Isnin, 22 Disember 2014

REMAJA DI MALAYSIA.

A.   Latar Belakang

Era globalisasi yang bergulir saat ini, telah merubah pola pikir remaja pada zaman dahulu menjadi remaja zaman sekarang yang terlalu berpikir ke arah budaya barat dan mengesampingkan budaya sendiri, yaitu budaya ketimuran. Arus globalisasi yang sangat deras membuat tidak adanya lagi atau kurangnya filter yang menyaring masuknya budaya barat ke dalam negeri sendiri, sehingga banyak remaja kita yang kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia.  Hal itu dtunjukan dengan beberapa gejala yang muncul dalam kehidupan sehari – hari remaja zaman sekarang.
Dari cara berpakaian banyak remaja kita yang berpenampilan menyerupai artis dengan berorientasi kepada budaya barat. Pakaian minim yang memperlihatkan bagian tubuh yang seharusnya tidak kelihatan, telah menjadi trend  atau gaya berpakaian para remaja pada era zaman sekarang. Padahal jelas – jelas cara atau gaya berpakaian seperti itu sama sekali tidak mencerminkan budaya kita, yaitu budaya ketimuran. Tak ketinggalan para remaja yang mengecat rambutnya berwarna – warni seperti pelangi, dengan maksud dan tujuan agar tidak ketinggalan zaman. Globalisasi memang sudah merubah tatanan dan norma para remaja zaman sekarang yang tidak lagi memperdulikan latar belakang mereka sebagai bangsa Indonesia, yang terkenal dengan budaya ketimurannya.
B.    Rumusan Masalah

Sebenarnya masalah mengenai lunturnya atau terkikisnya kepedulian para remaja terhadap nilai – nilai nasionalisme di Indonesia sudah tidak asing lagi kita dengar ditelinga kita. Banyak masalah mengenai nilai – nilai nasionalisme yang muncul akibat dari pengaruh globalisasi yang sampai saat ini masih belum menemui titik temu pemecahan masalahnya.
1.      Kurangnya minat para remaja Indonesia mengenakan pakaian tradisional Batik.
2.      Sopan santun budaya ketimuran yang tidak lagi dipegang teguh oleh para remaja zaman sekarang.
Mungkin itulah segelintir permasalahan yang sampai sekarang belum menemukan solusi yang tepat untuk memecahkah masalah tersebut.



C.    Pembahasan

C.1. Kurangnya minat para remaja Indonesia mengenakan pakaian tradisional Batik.

Indonesia adalah negara yang penuh dengan kreatifitas dan keanekaragaman budaya. Hal itu di buktikan dengan adanya berbagai macam suku bangsa di Indonesia yang memiliki pakaian tradisional yang berbeda – beda yang mencerminkan jati diri suku bangsa tersebut.
‘Batik’, mungkin itu adalah salah satu pakaian tradisional yang sangat terkenal di Indonesia karena bisa terdengar sampai ke mancanegara. UNESCO juga telah menetapkan batik sebagai warisan kemanusiaan untuk budaya lisan dan nonbendawi dari Indonesia sejak 2 Oktober 2009. Banyak sekali masyarakat mancanegara ataupun turis – turis asing yang menyukai batik, dari pakaiannya yang sudah jadi sampai hanya berupa kainnya saja. Cara pembuatan batik sangatlah unik, karena hanya menggunakan canting sebagai alat untuk menggoreskan, malam atau lilin panas sebagai tintannya, dan kain sebagai daerah untuk melukisnya. Mungkin cara pembuatan batik yang unik itulah yang membuat para turis asing tertarik untuk memiliki dan mengenakan pakaian tradisional batik.
Seiring arus globalisasi yang berkembang, kini batik tidak lagi diminati oleh para remaja zaman sekarang, dengan berbagai macam alasan. Banyak remaja yang beranggapan bahwa batik itu kuno, ketinggalan zaman atau istilah sekarang yang biasa disebut ‘Jadul’. Remaja zaman sekarang lebih mementingkan gengsi dengan mengenakan pakaian yang berkiblat pada budaya barat tanpa memikirkan siapa jati dirinya sendiri. Seperti contoh, pakaian – pakaian minim yang istilah lainnya ‘You Can See’, malah menjadi pakaian ‘trendseeter’ dikalangan remaja zaman sekarang, padahal pakaian tradisional batik lebih cocok dikenakan, karena lebih mencerminkan keanggunan, kesopanan, dan kewibawaan, seperti halnya identitas bangsa Indonesia itu sendiri. Para remaja Indonesia zaman sekarang tidak lagi berpikir panjang bagaimana akibatnya nanti jika pakaian tradisional dari negeri sendiri yaitu batik tidak lagi dikenakan ataupun tidak diminati oleh para genersi mudanya itu sendiri. Indonesia nantinya mungkin akan kehilangan identitasnya sebagai Negara yang terkanal akan keunikan batiknya yang tidak dimiliki oleh Negara – Negara lain.
Sikap para remaja seperti itulah yang tidak mencerminkan jiwa nasionalisme yang tinggi, karena tidak lagi menghargai budaya sendiri dengan menjunjung tinggi identitas bangsanya sendiri dan malah hanya mementingkan budaya barat yang sama sekali tidak mencerminkan bangsa Indonesia.

C.2. Sopan santun budaya ketimuran yang tidak lagi dipegang teguh oleh para remaja zaman sekarang.

Keanekaragaman budaya yang dimiliki oleh Negara Indonesia tidak membuat masyarakatnya berselisih, karena Indonesia memiliki semboyan “satu nusa satu bangsa, walaupun kita berbeda – beda namun tetap satu jua” mungkin ke bhineka tunggal ika an itu lah yang selalu di pegang teguh oleh masyarakat Indonesia. Sebagai warga Indonesia kita harus tau sopan santun atau norma – norma yang dimiliki oleh Negara Indonesia. Indonesia sangatlah terkenal akan budaya ketimurannya yang di nilai sangatlah cocok dan melekat pada jati diri ataupun identitas bangsa Indonesia, karena budaya ketimuran berorientasi kepada nilai – nilai estetika, sopan santun dalam berpakaian, tutur kata, dan juga tingkah laku. Banyak Negara yang kagum akan keramahan, sopan santun yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia yang jarang mereka temui di Negara asalnya sendiri, khususnya para turis asing yang datang ke Indonesia untuk menikmati wisata alamnya.
Di era millennium saat ini, para remaja sekarang sudah mulai berfikir kritis dengan menganut kebebasan dan keterbukaan, beda jauh dengan remaja di era zaman dahulu, yang selalu menurut apa yang dikatakan oleh orang tuannya tanpa memikirkan apa yang menjadi hak dirinya sendiri. Dilihat dari sikap, banyak anak muda zaman sekarang yang tingkah lakunya tidak kenal sopan santun dan cenderung cuek tidak ada rasa peduli terhadap lingkungan. Karena globalisasi menganut kebebasan dan keterbukaan sehingga mereka bertindak sesuka hati mereka. Contoh riilnya adanya geng motor anak muda yang melakukan tindakan kekerasan yang menganggu ketentraman dan kenyamanan masyarakat, dan mereka fikir itu adalah suatu tindakan yang menunjukan kebebasan berekspresi.
Mungkin itu adalah segelintir contoh sikap para remaja di Indonesia saat ini, yang sama sekali tidak mencerminkan budaya ketimuran yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Kurangnya filter atau penyaring masuknya budaya asing ke Indonesia itulah yang bisa menyebabkan tidak adanya lagi pembedaan antara budaya asing dan budaya dalam negeri sendiri, sehingga budaya kita dicampur adukan dengan budaya asing yang kurang pas atau kurang cocok jika di anut oleh masyarakat Indonesia. Sebenarnya kita sebagai warga Indonesia yang cerdas khususnya para generasi mudanya harus pandai memilah – milah mana budaya dari luar negeri yang patut kita contoh dan tidak.

D.   Kesimpulan dan Saran

D.1. Kesimpulan
·         Arus globalisasi yang begitu deras dan kencang memang tidak dapat lagi kita elakan, knapa? Karena seiring zaman berkembang globalisasi sangat di perlukan oleh semua Negara di muka bumi, yaitu berupa suatu proses dari gagasan yang dimunculkan, kemudian ditawarkan untuk diikuti oleh bangsa lain yang akhirnya sampai pada suatu titik kesepakatan bersama dan menjadi pedoman bersama bagi bangsa- bangsa di seluruh dunia.
·         Globalisasi memang membawa banyak pengaruh terhadap banyak Negara, khususnya Negara Indonesia. Ada dua pengaruh yang di bawa oleh globalisasi, yaitu pengaruh positif dan pengaruh negative, tapi jika kita liat pembahasan di atas, globalisasi lebih membawa dampak negative ketimbang positif kepada para generasi muda yang diharapkan bisa menjadi penerus bangsa Indonesia.
D.2. Saran
Saran saya untuk mengembalikan semangat jiwa nasionalisme para generasi muda di indonesia, harus dibutuhkan langkah - langkah sebagai berikut :
1.      Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai produk dalam negeri.
2.      Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3.      Selektif terhadap pengaruh globalisasi di bidang politik, ideologi, ekonomi, sosial budaya bangsa.
Dengan adanya langkah - langkah tersebut diharapkan mampu menangkis ataupun mengembalikan pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai nasionalisme terhadap bangsa Indonesia, khususnya bagi para generasi mudanya. Sehingga kita tidak akan kehilangan jati diri dan kepribadian bangsa sendiri.

Tiada ulasan:

Catat Ulasan


















KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin