkuasa melarang rakyat memasang parabola, ada sesetengah pihak mengambil kesempatan memasang parabola di kediaman masing-masing secara tersembunyi dan haram.
Kami ingin tahu kenapa pihak telekomunikasi memberi lesen kepada universiti, kedutaan asing dan orang kenamaan memasang parabola. Malah Universiti Sains Malaysia (USM) di Pulau Pinang juga memasang parabola di belakang padang USM.
Kami juga tidak berpuas hati apabila terdapat sesetengah rakyat dengan berani memasang parabola secara haram dan terlepas daripada sebarang tindakan.
Kebanyakan yang memasang parabola adalah kaum Cina.
Perkara ini dapat dilihat di banyak tempat seperti rumah teres atau rumah dua tingkat terutamanya di pekan atau bandar raya.
Mengapa kami tidak dibenarkan menggunakan kemudahan yang sama di kediaman kami?
Kami juga membayar hasil cukai kepada kerajaan seperti pihak lain.
Kami tidak membantah jika undang-undang kerajaan laksanakan adalah betul tetapi terdapat perbezaan di mana orang kenamaan dibenarkan memasang parabola sedang rakyat biasa dilarang berbuat demikian.
Sehubungan itu, kami meminta kerajaan membenarkan rakyat memasang parabola di kediaman masing-masing.
Kami berharap kerajaan akan mempertimbangkan permohonan kami supaya semua rakyat tanpa mengira kedudukan dan taraf dapat menikmati kemudahan menggunakan parabola.
– RAKYAT PRIHATIN.

KESAN BURUK MELAKUKAN HUBUNGAN SEKS DENGAN WANITA DATANG HAID.


Pengharaman Seks Semasa Haid

Islam mengharamkan melakukan hubungan seks antara suami dan isteri ketika waktu haid. Hukum ini telah dijelaskan oleh Allah Ta’ala didalam firman Nya yang bermaksud:
“Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Muhammad), mengenai (hukum) haid. Katakanlah: “Darah haid itu adalah kotoran dan mendatangkan mudarat”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari perempuan (jangan bersetubuh dengan isteri kamu) dalam masa datang darah haid itu, dan janganlah kamu hampiri mereka (untuk bersetubuh) sebelum mereka suci. Kemudian apabila mereka sudah bersuci maka datangilah mereka menurut jalan yang diperintahkan oleh Allah kepada kamu. SesungguhNya Allah mengasihi orang-orang yang banyak bertaubat, dan mengasihi orang-orang yang sentiasa mensucikan diri.” (Surah Al-Baqarah 2:222)
Didalam Hadis Nabi Muhammad s.a.w banyak memperkatakan hal ini, diantaranya sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud:
“Sesiapa yang menyetubuhi wanita yang sedang haid ataupun menyetubuhi wanita di saluran duburnya ataupun mendatangi tukang tenung nasib dan mempercayainya, sesungguhnya dia telah kufur dengan apa yang diturunkan ke atas Muhammad.” (Riwayat Ahmad dan Tarmuzi) 
Imam Al Ghazali merumuskan hukum ini di dalam Ihya Ulumuddin dengan berkata,
“Janganlah suami menyetubuhi isteri yang sedang haid dan juga jangan sesudah haid sebelum si isteri menyempurnakan mandi wajib terlebih dahulu, kerana yang demikian itu diharamkan dengan dalil Al-Quran.“
Kajian Mengenai Bahaya Seks Ketika Haid

Melakukan hubungan seks ketika haid mempunyai banyak risiko, menurut kajian yang dijalankan oleh Dr. Diana Antoniskis (MD)dari Kumpulan Penyelidikan dan Pendidikan (The Research And Education Group) yang beribu pejabat di Oregon, dalam artikel yang bertajuk Women With HIV Infection, risiko jangkitan kuman HIV meningkat di kalangan wanita yang mengadakan hubungan seks ketika haid ataupun dengan lelaki yang tidak berkhatan.

Pusat Pengawalan dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control And Prevention) di Amerika, pada Perhimpunan kesebelas Pertubuhan Antarabangsa Berhubung Penyakit-Penyakit Jangkitan Seksual di New Orleans yang diadakan pada 27 hingga 30 Ogos pada tahun 1995 melaporkan,menjauhi hubungan seks ketika haid ataupun ketika mengalami pendarahan di bahagian farajadalah penting untuk mengurangkan risiko dijangkiti kuman HIV bagi lelaki dan wanita.

Laporan itu juga menjelaskan, wanita yang mengadakan hubungan seks ketika haidmeningkatkan risiko dijangkiti AIDS sebanyak enam kali ganda. Persetubuhan pada waktu haid juga boleh mengakibatkan pendarahan yang teruk ke atas wanita. Kajian yang dilakukan oleh Dr. Winnifield Cutler dan rakan-rakannya dari Institut Athena Bagi

Kesihatan Wanita diChester Springs menunjukkan, wanita yang hampir putus haid atau perimenopausal, yang kerap mengadakan hubungan seks ketika haid sering kali mengalami masalah pendarahan yang teruk daripada biasa.

Kebiasaannya kes-kes seperti ini akhirnya terpaksa menjalani pembedahan berisiko tinggi untuk membuang rahim atau hysterectomy dan ovari atau ovariectomy. Penemuan ini dilaporkan di dalam Journal of Psychosomatic Obstetrics and Gynaecology pada tahun 1996. Bagi golongan wanita, tiub fallopian dan ovari mereka boleh diserang kuman bakteria sehingga menyebabkan keputihan, sakit dan demam yang kuat.

Risiko untuk menghidap penyakit ini adalah tinggi di kalangan mereka yang melakukan hubungan seks ketika haid. Hal ini disebabkan, kebiasaannya tiub fallopian dan ovaridilindungi daripada serangan bakteria oleh bahan asid yang terdapat di kawasan faraj atau vagina.

Ketika wanita itu didalam keadaan haid, kawasan faraj menjadi alkali justeru memudahkan kuman untuk membiak dan mendatangkan penyakit terutamanya apabila berlaku persetubuhan pada waktu itu.

Oleh yang demikian, hukum pengharaman persetubuhan ketika haid oleh agama Islam adalah amat baik kerana ia mendatangkan banyak manfaat dari sudut kesihatan. Walaubagaimanapun Islam tidak melarang diantara suami isteri bergurau senda dan bergaul mesra semasa haid, asalkan perbuatan itu tidak membawa kepada persetubuhan.

Menurut Hadith yang diriwayatkan oleh Bukhari, Aisyah pernah ditanya oleh Masruq bin Ajdak,

“Apakah yang boleh dilakukan oleh suami semasa isterinya sedang dalam keadaan haid?”

Lalu Aisyah menjawab,
“Apa-apa sahaja kecuali bersetubuh.” (Hadith Sahih Bukhari)

PENYAKIT SIPLIS.

Siplis merupakan salah satu penyakit kelamin yang terkenal. Penyakit ini serius dan boleh membunuh atau mengakibatkan pengidap-pengidapnya menjadi gila dan buta. Bagi kanak-kanak yang lahir dari ibu yang mempunyai penyakit ini, mereka akan mengalami kecacatan otak dan lain-lain kecacatan. Siplis merebak dalam tiga peringkat. Peringkat pertama, penyakit ini bermula dari persetubuhan dengan seseorang yang mengidap penyakit ini. Kuman-kuman siplis akan masuk ke dalam luka-luka kecil di kulit dan menyebabkan satu kebengkakan terjadi lebih kurang dua minggu selepas pendedahan awal. Bengkakan ini dikenali dengan nama “syphilitic chancre”. Bagi lelaki “chacre” akan terjadi pada zakar atau skortum. Bengkakan ini tidak terasa sakit. Ia merupakan seperti butang merah lebih kurang berukuran bulatan 1 cm. Di dalam gelembung yang bengkak ini terdapat kuman-kuman siplis yang berjangkit.
Bagi wanita pula “chancre” kerap terjadi di dalam faraj dan oleh itu sukar untuk dilihat. Tetapi bengkaka ini tetap ada dan akan merebak lebih banyak kuman-kuman siplis kepada sebarang zakar yang di masukkan ke dalam faraj tersebut. “Chancre” kelihatan akan hilang dengan sendirinya di dalam masa seminggu, tetapi kuman-kuman siplis akan terus berkembang baik di dalam badan dan menunggu untuk merosakkan bahagian-bahagian anggota tubuh badan di dalam peringkat kedua pertumbuhan penyakit ini.
Peringkat kedua siplis terjadi di dalam masa dua bulan. Kuman-kuman siplis menjalar ke seluruh tubuh badan ketika di peringkat ini. Pegidap-pengidapnya akan demam. Keseluruhan badan ditumbuhi bintik-bintik merah atau ruam, kelenjar-kelanjar limpa akan membesar, ulser mulut akan dipenuhi dengan kuman-kuman siplis.
Pada peringkat ketiga, siplis akan terjadi pada dua hingga 20 tahun akan datang. Di mana sahaja kuman-kuman siplis akan menginap, ia mungkin akan memusnahkan bahagian-bahagian anggota badan. Ia mungkin terdapat pada otak, jantung, saluran darah atau mana-mana tulang. Kerosakkan yang dialami sungguh dasyat dan tidak dapat dirawat dan diubati lagi bila sampai ke peringkat ini.
Penyakit kelamin yang kedua ialah gonorrea. Para pengidap penyakit ini terdiri dari kaum lelaki. Penyakit ini menyebabkan satu lelehan yang bernanah dari zakar selepas satu atau dua minggu mengadakan persetubuhan dengan wanita yang mengidapi gonorrhea. Jika tidak dirawat, jangkitan-jangkitan kuman ini akan merebak ke bahagian dalam. Ini akan mengakibatkan buah zakar akan tersumbat dan tersekat. Lelaki boleh menjadi mandul akibat penyakit ini.
Bagi kaum perempuan pula, jangkitan mungkin tidak berapa jelas. Dan mungkin juga tidak terdapat simton yang nyata tetapi seseorang lelaki yang mengadakan hubungan jenis dengannya mungkin akan mendapat jangkitan kuman darinya. Kuman-kuman gonorrhea menyebabkan jangkitan pada tiub atau saluran pembiakan dan ia mengakibatkan kemandulan.
Bagaimana Hendak Mencegah Penyakit Kelamin?
Cara yang paling baik untuk mencegah dan mengelakkan penyakit ini ialah dengan menjauhkan diri atau mengelakkan terus melakukan hubungan seks dengan pengidap-pengidap penyakit ini. Mereka yang kerap mengadakan hubungan seks dengan berbagai-bagai pasangan kemungkinan akan mudah dijangkiti kuman VD dari mereka yang melakukan hubungan seks dengan pasangan yang tatap satu. Jika hubungan seks mempunyai risiko yang tinggi, maka hendaklah si lelaki menggunakan kondom. Ini mungkin akan mengurangkan risiko tersebut. Antibiotik tidak memberi kesan bagi mengawal atau mencegah jangkitan kuman penyakit kelamin.
Bagaimana Penyakit Kelamin Boleh Disembuhkan?
Setiap jangkitan yang tertentu hendaklah terlebih dahulu ditentukan jenis-jenis penyakit dan tanda-tandanya dengan betul (diagnose). Rawatan yang sesuai akan diberikan oleh doktor setelah penyakit ini ditentukan. Anda tidak perlu merasa malu untuk mendapatkan nasihat dari doktor. Dengan merawat sendiri penyakit ini mungkin tidak memberi kesan. Anda cuma berjaya menyorokkan penyakit ini tetapi tidak dapat menghapuskannya secara berkesan.

WANITA MEMAKAI PAKAIAN YANG SEKSI BOLEH MENGAKIBATKAN NAFSU SYAHWAT KAUM LELAKI.

Sudah tidak asing lagi di lingkungan kita sosok-sosok wanita Islam (Muslimah) yang mengenakan 'jilbab' dimana merupakan wujud dari apresiasi hukum wajib Islam yang harus ditaati. Dan adalah hal yang sangat menggembirakan ketika melihat para wanita Islam mulai berbondong-bondong mengenakan jilbab.
Jilbab yang dipahami masyarakat kita adalah jilba
b sebagai kerudung, bukan dari makna aslinya, yakni baju luar yang dipakai untuk menutupi tubuh dari atas (kepala) sampai bawah (kaki), kemudian dikenal dengan nama hijab, karena dipakai dengan maksud untuk menghindari dari pandangan laki-laki yang bukan mahram (tidak mempunyai hubungan darah/kekerabatan).
Semakin banyaknya muslimah yang memakai jilbab dewasa ini, nampaknya tidak disia-siakan oleh dunia mode, sehingga terciptalah banyak model/kreasi jilbab yang ada di tengah-tengah masyarakat kita. Dan pada dasarnya, model seperti apa pun jilbab yang dikenakan seorang muslimah, harus tetap mengacu pada standarisasi jilbab yang dimaksud dalam ajaran Islam, dimana fungsi sebenarnya adalah pakaian takwa atau hijab.
Adapun syarat hijab seorang muslimah adalah :
¤ Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan, seperti muka dan telapak tangan.
¤ Tidak ada hiasan pada pakaian itu sendiri.
¤ Kain yang tebal dan tidak tembus pandang.
¤ Lapang dan tidak sempit. Karena pakaian yang sempit dapat memperlihatkan bentuk tubuh seluruhnya atau sebagian.
¤ Tidak menyerupai laki-laki.
¤ Tidak menyerupai pakaian orang kafir.
¤ Pakaian yang tidak mencolok.
Jadi, kita dapat menyimpulkan bahwa jibab itu syar'i atau tidak dengan mengacu pada tujuh syarat tersebut.
Yang menarik dan perlu dicermati adalah model jilbab yang sepertinya syar'i (sesuai aturan Islam) tapi ternyata tidak syar'i. Sebagai contoh salah satu model jilbab lebar (biasanya menjuntai sampai pusar atau menutupi dada) yang ada kerutan dan neci pada leher. Kalau ditarik ke belakang, samping, atau depan (sesuai modelnya), leher akan terlihat lebih ramping tapi tidak mencekik.
Dan biasanya, model jilbab ini berbahan kain 'jatuh' atau lembek. Kalau kita perhatikan lebih teliti, model seperti ini akan menampakkan lekuk pada pundak dan dada. Contoh lainnya, yakni pada jilbab yang ada kerutan di kepala, melingkar dari telinga kanan ke telinga kiri. Kalau yang memakai jilbab model seperti ini menyanggul rambutnya, maka rambut akan terlihat bentuknya, karena posisi kerutan tepat di bawah sanggulan rambut.
Padahal dalam konteks menutup aurat, di sini tidak hanya menjadikannya tidak kelihatan secara fisik, tapi juga secara bentuk (lekuk). Jadi, sudah seharusnya para kaum muslimah lebih hati-hati dalam memilih model jilbab, karena yang
disyari'atkan bukan hanya lebar menutup dada, tapi juga harus tebal (tidak transparan), tidak menarik perhatian, dan tidak menampakkan lekuk tubuh.

CARA MENGATASI NAFSU SYAHWAT.


Cara Mengatasi Nafsu Syahwat |   Tergoda Syahwat, Kuncinya Takut kepada Allah

Dorongan seksual.
Soal yang satu ini sering membuat heboh. Al-Ghazali menyebutnya nafsu syahwat. Tentangnya, Islam memberi perhatian yang sangat serius, karena hal itu merupakan persoalan yang universal. Siapapun jika sudah sampai waktunya pasti akan menghadapinya.

Para filsuf, saintis, budayawan, sastrawan, dan seniman tidak ada yang lupa membahas tema di seputar masalah cinta, asmara, dan gejolak jiwa. Masing-masing menyorot dari disiplin ilmunya. Para filsuf menyorot mengupas dari asal-muasalnya, sejarah, dan tinjauan filsafat lainnya. Para saintis bicara soal cinta dari aspek biologis, psikologis, dan sosiologis. Para budayawan mengaitkan masalah cinta dengan budaya bangsa, hubungan kemanusiaan, dan pembangunan peradaban manusia.

Para sastrawan lebih genit lagi. Mereka bisa mengeksplotasinya menjadi jualan yang laris manis, bak kacang goreng. Lebih-lebih para seniman. Apalagi bagi mereka yang berprinsip seni untuk seni, semua sisi dari kehidupan cinta merupakan puncak seni yang paling eksotis dan indah.

Al-Qur'an ternyata tak lupa bicara soal ini, bahkan menyebut berulang kali dalam kisah-kisah yang indah. Roman cinta antara Yusuf dengan Zulaikha disebut hampir detail, walaupun dengan bahasa yang halus, tanpa membangkitkan asmara. Begitu juga kisah Sulaiman yang berhasil meruntuhkan hati ratu Balqis. Al-Qur'an juga mengisahkan perjalanan Musa hingga bertemu dengan dua puteri Nabi Syu'aib, yang kemudian menjadi istrinya. Ketiga kisah di atas dikemas dalam bahasa yang indah, halus, penuh makna, tanpa menimbulkan sedikitpun nafsu rendah.

Dalam kisah Yusuf dikesankan bahwa Zulaikha lebih aktif, bahkan agresif. Wanita itulah yang berinisiatif memulai, sedangkan Yusuf bertahan dengan imannya. Sebaliknya pada kisah Sulaiman, justru lelaki ini yang menjebak ratu Balqis dengan lantai mengkilapnya sampai-sampai ratu itu menarik kain panjangnya hingga tersingkap kakinya.

Ternyata urusan nafsu syahwat ini tidak pandang lelaki atau wanita. Kedua-duanya mempunyai dorongan yang sama. Bedanya terletak pada kemampuan untuk mengendalikan. Ada kalanya lelaki tidak kuat menahan gejolak nafsu seksualnya, kadang pula si wanita yang tak mampu menahannya. Memperhatikan gejala di atas, maka Islam memberi perhatian yang sama terhadap kedua jenis kelamin ini. Perintah Islam untuk menahan diri dari nafsu syahwat berlaku sama, baik untuk lelaki maupun wanita.

Ketika Islam mewajibkan lelaki untuk menundukkan pandangan, maka wanita diwajibkan untuk menutup seluruh auratnya. Lelaki tidak aktif melihat, sementara wanita tidak sengaja memamerkannya. Suatu kerjasama yang indah.

Akan tetapi kerjasama itu sering kali dirusak oleh para seniman. Atas nama seni mereka mencoba untuk membangkitkan syahwat melalui lagu-lagu bersyair cinta, novel picisan, gambar-gambar porno, film dan sinetron, serta tontonan lainnya. Apalagi di saat sekarang, ketika TV dapat menembus tembok rumah dan dinding-dinding kamar tanpa permisi. Terlebih lagi nanti, ketika semua rumah memasang antena parabola dan tersambung saluran internet.

Bagi kawula muda, soal menahan nafsu syahwat bukan pekerjaan mudah. Terlalu banyak godaan berseliweran di depan mata. Seakan hanya ada dua pilihan bagi para pemuda kita, yaitu menggoda atau digoda.

Menghadapi kenyataan ini, tiada alternatif lain bagi para pemuda kecuali mempertebal iman dan menyibukkan diri dalam perjuangan menegakkan Islam. Kesibukan di luar itu, baik dalam organisasi sekolah atau luar sekolah justru sering mengundang masalah. Organisasi sering menjadi sarana melampiaskan hasrat-hasrat seksual, sekecil apapun bentuknya.

Apakah lagi yang akan bisa membentengi seorang pemuda ketika berada di rumah kekasihnya, sedang ayah dan ibunya tiada di rumah? Apa yang membentengi pemuda tersebut ketika sang kekasih menjatuhkan diri di pangkuannya dan berserah diri kepadanya? Jika bukan iman, benteng setebal apapun akan runtuh.

Jika hanya ketakutan kepada orang tua, bukankah orang tua tidak ada di rumah? Jika takut hamil, bukankah telah banyak beredar alat kontrasepsi? Jika sekadar takut selain kepada Allah, semua bisa disiasati. Apalagi syetan sangat senang menemani orang yang kasmaran seperti ini. Syetan dengan akal bulusnya akan mencarikan berbagai jalan untuk melancarkan jalan. Ada seribu satu jalan untuk melakukan hal itu. Apalagi di zaman sekarang.

Di sini baru dirasakan mahalnya iman. Di saat syetan mengepung, ketika nafsu dalam diri bergejolak, hasrat meronta-ronta, di saat itulah harga seseorang ditentukan. Jika bertahan, berarti imannya masih tersisa. Jika tak tahan, harganya sangat murah. Nilainya rendah atau tak bernilai apa-apa.

Dalam sebuah riwayat Abdullah bin Umar, Rasulullah menceritakan sebuah kisah yang terjadi pada masa sebelumnya. Kisah itu sangat erat kaitannya dengan masalah yang sedang dibahas, yaitu tentang tiga pemuda yang terjebak dalam gua, sementara batu gunung longsor persis mengenai mulut gua. Ketiga orang itu telah berusaha keras menggesernya, tapi sia-sia. Batu penutup itu tak bergeser sedikitpun juga. Hampir-hampir saja ketiga orang itu berputus asa, sampai akhirnya ada yang berkata, "Kita tidak mungkin dapat selamat dari batu ini kecuali jika berdoa kepada Allah dengan wasilah (perantara) kebaikan kita."

Satu persatu mereka berdoa dengan menyebut kebaikan yang pernah ia lakukan sebelumnya. Setiap kali seusai salah seorang di antaranya berdoa, mereka berusaha menggeser batu itu dan berhasil menggesernya sedikit. Sampai ketiganya menyelesaikan doanya, dan batu itu bergeser sehingga mereka dapat lolos dari gua.

Di antara ketiga orang di atas, ada seorang pemuda yang dalam munajatnya ia berkata, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa aku memiliki saudara sepupu perempuan yang sangat aku cintai di antara manusia. Aku merayunya untuk menyerahkan dirinya kepadaku, tetapi ia menolakku sehingga aku menanggung beban kerinduan kepadanya setahun lamanya. Lalu, datanglah dia padaku dan aku memberinya seratus dua puluh dinar agar mau berduaan denganku. Ia menerima itu, tetapi ketika aku menguasainya ia berkata, 'Takutlah engkau kepada Allah dan janganlah engkau melanggar cincin perawan itu kecuali dengan haknya.' Maka, aku merasa berdosa telah memperdayakannya, lalu aku pergi meninggalkannya. Padahal dialah wanita yang paling aku cintai, dan aku membiarkan uang emas yang aku berikan kepadanya. Ya Allah, jika aku melakukan itu karena ingin mencari keridhaan-Mu, maka hilangkanlah dari kami apa yang sedang kami hadapi ini."

Ketulusan hati dan kata-kata pemuda itu telah menggetarkan langit, hingga bergeserlah batu yang menutup pintu gua. Sampai orang yang ketiga berdoa, dan bergeserlah batu yang menutup pintu gua itu sehingga cukup bagi mereka untuk keluar dengan selamat.

Kisah-kisah seperti ini hendaknya menjadi teladan, utamanya bagi para pemuda. Jika bisa menahan diri pada saat-saat genting seperti itu, Allah akan memberi balasan yang luar biasa besarnya. Jika minta pertolongan, Allah akan menolong. Di saat-saat genting, bahkan kebaikan bisa menjadi wasilah atas pertolongan-Nya.

Berikut ini kisah menarik dari para salafush-shaleh. Abu Bakar bin Abdullah al-Muzni menceritakan, bahwa ada seorang penjual daging yang tertarik pada seorang anak wanita tetangganya. Pada suatu hari anak wanita itu diperintahkan oleh keluarganya pergi ke desa lain untuk suatu keperluan. Maka penjual daging itu membuntutinya dan merayu wanita itu agar ia mau menyerahkan dirinya.

Anak wanita itu berkata, "Jangan engkau lakukan hal itu, karena sesungguhnya aku lebih mencintaimu daripada engkau mencintai aku. Akan tetapi aku takut kepada Allah."

Penjual daging itupun sadar dan berkata, "Engkau takut kepada-Nya, mengapa aku tidak takut?"

Kata-kata wanita itu mengenai jantungnya, sehingga penjual daging itu mengurungkan niat jahatnya. Iapun pulang dan merenungkan kejadiannya. Sepanjang perjalanan ia bertobat kepada Allah.

Di tengah perjalanan pulang ia merasa kehausan. Tiba-tiba ia bertemu dengan seorang utusan Bani Israel yang bertanya kepadanya, "Mengapa engkau?" Ia menjawab sedang kehausan. Kemudian utusan itu berkata, "Kemarilah, kita berdoa kepada Allah agar kita dinaungi awan hingga memasuki pedesaan." Akan tetapi penjual daging itu berkata, "Tiada amal shalehku yang dapat aku gunakan untuk berdoa." Utusan Bani Israel menjawab, "Akulah yang akan berdoa dan tugasmu meng-amin-kan saja."

Setelah mereka berdoa, tiba-tiba datanglah awan menaungi mereka hingga mereka sampai di desa. Penjual daging menuju ke tempat tinggalnya, tetapi awan itu membelok bersamanya, kemudian utusan itu berkata, "Aku kira engkau tidak memiliki amal shaleh, maka akulah yang berdoa dan engkau mengaminkan. Ternyata awan itu mengikutimu. Ceritakanlah kepadaku tentang pengalamanmu." Si penjual daging itupun menceritakan peristiwa yang baru dialaminya. Lalu utusan Bani Israel menimpali, "Sesungguhnya orang yang bertobat di sisi Allah berada dalam kedudukan yang tidak ada seorangpun di antara manusia berada dalam kedudukannya itu."

Kedua kisah di atas cukup menjadi bekal bagi kita, utamanya generasi muda agar tidak terjerumus dalam lembah hitam yang sangat mengerikan. Jauhilah pandangan mata, sebab tindakan itulah yang paling utama dalam penjagaan diri.

Bila kita sudah berada di dalam siatuasi yang sangat gawat, ingatlah bahwa Allah bersama kita, melihat dan mengawasi kita. Takutlah kepada-Nya, dan segeralah bertobat, jangan sampai melakukan perbuatan yang terkutuk dan tercela. Tobat kita akan menjadi penolong, baik semasa hidup di dunia maupun kelak di akhirat.

















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin