Selasa, 23 Disember 2014

AJARAN AGAMA BUDDHA.

Inti dari ajaran agama Buddha tertuang dalam Empat Kebenaran Mulia (Pali: catt?ri ariyasacc?ni). Ajaran ini untuk pertama kalinya dibabarkan kepada 5 petapa (Kondañña, Vappa, Bhaddiya, Mahan?ma, dan Assaji) di Taman Rusa Isipatana, setelah Sang Buddha mencapai pencerahan Sempurna. Ajaran ini terdapat pada kotbah yang terkenal dengan nama Dhammacakkappavattana Sutta (Kotbah Pemutaran Roda Dhamma).
Secara garis besar, Empat Kebenaran Mulia berisi mengenai penjelasan akan sifat-sifat dasar dari dukkha (sering diterjemahkan sebagai ‘penderitaan’, ‘stres’, ‘ketidakpuasan’), apa itu dukkha, apa penyebab dari munculnya dukkha, padamnya dukkha, dan bagaimana cara memadamkan/menghilangkan dukkha.
Berikut garis besar 4 Kebenaran Mulia berdasarkan Dhammacakkappavattana Sutta (Samyutta Nikaya 56, Tipitaka)
Ida? kho pana bhikkhave, dukkha? ariyasacca?: j?tipi dukkh? jar?pi dukkh? vy?dhipi dukkho mara?ampi dukkha? appiyehi sampayogo dukkho piyehi vippayogo dukkho yampiccha? na labhati tampi dukkha? sa?khittena pañcup?d?nakkhandh? dukkh?”.
“Sekarang, O, para bhikkhu, Kebenaran Ariya tentang Dukkha, yaitu : kelahiran adalah dukkha, usia tua adalah dukkha, penyakit adalah dukkha, kematian adalah dukkha, sedih, ratap tangis, derita (badan), dukacita, putus asa adalah dukkha; berkumpul dengan yang tidak disenangi adalah dukkha, berpisah dari yang dicintai adalah dukkha, tidak memperoleh apa yang diinginkan adalah dukkha. Singkatnya Lima Kelompok Kemelekatan merupakan dukkha.”
2. Kebenaran Mulia tentang Penyebab Dukkha (Dukkha Samudaya Ariya Sacca)
Ida? kho pana bhikkhave, dukkhasamudayo ariyasacca?: “y?ya? ta?h? ponobhavik? nandir?gasahagat? tatra tatr?bhinandin?, seyyath?da?: k?mata?h? bhavata?h? vibhavata?h?”.
“Sekarang, O, para bhikkhu, Kebenaran Ariya tentang Penyebab Dukkha, yaitu : Ketagihan (tanha) yang menyebabkan tumimbal lahir, disertai dengan hawa nafsu untuk menemukan kesenangan di sana sini, yaitu kamatanhâ : ketagihan akan kesenangan indria, bhavatanhâ : ketagihan akan penjelmaan, vibhavâtanhâ : ketagihan untuk memusnahkan diri.”
3. Kebenaran Mulia tentang Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariya Sacca)
Ida? kho pana bhikkhave, dukkhanirodho4 ariyasacca?: yo tass?yeva ta?h?ya asesavir?ganirodho c?go pa?inissaggo mutti an?layo.
“Sekarang, O, para bhikkhu, Kebenaran Ariya tentang Terhentinya Dukkha, yaitu : terhentinya semua hawa nafsu tanpa sisa, melepaskannya, bebas, terpisah sama sekali dari ketagihan tersebut.”
4. Kebenaran Mulia tentang Jalan yang Menuju Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariya Sacca)
Ida? kho pana bhikkhave, dukkhanirodhag?min? pa?ipad? ariyasacca?: ayameva ariyo a??ha?giko maggo, seyyath?da?: samm?di??hi samm?sa?kappo samm?v?c? samm?kammanto samm??j?vo samm?v?y?mo samm?sati samm?sam?dhi.
 “Sekarang, O, para bhikkhu, Kebenaran Ariya tentang Jalan yang menuju terhentinya Dukkha, tiada lain adalah Jalan Suci Berunsur Delapan, yaitu : Pengertian Benar, Pikiran Benar, Ucapan Benar, perbuatan Benar, Penghidupan Benar, Usaha Benar, Perhatian Benar, Konsentrasi Benar.” (Cahaya Buddha)

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin