Rabu, 15 Jun 2011

TIPS CARA-CARA MEMBIMBING ANAK.

setiap manusia pasti mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan seseorang biasanya sudah terlihat sejak orang yang bersangkutan sejak kanak-kanak. Jika kelak menjadi penyanyi, pastilah anak tersebut suka menyanyi sejak kecil. Jika nantinya menjadi penulis, sejak dini mereka suka menulis. Dan masih banyak lagi contohnya yang menunjukkan bakat seseorang yang terlihat sejak kanak-kanak. Namun, pertanyaannya siapakah yang bertanggungjawab dalam mengexplore bakat mereka.Ya, sudah tentu orangtua yang membimbing anak-anak mereka itu. Berikut ini beberapa tips bagi orang tua yang memiliki anak dengan bakat khusus:
  1. Pada dasarnya, orangtua harus paham benar bahwa anak-anak mereak bukanlah suatu komoditas. Dengan kata lain, anak tidak dapat dijadikan sebagai cara untuk mendapatkan suatu keuntungan tertentu.Orangtua perlu memahami tugas-tugas perkembangan anak pada masing-masing tahapan perkembangan hingga ke masa remaja. Tujuannya agar orangtua memiliki panduan dalam membimbing anak agar sesuai dengan tugas perkembangannya. Oragtua bisa mendapat berbagai macam informasi yang disediakan  dalam buku-buku psikologi populer, majalah tentang pengasuhan anak, juga di situs-situs internet.
  2. Sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk memberikan pengertian pada anak tentang bakat dan minatnya. Ajak ia membayangkan apa yang diinginkannya kelak dan apa yang perlu dilakukan untuk mencapainya
    1. Para orang tua hendaknya bertanya apa keinginan anak dan mendengarkan anak. Anak tidak selalu dapat mengutarakan apa keinginannya. Orangtua perlu mengamati bahasa tubuh anak, mendengarkan keluhannya, juga mendengarkan teman-teman si anak. Informasi tentang anak akan didapatkan dari si anak, teman, dan guru.
    2. Pada akhirnya, orang tua seharusnya mencari tempat dan memberikan kesempatan bagi anak untuk mengembangkan bakatnya. Namun, perlu dilihat keseimbangan antara pengasahan bakat anak dengan kebutuhan anak untuk bermain, belajar dan bersekolah. Orangtua dapat berkonsultasi ke ahli pendidikan, psikolog anak, pihak sekolah mengenai bakat anak dan perkembangannya.
Sementara itu, jika tingkah laku anak sangat tertutup dan terkesan malu-malu, maka indikasi ini adalah pertanda negatif tentang indikasi gagalnya pembinaan hubungan yang erat antara anak dengan orang tua-nya. Mungkin ada beberapa hal yang harus orang tua perhatikan dalam membimbing anak-anaknya untuk mencegah gagalnya hubungan anatar aorang tua dan anak:
  1. Pada awal perkembangan anak, orang tua seharusnya menjalin hubungan mental yang baik dengan si anak.  Walaupun menjadi orang tua yang ideal sangat susah untuk dikerjakan, namun penekanan utamanya adalah dengan terjalinnya hubungan mental yang baik terlebih dahulu. Hubungan yang baik dapat dimulai dengan hal-hal yang bersifat kecil sampai masalah-masalah yang dianggap kompleks.
  2. Orang tua harus menghargai pendapat anaknya . Salah satu kebiasaan negatif atau kebiasaan orang tua yang jelek adalah dengan tidak menghargai pendapat anak-nya, dan celakanya hal itu telah tertanam dari semenjak sang anak kecil. Kebiasaan jelek tersebut akan menimbulkan trauma prilaku yang akan terekam di otak sang anak yang dapat dikatakan secara permanent. Jika hal itu terjadi, maka akan sangat susah untuk mengembalikan hubungan yang harmonis antara ke-dua belah pihak.
  3. Orang tua tidak boleh sekali-kali menelantarkan anaknya, dengan menggantikan posisi mereka karena uang, karier, atau masalah yang dihadapi. Anak adalah titipan Tuhan yang harus sepenuhnya dijaga. Namun sayangnya, ditengah beban hidup yang semakin berat, tak jarang banyak masih anak-anak yang tak ber-dosa terlantar. Perkembangan psikologis anak secara garis besar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor dari kejiwaan bawaan (bersifat biologis bawaan dari lahir) dan faktor lingkungan (terutama lingkungan keluarga).
Di samping itu, orang tua harus memperhatikan perkembangan psikologis anak-anak mereka, misalnya orang tua harus hati-hati dalam berkomunikasi dengan si anak, khususnya dalam memberikan informasi kepada si anak. Karena anak yang pola pikirnya belum sepenuhnya dapat dikatakan dewasa, akan cenderung lebih rasional dalam menerima informasi negatif dibandingkan dengan informasi yang sifatnya positif. Hal ini hampir pula terjadi pada setiap individu, termasuk individu dewasa. Informasi negatif dapat lebih mudah diterima karena didalamnya terkandung sifat kesenangan yang sifatnya sesaat, namun akan berdampak buruk bagi orang yang melakukan dan menerapkannya. Jadi, jangan sampai anak terjerumus ke dalam hal-hal yang buruk karena informasi yang diberikan oleh orang tua.  Pada intinya, Hubungan baik dengan anak harus dilakukan sejak dini dengan cara yang benar. Salah satu aktivitas yang dapat dilakukan adalah dengan menerapkan sistem floor time. Floor time adalah aktivitas yang dilakukan olah orang tua dengan anak dalam beberapa waktu, dengan tujuan untuk lebih mendekatkan diri dengan anak dan mengenal lebih dalam tentang sifat anak, Begitu pula agar anak dapat mengetahui lebih mendalam sifat orang tua, terutama sifat positif dimana anak dapat mengetahui seberapa besar kasih sayang yang dimiliki orang tua untuk dirinya.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin