Ahad, 24 Mac 2013

KIAMAT AKAN BERLAKU PADA 2100



Kiamat kubro, yakni berupa kehancuran total kehidupan di bumi dan seluruh jagat raya akan terjadi pada tanggal 12-12-2012. Setidaknya, itulah heboh yang terjadi belakangan ini. Namun, nyatanya belum juga kiamat. Terlebih beberapa saay yang lalu menyusul tayangan film produlsi Hollywood berjudul 2012, yang sangat laris manis. Kebetulan anak saya juga punya VCDnya.
Tema yang disajikan dalam film 2012 itu sejatinya bukanlah barang baru. Sebelum itu di banyak artikel yang beredar di internet menayangkan tema menegenai prediksi sekaitan dengan kiamat yang akan terjadi pada 2012. Ramalan tersebut salah satunya dipicu oleh penanggalan kuno suku Maya yang menunjukkan angka akhir 2012.
Diramalkan pula bahwa pada tahun ini akan terjadi badai matahari, jiga suatu kemungkinan munculnya Planet Nibiru yang akan menabrak bumi. Maka kemudian porak porandalah jagad ini. Kehidupan di bumi menngalami kepunahan akibat suatu bencana yang maha dahsyat. Tak satu makhlukpun tersisa. Sebab seluruh makhluk, termasuk manusia, akan memulai perjalanan suatu kehidupan dimensi baru. Dimensi kehidupan inilah yang dalam agama (islam) disebut sebagai alam akhirat, suatu tempat yang abadi dan tak akan mengalami kehancuran.
Kiamat memang sesuatu yang abstrak dan sejatinya mustahil bisa diramalkan, sebab ini rahasia Tuhan. Karena itulah, tak pelak film 2012 menuai banyak kontroversi. Kalangan Islam menganggap film ini dapat mengikis nilai-nilai keimanan. Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahkan dengan keras memberikan imbauan agar umat islam tidak menonton film yang terlanjur booming tersebut.
Bila kalender kuno suku Maya mengehentikan angka tahunnya pada 2012, sehingga kemudian banyak kalangan yang meyakini bahwa peradaban dunia akan berakhir pada titik ini, maka orang Jawa sejatinya punya ramalan tersendiri tentang kiamat. Ramalan tersebut disusun sosok waskita misterius yakni Prabu Jayabaya, Raja Kediri yang sangat termasyur. Dalam jangka yang disusunnya, Jayabaya menyebutkan rentang tahun yang jauh lebih lama jika dibandingkan dengan 2012, yakni 2100. Dia juga membagi rentang masa menjadi 3 zaman besar yang disebut Trikali. Ketiga zama beasr atau Trikali tersebut, yaitu: Kali Sware, Kali Yoga, dan Kali Sangara.
Karena zaman Kali Sware dan Kali Yoga telah berlalu meninggalkan kita, untuk itu tulisan saya ini hanya akan menyarikan keadaan di rentang akhir masa yakni Zaman Kali Sengara. Zaman ini dibagi menajdi 7 zaman kecil yang masing-masing terurai seperti berikut:
1. Kala Jangga (Cinta Kasih), yakni rentang waktu; 1401-1500.
Sang Jayabaya menyebutkan ciri zaman ini, secara singkat dapat dijelaskan, yakni; banyak orang berolah asmara, juga muncul perbuatan hebat yang dinamakan Jahaya (keluhuran), warida (rahasia) dan Kawati (sarasanan).
2. Kala Sekti (berburu kesaktian), yakni rentang waktu; 1501-1600.
Ciri-ciri zaman ini secara singkat dapat dijelaskan, bahwa di bawah lindungan Hyang Wisnu orang gemar olah keprajuritan, yang dinamakan Girinata (gunung besar/orang didewa-dewakan), Wisuda (pengangkatan/pengobatan) dan Krida (bicara palsu).
3. Kala Jaya (kejayaan), yakni rentang waktu; 1601-1700.
Ciri-cirinya disebutkan. Timbulnya persaingan dan cara bersaing tak terpuji dinamakan Srenggya (keangkuhan), Rerewa (kepalsuan) dan Nisata (Tanpa Kesopanan)
4. Kala Bendu (Zaman Edan), yakni rentang waktu; 1701-1800.
Ciri-cirinya disebutkan: banyak orang mendapatkan amarah (bebendu) karena mementingkan diri sendiri. Zaman ini terbagi dalam : Artati (beruang), Nistana (kemelaratan) dan Jutya (kejhatan).
5. Kala Suba (Rakyatpun Tertawa), yakni rentang waktu 1801-1900
Cirinya; Zaman kegembiraan, kejahatan hampir tak ada, karena takut turunnya Ratu Amisan yang juga disebut Sultan Herucokro. Orang penguasa yang dimaksud yang menafsirkan Presiden Soekarno. Zaman ini dibagi tiga kejadian, yakni: Wibawa (kewibawaan), Saeka (bersatu) dan Santoso (kuat)
6. Zaman Sumbaga (Ketenaran), yakni rentang tahun 1901-2000
Cirinya: Mereupakan zaman ketenaran yang diperkirakan banyak kebatinan di masa pemerintahan Presiden Soeharto. Zaman ini terbagi tiga juga, yakni: Andana (memberi), Karono (Kesenangan) dan Sriyana (Tempat Yang Baik).
7. Zaman Surata (Kemakmuran & Kedatangan Musuh), rentang waktunya; 2001-2100
Disebutkan bahwa di Zaman atau Kolo Surata yang berarti kehalusan ini banyak orang yang mengajar kehalusan budi pekerti setelah mereka ditinggal pergi oleh musuh yang memeranginya. Zaman ini ditafsirkan pula sebagai era tanpa kesulitan dan suka sekali pada hal-hal yang berbau asmara.
Nah, saat sekarang inilah yang dapat dikatakan kiat hidup di akhir zaman yang paling akhir, yaitu Zaman Kali Sangara dibagian paling akhir yakni Zaman Surata.
Lantas, apakah benar ramalan yang menyebutkan bahwa seluruh jagat raya akan disapu bersih pada 2012 ini, seperti yang diramalkan oleh suku tua Inca atau bangsa Maya? Ternyata tidak untuk tanggal 12 kemarin, akankah pada tanggal 21 nanti kecenderungan itu terjadi? Kita tunggu saja!
Bial dicermati, sejak memasuki era 2000 entah sudah berapa banyak bencana alam yang terjadi, mulai banjir, tanah lonsor, angin putting beliung, gempa, tsunami, dan gunung meletus, juga kecelakaan dahsyat dalam berbagai bentuk. Bahkan sejak itu juga sangat trend dengan kabar mengenai pergeseran lapisan bumi yang sering disebut sebagai penyebab gempa tektonik, yang kadang juga menimbulkan Tsunami.
Semua kecenderungan tersebut dapat disimpulkan bahwa kita memang hidup di zaman akhir yang paling akhir.
Nah, inilah yang menurut ramalan atau Jangka Jayabaya disebut sebagai Zaman Kala Surasa. Bisa kita lihat, betapa banyak orang menyuarakan saatnya memperbaiki akhlak denga dikembangkannya lagi pendidikan budi pekerti yang telah lama tak tersentuh dan hilang gaungnya. Banyak orang ngudi (mencari) ilmu kesempurnaan dan kehalusan sikap.
sekedar tambahan, kehalusan sikap dalam hal ini juga perlu kita telaah ulang. kehalusan sikap dalam hal apa? apakah dalam berbudi pekerti ataukah kehalusan sikap dalam berjamaah mengeruk uang rakyat. kenyataannya memang demikian. pendek kata, ramalan bagaimanapun tetaplah tidak pasti. wong yang bikin manusia, sewaskita apapun tetaplah tempatnya meleset. Kiamat sudah dekat, tapi sedekat apa juga kita tidak tahu. yang pasti Kiamat pasti datang dan yang tahu Gusti Alloh, Gusti Kang Akaryo Jagad. suwun

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

KETURUNAN SIAM MALAYSIA.

Walaupun saya sebagai rakyat malaysia yang berketurunan siam malaysia,saya tetap bangga saya adalah thai malaysia.Pada setiap tahun saya akan sambut perayaan di thailand iaitu hari kebesaraan raja thai serta saya memasang bendera kebangsaan gajah putih.

LinkWithin