Jumaat, 23 Ogos 2013

MEMILIH PASANGAN

marriedKetika pasangan terdetik dibenak Anda dan pikiran Anda mulai ingin menyempurnakan separuh agama, Anda harus berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam memilih wanita yang akan menjadi pasangan hidup, tempat melimpahkan segala rahasia, menjadi ibu  rumah tangga, dan ibu bagi anak-anak Anda. Sebab memilih pasangan hidup bukan perkara yang mudah, bahkan berbagai masalah pernikahan yang serius sering kali bersumber dari ketergesa-gesahan dalam memilih pasangan hidup, tanpa mengenali lebih dekat. Cukup banyak kaum muda yang tergesa-gesa dalam menentukan pasangan semata-mata karena kecantikan atau kekayaannya. ini sungguh perlu di berikan pengarahan.
Cara memilih pasangan yang baik antara lain sebagai berikut :
1. Saling Jujur dan Setia
Memilih pasangan yang tidak suka berkata-kata bohong, selalu menepati janji dan menjaga amanah. Apabila berjanji selalu ditepati. Karena seseorang yang suka berbohong akan mempengaruhi hubungan keluarganya dan akan berimbas kepada anak turunnya. Maka dari itu kita harus senantiasa memperbaiki diri agar jujur dalam berbicara dan setia menaungi keluarga.
2. Dari Segi Penampilan
Dari segi penampilan seseorang bisa kita ketahui baik buruknya orang tersebut. Peribahasa jawa mengatakan : “Ajine Rogo Soko Busono” yang artinya Sifat atau perilaku seseorang bisa dilihat dari penamilannnya. Menarik bukan berarti yang cantik paras mukannya tetapi juga baik hatinya. dan yang bisa menyejukkan hati keluarganya. Dan kita juga harus menjaga penampilan kita saat sudah menikah agar dia selalu dekat dengan kita.
3. Taat Beribadah
Paling penting dalam memilih jodoh adalah mencari agamanya yang baik. Seseorang yang agamanya baik selalu akan menghasilkan perilaku yang baik juga.
hal ini yang menyangkut dengan  masa depan keluarga anda. Karena anak-anak akan banyak dibimbing oleh seorang Ibu. Jika ibunya berperilaku baik maka keturunan  atau anaknya akan sebagian besar berperilaku seperti Ibunya.  Carilah Wanita-wanita yang shalihah / pria solehah yang dapat mendidik anak-anak menjadi manusia yang berakhlak mulia dan mempengaruhi anda untuk beribadah lebih baik lagi.
4. Pandai / Pintar
Seseorang yang Cerdas dan Pintar akan selalu memberikan suasana yang positif. Dan senantiasa akan menghasilkan bibit-bibit yang berkualitas. Jangan mencari jodoh yang memiliki intelegensia di bawah rata-rata.
Dalam hal ini tidak hanya pintar tentang suatu ilmu tertentu melainkan mengerti bagaimana mengatur kondisi ekonomi, pengeluaran rumah tangga dan mengatasi masalah -masalha yang ada di rumah tangga. Seseorang yang pintar akan mudah mendapat pekerjaan akan kemampuan yang dimilikinya, misalnya Lulusan Sarjana bisa mencari pekerjaan yang lebih mudah dan ringan dari pada yang hanya sederajat SMA.
5. Tidak Materialistis
Hati-hati dalam memilih pasangan yang memandang seseorang dengan kekayaan, bukan kita mencintainya karena kekayaannya tetapi kita bisa lebih memperhatikan akhlaknya. Bisa jadi seandainnya harta kekayaan yang kita punya tiada maka otomatis kita akan ditinggalkan begitu saja. Harus jeli dan teliti agar kehidupan keluarga bisa tenang dan damai.
6. Tidak Mudah Emosi
Istri yang murah senyum, lemah lembut, tidak suka marah dan tidak mudah stres menghadapi problema hidup adalah istri yang baik. Sebelum kawin dan selama berpacaran anda wajib melakukan pengamatan emosional, sikap dan perilaku. Jika pacar anda gampang sekali marah meledak-ledak dan tidak bisa diubah sebaiknya tinggalkan saja. Hidup dimarahi isteri terus-menerus akan membuat anda menderita. Istri yang baik adalah istr yang bisa menghibur di kala suka dan duka dalam berbagai kondisi baik terhadap suami maupun terhadap anak. Pilih juga yang mencintai keluarganya dan keluarga kita masing-masing.
7. Sehat Jasmani Dan Rohani
Pilihlah yang dari segi fisik dan mental / jasmani dan rohani yang sehat wal’afiat. Pilih yang sehat, cerah, gesit, kuat, dan tidak mudah sakit. Dari segi kesuburan pun juga penting jika anda ingin punya keturunan. Jika belum yakin maka sebaiknya anda melakukan pemeriksaan kesehatan berdua saat pranikah. Perhatikan pula keluarganya apakah ada yang punya riwayat penyakit yang dapat menurun dan bisa berakibat fatal. Terkadang suatu penyakit dapat diturunkan ke anak dan atau cucu.
8. Dapat Dikontrol Dan Mengontrol
Di saat isteri melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan, berbicaralah dengan baik tanpa emosi bahwa sebaiknya si istri melakukan apa yang kita inginkan beserta alasannya. Begitu juga sebaliknya, di mana kita dapat dikritik isteri pada sikap dan perilaku kita secara kekeluargaan dan baik-baik. Untuk melakukan hal ini diperlukan adanya kesamaan tingkatan atau derajat di mana suami dan isti sama-sama dalam satu tim kepemimpinan yang solid. Bukan hanya suami saja yang jadi pemimpin dan istri cuma manut-manut saja. Umumnya untuk dapat tipe cewek semacam ini adalah yang umur sepantar dan sama-sama pintar.
9. Persetujuan Orang Tua, Keluarga, Teman Dan Sebagainya
Hubungan suami isteri harus didukung oleh orang-oang yang ada di sekitar kita mulai dari orang tua, mertua, teman, kerabat, saudara, teman, tetangga, teman kantor, dan lain-lain. Pernikahan yang emsional tanpa dukungan orang dekat dapat berdampak buruk bagi hubungan di masa mendatang. Yang jelas jika belum mendapat persetujuan, anda harus dapat berbicara dengan baik untuk membela argumentasi anda.
10. Menerima Apa Adanya
Menerima semua apa yang telah di berikan oleh suami, sebagai seorang istri harus mentaati semua perintah suami, selagi tidak bertentangan dengan agama.  Istri harus menerima berapapun Gaji yang di berikan oleh Suami, dan harus selalu berterimakasih.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin