Isnin, 24 Februari 2014

SAKIT DAN MUSIBAH PASTI ADA UBAT.

Nuansa keimanan, renungkan rasakan, Bahwa adalah sebuah cobaan yang berujung rahmat. Akankah kita mampu bersabar. Sabar mengandung makna kenikmatan. Perasaan akan memperoleh pahala memberikan kenikmatan yang jauh lebih besar. Penyakit memang menyiksa tapi ingat di belakangnya terdapat kenikmatan, dan berbuah pahala pengampunan dosa.
http://albathol-store.blogspot.com/2011/05/hikmah-bagi-orang-sakit.html

Ketahuilah wahai saudaraku -semoga Allah merahmati kita semua- telah menjadi ketetapan dari Allah Azza wa Jalla bahwa setiap manusia pasti pernah mengalami sakit dan musibah selama hidupnya. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).

Sakit dan musibah yang menimpa seorang mukmin mengandung hikmah yang merupakan rahmat dari Allah Ta’ala. Imam Ibnul Qayyim berkata : “Andaikata kita bisa menggali hikmah Allah yang terkandung dalam ciptaan dan urusan-Nya, maka tidak kurang dari ribuan hikmah. Namun akal kita sangat terbatas, pengetahuan kita terlalu sedikit dan ilmu semua makhluk akan sia-sia jika dibandingkan dengan ilmu Allah, sebagaimana sinar lampu yang sia-sia dibawah sinar matahari. Dan inipun hanya kira-kira, yang sebenarnya tentu lebih dari sekedar gambaran ini”. (Syifa-ul Alil fi Masail Qadha wal Qadar wa Hikmah wa Ta’lil hal 452).

"BERSABAR PADA COBAAN DIDUNIA UTK MNDPTKAN KEBAHAGIAAN ABADI DIAKHIRAT"
Nabi SAW bersabda,“Jika Allah m'hendaki kebaikan untuk seorang hamba-Nya maka Allah akan menyegerakan hukuman untuknya didunia.Sebaliknya jika Allah menghendaki keburukan utk seorang hamba maka Allah akan biarkan orang tersebut dgn dosa2nya sehingga Allah akan memberikan balasan untuk dosa tersebut pd hari Kiamat nanti”(HR Tirmidzi, hasan)
Dalam menyikapi sakit dan musibah tersebut, berikut ini ada beberapa prinsip yang harus menjadi pegangan seorang muslim :

1. Sakit dan Musibah adalah Takdir Allah Azza wa Jalla
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah”. (QS. Al-Hadid : 22).
“Tidak ada sesuatu musibahpun yang menimpa seseorang melainkan dengan izin Allah” (QS. At-Taghaabun : 11).
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menetapkan semua takdir seluruh makhluk sejak lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi”. (HR. Muslim no. 2653).
2. Sakit dan Musibah Adalah Penghapus Dosa
Ini adalah hikmah terpenting sebab diturunkannya sakit dan musibah. Dan hikmah ini sayangnya tidak banyak diketahui oleh saudara-saudara kita yang tertimpa musibah. Acapkali kita mendengar manusia ketika ditimpa sakit dan musibah malah mencaci maki, berkeluh kesah, bahkan yang lebih parah meratapi nasib dan berburuk sangka dengan takdir Allah. Nauzubillah, kita berlindung kepada Allah dari perbuatan semacam itu. Padahal apabila mereka mengetahui hikmah dibalik semua itu, maka -insya Allah- sakit dan musibah terasa ringan disebabkan banyaknya rahmat dan kasih sayang dari Allah Ta’ala.

Hikmah dibalik sakit dan musibah diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, dimana beliau bersabda:
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan mengugurkan bersamanya dosa-dosanya seperti pohon yang mengugurkan daun-daunnya”.
(HR. Bukhari no. 5660 dan Muslim no. 2571).
“Tidaklah seseorang muslim ditimpa keletihan, penyakit, kesusahan, kesedihan, gangguan, kegundah-gulanan hingga duri yang menusuknya, melainkan Allah akan menghapuskan sebagian dari kesalahan-kesalahannya”. (HR. Bukhari no. 5641).
“Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengan dosa-dosanya”. (HR. Muslim no. 2573).
“Bencana senantiasa menimpa orang mukmin dan mukminah pada dirinya, anaknya dan hartanya, sehingga ia berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada kesalahan pada dirinya”.
(HR. Tirmidzi no. 2399, Ahmad II/450, Al-Hakim I/346 dan IV/314, Ibnu Hibban no. 697, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Mawaaridizh Zham-aan no. 576).
“Sesungguhnya Allah benar-benar akan menguji hamba-Nya dengan penyakit, sehingga ia menghapuskan setiap dosa darinya”.
(HR. Al-Hakim I/348, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Shohih Jami’is Shoghirno.1870).
“Tidaklah seorang muslim tertusuk duri atau yang lebih dari itu, melainkan ditetapkan baginya dengan sebab itu satu derajat dan dihapuskan pula satu kesalahan darinya”. (HR. Muslim no. 2572).

“Sakit demam itu menjauhkan setiap orang mukmin dari api neraka”. (HR. Al-Bazzar, dishohihkan Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash Shohihah no. 1821).
“Janganlah kamu mencaci-maki penyakit demam, karena sesungguhnya (dengan penyakit itu) Allah akan menghapuskan dosa-dosa anak Adam sebagaimana tungku api menghilangkan kotoran-kotoran besi”. (HR. Muslim no. 2575).
Walaupun demikian, apabila seorang mukmin ditimpa suatu penyakit tidaklah meniadakan usaha (ikhtiar) untuk berobat. Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallam bersabda : “Allah tidak menurunkan penyakit melainkan pasti menurunkan obatnya”. (HR. Bukhari no. 5678). Dan yang perlu diperhatikan dalam berobat ini adalah menghindarkan dari cara-cara yang dilarang agama seperti mendatangi dukun, paranormal, ‘orang pintar’, dan sebangsanya yang acapkali dikemas dengan label ‘pengobatan alternatif’. Selain itu dalam berobat juga tidak diperbolehkan memakai benda-benda yang haram seperti darah, khamr, bangkai dan sebagainya karena telah ada larangannya dari Rasulullah shallalllahu alaihi wa sallamyang bersabda :

“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah dan janganlah berobat dengan yang haram”. (HR. Ad Daulabi dalam al-Kuna, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitab Silsilah al Hadiits ash- Shohihah no. 1633).
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan kalian pada apa-apa yang haram”.
(HR. Abu Ya’la dan Ibnu Hibban no. 1397. Dihasankan oleh Syeikh Albani dalam kitabMawaaridizh Zham-aan no. 1172).
“Sesungguhnya Allah tidak menjadikan kesembuhan penyakit kalian pada apa-apa yang diharamkan atas kalian”. (HR. Bukhari, di-maushulkan ath-Thabrani dalam Mu’jam al Kabiir, berkata Ibnu Hajar : ‘sanadnya shohih’, Fathul Baari : X/78-79).

3. Wajib Bersabar dan Ridho Apabila Ditimpa Sakit dan Musibah

Apabila sakit dan musibah telah menimpa, maka seorang mukmin haruslah sabar dan ridho terhadap takdir Allah Azza wa Jalla, dan harapkanlah pahala serta dihapuskannya dosa-dosanya sebagai ganjaran dari musibah yang menimpanya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’uun’. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk ”. (QS. Al-Baqaroh : 155-157).
Dalam beberapa hadis Qudsi Allah Azza wa Jalla berfirman :
“Wahai anak Adam, jika engkau sabar dan mencari keridhoan pada saat musibah yang pertama, maka Aku tidak meridhoi pahalamu melainkan surga”.
(HR. Ibnu Majah no.1597, dihasankan oleh Syeikh Albani dalam Shohih Ibnu Majah : I/266).
Maksud hadis diatas yakni apabila seorang hamba ridho dengan musibah yang menimpanya maka Allah ridho memberikan pahala kepadanya dengan surga.

“Jika anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah akan berkata kepada malaikat-Nya : ‘Apakah kalian telah mencabut nyawa anak hamba-Ku?. Para Malaikat menjawab : ‘Ya, benar’. Lalu Dia bertanya lagi : ‘Apakah kalian mengambil buah hatinya?’. Malaikat menjawab : ‘Ya’. Kemudian Dia berkata : ‘Apa yang dikatakan oleh hamba-Ku itu?’. Malaikat menjawab ‘Ia memanjatkan pujian kepada-Mu dan mengucapkan kalimat istirja’ (Inna lillaahi wa innaa ilaihi roji’un). Allah Azza wa Jalla berfirman : ‘Bangunkan untuk hamba-Ku sebuah rumah di surga dan namai dengan (nama) Baitul Hamd (rumah pujian)’.” (HR Tirmidzi no.1021, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi no. 814)
“Tidaklah ada suatu balasan (yang lebih pantas) di sisi-Ku bagi hamba-Ku yang beriman jika Aku telah mencabut nyawa kesayangannya dari penduduk dunia kemudian ia bersabar atas kehilangan orang kesayangannya itu melainkan surga”. (HR. Bukhari).

“Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung berfirman : ‘Jika Aku menguji hamba-Ku dengan dua hal yang dicintainya (yakni menjadikan seorang hamba kehilangan dua penglihatannya/buta) lalu ia bersabar maka Aku akan menggantikan keduanya dengan surga”. (HR. Bukhari).
Rasulullah shollallahu alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya besarnya pahala itu tergantung besarnya ujian. Dan sesungguhnya jika Allah menyukai suatu kaum, maka Dia akan menguji mereka. Barangsiapa yang ridho maka baginya keridhoan, dan barangsiapa yang murka maka baginya kemurkaan”. (HR. Tirmidzi no. 2396, Ibnu Majah no. 4031, dihasankan Syeikh Albani dalam Shohih Sunan Tirmidzi II/286).

Hikmah lainnya dari sakit dan musibah adalah menyadarkan seorang hamba yang tadinya lalai dan jauh dari mengingat Allah -karena tertipu oleh kesehatan badan dan sibuk mengurus harta- untuk kembali mengingat Robb-nya. Karena jika Allah mencobanya dengan suatu penyakit atau musibah barulah ia merasakan kehinaan, kelemahan, teringat akan dosa-dosa, dan ketidakmampuannya di hadapan Allah Ta’ala, sehingga ia kembali kepada Allah dengan penyesalan, kepasrahan, memohon ampunan dan berdoa kepada-Nya.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelummu, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan supaya mereka bermohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri”. (QS. Al-An’aam : 42).
Sakit dan musibah merupakan pintu yang akan membukakan kesadaran seorang hamba bahwasanya ia sangat membutuhkan Allah Azza wa Jalla. Tidak sesaatpun melainkan ia butuh kepada-Nya, sehingga ia akan selalu tergantung kepada Robb-nya. Dan pada akhirnya ia akan senantiasa mengikhlaskan dan menyerahkan segala bentuk ibadah, doa, hidup dan matinya, hanyalah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala semata.

“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan (pula) obatnya.”
(HR. Bukhari-Muslim)

            Sampai saat ini, banyak jenis penyakit yang menurut kajian medis modern tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan. Penyakit seperti HIV atau AIDS, diabetes, demam berdarah, hepatitis, gagal ginjal, jantung, alergi, influensa, kista, kanker, tumor, dan lainnya. Bahkan, tidak sedikit dokter yang memberikan obat kepada pasiennya dengan pesan bahwa obat yang diberikan tidak menjamin kesembuhan, melainkan hanya mengurangi (menghilangkan) rasa sakit.
            Sesungguhnya kenyataan ataupun teori adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan bertentangan dengan aqidah Islam. Karena, sejak lima belas abad silam, Rasulullah Muhammad saw menegaskan, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt, kecuali penuaan dan kematian. Sedangkan ragam obatnya sendiri sudah disediakan (diciptakan) oleh Sang Maha Penyembuh Allah swt, begitu pula teori dan praktik pengobatannya secara garis besar maupun detail telah disejajarkan Rasulullah saw selaku teladan utama dalam dunia kedokteran.
            Imam Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mengatakan: “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu, pasti akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.
            Mengenai obat, ada satu obat yang berguna bagi segala penyakit, yakni HABBATUSSAUDA. Obat sekaligus suplemen ini insya Allah dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian. Hadits Rasulullah: “Gunakanlah Habbatussauda sebagai obat, karena ia dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari)
            Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda: “Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya.” Sementara Allah swt sendiri yang Mahakuasa atas kesembuhan seseorang dari penyakit berfirman dalam Surat Asy-Su’ara ayat 80: “Dan manakala aku (Muhammad) sakit, Dia (Allah)-lah yang menyembuhkanku.”

            Pakar kedokteran Islam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya “ATH-THIBUN AN-NABAWI” mengatakan, bahwa ungkapan Nabi “Setiap penyakit ada obatnya”, memberikan semangat kepada orang yang sakit dan juga dokter (thabib) yang mengobatinya, selain juga mengandung anjuran untuk mencari obat dan menyelidikinya. Karena, jelas Ibnu Qayyim, kalau orang sakit sudah merasakan pada dirinya satu keyakinan bahwa ada obat yang akan dapat menghilangkan rasa sakitnya, ia akan bergantung pada ruh harapan. Rasa panas dari keputusasaan akan berhasil ia dinginkan sehingga pintu harapan terbuka lebar.
            Kalau jiwanya sudah kuat, paparnya, suhu panas insting seseorang akan meningkat. Kalau semangat seperti itu sudah meningkat, maka stamina yang mendukung tubuhnya juga meningkat sehingga mampu mengatasi, bahkan mengusir penyakit.
            Demikian juga bagi dokter itu sendiri, kalau ia sudah meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, ia juga bisa terus mencari obat dari suatu penyakit dan terus melakukan penelitian.
            Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim Khalilullah pernah bertanya, “Ya Rabbii, dari manakah penyakit itu berasal?” Allah menjawab, “Dari-Ku.” Ibrahim kembali bertanya, “Lalu, dari mana asal obatnya?” Alla menjawab, “Dari-Ku juga.” Kembali Ibrahim bertanya, “Kalau begitu, apa gunanya dokter?” Allah menjawab, “Ia adalah mankhluk yang diutus oleh-Ku untuk membawa obat dari-Ku.”
            Dokter yang dimaksud tersebut adalah ahli medis yang mendasarkan ilmu dan metode pengobatannya pada Alquran dan Alhadits, bukannya mereka (ahli medis) yang mendasarkan ilmu dan pengobatannya pada teori Barat semata tanpa mau menengok metode pengobatan Islami.

            Bagi ahli medis atau ahli pengobatan yang berani mengatakan adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan – meski dia Muslim – hal itu telah melanggar kode etik pengobatan Islami yang meyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Ahli medis yang meyakini adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau tiada obatnya membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kinerjanya sama sekali tidak menggunakan media pengobatan yang dianjurkan Allah swt dan Rasul-Nya. Ahli pengobatan yang meyakini adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan pada umumnya kerap membuat pasiennya pesimis, stres, dan berperan aktif dalam merusak aqidah pasiennya atas kekuasaan Allah swt sebagai Maha Penyembuh.
            Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan dalam sebuah sabdanya: “Salah satu diantara sunnahku adalah pengobatan.” Dengan demikian, jelaslah bahwa perhatian Islam terhadap dunia medis tiada yang mengungguli. Dan bila saat ini banyak diantara kaum Muslim bergantung pada metode pengobatan Barat, hal itu akibat kelalaian kaum Muslimin sendiri yang enggan mengakali, mengamalkan, serta mengembangkan pengobatan yang Islami.
            Ahli medis yang merujuk pada pengobatan Islami, tentunya selalu memberikan solusi terapi yang efektif dan absolut serta senantiasa membangkitkan optimisme pada pasiennya untuk mencapai kesembuhan. Sebab, hal utama yang akan ditanamkan pada pasiennya, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Lantas dalam praktik pengobatannya selalu membangun komunikasi yang dialogis dan penuh kasih sayang, sekaligus berupaya membangkitkan keyakinan akan kesembuhan.
            Pada dasarnya, metode pengobatan Islami terhindar dari unsur-unsur kezhaliman dan pemikiran komersialisasi belaka, sebab Islam menganjurkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan melarang umatnya tolong-menolong dalam kemungkaran. Pada gilirannya panduan tentang kiat-kiat menjaga kesehatan, pemeliharaan kesehatan serta pencegahan (pengobatan) terhadap berbagai penyakit merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang seharusnya diamalkan oleh umat dalam rangka menjadi Muslim yang kaaffah.
            Untuk itu, metode pengobatan dan obat-obatan yang telah diresepkan oleh Allah swt melalui Rasul-Nya tidak boleh sedikitpun diragukan, apakah itu hijamah (bekam), ruqyah, madu, habbatussauda, dan lainnya selama diamalkan sesuai syariat.
            Melalui pendekatan tersebut, ‘dokter’ dan pasien selalu melakukan praktik pengobatan yang akan semakin meningkatkan kecintaan kedua belah pihak pada Allah swt dan Rasul-Nya. Bukan sebaliknya, pengobatan yang dijalankan merujuk pada konsep yang bertentangan dengan Alquran dan Assunnah.

            Sebab, pengobatan yang tidak Islami biasanya hanya membuat hubungan yang semu antara ‘dokter’ dan pasien serta tidak memberikan kesembuhan yang sesungguhnya.
    .Perlu disadari, bahwa hakikat kesembuhan bukanlah milik dokter atau thabib, lembaga pengobatan atau obat, melainkan hak mutlak Allah swt. Untuk itu, berbahagialah mereka yang tengah dirundung sakit tetapi tidak sedikitpun mengeluh dan senantiasa berupaya mendasarkan pengobatan atau penyembuhan melalui metode pengobatan yang diridhai Allah swt. 

TIDAK BERPUTUS ASA DALAM MENGHARAP RIDHA ALLAH SWT
“Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan (pula) obatnya.”
(HR. Bukhari-Muslim)
 
            Sampai saat ini, banyak jenis penyakit yang menurut kajian medis modern tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan. Penyakit seperti HIV atau AIDS, diabetes, demam berdarah, hepatitis, gagal ginjal, jantung, alergi, influensa, kista, kanker, tumor, dan lainnya. Bahkan, tidak sedikit dokter yang memberikan obat kepada pasiennya dengan pesan bahwa obat yang diberikan tidak menjamin kesembuhan, melainkan hanya mengurangi (menghilangkan) rasa sakit.
            Sesungguhnya kenyataan ataupun teori adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan bertentangan dengan aqidah Islam. Karena, sejak lima belas abad silam, Rasulullah Muhammad saw menegaskan, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt, kecuali penuaan dan kematian. Sedangkan ragam obatnya sendiri sudah disediakan (diciptakan) oleh Sang Maha Penyembuh Allah swt, begitu pula teori dan praktik pengobatannya secara garis besar maupun detail telah disejajarkan Rasulullah saw selaku teladan utama dalam dunia kedokteran.

            Imam Muslim meriwayatkan sabda Rasulullah saw yang mengatakan: “Masing-masing penyakit pasti ada obatnya. Kalau obat sudah mengenai penyakit, penyakit itu, pasti akan sembuh dengan izin Allah ‘Azza wa Jalla.
            Mengenai obat, ada satu obat yang berguna bagi segala penyakit, yakni HABBATUSSAUDA. Obat sekaligus suplemen ini insya Allah dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian. Hadits Rasulullah: “Gunakanlah Habbatussauda sebagai obat, karena ia dapat menyembuhkan segala penyakit, kecuali kematian.” (HR. Bukhari)
            Dalam Shahih Bukhari dan Muslim, Nabi Muhammad saw bersabda: “Setiap kali Allah menurunkan penyakit, pasti Allah menurunkan obatnya.” Sementara Allah swt sendiri yang Mahakuasa atas kesembuhan seseorang dari penyakit berfirman dalam Surat Asy-Su’ara ayat 80: “Dan manakala aku (Muhammad) sakit, Dia (Allah)-lah yang menyembuhkanku.”
            Pakar kedokteran Islam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam kitabnya “ATH-THIBUN AN-NABAWI” mengatakan, bahwa ungkapan Nabi “Setiap penyakit ada obatnya”, memberikan semangat kepada orang yang sakit dan juga dokter (thabib) yang mengobatinya, selain juga mengandung anjuran untuk mencari obat dan menyelidikinya. Karena, jelas Ibnu Qayyim, kalau orang sakit sudah merasakan pada dirinya satu keyakinan bahwa ada obat yang akan dapat menghilangkan rasa sakitnya, ia akan bergantung pada ruh harapan. Rasa panas dari keputusasaan akan berhasil ia dinginkan sehingga pintu harapan terbuka lebar.
            Kalau jiwanya sudah kuat, paparnya, suhu panas insting seseorang akan meningkat. Kalau semangat seperti itu sudah meningkat, maka stamina yang mendukung tubuhnya juga meningkat sehingga mampu mengatasi, bahkan mengusir penyakit.
            Demikian juga bagi dokter itu sendiri, kalau ia sudah meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, ia juga bisa terus mencari obat dari suatu penyakit dan terus melakukan penelitian.
            Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim Khalilullah pernah bertanya, “Ya Rabbii, dari manakah penyakit itu berasal?” Allah menjawab, “Dari-Ku.” Ibrahim kembali bertanya, “Lalu, dari mana asal obatnya?” Alla menjawab, “Dari-Ku juga.” Kembali Ibrahim bertanya, “Kalau begitu, apa gunanya dokter?” Allah menjawab, “Ia adalah mankhluk yang diutus oleh-Ku untuk membawa obat dari-Ku.”
            Dokter yang dimaksud tersebut adalah ahli medis yang mendasarkan ilmu dan metode pengobatannya pada Alquran dan Alhadits, bukannya mereka (ahli medis) yang mendasarkan ilmu dan pengobatannya pada teori Barat semata tanpa mau menengok metode pengobatan Islami.

            Bagi ahli medis atau ahli pengobatan yang berani mengatakan adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan – meski dia Muslim – hal itu telah melanggar kode etik pengobatan Islami yang meyakini bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Ahli medis yang meyakini adanya penyakit yang tidak bisa disembuhkan atau tiada obatnya membuktikan bahwa yang bersangkutan dalam kinerjanya sama sekali tidak menggunakan media pengobatan yang dianjurkan Allah swt dan Rasul-Nya. Ahli pengobatan yang meyakini adanya penyakit yang tidak ada obatnya atau tidak bisa disembuhkan pada umumnya kerap membuat pasiennya pesimis, stres, dan berperan aktif dalam merusak aqidah pasiennya atas kekuasaan Allah swt sebagai Maha Penyembuh.
            Padahal Rasulullah saw telah mengingatkan dalam sebuah sabdanya: “Salah satu diantara sunnahku adalah pengobatan.” Dengan demikian, jelaslah bahwa perhatian Islam terhadap dunia medis tiada yang mengungguli. Dan bila saat ini banyak diantara kaum Muslim bergantung pada metode pengobatan Barat, hal itu akibat kelalaian kaum Muslimin sendiri yang enggan mengakali, mengamalkan, serta mengembangkan pengobatan yang Islami.
            Ahli medis yang merujuk pada pengobatan Islami, tentunya selalu memberikan solusi terapi yang efektif dan absolut serta senantiasa membangkitkan optimisme pada pasiennya untuk mencapai kesembuhan. Sebab, hal utama yang akan ditanamkan pada pasiennya, bahwa setiap penyakit ada obatnya dan bisa disembuhkan atas izin Allah swt. Lantas dalam praktik pengobatannya selalu membangun komunikasi yang dialogis dan penuh kasih sayang, sekaligus berupaya membangkitkan keyakinan akan kesembuhan.

            Pada dasarnya, metode pengobatan Islami terhindar dari unsur-unsur kezhaliman dan pemikiran komersialisasi belaka, sebab Islam menganjurkan umatnya untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan dan melarang umatnya tolong-menolong dalam kemungkaran. Pada gilirannya panduan tentang kiat-kiat menjaga kesehatan, pemeliharaan kesehatan serta pencegahan (pengobatan) terhadap berbagai penyakit merupakan bagian penting dari ajaran Islam yang seharusnya diamalkan oleh umat dalam rangka menjadi Muslim yang kaaffah.
            Untuk itu, metode pengobatan dan obat-obatan yang telah diresepkan oleh Allah swt melalui Rasul-Nya tidak boleh sedikitpun diragukan, apakah itu hijamah (bekam), ruqyah, madu, habbatussauda, dan lainnya selama diamalkan sesuai syariat.
            Melalui pendekatan tersebut, ‘dokter’ dan pasien selalu melakukan praktik pengobatan yang akan semakin meningkatkan kecintaan kedua belah pihak pada Allah swt dan Rasul-Nya. Bukan sebaliknya, pengobatan yang dijalankan merujuk pada konsep yang bertentangan dengan Alquran dan Assunnah.

            Sebab, pengobatan yang tidak Islami biasanya hanya membuat hubungan yang semu antara ‘dokter’ dan pasien serta tidak memberikan kesembuhan yang sesungguhnya.
Perlu disadari, bahwa hakikat kesembuhan bukanlah milik dokter atau thabib, lembaga pengobatan atau obat, melainkan hak mutlak Allah swt. Untuk itu, berbahagialah mereka yang tengah dirundung sakit tetapi tidak sedikitpun mengeluh dan senantiasa berupaya mendasarkan pengobatan atau penyembuhan melalui metode pengobatan yang diridhai Allah swt. seperti contoh , saat ini pengobatan dengan madu dan PROPOLIS juga dimi nati krn memang terbukti telah memberi bnyk kesembuhan pada BERBAGAI MACAM penyakit, sesuai yang tertera dalam QS AN NAHL: 
Dan Rabbmu mewahyukan kepada lebah: Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. 
(QS. An-Nahl, 16:68)

Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Rabb) bagi orang-orang yang memikirkan

MALAYSIA DI TERIMA MUSIM KEMARAU DAN AIR KERING KONTANG SEPERTI DI AFRIKA.

Saya sebagai hamba allah yang mulia sama taraf nabi,rasul,wali dan keramat berdoa semoga allah swt turunkan bala dan musibah di negara malaysia.Saya juga bersyukur kepada allah swt kerana memberi musim kemarau dengan begitu panas sekali serta air empangan kering dan surut.Apa yang saya terbaca dalam surat khabar hari ini kerajaan selangor  telah pun mencatu air di beberapa sekitar kawasan negeri selangor.Saya sebagai hamba allah yang mulia juga berdoa kepada allah swt supaya semua negeri semanjung malaysia di terima musibah  seperti mana negeri selangor dapat menerima musim kemarau dengan air kering kontang.Bagi saya rakyat satu malaysia perlu rasa seperti mana negara afrika terima musibah dan kebuluran makanan,begitulah di malaysia biarlah rakyat satu malaysia kebuluran makanan dan kekurangan air seperti mana negara afrika.Mudah-mudahan allah swt turunkan bala di negara malaysia ini padan muka rakyat satu malaysia.Sama-samalah kita semua dapat menerima bala dan musibah ini.Semoga kita semua sedar dan apa yang kita lakukan selama ini.Ya Allah Ya Tuhanku kau turunkan bala dan musibah di negara malaysia ini,Bagi pandangan saya sebagai seorang hamba yang mulia sama taraf dengan rasul,nabi,wali dan keramat saya bersyukur kepada allah swt di turunkan bala oleh allah swt di bumi malaysia syaitan dan iblis.Saya selalu berdoa kepada allah swt supaya bumi malaysia di lenyapkan oleh allah swt.Pada pendapat saya malaysia ini adalah sebuah negara syaitan dan iblis seperti negara yahudi israel.Biarlah allah swt turunkan bala di malaysia ini.Biarlah Kuala Lumpur dan Putrajaya di terima musibah oleh allah swt,amin.

SEBAB ALLAH TURUNKAN BALA DAN MUSIBAH KEPADA MANUSIA.

Yang menyebabkan turunnya bala sangat banyak sekali, diantaranya karna banyaknya manusia berbuat dosa, baik itu dosa yang langsung kepada Allah maupun dosa yang melalui kepada sesama makhluk.
Dosa kepada Allah Contohnya : Meninggalkan sholat, meninggalkan puasa, membuka aurat, tidak mau menuntut ilmu, minum arak, berjoget-joget, berzina dsb.
Dosa yang terjadi karna kesalahan kepada sesama makhluk seperti: durhaka kepada ibu bapa, mengupat, mencuri, membunuh, menghina sesama, tidak mau membayar hutang padahal sudah mampu untuk membayarnya, mengadu hewan, mengadu manusia, dll.
Kesemua ini akan menimbulkan dosa (murka Allah). yang menyebabkan Allah Marah kepada seluruh penghuni bumi, dan memberikan bala (musibah). karna Allah tidak akan menurunkan bala terkecuali bumi ini penuh dengan kemungkaran, sebagaimana yang dikatakan syaidina ali karamallahu wajhu :
ماَ نَزَلَ بَلاءٌ الا بِذَنْبٍ ولا رُفِعَ الا بِتَّوْبَةٍ.
            “Bala (musibah) tidak turun terkecuali karna banyaknya dosa, dan tidak diangkat terkecuali dengan taubat.
Allah swt juga telah menerangkan dalam Al-qur’an pada surat Ar-rum ayat 41 yang Artinya :
”Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).
            Dari ayat ini jelaslah kita lihat, bahwasanya kerusakan yang terjadi dibumi ini akibat perbuatan manusia yang yang telah melampai batas kemanusiannya sebagai hamba.
Tetapi Allah masih memberikan keringanan kepada hambanya, apabila hambanya mau bertobat sebelum ditimpakan bala (musibah), Allah akan menerimanya. Allah maha pengampun lagi penyayang.  bagi kamu-kamu penuntut ilmu apa sih dosanya, haaa ini dia,,,, tak mau belajar, tak mau baca Al-qur’an, tak mau menghapal, melawan peraturan, melawan guru, merokok, boros, gangguin temen sedang belajar, cabut (pulang tanpa izin), main bola pake celana pendek,kotor, dll.
            Apa-apa aja sih bala yang diturunkan Allah swt, Banyaaaak sekali, diantaranya : orang banyak tak ingat Allah, orang tidak suka belajar agama, kemarau panjang, gempa, membenci sesama muslim, dsb.
Kamu semua masih ingatkan kejadian yang melanda aceh pada hari minggu tanggal 26 september 2004, yaitu gempa yang disusul oleh sunami (air laut naik kedarat) yang menelan korban sebanyak 200 000 orang, dan beribu lainnya luka-luka, dintaranya ada yang cacat permanen, yang mengakibatkan banyaknya anak-anak yatim yang kehilangan kedua orang tuanya karna musibah ini,  sehingga kejadian ini sangat mengejutkan dunia (internasional).
Jadi kita semua, sebelum bala ini datang lagi mari kita kembali kejalan yang benar (yang diridhai) Allah swt. sehingga balanya ngak turun lagi   OK, bagaimana caranya, yang malas sholat, jangan malas lagi, yang main bola pake celana pendek, ganti celana panjang, yang melanggar peraturan, bayar denda, yang melawan guru, minta maaf, yang malas mengaji, jangan malas lagi, yang punya hutang bayar cepat-cepat sehingga kita dicintai Allah swt ,. Amin-Amin Ya rabbal alamin,
sekian
              والله اعلم بالصَّواب

Salah satu korban yang terjadi pada waktu sunami di aceh pada hari minggu tgl 26 des 2004. seorang manusia yang tidak ada nilainya lagi

Suasana yang terdapat diaceh tatkala musibah melanda.

seandainya ini terjadi pada anda, sedah siapkah ?

LIMA MAKSIAT YANG DI SEGERA OLEH ALLAH SWT DAN BALASAN KEPADA HAMBANYA.





Sahabat yang dirahmati Allah,
Terlalu banyak maksiat yang berlaku di dalam masyarakat kita. Apabila kita baca sahaja di dada akhbar arus perdana pasti kita akan bertemu dengan berbagai bentuk jenayah, maksiat dan kemungkaran yang dilakukan oleh anggota masyarakat kita tanpa segan silu dan tidak takut di atas kemurkaan Allah s.w.t.

Masyarakat kita sudah tidak sensitif lagi di atas maksiat dan kemungkaran yang dilakukan, suasana ini amat merbahaya kerana ada beberapa maksiat bila dilakukan maka bala (musibah) akan diturunkan segera oleh Allah s.w.t. tanpa diberi amaran lagi.

Daripada Ibnu Umar r.a. berkata: Berhadap Rasulullah s.a.w. kepada kami (pada suatu hari) kemudian baginda bersabda; "Wahai kaum Muhajirin, lima perkara kalau kamu telah dibalakan (diturunkan musibah) dengannya (kalau kamu telah mengerjakannya), maka tiada kebaikan lagi bagi kamu. Dan aku berlindung dengan Allah s.s.w. semoga kamu tidak menemui masa itu
. Perkara­-
perkara itu ialah:
1. Tiada terzahir (nampak) perzinaan pada suatu kaum sehingga mereka berani berterus terang melakukannya, kecuali mereka akan ditimpa Penyakit Ta'un yang cepat merebak di kalangan mereka, dan mereka akan ditimpa penyakit-penyakit yang belum pernah menimpa umat-umat yang telah lalu.

2. Dan tiada mereka mengurangkan sukatan dan timbangan, kecuali mereka akan dibalakan dengan kemarau dan susah mencari rezeki dan kezaliman daripada kalangan pemimpin mereka.

3. Dan tiada menahan mereka akan zakat harta benda kecuali ditahan untuk mereka air hujan dari langit. Jikalau tiada ada binatang (yang juga hidup diatas permukaan bumi ini) tentunya mereka tidak akan diberi hujan oleh Allah s.w.t.

4. Dan tiada mereka mungkir akan janji Allah dan Rasul-Nya kecuali Allah akan menguasakan ke atas mereka musuh mereka, maka musuh itu merampas sebahagian daripada apa yang ada di tangan mereka.

5. Dan apabila pemimpin-pemimpin mereka tidak melaksanakan hukum Allah yang terkandung dalam al-Quran dan tidak mahu menjadikannya sebagai pilihan, maka (di saat ini) Allah akan menjadikan peperangan di kalangan mereka sendiri ".

(Hadis Riwayat Ibnu Majah)

Keterangan :

Hadis di atas rnenerangkan bahawa:

1. Penyakit Ta'un dan Aids adalah berpunca dari banyak berlaku perzinaan dan homoseksual.

2. Kesukaran mencari rezeki dan kezaliman pimpinan tidak berlaku adil kepada rakyat adalah berpunca daripada rakyat yang mengurangkan sukatan dan timbangan.

3. Kemarau panjang adalah berpunca dari tidak megeluarkan zakat.

4. Kemampuan musuh mengambil sebahagian dari apa yang dimiliki oleh kaum Muslimin (sepertii hilangnya Tanah Palestin dari tangan kaum Muslimin, Iraq dan Afghanistan di kuasai oleh tentera Amerika, adalah berpunca daripada mereka mengkhianati janji-ianji mereka kepada Allah s.w.t.

5. Perang saudara yang berlaku di kalangan kaum Muslimin (Pakistan, Afghanistan dan Iraq) adalah berpunca daripada mengenepikan hukum­-hukum Allah s.w.t. dan tidak mahu menjadikan Al-Qur'an sebagai undang-undang di dalam kehidupan.

BENARKAH ALLAH SWT TURUNKAN BALA SEBANYAK 320,00 BALA DI TURUNKAN KE BUMI.

Mohon dijelaskan apakah ini benar?. InsyaAllah besok malam Rabu adalah Rabu Wekasan bulan Safar. Dalam kitab Mujarrobat Ad-Dairoby di jelaskan, sebagian orang arif billah menyebutkan bahwa dalam setiap tahun akan turun 320.000 bala’ (musibah), demikian itu diturunkan pada hari Rabu akhir d bulan Shofar. Karenanya hari itu adalah hari yang paling berat dalam setiap tahunnya. Maka barangsiapa pada hari itu sholat 4 rokaat, pada setiap rokaat setelah al fatihah dia membaca surat al-kaustar 17x, al ikhlas 5x, dan muawwidzatain, kemudian salam dan berdoa dengan doa ini…….., maka Allah akan menjaganya dengan kemuliaan-nya dari semua bala’ yang diturunkan pada hari itu sampai sempurnanya satu tahun. Sedangkan doa itu adalah: silahkan buka kitab Ad-Dairoby hal 95/Kanzu An-Najach Wa As-Surur hal 28.

Agusty-Malang

Jawaban:

Tidak boleh menjalankan apa yang diistilahkan dengan nama Shalat Rebo Wekasan dengan niat dan tata cara shalat tersebut termasuk mempropagandakan dan mengajak orang lain melakukannya. Semua kepercayaan yang terkait dengan shalat Rebo Wekasan adalah kepercayaan yang tidak berdasar yang tidak boleh dipercaya apalagi diyakini karena tidak bertumpu pada hujjah yang syar’i baik dari Al-Quran maupun As-Sunnah.

Istilah shalat Rebo Wekasan adalah istilah terkait dengan shalat yang popular pada sebagian masyarakat Jawa. Istilah Rebo Wekasan itu sendiri memakai bahasa Jawa untuk menyusun frasenya. Rebo menunjuk makna “hari Rabu” sementara Wekasan menunjuk makna “terakhir” jadi makna Rebo Wekasan adalah “Hari Rabu yang paling akhir”. Shalat Rebo Wekasan bermakna “shalat yang dilakukan pada hari Rabu terakhir”. Rabu terakhir yang di maksud di sini adalah hari Rabu terakhir dibulan Shofar (atau Sapar dalam lidah Jawa). Jadi, secara ringkas shalat Rebo Wekasan adalah shalat yang dilakukan pada bulan Shofar pada hari Rabu yang terakhir dari bulan tersebut (hari Rabu pada minggu keempat).

Waktu pelaksanaannya dilakukan pada pagi hari, tepatnya setelah shalat Isyraq/Dhuha. Tatacaranya sebagaimana yang disebutkan dalam pertanyaan yaitu, dilakukan sebanyak empat Rakaat. Setiap rakaat membaca surat al Fatihah dan membaca Surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Al-Ikhlas 5 kali, Al-Falaq, dan An-Nas. Kemudian setelah salam membaca doa khusus yang dibaca sebanyak 3 kali.

Kepercayaan yang berkembang di sebagian maSyarakat yang mendasari dilakukannya Shalat tersebut adalah; Setiap tahun Allah menurunkan 320.000 Bala’/musibah. Bala’ tersebut diturunkan pada hari Rabu terakhir bulan Shofar, sehingga hari Rabu ini adalah hari yang paling sulit dan rawan dalam tahun tersebut. Oleh karena itu, untuk menolak bala’ tersebut maka dilakukan shalat di hari itu. Shalat itulah yang kemudian dinamakan dan popular dengan istilah shalat Rebo Wekasan. Oleh karena shalat ini dilakukan untuk menolak bala’ maka shalat ini popular juga dengan istilah Shalat Lidaf’il Bala’ (shalat untuk mencegah bala’/musibah).

Asal-usul kebiasaan ini adalah rekomendasi yang tertulis pada kitab “Mujarrobat Ad-Dairoby Al-Kabir” yang dikarang oleh Ahmad bin Umar Ad-Dairoby (Wafat tahun 1151 H). Nama lengkap kitab tersebut adalah “Fathu Al-Malik Al-Majid Al-Mu-Allaf Li Naf’I Al-‘Abid Wa Qom’I Kulli Jabbar ‘Anid. Rekomendasi yang serupa juga terdapat pada kitab “Kanzu An-Najah Wa As-Surur Fi Al-Ad’iyah Allati Tasyrohu As-Shudur” karangan Abdul Hamid Quds, ‘Al-Jawahir Al-Khoms” karangan Muhammad bi Khothiruddin Al-‘Atthar (wft th 970 H), Hasyiyah As-Sittin dan sebagainya .

Hanya saja, tidak cukup menukil sumber kitab untuk menilai sebuah amalan terkategori amalan yang syar’i. Juga termasuk naif jika langsung menerima sebuah kitab hanya karena judulnya berbahasa Arab. Sebuah amalan agar bisa disebut syar’i harus didasarkan pada nash, baik dari Al-Qur’an, As-Sunnah atau dalil yang ditunjuk oleh Al-Quran dan As-Sunnah. Kepercayaan juga harus didasarkan pada dalil agar bisa disebut kepercayaan Islam. Sebuah buku juga perlu diresensi untuk menentukan posisi buku tersebut dalam kajian hukum Syara.

Kitab Mujarrobat Ad-Dairoby tidak boleh dijadikan tumpuan dalam melaksanakan amalan-amalan syariat, karena kitab ini dalam merekomendasikan amal umumnya tidak menggali dari nash Al-Quran dan As-Sunnah, tetapi malah menisbatkan dasar amalan dan juga kepercayaan kepada ucapan tokoh misterius yang disebut dengan istilah “Ba’dhu Al-‘Arifin Min Ahli Al-Kasyfi Wa At-Tamkin” (Sebagian Ahli Makrifat yang punya ilmu Mukasyafah dan pangkat). Sebagian kaum muslimin malah mensifati kitab Mujarrobat Ad-Dairoby ini sebagai kitab sihir dan perdukunan karena banyaknya hal yang dianggap Khurafat dan tidak berdasarkan dalil. Hal yang sama berlaku pada kitab "Kanzu An-Najah Wa As-Surur Fi Al-Ad’iyah Allati Tasyrohu As-Shudur” karangan Abdul Hamid Quds, ‘Al-Jawahir Al-Khoms” karangan Muhammad bi Khothiruddin Al-‘Atthar (wft th 970 H), dan Hasyiyah As-Sittin meskipun kondisi kitab-kitab ini sebagiannya tidaklah “separah” kitab Mujarrobat Ad-Dairoby. Secara umum, kitab-kitab ini punya kesamaan dari sisi direkomendasikannya amalan tanpa dasar Nash dari Al-Quran dan As-Sunnah.

Semua amalan ibadah apapun yang tidak ada perintah dari Allah dan Rasul-Nya tidak boleh dilakukan. Barangsiapa melakukannya maka amalan tersebut sia-sia dan tertolak. Rasulullah SAW bersabda;

صحيح مسلم (9/ 119)

عن عَائِشَة أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ

“Dari Aisyah; bahwasanya Rasulullah SAW bersabda; barangsiapa melakuakn sebuah amalan yang tidak ada perintah dari kami maka amalan tersebut tertolak" (H.R. Muslim)

Lagipula, ibadah adalah pengaturan hubungan Allah dengan hambanya. Cara mengetahui tatacara hubungan dengan Allah hanya mungkin ditunjukkan oleh para Nabi dan Rasul, karena tatacara itu diluar jangkauan akal manusia. Menerima tatacara ibadah yang bukan berasal dari NAbi dan Rasul bermakna menerima tatcara ibadah yang dirumuskan oleh akal atau berasal dari was-was syetan.

Dalam hal kepercayaanpun setiap muslim wajib mengambil hanya dari Nash,tidak boleh dari desas-desus atau berita “konon katanya”. Kepercayaan bahwa pada hari Rabu terakhir bukan Shafar Allah menurunkan Bala’ adalah kepercayaan yang tidak didasarkan pada Nash, karena itu tidak boleh diyakini.

Syaikh Hasyim Asya’ari sebagaimana dikutip oleh situs Ponpes Nurul Huda, Malang, dengan merujuk pada dokumen asli yang ada pada cabang NU Sidoarjo, berfatwa bahwa shalat Rebo Wekasan tidak boleh dilakukan dan dipropagandakan.

أورا وناع فيتواه, اجاء-اجاء لن علاكونى صلاة ربو وكاسان لن صلاة هدية كاع كاسبوت اع سوال, كرنا صلاة لورو ايكو ماهو دودو صلاة مشروعة فى الشرع لن اور انا اصلى فى الشرع.

“Ora wenang pituwah, ajak-ajak, lan nglakoni sholat Rebo Wekasan lan sholat hadiah kang kasebut ing su-al kerono sholat loro iku mau dudu sholat masyru’ah fis Syar’i lan ora ono asale fis syar’i”. (“Tidak boleh memberi fatwa, mempromosikan, dan melakukan Shalat Rebo Wekasan dan shalat hadiah sebagaimana tersebut dalam pertanyaan, karena kedua shalat tersebut bukan shalat yang disyariatkan dalam syariat dan tidak ada asalnya dalam syariat”)

Atas dasar ini, tidak boleh menjalankan shalat Rebo Wekasan.

22 TANDA KIAMAT SEMAKIN HAMPIR DENGAN MANUSIA DI BUMI.

Tanda-Tanda Kiamat
22 Tanda Kiamat Sudah Dekat - Halo sobat semua, semoga kalian baik-baik saja ya... sekarang, admin lagi jarang Promosi blog, jadi ya tidak terurus, tapi , admin tetap berusaha untuk mengembangkan blog ini... semoga artikel yang satu ini bermanfaat yaa....

Setidaknya ada 22 tanda apabila kiamat akan segera datang, hal ini berdasarkan berbagai riwayat dari sahabat nabi, hadidts dan sebagainya.
Nabi Muhammad SAW telah membocorkan rahasia akan datangnya kiamat kepada umatnya dengan tujuan umatnya akan siap dalam menghadapinya.


Berikut Tanda-Tanda Kiamat akan Segera Datang:

1. Shalata ditinggalkan.

2. Berbohong menjadi satu keperluan dalam hidup dan menganggap jika tidak berbohong sukar untuk hidup senang. 

3. Pezianah banyak yang menjadi pemimpin dan kebanyakannya jahil mengenai agama dan banyak memberi fatwa yang menyesatkan pengikutnya. 

4. Perkara benar menjadi salah dan salah menjadi benar. 
Sukar untuk membedakan perkara halal dan haram karena yang haram dianggap halal serta sebaliknya. 

5. Keinginan nafsu syahwat digalakkan dan berleluasa disebarkan melalui iklan, buku, gambar, risalah atau film. 

6. Membayar zakat dianggap beban. 

7. Orang yang hidup mengikut kehendak agama ditindas dan hati mereka senantiasa merintih karena maksiat bebas tetapi mereka tidak mampu mencegahnya. 

8. Turun hujan di luar musimnya dan hujan tidak memberi keuntungan kepada makhluk di muka bumi.

9. Fenomena lelaki kawin dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan berkeinginan kepada perempuan (lesbian) semakin menjadi-jadi. 

10. Perempuan menguasai lelaki dengan memakai obat guna-guna, sihir dan amalan setan lain. 

11. Anak-anak mengingkari dan mendurhakai ibu bapak (ibu bapak menjadi kuli dan anak menjadi tuan). 

12. Kawan disangka lawan dan musuh dianggap sahabat serta memusuhi orang yang mengajak berbuat kebaikan. 

13. Dosa dipandang ringan malah bangga melakukannya seperti zina, minum arak,bergaul bebas antara lelaki dan perempuan, meninggalkan shalat, membuka aurat dan berjudi. 

14. Masjid dihias indah tetapi kosong tidak ada jamaahnya.

15. Ramai yang shalat tetapi munafik dan berpura-pura. 
Di dalam shalat berjanji akan mengikut suruhan Allah SWT tetapi di luar shalat melanggar perintahNya.

16. Akan datang golongan manusia dari Barat menguasai mereka yang lemah (iman) dan ramai terpengaruh dengannya seperti mengikut cara mereka berpakaian, bergaul dan suka berpesta. 

17. Al-Quran dicetak dengan indah tetapi hanya dijadikan perhiasan dan jarang dibaca serta diamalkan kehendaknya. 

18. Amalan riba merajalela hingga orang alim pun terjebak sama. 

19. Darah manusia tidak berharga, sering terjadi pembunuhan, peperangan.

20. Penganut Islam tidak mau mengamalkan perintah agama dan tidak mau membela serta menyebarkannya. 

21. Akan bertambah banyak penyanyi wanita (wanita yang tidak beriman adalah senjata syaitan yang baik).

22. Ramai orang kaya pergi umrah dan haji dengan tujuan melancong, yang sederhana pergi untuk berniaga dan yang miskin bermaksud meminta sedekah.

Bukankah banyak benarnya penuturan di atas, terjadi saat ini, misal saja banyak orang sekarang yang meninggalkan shalat 5 waktu dengan berbagai alasan.
Lalu nomor 18, riba, ya riba ini sudah merajalela sekali dan sampai saat ini pada tingkat yang mengkhawatirkan.

MUSIBAH DAN RAHMAT.

Saya melihat foto-foto yang dikirimkan oleh biras yang tinggal di Kuantan. Kawasan rumahnya dilanda banjir agak teruk kali ini. Kuantan antara kawasan yang teruk terjejas. Malah banjir kali ini kelihantannya lebih teruk berbanding tahun-tahun sebelumnya tetapi masih lebih baik berbanding banjir besar tahun 1926 dan 1971.

Saya tidak sempat banjir besar 1926 tetapi masih ingat banjir besar 1971. Dalam kedua-dua banjir besar ini, Kuala Lumpur tenggelam - mengikut cerita orang dan catatan akhbar.

Namun saya berdoa agar banjir kali ini tidaklah seteruk 1926 dan 1971. Tetapi itu semua kuasa Allah, tiada siapa yang boleh menjangka.


Banjir biasanya berlaku apabila hujan turun tidak berhenti-henti sama ada lebat mahu pun renyai untuk tempoh yang lama. Hujan turun ketentuan Allah, tiada siapa yang berani menafikannya hatta orang bukan Islam sekalipun.

Kalau setakat hujan lebat tetapi sekejap - hanya banjir kilat yang berlaku, biasanya di Kuala Lumpur.
Suka saya mengingatkan bahawa banjir kali ini berlaku ketika rakyat kalut dengan kenaikan pelbagai harga barang dan cukai atau bunyi lembutnya subsidi dikurangkan. Ketika hujan mencurah-curah turun - harga petrol dan diesel naik, harga gula naik, tarif elektrik naik dan GST bakal diselaras!

Hujan turun ketentuan Allah dan harga barangan dan cukai naik juga ketentuan Allah.

Namun, antara kedua-dua ketentuan itu, kita tidak berupaya mengawal hujan - walaupun ada bomoh hujan. Manusia tidak boleh mengundi supaya Allah tidak turunkan hujan lebat sehingga banjir. Hujan banjir atau panas kemarau kita kena terima dan redha.

Namun, kita berupaya mengawal kenaikan harga barang dan cukai. Kita ada kuasa untuk mengundi supaya pihak yang mahu turunkan harga barangan keperluan asas dipilih. Kuasa ini diberi lima tahun sekali.

Berbanding dengan kuasa Allah yang mutlak, kuasa pemerintah tidak mutlak. Boleh ditukar ganti mengikut kehendak rakyat setiap lima tahun sekali.

Dalam hal ini, walaupun kedua-duanya ketentuan Allah tetapi ketentuan salah satu daripadanya tidak boleh diubah atau dihalang sementara satu lagi boleh ditentukan oleh tangan kita yang memangkah kertas undi.

Berbalik kepada banjir tadi, sudah tentulah ia musibah kepada mangsanya. Namun, bagi orang yang bersabar dengannya akan beroleh pahala. Dalam Islam, bukan solat, puasa, zakat dan haji sahaja dapat pahala - sabar terhadap musibah pun beroleh pahala. Buang ranting di tengah jalan pun dapat pahala - kalau laksana hukum Allah tentulah lebih besar pahalanya.

Bagi parti politik dan orang politik pula banjir merupakan rahmat untuk mereka sebab waktu inilah boleh menjadi hero yang datang menyelamatkan rakyat yang dalam kesusahan.

Dulu-dulu, sebelum PR kuat macam sekarang, rakyat kena tunggu lima tahun sekali baru boleh jumpa wakil rakyat mereka. Berbanding wakil rakyat PR, mereka telah terbiasa berjumpa rakyat tidak kira musim banjir atau tidak.

Sekarang, wakil rakyat berlumba-lumba membantu rakyat dan inilah rahmat banjir dan juga rahmat jika kekuatan politik antara dua pihak hampir sama.

MALAYSIA CELAKA DAN HARAM JADAH AKAN TENGGELAM PETA DUNIA.





  Saya suka negara malaysia celaka akan menerima letusan gunung berapi sepertimana negara-negara lain. Malaysia betul2 berada di tengah2 diantara lingkaran api pasifik. Malaysia dikepung oleh kuasa2 alam yang merupakan kuasa Allah S.W.T. Kebanyakan gunung berapi yang berada pada lingkaran api pasific masih aktif, bila2 masa sahaja akan meletus. Walaupun manusia mempunyai sistem mesin canggih yang boleh mengesan aktiviti2 gunung berapi dan gempa bumi  tapi kita manusia tidak boleh lari dari hukum Alla S.W.T.

  Sekiranya berlaku pada satu2 masa, berlakunya bencana letusan gunung berapi, berlakunya gempa bumi yang dahsyat seperti yang pernah berlaku di Aceh pada tarikh 26 Dis 2004 dan baru2 ini, Sendai, Jepun pada tarikh 11 Mac 2011 di sepanjang lingkaran api pasific, pada pandangan anda apa yang akan terjadi pada Malaysia?

  Pada pandangan saya, jika Allah S.W.T. ingin menghukum sesuatu, pasti sangat dahsyat. Jika perkara diatas berlaku, seluruh lingkaran api pasific berlakunya gempa bumi yang sangat dahsyat pastinya lenyapnnya peta Malaysia di muka bumi. SUBHANALLAH.. Semoga Allah S.W.T memberi bala kepada negara malaysia celaka dan haram jadah ini.la bencana alam yang dahsyat dan berikan kepada hamba-hamba yang tidak sedarkan diri hanya kepentingan dunia sahaja seperti mana orang yang gila kuasa dan pangkat. Amin..














Suatu ketika putera sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ’anhu bernama Aban bin Ustman rahimahullah meriwayatkan sebuah hadits Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam yang di dalamnya terdapat doa untuk memohon perlindungan Allah Ta’ala agar tidak tertimpa musibah yang datang secara mengejutkan. Doa tersebut berbunyi sebagai berikut:




بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ


 
فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ



'BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA'AS MIHI SYAI'UN FIL ARDLI WALA FIS SAMAA'WAHUWAS SAMII'UL 'ALIIM' 
(dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui)
Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menganjurkan agar doa tersebut dibaca sebanyak tiga kali di waktu pagi dan tiga kali di waktu sore. Barangsiapa membacanya dengan rajin seperti itu, Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menjanjikan bahwa orang itu tidak akan terkena musibah yang datang secara tiba-tiba. Bacaan di waktu pagi akan melindunginya hingga sore tiba, sedangkan bacaan di waktu sore akan melindunginya hingga pagi tiba. Lengkap haditsnya berbunyi sebagai berikut:



عَنْ أَبَانَ بْنِ عُثْمَانَ عَنْ عُثْمَانَ أَنَّ

النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ
 
مَنْ قَالَ بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ

فِي الْأَرْضِوَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تَفْجَأْهُفَاجِئَةُ بَلَاءٍ حَتَّى اللَّيْلِ وَمَنْ قَالَهَا



حِينَ يُمْسِيلَمْ تَفْجَأْهُ فَاجِئَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

(AHMAD - 497) : Dari Aban Bin Utsman dari Utsman bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa membaca 'BISMILLAAHIL LADZII LAA YADLURRU MA'AS MIHI SYAI'UN FIL ARDLI WALA FIS SAMAA'WAHUWAS SAMII'UL 'ALIIM' (dengan nama Allah, dengan nama-Nya tidak akan berbahaya sesuatu yang ada di bumi maupun yang ada di langit, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga malam hari, dan barangsiapa membacanya di waktu sore maka tidak akan ditimpa musibah mengejutkan hingga pagi hari jika Allah menghendaki."

Tentunya tidak seorangpun ingin dirinya tertimpa musibah. Dan umumnya musibah datang secara tiba-tiba. Oleh karenanya doa ini menjadi sangat relevan dan penting bagi kehidupan kita. Maka sudah sepatutnya kita menjalankan nasihat mulia Nabi Muhammad shollallahu ’alaih wa sallam ini. Karena ia tidak saja kita butuhkan, tetapi dengan mengamalkannya berarti kita turut menegakkan salah satu sunnah Nabi shollallahu ’alaih wa sallam yang banyak ditinggalkan kaum muslimin dewasa ini.
Uniknya hadits ini dikuatkan oleh hadits lainnya yang menjelaskan bahwa suatu ketika Aban bin Ustman sendiri pernah terkena suatu musibah mendadak dalam perjalanan hidupnya. Sehingga ketika ia dikunjungi oleh muslim lainnya mereka terheran—heran mengapa ia sampai bisa mengalami musibah mendadak padahal ia pula yang meriwayatkan hadits tentang doa menolak musibah mendadak. Maka Aban bin Ustman dengan jujur mengakui bahwa pada hari itu ia terlupa membaca doa tersebut. Subhanallah.


أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ يَقُولُ سَمِعْتُ عُثْمَانَ يَعْنِي ابْنَ عَفَّانَ يَقُولُ
سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قَالَ
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ
وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ لَمْ تُصِبْهُ
فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُصْبِحَ وَمَنْ قَالَهَا حِينَ يُصْبِحُ ثَلَاثُ مَرَّاتٍ
لَمْ تُصِبْهُ فَجْأَةُ بَلَاءٍ حَتَّى يُمْسِيَ و قَالَ فَأَصَابَ أَبَانَ بْنَ عُثْمَانَ
الْفَالِجُ فَجَعَلَ الرَّجُلُ الَّذِي سَمِعَ مِنْهُ الْحَدِيثَ يَنْظُرُ إِلَيْهِ
فَقَالَ لَهُ مَا لَكَ تَنْظُرُ إِلَيَّ فَوَاللَّهِ مَا كَذَبْتُ عَلَى عُثْمَانَ
وَلَا كَذَبَ عُثْمَانُ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَكِنَّ
الْيَوْمَ الَّذِي أَصَابَنِي فِيهِ مَا أَصَابَنِي غَضِبْتُ فَنَسِيتُ أَنْ أَقُولَهَا

(ABUDAUD - 4425) : Aban bin Utsman berkata: Aku mendengar Utsman -maksudnya Utsman bin Affan- berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa mengucapkan: BISMILLAHILLADZI LAA YADLURRU MA'ASMIHI SYAI`UN FIL ARDLI WA LAA FIS SAMAA`I WA HUWAS SAMII'UL 'ALIIMU (dengan nama Allah yang tidak ada sesuatu pun di bumi dan di langit yang bisa memberikan bahaya. Dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui) sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga pagi hari. Dan barangsiapa membacanya pada pagi hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan tertimpa musibah yang datang dengan tiba-tiba hingga sore hari." Perawi berkata, "Lalu Aban tertimpa penyakit lumpuh, hingga orang yang mendengar hadits darinya melihat kepadanya (Aban), maka Aban pun berkata, "Kenapa kamu melihat aku? Demi Allah, aku tidak berbohong atas nama Utsman, dan Utsman tidak berbohong atas nama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Tetapi pada hari ketika aku tertimpa penyakit ini, aku sedang marah hingga aku lupa membacanya."

GUNUNG MARIA TAWAU AKAN AKTIF DI NEGARA MALAYSIA.



Mungkin agak mustahil gunung berapi ini akan aktif kita sebagai manusia perlu berjaga-jaga sekiranya berlaku letusan gunung berapi.jika ada orang berkata di Malaysia ada gunung berapi. Tapi itulah realitinya. Di Malaysia memang ada bekas gunung berapi yang sudah berusia kira-kira 27,000 tahun. Gunung berapi ini terletak di Bombalai di daerah Tawau Sabah. Nama gunung ini adalah Gunung Maria dengan ketinggian 1,067 meter dari paras laut. Ia adalah daripada jenis gunung berapi "Pyroclastic Cone" dan berstatus "PreHolecene" iaitu gunung berapi yang berusia lebih daripada 12,000 tahun (keatas).
Gambar di atas adalah batu volkanik yang di temui di Sungai Balung Tawau berdekatan dengan perkampungan suku kaum Cocos. Batuan basalt ini terbentuk selepas letupan volkanik Gunung Maria iaitu gunung yang tertinggi di Tawau yang terletak di kawasan Taman Bukit Tawau (Table). 


Batu jenis ini juga tidak ditemui di mana-mana kawasan di Malaysia, hanya terdapat di Tawau menurut Jabatan Mineral dan Geosains Malaysia yang telah datang meninjau bagi mengesahkan keunikan batu tersebut.


Sekali melihat dan mengetahui terdapat bekas gunung berapi di Tawau, sedikit agak menakutkan. Maklumlah sebelum ini umum mengetahui negara ini bebas daripada lingkaran api atau gunung berapi tetapi hakikatnya ia pernah terjadi sejak ribuan tahun dahulu. Namun, sebagai warga Tawau, kita harus berbangga kerana dapat menyaksikan dan mengalami kejadian batu unik ini dan pasca fenomena ini secara tidak langsung.

GUNUNG BERAPI YANG SEDANG AKTIF DI DUNIA.

1. Chaitén
semua-nyata.blogspot.com
Terletak di Chile selatan, tepi kaldera mencapai 1,122 meter di atas aras laut dan 3km dengan diameter. Gunung Chaiten mula meletus pada  Mei 2008. Kekuatan letusan itu meningkat secara dramatik menghasilkan ledakan arus awan dan lava. Pada bulan Februari 2009 , terjadi sebahagian letusan disebabkan runtuhnya kubah aliran piroklastik lebih bawah melalui lembah sungai.

2. Mayon
semua-nyata.blogspot.com
Gunung Mayon terletak di bahagian Albay, di Luzon, Filipina. Sebahagian dari Lingkaran Api Pasifik, merupakan salah satu gunung berapi paling aktif, telah meletus di Filipina selama lebih dari 49 kali dalam masa 400 tahun terakhir.

3. Mount Etna
semua-nyata.blogspot.com
Terbesar daripada tiga gunung berapi aktif di Itali terletak 3,329 meter di atas aras laut di pesisir timur Sisilia. Salah satu gunung berapi yang paling aktif di dunia, Gunung Etna adalah dalam keadaan hampir konstan. Yang paling terakhir adalah letusan abu pada bulan April 2010.

4. Mount Nyiragongo

http://www.volcano-facts.com/volcano-pictures/thumb/mount-nyiragongo.gif
Gunung Nyiragongo terletak di Taman Negara Virunga di Republik Demokratik Congo. Mempunyai kawah dengan selebar kira-kira 2 km. Sejak tahun 1882, gunung ini telah meletus sebanyak 34 kali. Lava Nyiragongo terus turun dengan kelajuan hingga 60 mph.

5. Whakaari / White Island
semua-nyata.blogspot.com
Pulau putih ini terletak 28 km di timur Pulau Utara Selandia Baru. Letusan telah terjadi di sini baik melalui aliran lava dan ledakan abu . Letusan terbesar terjadi pada tahun 1981-1983 banyak mengubah lanskap, dan ada juga letusan pada tahun 2000 dan 2001.

6. Mount St Helens
semua-nyata.blogspot.com
Gunung St Helens terletak di Scamania County, Washington, USA. Peristiwa yang paling terkenal berlaku di sini mungkin letusan pada bulan Mei 1980 yang menyebabkan 57 kematian dan kerosakan harta benda seluas lebih dari 230 mil persegi. Pada tahun 2008 wapnya mulai meletus dari rekahan di kubah lava.

7. Kīlauea
semua-nyata.blogspot.com
Kilauea merupakan gunung berapi aktif di Kepulauan Hawaii dan merupakan salah satu dari lima gunung berapi yang bersama-sama membentuk pulau. Letusan gunung ini bermula pada bulan Januari 1983 dan terus menghasilkan aliran lava yang bergerak dari ventilasi melalui jaringan yang dibuang ke laut. Letusan ini telah meliputi lebih dari 117 km persegi dan dibina dalam laut yang berkedalaman 2 km.

8. Soufrière Hills 
semua-nyata.blogspot.com
Ini gunung berapi Soufrière Hills mempunyai banyak kubah lava yang membentuk puncaknya di pulau Karibia Montserrat. Setelah lama tertidur, gunung ini menjadi aktif pada tahun 1995 dan terus meletus. Pada 5 Februari 2010 ledakannya menyebabkan berlakunya ledakan arus awan di beberapa bahagian gunung itu pada suatu waktu.

9. Popocatépetl
semua-nyata.blogspot.com
Popocatépetl adalah puncak tertinggi kedua di Mexico pada 5,426 meter, dan terletak kira-kira 70 km di tenggara Mexico City. Gunung ini merupakan gunung yang paling berbahaya di Mexico dengan lebih dari 20 letusan besar sejak 1519. Yang paling baru pada bulan Desember 1994 dan sejak itu aktiviti gunung berapi ini aktif berterusan.

10. Sakurajima
http://volcano.oregonstate.edu/vwdocs/volc_images/north_asia/ML10.jpg
Awalnya sebuah pulau, setelah aliran lava dari letusan 1914 dari Sakurajima sekarang bersambung ke Semenanjung Osumi di Jepun. Aktiviti Sakurajima menjadi lebih menonjol lagi pada tahun 1955, dan gunung berapi telah meletus secara berterusan sejak itu, dengan 7300 letusan tercatat dalam masa 45 tahun terakhir.

DOSA-DOSA BESAR.

Kita selalu marah apabila mendengar berita dalam tv, dalam suratkhabar, dalam radio, dalam internet berita tentang penzinaan, pelacuran, pembuangan bayi, pembunuhan dan segala bagai maksiat serta perkara mungkar yang berleluasa. YA.. SEMUA ITU DOSA.. DOSA BESAR YANG JIJIK, YANG HINA, DAN YANG MELOYAKAN..

Jika ada sesiapa di sekeliling kita yang melakukannya.. KITA AKAN RASA BENCI, MENYAMPAH, MELUAT, GELI, JIJIK DAN MEMANDANG HINA PADA MEREKA!!...

Namun, tahukah kita bahawasanya ADA dosa yang lebih besar daripada dosa penzina dan pembunuh??..

YA!!.. ADA!!... APAKAH DOSA ITU??..

Dikisahkan satu kejadian di zaman Nabi Musa alaiyhis salam… (petikan diambil daripada pembacaan2 umum – bersumberkan rujukan : Buku 30 kisah teladan - KH Abdurrahman Arroisy).
Diceritakan:
"Satu hari, ada seorang wanita berupa paras dan tubuh badan yg sangat cantik tetapi berwajah sugul, muram dan berjalan longlai sambil menyeret kaki menuju ke rumah Nabi Musa a.s untuk bertemu baginda.

Sesampainya di rumah Nabi Musa, wanita cantik tersebut merayu agar Nabi Allah, Musa membantunya untuk berdoa kepada Allah agar mengampunkan segala perbuatan keji dan dosa yang telah dilakukannya.

Nabi Musa bertanyakan kesalahan apa yang telah dilakukannya. Dengan rasa takut dan ragu-ragu, wanita cantik itu berkata, DIA TELAH MELAKUKAN PERKARA PALING HINA DAN DOSA YANG PALING BESAR yakni MELAKUKAN PENZINAAN.
Bukan setakat itu sahaja, daripada PENZINAAN itu, dia mengandung ANAK LUAR NIKAH dan telah melakukan PEMBUNUHAN dengan mencekik leher bayinya selepas melahirkannya!!!.


Nabi Musa a.s terkejut dan terlalu marah. Baginda mengherdik wanita itu “Nyah kau dari sini. Agar siksa Allah tidak jatuh ke rumahku. Pergi!!”. Bentak baginda, berang!.

Wanita cantik tadi berlalu dengan hati yang terlalu sugul. Menjalar keinsafan di jiwanya. Terasa hinanya dirinya dan terlalu malu berhadapan dunia, kerana apabila seorang Nabi Allah lagikan jijik memandang dirinya yang penuh dosa itu, apakah mungkin masyarakat sekeliling sanggup menerimanya?. Hatinya rawan memikirkannya dan mengenangkan dosa hitam yang tercatat dalam hidupnya.

Sepeninggalan wanita tersebut, Malaikat Jibrail telah diutuskan Allah mengadap Nabi Musa dan berdialog dengan Nabi Musa.

Jibrail : Mengapakah kamu menolak seorang wanita yang hendak bertaubat kerana insaf serta sedar dengan dosa silamnya?.

Nabi Musa : Kerana dia telah melakukan dosa yang paling besar yakni BERZINA DAN MEMBUNUH.

Jibrail : Tahukan kau bahawa ADA LAGI DOSA YANG LEBIH BESAR DARIPADA BERZINA DAN MEMBUNUH? Yang lebih dilaknat Allah?.

Nabi Musa : Adakah dosa yang lebih besar daripada yang dilakukan oleh wanita nista itu?.

Jibrail : YA, ADA!!.

Nabi Musa: Dosa apakah itu?.

Jibrail : ORANG YANG MENINGGALKAN SOLAT DENGAN SENGAJA DAN "TANPA MENYESAL". ORANG ITU DOSANYA LEBIH BESAR DARIPADA SERIBU KALI BERZINA!!!.

Mendengarkan itu Nabi Allah, Musa a.s segera memanggil wanita itu dan memohonkan kepadanya pengampunan dari Allah. Ketahuilah baginda bahawa orang yang berzina atau membunuh, dosanya satu dan terhapus satu amalan pahalanya, apabila orang itu benar-benar bertaubat dengan taubatan nasuha dan tidak lagi mengulangi perbuatan kejinya, maka pintu pengampunan terbuka luas untuknya. AKAN TETAPI, ORANG YANG TIDAK MENDIRIKAN SOLAT, SEPANJANG MASA DIA HIDUP BERGELUMANG DOSA KEJI KERANA DENGAN SENGAJA INGKAR DAN DENGAN SENGAJA TIDAK MAHU MENGADAP ALLAH DAN TIDAK TUNDUK PATUH PADA PERINTAH ALLAH YANG UTAMA YAKNI SOLAT!!. "
Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqada'nya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri daripada 360 hari, sedangkan satu hari di akhirat perbandingannya adalah 1,000 tahun di dunia - maknanya meninggalkan satu waktu solat dgn sengaja (meskipun telah mengqada'nya), tetap akan disiksa dengan siksaan neraka selama 28,800,000 hari??!!! (betul ke matematik aku yg fail nih??... aggghh tak kiralah!!.. yg pasti.. BANYAAAKK HARI!!!) .. tu, baru satu waktu, kalau setiap waktu setiap hari???... berapa ratus ribu juta tahun nk duduk dalam neraka???.... astagfirullahal ’azhiim

Ahad, 23 Februari 2014

HANCURNYA DUNIA.

Al-Qur'an telah menjelaskan bahwa hari kiamat benar-benar akan terjadi. Allah ta'ala berfiman (yang artinya), "Allah mengatur ususan (mahluk-nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-nya) supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Rabbmu." (QS. Ar ra'du : 2).
Tanda-tanda semakin dekatnya kiamat, sudah muncul semenjak diutusnya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wa sallam. Diantara tanda-tandnya yang sudah terjadi. Seperti terbelahnya bulan di zaman nabi (QS. Al Qamar : 1 dan HR. Bukhari no. 4864). Juga ada tanda yang akan bermunculan dan berulang hingga hari kiamat. Seperti keadaan banyak wanita berpakaian tapi telanjang (pakaian ketat dan mengumbar aurat) (HR,Muslim no. 2128) dan bermunculan beberapa orang yang mengaku sebagai nabi (HR. Bukhari no. 3609 dan Muslim no. 157). Inilah yang menandakan semakin dekat hancurnya dunia.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam pernah mengisyaratkan jarak waktu umat ini dengan hari kiamat dengan sabda beliau, "Jarak antara aku diutus dengan datangnya hari kiamat adalah bagaikan dua jari ini." Beliau pun berisyarat dengan jari tengah dengan jari telunjuknya (HR. Bukhari no.6054 dan Muslim 2951, dari Anas bin Malik). Gambarannya, jari tengah itu adalah umur kehidupan di dunia ini hingga hari kiamat. Sedangkan jari telunjuk adalah lamanya waktu mulai dunia ini hingga pengutusan nabi Muhammad SAW. Adapun jarak pengutusan Nabi kita dengan hari kiamat adalah selisih antara jari tengah dan telunjuk. Bandingkanlah umur dunia ini hingga nabi kita diutus hingga hari kiamat! Jika kita bandingkan, waktu terjadinya kiamat itu sangatlah dekat dengan umat Muhammad.
Manusia mungkin merasakan kiamat itu masih sangat lama. Namun itulah pemikiran dan pandangan manusia yang dangkal. "Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka jangan kamu meminta agar disegerakan (datang) nya."(QS. An Nahl : 1) "Tidak adalah kejadian kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau lebih cepat (lagi)."(QS. An Nahl: 77) (Lihat keterangan Dr. Sulaiman Al Adyqor dalam kitab beliau "Al Yaumul Akhir: Al Qiyamah Ash Shughro", hal 115-117, terbitan Daarun Nafa-is, cetakan kempat, 1411 H).

DOSA-DOSA HAMBANYA.

Sifat hamba itu sentiasa buat salah. Maka mohonlah ampun dan baiki kesalahan dengan tingkatkan iman. Renung kembali apa itu iman?
Apa itu islam dan apa itu ehsan?
Hayatilah dan perbuatlah di dalam kehidupan harian.

Jangan putus harap akan rahmat Allah. Sesungguhnya rahmat Allah meliputi segala sesuatu.

Setiap insan tidak dapat lari daripada melakukan dosa dalam menjalani kehidupan seharian. Amat banyak pendurhakaan kepada Allah yang telah kita lakukan sejak baligh hingga ke saat ini. Inilah kelemahan insan yang tidak dapat dinafikan.

Namun, tahukah kita?


Allah tak pernah mungkir janjinya selagi hambanya bertaubat memohon ampun Dia akan mengampuni hamba-hambanya atas dosa yang telah mereka lakukan kecuali dosa syirik dan menyekutukan Allah.

Bahkan dalam satu hadith Qudsi Allah SWT menggambarkan bahawa Dia begitu suka kepada hamba yang bertaubat lebih dari seorang musafir yang kehilangan tunggangan dan bekalan makanannya di tengah padang pasir.

Ia terus merentasi saat-saat yang begitu memeritkan hingga akhirnya ia menggali lubang dan berteduh lalu dipejamkan matanya. Apabila dibuka semula matanya ternyata tunggangan dan bekalan makanan minumannya berada di depannya hingga dia begitu gembira lalu berkata :

“Ya Allah, engkaulah hamba dan akulah tuhammu” Tersilap kerana terlalu gembira.

Wahai jiwa-jiwa yang sering menangisi kelemahan diri atau merasakan dirinya sering disakiti hati dan pedih menanggung beban derita. Ketahuilah, setiap keluhan jiwa kita, setiap luka-luka di hati kita dan setiap titisan air mata yang kita tumpahkan semuanya dalam ilmu dan perhitungan Allah.

Bahkan Allah begitu kasihkan hamba-hambaNya lebih dari apa yang kita sangkakan. Berbahagialah dengan dosa semalam jika dengan itu mendekatkan diri kepada-Nya.

ALLAH SWT TURUNKAN BALA DI NEGARA MALAYSIA CELAKA DAN HARAM JADAH.

Saya sebagai hamba allah yang mulia sama taraf dengan nabi,rasul,wali dan keramat saya bersyukur kepada allah swt yang maha esa dan maha adil kerana memberi satu bencana musibah di negara malaysia serta negara-negara asia tengara.Saya bersyukur kepada allah swt kerana memberi musibah di negara malaysia ini dengan musim kemarau dan air empangan semakin surut dan kering.Alhamduliah syukur kepada allah swt memberi kesedaran kepada hamba-hambanya.Saya hamba allah yang mulia sangat bersyukur kepada allah kerana memberi satu musibah di negara malaysia ini.Bagi saya manusia yang tidak sedarkan diri hanya penting kekayaan,pangkat,darjat serta tidak mengambil berat mengenai agama allah swt.Saya bersyukur kepada allah swt sekiranya di beri bala dan musibah di negara malaysia laknattulah ini.Saya berdoa semoga allah swt dapat menambahkan bencana musibah di negara malaysia ini iaitu kuala lumpur dan putrajaya,biarlah rasa bagaimana rakyat afrika boleh menerima musibah seperti cuaca panas dan kering kontang dan kekurangan makanan.Saya sebagai hamba allah berdoa semoga gunung berapi sinabun di indonesia akan melanda asap di negara malaysia biarlah semua rakyat malaysia dapat penyakit kulit dan sebagainya.

Rabu, 12 Februari 2014

ADAKAN LALUAN KHAS UNTUK KENDERAAN BERAT SAHAJA.

Saya sebagai rakyat malaysia berketurunan thai memberi cadangan saya kepada kerajaan malaysia supaya menambahkan laluan khas untuk kenderaan berat di lebuhraya.Apa yang saya lihat setiap tahun meningkat kes kemalangan jalanraya begitu kerap sekali.Pada pendapat saya sepatutnya kerajaan malaysia perlu menyediakan laluan khas untuk kenderaan berat bagi mengurangkan kesesakan serta kemalangan jalanraya yang begitu kerap sekali.Tambahan pula setiap perayaan meningkat kes kemalangan jalan raya yang begitu kerap.Bagi saya kerajaan malaysia perlu menyediakan laluan khas untuk kederaan berat sahaja seperti bas,lori tangki,treller,kontena,kargo,lori minyak,lori mini dan lain-lain kenderaan berat.

















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin